NovelToon NovelToon
Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Romansa / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Dokter Ajaib / Dokter / Tamat
Popularitas:331.5k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila YhaUlya

"cinta kita seperti bunga aster,tersembunyi tapi indah"


~sayyidah nur kamila


Rasya adalah dokter tampan yang dikenal dengan sifat cekatan nya dan profesional dalam kerjanya. Seorang dokter yang menganggap satu detik adalah berharga terpaksa harus menggantikan pernikahan kakaknya dengan Kamila. Seorang relawan cantik yang penuh kasih juga cekatan dalam bertindak. Sifatnya yang lebih mementingkan orang lain menurun dari sang ayah.

Mila yang menyadari dirinya yang tak mengenal kisah cinta kasih memutuskan untuk menerima jodoh pilihan ibunya. Walaupun begitu satu prinsip yang selalu ia pegang kalau dia hanyalah ingin satu suami seumur hidupnya.

Pernikahan yang mendadak membuat Mila tak mengerti siapa suaminya begitu juga Rasya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.

-

-

-

#Cintayangsempurna
#Hubbakamila
#ceritapwrtama
#bacasilakannggakabaikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila YhaUlya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Dreeet....

Panggilan telepon dari saku Mila berhasil menggetarkan dada nya. Mila mengambil ponselnya dan melihat nomor Salfa yang terus menelponnya.

"Mila!!!!!Mila!!!!!"

"SAl Lo makan mikrofon?gue belum budek sampai butuh Lo teriakin"

"Hehehe maaf maaf"

"Apa?"

"Gue bakal datang ke Cilacap tempat Lo kerja karena gue bakal buat berita disana....biasalah tugas dinas"

"Lulus aja belum kelar pake acara dinas"

"Ini adalah awal dari karir gue buat jadi jurnalis yang hebat dan Lo harus bantu gue!!!!"

"Hmmm entar gue sharelock mumpung gue juga masih bertugas"

"Oke thanks muah muah muah"ucap Salfa lalu menutup telfon nya.

"Saudara Lo belok ya sampai kek gitu"

"Lo yang belok nguping pembicaraan gue"cetus Mila membuat Rafka tertawa

"Gue gak nguping tapi Suara Lo yang keras sampai buat telinga gue denger"

"Sebahagia nya Lo deh"

Rafka tertawa sambil melihat gadis itu dalam,"Ternyata nama Lo Mila"lirih Rafka membuat Mila mengernyitkan dahinya,"Tapi kenapa Lo di panggil Nur?"

"Nama gue ada nur nya"

"Terus ada apa lagi?"

"Menurut Lo gue ada minat buat jawab pertanyaan Lo"ucap Mila yang terkejut melihat Rafka yang sudah menarik kartu identitasnya.

"Gue panggil Lo sayyidah aja"ucap Rafka senang,".....sayyidah nya bang Rafka"

"Terserah"

"Say.....tunggu babang"teriak Rafka mengikuti Mila yang pergi meninggalkan nya.

🌿🌿🌿🌿

Lagi lagi hari Sabtu dihabiskan oleh Rasya  dengan pekerjaan. Rasya menghela nafasnya karena keadaan yang belum baik di Lumajang. Ditambah dengan asap kabut yang terus menganggu saluran pernafasan warga. Dan tubuh yang kurang air hingga dehidrasi berat pada tubuh warga. Rasya tidak tahu kapan dia bisa kembali dan bertemu dengan Mila.

Tap.

Tap.

"Mila semuyunknya aku"teriak Salfa membuat Rafka bergidik ngeri mendengarnya.

"Ih Salfa Lo buat gue pengen muntah"

"Gimana info nya?"tanya Salfa sambil mengeluarkan catatan kecil dari dalam tas nya.

"Lo terlambat, keadaan sudah jauh lebih baik sekarang"ucap Rafka sambil tertawa,"cari info sekarang sama aja kek buat cerita"

"Eh siapa Lo,emang kenapa kalau cari info sekarang?kalau gue cari info nya pas bencana gue bakal jadi petugas bukannya jurnalis berita"

"Di dunia ini butuh bukti,kalo Lo gak foto pas tanah longsor nya ,semua jadi kurang percaya sama berita Lo"

"Bencana kok di foto gak mikir Lo?paling juga kalau Lo ada di posisi gue Lo lari kan Sampek hape Lo jatuh gak jadi foto"

"Serah Lo deh,cantik cantik bego amat"

"Ciye Lo ngaku gue cantik?jangan jangan Lo suka lagi sama gue...maaf ya Lo orang ke 1002 yang bilang gue cantik"

"Angin lewat"ucap Rafka mengabaikan celoteh Salfa padanya

"Dih siapa sih nih pria tengil"ucap Salfa membuat Rafka berdiri tegak sambil menyodorkan tangan nya.

