Ayu Lestari, gadis cantik yang ditinggal menikah oleh kekasihnya saat ini sadar kenapa pacaran dilarang, dan ia menyadari jika memang pacaran hanya membuang waktu dan tidak bermanfaat sama sekali, bahkan membuat pikirannya kacau.
Perlahan Ayu mulai memperbaiki diri. Hijrah menuju hal yang lebih baik, belajar tentang bagaimana cara menyalurkan fitrahnya sesuai dengan syari'at. Apakah Ayu akan menemukan pasangan yang tepat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jodoh memang misterius
Harsa mengajak Bhumi keluar rumah, mengobrol di luar rumah sambil melihat pemandangan sungai dan sawah yang terbentang luas. Melihat sungai itu, Bhumi jadi teringat pertama kali bertemu Ayu, gadis itu menangisi penghianatan laki-laki yang ada di sebelahnya. Eh sekarang justru gadis itu yang nantinya akan menjadi istrinya.
Jodoh memang semisterius itu. Kadang susah dicari, kadang datang menghampiri. Jodoh ibarat rezeki. Kadang datang tanpa diduga, kadang juga susah dicari meski sudah susah payah mengejarnya. Jodoh juga ibarat manusia butuh makan. Tak makan, maka seseorang akan mati. Maka tak heran, ketika seseorang telah merasa dirinya siap untuk menjalin keluarga namun sang jodoh tak kunjung datang, maka hanya rasa gelisah dan gundah gulana yang dirasakan.
"Sudah berapa lama mengenal Ayu?" Harsa membuka obrolan tentang Ayu, rasanya masih penasaran.
"Kalau dihitung dari pertemuan pertama ya sudah berbulan-bulan sebenarnya, hanya saja perkenalan kami tidak intensif, ah gampang itu mah, nanti saja kalau sudah menikah saling mengenal lebih jauh jadi lebih leluasa," jawab Bhumi apa adanya. Menurutnya pacaran setelah menikah akan membuat hari-hari pengantin barunya lebih berwarna.
"Kalau belum mengenal dengan baik apa tidak takut nantinya seperti membeli kucing dalam karung?" tanya Harsa. Ia berniat menggoyahkan hati Bhumi agar tidak berlanjut ke pelaminan.
"Tidak sama sekali, walaupun nggak kenal intensif tapi kan aku punya banyak cara agar bisa mengetahui siapa dia bagaimana bibit, bebet, bobotnya, zaman sekarang tidak sulit untuk mencari info seperti itu mas Harsa," jawab Bhumi. Ia paham betul mantan kekasih Ayu ini ingin menggoyahkan hatinya.
"Baguslah, tapi terkadang ada saja yang kecolongan," ucap Harsa sambil terkekeh.
"Mas Harsa lagi curhat yah?" ledek Bhumi. Harsa kembali terkekeh, ia merasa Bhumi sulit untuk digoyahkan.
"Pengalaman teman, banyak yang seperti itu mas Bhumi, sepertinya gadis baik-baik, eh nyatanya, sudah tidak perawan, takutnya nanti juga mas Bhumi mengalami hal seperti itu," ucap Harsa. Ia tetap mencoba mencari cara agar Bhumi gundah dan berfikiran buruk terhadap Ayu.
"Wah, kalau si wanita sudah berubah menjadi lebih baik sih tidak masalah. Sebagian perempuan dalam hidupnya mungkin pernah memiliki masa lalu yang kelam, seperti menjadi korban pemerkosaan ataupun terjerembab dalam perbuatan zina. Suami atau istri tidak perlu membuka rahasia masa lalu yang dapat mengeruhkan hubungan rumah tangga. Hal yang penting adalah menyesalinya, bertekad tidak mengulanginya, dan memohon agar Allah SWT mengampuni dan menjaga rahasia itu. Banyak dan berulang-ulang menutup kesalahan dan aib manusia. Banyak dosa, kesalahan, dan aib bahkan isi hati kita yang ditutup-Nya. Pernikahan tidak melulu soal keperawanan mas Harsa," ujar Bhumi menjelaskan prinsipnya jika sudah menikah nanti. Harsa terdiam mendengar banyak kata yang keluar dari Bhumi yang ternyata tidak menggoyahkan prinsipnya sama sekali.
"Betul sekali apa yang dikatakan mas Bhumi, beruntung sekali calon istrinya," ucap Harsa berpura-pura setuju dengan pemikiran Bhumi.
"Harus dong, istriku kelak harus merasa beruntung mendapatkanku, salah satunya agar dia tidak mengingat masalalunya, seandainya dia punya masalalu," ucap Bhumi menyindir dengan halus.
"Ya sudah mas, yuk kita balik lagi masuk ke dalam rumah, sudah mulai panas nih di luar." Sebenarnya yang panas hati Harsa bukan cuaca pagi ini yang mulai menghangat, enak untuk berjemur. Bhumi mengiyakan saja lalu ikut masuk ke dalam rumah.
☘️☘️☘️
"Yu, nanti bawakan ini ke ruangan saya yah, saya mau ke toilet sebentar," ucap Rudi yang kala itu sengaja menyuruh Ayu yang kebetulan juga Ayu duduk tepat di depan meja dosen. Ia keluar terlebih dulu dari kelas.
