NovelToon NovelToon
Bodyguard Kemayu

Bodyguard Kemayu

Status: tamat
Genre:Harem / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:801.3k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Ai Awso, si Bodyguard tapi lenje, suatu saat mendapat tawaran untuk mengawal Maria Zhang, Selebritis Seksi yang galak. Maria konon dihantui oleh sosok hantu penuh dendam, namun sosoknya meneror semua agen wanita yang ia sewa. Sosok itu tidak muncul kalau ada pria di dekat Maria.
Maria benci laki-laki karena rasa traumatis. Karena itu, Ai yang kemayu kerap dipilih untuk mendampinginya.

Mereka selalu berdua kemana-mana sampai akhirnya Maria lupa, kalau walau pun kemayu, tapi Ai laki-laki tulen. Gayanya aja lenje, tapi kalau udah berantem ya lebih gahar dari pria tulen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Twenty Four

Rider Budiman Budiwati (mohon maaf Tante harus nyebut Pak Budi Bu Budi, yang namanya beda kayak Bambang atau Siti, mohon maaf belum bisa disebutkan satu persatu).

Episode kali ini tidak banyak jokesnya. Karena Tante lagi sakit gigi kebanyakan ngopi saset.

Tapi tenang saja, adegannya romantis sangat.

Tante tidak akan membiarkan semuanya bosan dengan isi novel Tante, sekuat tenaga akan kujabani kuusahkan curhat sepenuh hati!

Yiuk kita minyak.

**

Nayaka turun dari mobilnya yang berhenti di depan lobby gedung Garnet Grup.

Saat ini memang sudah malam dan weekend pula, tapi karena di gedung itu banyak cafe 24 jam, jadi tampilannya seperti di Mall. Gedung Garnet Grup seakan tidak pernah berhenti beroperasi. Selalu ramai dan eksklusif.

Ia dan Rumi janjian di depan Lobby karena Rumi harus mengurusi GSA dulu. Nayaka dengar mereka baru saja menyergap suatu gembong narkoboy.

Tapi Nay belum tahu kalau Ai terluka.

Sebaiknya tidak tahu, nanti dia baper lagi.

Kencan pertamanya dengan Rumi memang tidak romantis. Masa cewek nyamperin cowoknya? Ya tapi itulah Rumi. Nggak terlalu peka dan kaku sifatnya. Nggak suka basa-basi juga.

Tapi Nayaka bukan cewek manja. Ia berjalan elegan menaiki anak tangga dikala supirnya hanya termangu melihat anak majikannya itu begitu tegar menemui teman kencannya dari bawah tangga, masih di dalam mobilnya.

Si supir juga salut, bahwa sifat Nayaka jauh lebih dewasa dari ibundanya.

Kalau Bu Meilinda sudah pasti ngomel seharian kalau Pak Dimas telat jemput 1 menit waktu Indonesia ceria.

Lah ini, si Jeng Nay malah bela-belain nyamperin sang teman kencan.

"Neng Nay!" panggil si supir.

"Apa Pak Dar?" Nayaka menoleh.

"Gudlak Neng! Neng Nay emejing!" seru Pak Dar.

"Nggak usah bilang-bilang ibu ya Pak, dia bisa ngomel tentang etika," Dan Nayaka pun melambaikan tangan ke Pak Dar, sang supir yang terharu.

Begitulah kehidupan anak sosialita. Jalan ke kantor pake supir aja dibilang mandiri. Apa kabar kita anker? Anak Kereta. Yang dari rumah jam 5.30, nunggu angkot ke stasiun, pas kereta sampe udah nggak inget kanan kiri sapa masuk dulu-duluan, kalo pipi belom nyium jendela dibilangnya masih kosong, pas sampe stasiun akhir, harus lari-lari membabi buta macam dikejar tornado karena ngejar transjakarta buat lanjut jalan ke kantor.

Ah metropolitan…

Kejam tapi ngangeni.

Btw, Tante Author pernah di kereta betisnya gatel, posisi lg dempet-dempetan, nggak bisa nunduk buat garuk akhirnya kaki tante yang sebelah angkat dikit buat garuk betis pake jempol kaki. Alhasil… Kaki tante yang sebelah nggak bisa balik napak karena dengkul ketahan mbak-mbak di depan dan sepatu flat tante copot terus ilang…

Lanjutkan!

