Andara dan Indira adalah dua gadis kembar identik, namun memiliki sifat yang berbeda. Dimana Andara memiliki sifat mandiri, dan sangat cuek dan juga sering di cap sebagai wanita sombong dan tak tersentuh. Sedangkan sifat Indira begitu lembut membuat siapa pun pasti akan menyukainya, namun tidak dengan Kai Arshaka Sanjaya.
Kai adalah seorang laki-laki tampan yang selalu menjaga dua gadis kembar itu, namun siapa sangka Kai menyukai salah satu di antara dua gadis kembar tersebut. Bahkan Kai rela melakukan apapun demi mendapatkan sang pujaan hatinya.
Siapakah salah satu gadis kembar itu? Apakah Andira yang memiliki sifat lemah lembut? Atau Andara yang cuek? Penasaran! simak terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman paksa
"Dara, bagaimana denganmu, sayang? Apakah kamu mau menikah dengan putra tante?" Tanya Cristy sangat lembut. Dara melirik sekilas ke arah Cristy, kemudian ia menatap kakak kembarnya yang kini sedang menampilkan senyuman palsunya.
"Terima saja, Ra. Kai adalah laki-laki baik, dia juga sudah menjaga kita dulu. Aku yakin kamu pasti akan bahagia jika menikah dengannya." Ucap Dira pelan. Meskipun hatinya sakit, tetapi ia tetap berusaha tersenyum untuk menutupi rasa sakit dalam hatinya.
"Maaf tante, aku tidak bisa menerima perjodohan ini. Karena aku tidak mencintai anak tante." Ucap Dara tanpa menjawab ucapan kakak kembarnya itu.
Kai yang mendengarnya pun langsung mengepalkan kedua tangannya, beraninya gadis itu menolak dirinya. Lihat saja, ia pasti tidak akan membiarkannya lolos begitu saja.
Cristy dan juga Arga saling melempar pandangannya satu sama lain, keduanya nampak terdiam menanti putranya itu angkat bicara.
"Tante, om, mama. Aku boleh bicara sama Dara sebentar." Tanya Kai sambil menatap Imelda, Tama dan juga Cristy. Ketiganya mengangguk secara bersamaan. Kai langsung beranjak dari sofa itu, kemudian ia berjalan menghampiri Dara.
"Ikut gue, sekarang." Bisiknya yang mendapat dengusan kesal dari Dara.
"Bicara disini saja. Gue males ikut sama lo." Sahut Dara pelan, namun masih dapat di dengar oleh Kai dan juga Dira.
"Ra, kamu gak boleh begitu, lebih baik kamu ikut Kai dulu, siapa tahu ada hal penting yang ingin Kai sampaikan sama kamu." Ucap Dira sambil menatap adik kembarnya itu.
"Ok, fine. Gue akan ikut." Seru Dara langsung beranjak dari tempat duduknya. Kai yang melihat hal itu pun langsung tersenyum, ia kemudian berjalan di ikuti oleh Dara yang menampilkan wajah kesalnya.
Dira melihat kepergian Kai dan adik kembarnya hanya dapat tersenyum sendu, mungkin jika Kai mencintai wanita lain, Dira pasti akan memperjuangkan cintanya, namun sayangnya wanita yang di cintai oleh Kai adalah adik kembarnya sendiri, membuat Dira harus merelakannya begitu saja.
***
Taman Belakang.
Langkah kaki Kai terhenti ketika ia sudah tiba di taman belakang kediamannya. Kai berbalik, ia menatap Dara dengan tatapan matanya yang tajam.
"Kenapa kamu menolak perjodohan ini?" Tanya Kai dingin.
"Bukannya lo sudah tahu kalau gue itu tidak suka sama lo, jadi sebaiknya lo hentikan perjodohan ini." Sahut Dara tak kalah dinginnya dari Kai.
"Jangan bermimpi, Andara. Aku tidak akan pernah menghentikan perjodohan ini, dan aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku." Ucap Kai semakin membuat Dara emosi.
"Sadarlah, cinta itu tidak bisa di paksakan. Seberapa pun lo berusaha, lo tetap tidak akan bisa mendapatkan cinta gue. Jadi, gue saranin, lo cari perempuan yang bener-bener cinta sama, lo." Tegas Dara sambil menatap Kai dengan tajam.