Ayu mengangguk, tidak banyak yang harus ia bawa, hanya leptop dan beberapa buku. Dela inisiatif untuk menemani Ayu menuju ruang dosen, Ayu senang sekali karena ada yang menemani.
Sesampainya di ruang dosen, Dela tidak ikut masuk, ia ingin ke toilet lebih dulu. Ayu masuk ke ruangan dosen, ternyata di sana sudah ada pak Rudi yang sedang duduk sambil melihat ke arah dirinya.
Ayu meletakan leptop dan beberapa buku di meja kerja pak Rudi. Dosen muda itu mengucapkan terimakasih pada Ayu, lalu menyuruh Ayu untuk duduk lebih dulu karena ada sesuatu hal yang akan dibicarakan.
"Ada apa yah pak? apa nilai saya ada yang kurang? atau ada yang perlu diperbaiki dari jawaban saya waktu kuis tadi?" tanya Ayu yang terlihat gugup karena tidak biasanya ia dipanggil secara pribadi seperti ini. Ayu takut jika sampai nilainya jelek.
Rudi terkekeh, lucu dengan tingkah gadis yang ada di depannya itu. Ayu adalah mahasiswi yang cukup rajin, selain cantik, ia juga terlihat baik juga akhlaknya, hal itu yang membuat Rudi tertarik.
"Saya mau membahas tentang obrolan jodoh Yu, rileks saja jangan takut seperti itu, nilai kamu bagus semua kok," ucap Rudi. Ayu menghela nafas, lega, ternyata bukan perihal nilai.
"Lalu ada apa yah Pak?"
"Setelah dipikir secara matang, saya memutuskan untuk mengatakan ini sekarang. Ayu, selama ini saya sudah memerhatikan kamu, sepertinya saya mulai tertarik dengan kamu. Saya beranikan hari ini untuk mengungkapkan yang selama ini menjadi resah. Resah jika kamu tak menjadi milik saya selamanya. Tapi saya sadar saya siapa, biarlah yang lalu menjadi masa lalu saya. Namun, untuk masa kini, maukah kamu menjadi masa depan saya?" ucap Rudi. Ia mengecilkan suaranya, hanya Ayu saja yang boleh mendengar.
Ayu terdiam, bingung ingin mengatakan apa, tak disangka yang dicurigakan Ajeng benar juga. Tapi untuk sampai dititik ini rasanya Ayu benar-benar tidak menyangka, pak Rudi berani menyatakan cinta.
"Ayu ..."
"Ah iya pak, maaf, bapak baik-baik saja kan?" Ah entahlah kenapa Ayu malah berkata demikian, takutnya pak Rudi sedang berhalusinasi.
"Saya sehat, saya baik-baik saja." Rudi menunjukan badannya bahwa dirinya baik-baik saja.
"Maaf ya membuat kamu terkejut, tapi saya serius Yu," ucap Rudi meyakinkan kembali gadis yang ada di depannya.
Dela yang tidak sengaja mendengar semuanya langsung menutup mulut karena ikut terkejut. Dirinya yang ingin menyusul Ayu masuk ke dalam ruangan pak Rudi malah disuguhkan dengan kalimat romantis dosennya yang ditunjukan untuk Ayu. Setelah mendengar semuanya, ia tidak jadi masuk ke dalam ruangan dosen melainkan bergegas menuju kelas.
Ayu kembali terdiam, bingung ingin mengatakan apa lagi, yang jelas dirinya ingin menolak pernyataan cinta pak Rudi, hanya saja belum menemukan kata yang tepat.
"Kamu butuh waktu? saya kasih waktu 3 hari yah untuk kamu menjawab pernyataan saya, semoga ada kabar baik yah, sekarang silahkan boleh kembali ke kelas, masih ada jam belajar kan?" ucap Rudi. Ia paham kalau Ayu pasti terkejut, ia sengaja memberi waktu agar Ayu bisa mendapatkan jawaban yang tepat.
Ayu mengangguk lalu permisi kembali ke kelasnya. Di sepanjang jalan menuju kelas, ia terngiang-ngiang kalimat pak Rudi yang tidak disangkanya sebelumnya. Ia berharap semoga pak Rudi tidak marah jika ditolak nanti. Jodoh memang misterius, dikala tidak dinanti, satu persatu menyatakan cinta.
Saat memasuki kelas, teman-temannya tiba-tiba menyorakinya.
"Cie Ayu, Cie."
#Bersambung...
.
.
.
.
.
.
.
Intermezzoo :
Emak san udah baca2 komen kalian tentang rintangan sebelum menikah, eh ternyata banyak juga yang pacaran lama namun nggak jodoh. Alhamdulillah, sneng banget emak, banyak temen senasib soalnya🤣🤣
Sebenarnya pacaran nggak pacaran juga sama saja sih, kita akan mengenal baik buruknya pasangan itu hanya waktu sudah menikah, klo sudah menikah tuh baru ketahuan smwnya. Semangat pejuang rumah tangga💪 Ibadah terlama yang penuh dengan huru hara di dalamnya🤭🤭
ehh jd halu 🤭