"Kenalin,gue ayah dari anak²nya"Ucap Rafka sambil melirik Mila di sampingnya.

"Huweek,muka tampan sayang nyaut Mulu kek kabel murahan"

"Pedes banget neng sama orang yang suka fakta"

"Maaf bang dunia masih menang buat beropini"

"Udah² kalau bertengkar terus gak sekalian aja ke ring tinju"kesal Mila,"Atau gak kalian ke Palestina aja biar jihad,muka muka kayak kalian harus dikorbanin buat masuk surga"ucap Mila asal membuat Rafka tertawa . Gadis ini bisa bercanda ternyata.

Begitulah awal tak menyenangkan antara Salfa dan rafka. Mereka terus berkelahi sepanjang hari di sekitar Mila. Tak paham dengan mereka yang terus beradu mulut bak taruhan ayam. Mila hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berharap kalau pertengkaran mereka tak berakhir seperti novel² yang ia baca.

Dua hari tinggal Salfa selalu disibukkan oleh buku kecil dan kamera di lehernya. Sebenarnya menjadi jurnalis hebat bukanlah bakat aslinya. Salfa hanya tidak ingin seperti keluarga nya yang terus berselisih karena kekuasaan. Ayah,ibu,dan dua saudaranya selalu membuat nya tak betah dan ingin mengelilingi dunia. Investasi besar,kerja sama,tender,dan warisan membuat Salfa memutuskan untuk tinggal di rumah Mila. Rafka mengetahui semuanya karena dirinya yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Salfa dengan ibunya di telepon. Rafka menarik buku kecil dari tangan Salfa lalu duduk disampingnya.

"Tulisanmu terlalu berbelit-belit,tidak jelas,dan sangat santai"ucap Rafka sambil melihat buku catatan Salfa,"kalau menulis seperti ini apa menurut Lo orang bisa percaya?"

Salfa terdiam.

"Perempuan aja suka hal yang to the point dari cowok kenapa berita nggak?"

Salfa masih terdiam,menyadari bakat nya untuk menjadi jurnalis hebat yang ia impikan,"gue tahu tulisan gue lebih buruk dari pembungkus kacang".

Rafka tertawa,"Ingin hebat gak punya ambisi?mending lupain aja daripada buang buang waktu"

"Kok Lo ngomong gitu sih"

"Punya impian itu harus punya kemauan dan usaha untuk menggapainya, semangat buat bangkit bukan menyerah kek orang lemah, tuhan selalu ada kalau kita punya usaha....gagal dan menyerah itu cobaan buat langkah lebih baik dari sebelumnya....kalau Lo bermimpi tapi pikiran Lo masih lemah buat bangkit terus kenapa masih dijalanin?jangan lupa hidup itu tak semudah membalikkan telapak tangan..selalu ada kejutan di setiap prosesnya dan Lo harus kuat buat hadepin semua nya,kenapa emangnya kalau Lo belum baik?itu berarti tuhan nyuruh Lo buat terus belajar lebih baik agar  Lo menikmati masa masa yang disebut pengalaman"Ucap Rafka Lalu pergi.

"Tunggu!!!"teriak Salfa membuat langkah Rafka terhenti,"Kita damai"

"Oke"

"Gue minta bantuan Lo"ucap Salfa,"Kalo Lo gak mau bantu gue Lo bilang aja letak kesalahan gue kayak tadi,gue bakal belajar dari kesalahan gue"

Rafka membalikan badannya,"jurnalis itu dewa dunia,asal bisa memberi berita bagus warga negara gak bakal ketinggalan jaman dan teknologi"jelas nya,"baik gue bantu Lo,gak sia sia juga gue jadi sastrawan"

Salfa tersenyum melihat wajah damai rafka dengan lesung pipi yang menebar pesonanya. Jantungnya berdegup kencang saat wajahnya terasa sangat dekat dari Rafka. Salfa berfikir kalau cerita novel itu terlalu realistis untuk membenarkan kalimat benci menjadi cinta.

Rafka berdiri di dermaga kayu sambil mengambil banyak foto pemandangan. Tentu saja menggunakan kamera Salfa yang ia ambil alih dari pemiliknya. Keadaan berubah menjadi dingin 180° saat Rafka yang terpeleset hingga mengecup kening gadis di depannya. Itu semua murni karena Salfa yang memanggil namanya dari belakang.