"Oh, kita lihat saja nanti, gue pasti bisa mendapatkan cinta lo, Andara. Jadi, persiapkan diri kamu, karena dua minggu lagi kita akan menikah." Bisik Kai membuat Dara langsung membulatkan kedua bola matanya sempurna.
"What!!! Menikah? Apa lo sudah gila? Gue menolak perjodohan ini, dan gue tidak mau menikah sama lo." Seru Dara dengan emosi.
"Lo menolak atau tidak, lo tetap akan menjadi istri gue, Andara. Seberapa pun lo berusaha untuk pergi dari gue, lo tetap tidak akan bisa, Andara. Karena apa? Karena lo sudah menjadi milik gue, dari dulu hingga sekarang, Mengerti." Ucap Kai dengan tegas.
"Lo laki-laki gila yang pernah gue kenal. Gue benci sama lo, Kai. Pemaksa, mesu.... "
"Sssst... Jangan sampai gue cium bibir lo yang manis itu, sayang." Bisik Kai sembari menempelkan jarinya di bibir Dara, membuat Dara langsung terdiam.
"Gue gak boleh kalah, gue harus mencari cara agar perjodohan ini di batalkan. Gue tidak mau melihat kakak gue sedih hanya karena gue menikah sama Kai." Batin Dara sambil memutar otaknya mencari cara agar perjodohan itu batal.
"Kalau lo cinta sama gue, biarkan gue hidup bahagia dengan laki-laki yang gue cintai." Tiba-tiba saja Dara berkata seperti itu kepada Kai. Apakah Dara tidak tahu bahwa ucapannya itu sudah menyulut api dalam diri Kai?
"Oh, lalu! Apakah aku harus menuruti ucapanmu, baby?" Tanya Kai dingin sambil menatap Dara dalam jarak yang sangat dekat.
"Ya! Karena laki-laki yang benar-benar mencintai seorang wanita, dia tidak akan memaksakan kehendaknya, dia pasti akan merelakan wanita itu bahagia bersama laki-laki yang di cintai oleh wanita itu." Ucap Dara membuat Kai terkekeh pelan.
"Kenapa? Apakah ada yang salah dengan ucapan gue?" Tanya Dara sambil menatap kesal Kai.
"Ya! Semua ucapanmu memang salah, baby. Karena menurut aku, laki-laki yang benar-benar mencintai seorang wanita, dia pasti akan melakukan apapun demi mendapatkan wanita itu, bahkan dengan cara paksa sekalipun dia pasti akan melakukannya. Jika laki-laki yang merelakan wanita yang di cintainya itu bahagia bersama laki-laki lain, itu artinya laki-laki itu seorang pengecut, dan dia tidak pantas di sebut sebagai laki-laki, mengerti." Ucap Kai panjang lebar.
"Menurut gue, laki-laki pengecut itu adalah laki-laki yang memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memperdulikan perasaan wanita yang di cintainya. Sudah tahu jika wanita itu tidak mencintainya, namun dia tetap memaksa wanita itu untuk menikah dengannya. Itulah laki-laki pengecut sekaligus EGOIS." Tegas Dars tidak mau kalah.
"Baiklah, biarkan aku menjadi laki-laki yang egois untuk mendapatkan cintamu, karena dengan begitu kamu bisa menjadi milikku, seutuhnya." Ucap Kai dengan santai.
"Gue mencintai Arya." Seru Dara dengan tiba-tiba, dan tentu saja ucapannya itu kembali menyulut emosi dalam diri Kai.
"Katakan sekali lagi." Perintah Kai dengan nada suars yang dingin.
"Gue cinta Arya." Tegas Dara dengan tatapan matanya yang tajam.
Kai terkekeh pelan, tanpa basa-basi ia pun meraih tengkuk Dara, lalu memegang pinggang ramping Dara dengan satu tangannya, kemudian ia langsung menciumnya dengan kasar, membuat Dara langsung membulatkan kedua bola matanya sempurna. Kaget? Tentu saja Dara sangat kaget dengan apa yang di lakukan oleh Kai sekarang.
"Mmmmhhh.... " Dara berusaha untuk mendorong tubuh Kai, namun sayangnya ia tidak bisa. Tenaga Kai jauh lebih kuat jika di bandingkan dengan tenaga dirinya.
Bersambung.