Sampai di ujung tangga, semua orang menatap Nayaka.

Siapa yang tidak kenal dia.

Keponakan Sebastian Bataragunadi yang cantik jelita. Siti Nurbaya aja kalah saing.

Saat pagi, Nayaka juga menarik perhatian semua. Kali ini, saat malam, dia berpenampilan jauh lebih anggun.

Membuat semuanya mendes4h terpukau.

Nayaka tersenyum ke semua orang karena memang ia kenal hampir sebagian besar pelayan toko dan sekuriti di sini. Setiap hari ia berkantor di lantai atas, di LSJ, dan sudah pasti bercengkrama dengan semua penghuni gedung ini.

Tapi ada satu lagi yang tak kalah cantik dari Nayaka.

Tante Author kenalkan,

Sang Dewi Legendaris.

Mia Bagaswirya.

Keluar dari lift bersama Rumi Rutherford, berjalan berdampingan sambil tertawa bersama.

Nayaka langsung insecure.

Mia adalah Direktur Operasional dan Desain di LSJ, sekaligus pemegang saham utama. Sementara Rumi adalah Direktur Investasi dan Keuangan.

Keduanya bersinergi secara berkesinambungan menjaga stabilitas perusahaan untuk kesejahteraan shareholders.

Ah gila diriku bahasanya macam bikin kata pembuka direksi di Laporan Keuangan.

Keduanya orang-orang terpilih, para eksekutif muda, para main core perusahaan multinasional.

Keduanya orang hebat.

Dan Rumi pernah jatuh cinta dengan Mia.

Ambyar.

Sebagai junior, Nayaka sudah pasti sangat menghormati Mia. Yang ia panggil 'Mbak Mia'. Walau begitu, melihat mereka berdua jalan berdampingan dengan penuh aura persahabatan, membuat Nayaka…

Cemburu.

Namanya juga masih kecil, apa-apa baper.

Nayaka pun menarik napas panjang dan menghembuskannya untuk mengatur emosi. Dan mencoba tersenyum lembut sewajar mungkin padahal kedongkolannya sudah di ujung kepala.

Paku mana paku?

Hah? Dibawa Kinasih? Mau nyamar jadi manusia ngapaaain? Mau ngegebet sapa lageee?! Balikin pakunya! Tuh liat dongkolnya Nay udah mau keluar dari ubun-ubun.

"Nay!" sapa Mia senang. Ya ampun wajahnya imut banget loh. Alisnya tebal, matanya berbinar ramah, hidungnya bangir mancung dan bibirnya memiliki senyum yang unik. "Kamu kok di sini? Weekend loh Nay! Dress kamu cakep banget deh!"

Dengan riang Mia menghampiri Nayaka.

Sementara dengan terpaku Rumi menatap Nayaka lekat-lekat dari ujung kepala sampai kaki, discanning penampilan Nayaka 3 kali. Bolak balik. atas bawah atas bawah.

"Mbak Mia kok di sini? Kerja Mbak?"

"Nggak, aku tadi di ruangan ngelukis seharian hehe. Soalnya Rama dan anak-anak lagi di Singapur jadi aku di rumah kesepian," Kata Mia sambil membelai rambut Nayaka dengan sayang.

"Nay, kamu yakin nggak mau jadi model Dahlia's Passion? Kamu cocok banget loh jadi iconnya," Mia menatap Nayaka penuh harap.

Dahlia's Passion adalah produk perhiasan keluaran terbaru LSJ dengan target marketnya wanita muda yang baru menapak dunia kerja penuh konflik kedewasaan.

"Aku nggak pede, Mbak," desis Nayaka muram.

"Kamu kan cantik banget loh Nay, aku belum nemu model yang pas nih,"

"Ya aku sih tergantung Bossku setuju atau nggak, dia suka bawel kalau aku pro Mbak Mia," Nayaka membuang muka dari Rumi. Masih cemburu ceritanya.

Rumi menaikkan alisnya.

Mia menatap Rumi, "Boleh nggak dia kupinjam?"

"Terserah kamu aja baiknya gimana. Aku ikut aja," kata Rumi

Nayaka mengerutkan keningnya.

Kenapa cara bicara Rumi sangat berbeda?!

