Nara Amelia harus merasakan sakit hati, tatkala pria yang ia yakini sangat mencintai dan dicintainya, membawa orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
Seorang wanita yang menurut sang suami dapat melengkapi kekurangan Nara selama ini.
"Kita bertiga akan merawat anak ini bersama-sama. Aku, kamu dan dia."
Akankah Nara akan tetap bertahan demi rasa cinta pada sang suami ataukah akan mencari kebahagiaan yang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Kekasih?
'Lagi-lagi!' Arka menghela nafas memasuki ruang tamu.
Di sana ia melihat ada seorang wanita muda, sedang mengobrol akrab dengan Mommy.
"Arka, sini Nak!" Panggil Mommy seraya melambaikan tangan. Ia memanggil anaknya yang terbengong.
Arka mengangguk. Ia berjalan ke ruang tamu dan duduk di sofa.
Wanita muda itu menatap sambil mengumbar senyum.
"Ini anak tante yang tadi kita ceritakan. Tampan kan. Soalnya Daddynya sangat tampan." Ucap Mommy sambil tertawa memperkenalkan putranya.
"Halo, nama saya Rita." Wanita itu memperkenalkan diri. Sambil mengulurkan tangan.
"Hah? Hah?" Arka mulai ngacoh.
"Sa-saya Rita." Ulangnya lagi memberitahu.
"Hah? Peta?" Pria itu berpura-pura budek.
Mommy memelototi Arka. Pasti sengaja melakukan ini. Seperti sebelum-sebelumnya.
"Saya Rita."
"Oh." Arka mengangguk paham. "Mom, dia dari tadi katanya." Arka memberitahu Mommynya.
Melihat Arka seperti itu, Rita menjadi merasa aneh. Pria ini tampan sih, tapi kalau budek, pusing juga menanggapinya.
"Anak tante hanya becanda. Arka!!!" Mommy merapatkan giginya. Bisanya Arka mengulah lagi. Ada saja caranya menolak.
Mommy tidak bisa berucap. Arka memang sengaja bicara tidak nyambung saat mengobrol dengan wanita itu. Yang dibilang Rita apa, yang dijawab Arka tah apa lagi.
'Kok bisalah aku punya anak seperti ini. Padahal niatku baik!!!' Mommy membatin dalam hati. Arka sungguh terlalu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Arka mengira setelah sering menolak perjodohan. Mommynya akan menyerah untuk menjodohkannya. Tapi ternyata tidak. Wanita paruh baya itu malah semakin semangat.
Besoknya Arka dipaksa bertemu dengan wanita lain yang akan dijodohkan. Jika dia menolak, Mommy beralasan akan menyusul Daddynya saja.
Dan Arka mau tidak mau harus menurut. Dan setiap bertemu dengan wanita-wanita pilihan Mommy yang akan dijodohkan dengannya, ia selalu melakukan hal di luar normal. Semata-mata agar mereka juga menolak perjodohan dengannya.
Hampir setiap malam, Arka dipaksa bertemu wanita-wanita itu. Dan ada saja cara Arka, membuat mereka ilfill lalu memilih mundur dengan sendirinya.
"Mom, cukup!" Ucap Arka saat akan makan malam.
Ia sangat lapar dan butuh makanan. Tapi Mommynya malah menyodorkan beberapa foto wanita padanya di meja makan.
"Kamu mau yang mana?" Tanya Mommy menunjukkan satu persatu.
Arka mendengus, Mommynya tidak ada kata menyerah akan perjodohan.
"Mom, aku mau makan loh." Arka memelaskan wajahnya.
"Pilih dulu. Kamu mau bertemu yang mana!" Tetap juga Mommy menyuruh memilih.
"Tidak ada yang kusuka." Arka melihat sejenak. Tak ada yang ingin dia temui.
"Bagaimana dengan yang ini? Ini? Atau ini?"
Pria itu menggelengkan kepala tidak percaya. Mommy mengeluarkan beberapa foto yang lain. Berapa banyak stok calon menantu Mommynya.
"Mom, cukup. Jangan jodohkan aku lagi!" Arka menyingkirkan foto-foto tersebut.
"Tidak bisa. Mommy tidak bisa melihatmu menduda selamanya, Arka!" Ucapnya penuh penekanan.
"Aku tidak akan menduda selamanya. Nanti kalau aku ketemu wanita yang ku suka, aku akan menikah." Arka mencoba bernegoisasi. Ia capek menuruti Mommynya untuk bertemu wanita yang dijodohkan.
"Kelamaan. Kamu pilih saja satu. Lalu biarkan cinta hadir seiring berjalannya waktu." Mommy mengangguk meyakinkan Arka.
"Dengar, Mom." Arka akan mencari akal. "Sebenarnya aku sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita."
Mommy menatap Arka tidak percaya. Arka menjalin hubungan? Mustahil.