Kalau dengan Nayaka pake lu-gue, terus tegas dan judes.

Kenapa dengan Mia terdengar sangat lembut dan ber-aku-kamu?!

Nayaka pun menarik napas menahan kesal.

"Boleh ya Nay dipertimbangkan? Lumayan kan buat pengalaman," ujar Mia lembut sambil memainkan rambut Nay di jemari lentiknya.

"Hem… Kalau jadi model, followers di ig bisa tambah banyak sih," kata Nay.

"Betul itu, tambah penggemar bisa jadi," Mia mencoba merayu Nayaka.

"Heeem, mungkin juga aku bisa menemukan cowok yang bersedia pacarku ya,"

"Bisa, bisa, kan hitung-hitung untuk melupakan Ai juga ya,"

"Heeem, boleh juga. Pasanganku untuk pemotretan nanti yang Black Orchid Passion, model cowok kan ya?"

"Oh, itu kita mau pakai Capung, soalnya imejnya sesuai,"

"Si Capung? Anak GSA? Capung Peterson ?!" Sahut Nayaka

Rumi berdecak. "Gue baru inget namanya itu, lumayan keren juga,"

"Ya dia emang ganteng sih, tinggi gede dan kekar pula," kata Nayaka langsung sumringah.

Rumi mengernyit. Dalam hatinya ia berpikir, sejak kapan si Nay menaruh perhatian ke Capung, coba?!

Sementara Nay membatin, kena nggak pancinganku?

"Iya Capung memang keren, makanya aku hire," kata Mia.

Rumi langsung menoleh ke arah Mia, "Serius?!"

Nayaka jadi tambah muram. Kenapa saat Mia yang memuji Capung, Rumi langsung bereaksi seakan menunjukkan kalau ia tidak suka.

"Menurutku iya, tapi kan selera orang beda-beda. Tadinya mau pake Alexis tapi ternyata dia sudah diendorse sama brand lain dan terikat kontrak. Mau pakai Amidis tapi Om Tresna nggak setuju, kalau Ai dia menolak karena sibuk dengan kasus klien yang sekarang katanya," Kata Mia.

"Kamu kok nggak minta persetujuanku mau pakai anak GSA?" tanya Rumi.

"Aku kirim surat resmi ke GSA, sudah diacc Om Arman. Kupikir kamu tahu, karena surat resmi kan kamu yang sortir biasanya,"

"Aku nggak-"

"Om Rumi," potong Nayaka. Dia tidak tahan kalau Rumi bicara dengan dalam intonasi rendah dan lembut seperti itu.

Rasanya hati Nayaka langsung teriris perih terhujam dalam-dalam. "Kita jadi kencan kan?"

"Eh?" Rumi malah menaikkan alisnya tanda bingung.

"Kencan?" Mia menatap bergantian antara Rumi dan Nayaka. "Woooow," serunya kaget.

"Iya, kita mau ke acara reuni, makanya aku datang ke sini,"

"Kamu gimana sih Rumi? Bukannya jemput Nayaka! Masa harus dia yang nyamperin kamu?!" sahut Mia sambil melotot ke Rumi.

"Ee… Emansipasi wanita?!" Rumi terdengar tak yakin.

"Masalahnya bukan itu! Hal kecil tapi remeh begini menunjukan tingkat gentleman diri kamu! Walaupun Mas Rama suka somplak, tapi dia masih bukain pintu mobil buat aku,"

"Rama lagi Rama lagi. Sita-nya udah sama Rahwana," gerutu Rumi.

"Ya iya lah kan dia suamiku,"

"Ohiya suka lupa," gumam Rumi cuek, sambil melengos menatap ke arah lain.

"Ya sudah kalau begitu aku duluan ya, aku nggak suka jadi nyamuk. Selamat jadian ya, kapan-kapan traktir aku loooh," sahut Mia riang sambil cipika cipiki sama Nay, dan memukul pelan bahu Rumi.

Dan wanita cantik itu pun masuk ke dalam lift yang mengarah ke parkiran gedung.

"Nay," desis Rumi. Mereka masih berdiri di Lobby.

"Apa Om?"

"Lu mau ngelayat ke tempat siapa pake baju item-item gitu?"

Nayaka menghela nafas.

"Om Rumi,"

"Apa?"