"Bawa dia ke rumah. Kenalkan kekasih kamu itu pada Mommy!" Wanita paruh baya itu tidak mau percaya begitu saja. Ia harus melihat dengan mata kepalanya.
"Mom, kami masih baru. Nantilah ada waktunya itu." Alasan Arka.
"Minggu ini kenalkan kekasihmu sama Mommy. Jika tidak, Mommy akan tetap menjodohkan kamu dengan anak teman-teman arisan!" Ancam Mommy memperingatkan sang putra.
"Mom!!!" Arka merasa salah bicara. Maksud mengatakan itu, agar mommy tidak menjodohkannya lagi. Malah disuruh bawa kekasih ke rumah. Siapa yang mau dibawanya? kekasih apaaan?
"Kamu pasti cuma ngarang cerita punya kekasih, agar Mommy tidak menjodohkanmu? Hayo ngaku, Arka!" Tebak paruh baya itu sambil tersenyum sinis.
"Ngarang apa sih, Mom? Aku memang punya kekasih. Dia sangat cantik!" Wajah Arka tampak sangat meyakinkan mengatakan hal tersebut.
"Kalau begitu bawa ke rumah. Buktikan sama Mommy. Jika memang kamu sudah punya kekasih. Mommy tidak akan menjodohkan kamu lagi!"
"Ok, Mom. Deal!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Arka turun dari mobil lalu memasuki lobi perusahaan. Wajahnya datar memikirkan janjinya pada sang Mommy untuk membawa kekasih hati.
Kekasih dari mana? Dekat dengan wanita saja ia sudah tidak pernah lagi.
Mau menghubungi mantan-mantannya saat ia masih playboy dulu. Gengsinya tidak mengizinkan. Mereka saja bermain gila di belakangnya. Arka tidak mau berurusan lagi dengan para mantannya. Itu berbahaya.
"Pak Arka." Sapa Sam sambil menundukkan kepala sejenak.
Arka tersadar dari lamunannya, ia pun mengangguk kepala.
Arka kembali melangkah diiringi Sam yang mengikutinya dari belakang.
"Siapa itu lari-lari di kantor?" Tanya Arka melihat wanita yang berlari menuju lift.
"Itu-" Sam menajamkan pandangannya, melihat wanita yang dimaksud atasannya.
"Nara, Pak. Sepertinya ia takut terlambat. Padahal masih ada waktu 10 menit lagi." Sam melihat arlojinya lalu tersenyum samar.
Tak lama Arka dan Sam sudah berada di lift. Arka merasa aneh melihat Sam yang tersenyum lebar.
"Kenapa kamu tersenyum?" Tanyanya datar.
Sam menggelengkan kepala seraya menormalkan wajahnya. "Tidak, Pak. Saya tidak tersenyum." Sanggahnya.
Sam tidak bisa menetralkan wajahnya, ia kembali tersenyum lagi.
"Maaf, Pak. Saya hanya mengingat Nara. Kalau lagi bergerak rambutnya goyang-goyang gitu. Dia itu sungguh janda imut dan menggemaskan." Puji Sam mengingat kelucuan Nara.
'Imut, lucu apaan? Menyebalkan iya.' Arka mendumel dalam hati. Ia tidak setuju dengan yang diucapkan Sam.
Saat berada di ruangannya, Arka sibuk mengscrool ponselnya. Mencari siapa wanita yang mau menjadi kekasihnya.
'Apa aku cari wanita untuk berpura-pura menjadi kekasihku saja!'
Arka tersenyum sesaat, akan ide tersebut. Ia bisa membayar seorang wanita untuk berpura-pura menjadi kekasihnya. Lalu dikenalkan dengan Mommynya.
Setelah itu, dia akan bebas. Mommy tidak akan menjodoh-jodohkannya lagi dengan anak teman-teman arisannya itu.
Mommy pasti akan lega, karena ia sudah tidak berniat menduda lagi. Jika nanti dipaksa cepat menikah, Arka akan memberi alasan yang logis. Butuh waktu untuk saling mengenal satu sama lain.
Arka tersenyum lebar, rencananya pasti akan berjalan lancar. Tapi, sekarang dia harus mencari siapa wanita yang mau berpura-pura menjadi kekasihnya?
Tok
Tok
Tok
"Masuk." Pinta Arka saat terdengar suara ketukan pintu.
"Permisi, Pak. 30 menit lagi akan ada rapat dengan-"
"Nara!" Panggil Arka menyela ucapan Nara. Pria itu melihat Nara dengan serius.
"I-Iya, Pak." Jawab Nara gugup. Wanita itu takut jika pekerjaannya ada yang salah lagi. Takut jika dia salah melihat jadwal atasannya itu.
"Kamu... mau jadi kekasih saya?" Tanya Arka langsung.
Sesaat terasa hening.
"Hah???"
.
.
.
😏😏😏😂😂