"Dirimu bukan tandingan Om Rama. Kalah jauh…"

"Ck!"

**

Dan perjalanan mereka ke lokasi reuni diwarnai dengan keheningan.

Rumi yang kesal karena nama Rama disebut-sebut, dan Nayaka yang kesal karena Rumi bersikap lembut ke Mia.

Rumi menyetir mobil sambil menatap lurus ke depan dan Nayaka dengan sedih menatap ke samping memperhatikan jalanan.

"Nay," panggil Rumi.

"Apa?" Nayaka masih jutek.

"Kita mau reuni, muka lo jangan ditekuk,"

"Mukaku nggak ditekuk, cuma kelipet aja,"

"Kenapa lo jadi ngambek?"

Nayaka diam. Tidak tahu harus jawab apa.

Mereka tidak ada hubungan apa pun, hanya sekedar menemani Rumi ke reuni. Itu pun dibilang ngedate juga nggak.

Ya memang rencananya Rumi mau mengenalkan Nayaka sebagai pacarnya, seperti waktu itu Nayaka mengenalkan Rumi sebagai pacar ke teman-teman kampusnya.

"Nggak tau, Om," desis Nayaka makin galau.

Lalu mobil Rumi dipinggirkan ke parkiran sebuah minimarket.

Dan Rumi memiringkan tubuhnya ke arah Nayaka.

"Kita jadi pergi? Gue bisa aja batalin kalo lo nggak enak badan," kata pria itu.

Dia menyangka Nayaka lesu karena sedang sakit.

Tapi kita semua tahu, Nayaka sedang cemburu.

Surat Terbuka :

Dear Paksu Tercintah

Kau cucikan piringku, kubaper 3 hari.

Bayangkan yang akan kuberikan,

Kalau kau lakukan semua pekerjaan rumah ditambah isi saldo shopeepay.

Kujamin,

Tiada teriakan gembar-gembor 'OPI JANGAN NAEK LEMARI!! OYA NGGAK USAH LEMPAR LEMBING!!' seharian… Rumah akan damai dan tenang, karena aku menangani anak-anak dengan kelembutan hakiki.

Dari aku,

Bini Durja…wati.

PS : Maaf ya Cih Helen, tetanggamu ini ngomel seharian, pasti kebrisikan ya. Ampun Cicih…

Dodogmu setiap aku teriak-teriakan langsung pada gong-gong kenapa ya?! Merasa tersaingi-kah?

**

1
Daanii Irsyad Aufa
🤣🤣🤣🤣🤣
Daanii Irsyad Aufa
astaga ai 🤭😄😄😄
Daanii Irsyad Aufa
duh baca ai auto mesem2 kih..
Daanii Irsyad Aufa
Akoh baca ulang ya madam
Dehan_1
aku baru nrmu novel ini..kaya nya seru..mesti baca yg mana dulu nih biar nyambung🤭
꧁🦁mufasa🦁꧂
baen ahaaaaaa.. menek2 🤣🤣
꧁🦁mufasa🦁꧂
aku ngakak bayangin wajah si lucaaaassss
꧁🦁mufasa🦁꧂
kok aku jadi twringat yang di mana itu itali yq.. si adiba marah2 ama lucas 🤣🤣
꧁🦁mufasa🦁꧂
mantan ob pacarnya six 🤣
LOVE U TOO¹
astagaaaaaaaaaaaa mosesss masih simpen aja kata2 legem itu ya... jadi inget
LOVE U TOO¹
cie cie.. mantannya sri ratu darmaya.. alias pai su chen 🤣🤣
LOVE U TOO¹
iklaannn yooo... rimeo perni penari topeng
LOVE U TOO¹
ide yg bagusss aii biar si kamfret dapat suprised...
sukensri hardiati
sukaaa.../Rose//Heart//Pray//Ok//Good/
Cicak Speed
cucunya blm jadi x ahh
Cicak Speed
ai ijo matanya dikasih pinjem barang branded
widya widya
Baca ulangg.. karena kangen sama si Lenje Ai
Vlink Bataragunadi 👑
bjiiir baru 2 paragraph aja aku udah meleleh/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
madam, generasi pertama kaliiii
Vlink Bataragunadi 👑
ni otak Yoga ga ketuker ama pakde nya kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!