Bagai hari dingin di musim salju,melewati paksa  garis khatulistiwa di bumi,Salfa terdiam membeku dengan pikiran kosong yang sulit untuk ditebak oleh  Rafka di depannya.

"Apa ini?Lo cium gue?"

Rafka gugup dan memilih membuang mukanya dari hadapan Salfa,"gue....nggak sengaja"

Salfa berjalan mendekat,"nggak sengaja?gue udah akrab sama laki laki kayak Lo yang aslinya modus tapi bilang nggak sengaja"

"Gue bukan laki-laki berengsek yang Lo pikirin"jelas Rafka,"gue cuma terpeleset gara gara denger suara Lo yang udah kayak sangkakala di telinga gue"

"Pokoknya Lo harus tanggung jawab, bagaimana nanti kalau gue hamil"

"Gue cuma gak sengaja cium kening Lo bukannya khilaf sama pusaka gue"cetus Rafka,"sebejat bejatnya gue,gue masih tahu agama buat nahan nafsu gue"

"Jadi gue gak Hamil,kan?"

"Ya enggak lah"

"Tapi bagaimanapun juga kening ini udah gue jaga buat suami gue selam 20 tahun"

Rafka terdiam,"Ya gini aja,entar kalau Lo punya suami langsung telfon gue,gue bakal ketemu sama suami Lo buat minta maaf"

Salfa menatap Rafka tak percaya,"Gue pikir karena kita damai Lo berani macam macam sama gue"

"Maaf gue masih pingin hidup buat main main sama cewek kayak Lo"

1
Sri Dahliana
kog nd ad embel2 mas sich knp harus pakai nama
mi yan
bagus kk
Ryani
goblok bego tolol ihhhh ada gitu yah keluarga berdiam diri tanpa larangan. hahhh baru tau
Sri Dahliana: kog cerita nya gelantur thor kan harus tau walaupun mila sm rafsya ipar tap merka bukan muhrim cerita nya gk msk di akl
total 1 replies
Ryani
ribetttt masa iya suami istri ga kenal aplgi udah d sebut nama mertuanya
Ryani
🤣🤣🤣 parah mila
universal cell
mf saya udahan baca nya,jenuuuhh....ceritanya kayak senetron trsanjung🤭🤭
universal cell
agk bingung ya,kalimat2 nya sih bagus tapi cerita nya bertele2,masak nikah lama tp TK tw orang nya,trlalu tinggi berhayalnya...
Dwihandayani Dwi
ceritanya terlalu bertele tele dan membosankan
Halimatus.s
Luar biasa
Sandisalbiah
puncak tertinggi dr cinta adalah mengiklaskan.. Rafka kamu yg terbaik..
Sandisalbiah
Mila bakal lebih kecewa saat tau bahwa Rasya lah suaminya dan parahnya lagi surat cerai itu Rasya yg buat... kurang dramatis lagi gak..?
Sandisalbiah
nyatanya... keluarga Adi itu manusia munafik semua... hah..
Sandisalbiah
semakin ngawur ini.. katanya pd tau agama tp udah gak jelas ini juntrungannya.. gimana sih..? 🙄🙄
Sandisalbiah
speechless sih.. karena realita tak seindah ekspektasi... senang saat Rasya tau kebenaran tentang Mila... ujung²nya langsung anjlok ke jurang...
Sandisalbiah
nanti saat Mila semat biasanya koma, terus pas sadar amnesia deh dia sabun.. berhubung sebelum kecelakaan dia sempet baca undangan pernikahan nya kan yg tertulis nama Rafka tuh jadi krn amnesia dia bakal mengira kalau suaminya itu si Rafka deh... ini menurut kehaluanku... 😅😅
Sandisalbiah
hah.. mau protes tp gak guna...
Sandisalbiah
akhirnya.. ..aku jd merinding sendiri loh... haisshh...
Sandisalbiah
pasangan suami istri yg cuek terhadap setatus hubungan nya bahkan terkesan tdk menghargai hubungan nya..
Sandisalbiah
udah gak sabar sih nunggu moment buat mereka saling ketemu dan sadar kalau aku loh suamimu.. aku loh istrimu atau... jadi kamu suamiku.. jadi kamu istriku... hah.. lama banget...
Sandisalbiah
jam empat belas lima belas... kalau tulisan angkanya 14.15..artinya jam 2 siang lewat 15 menit... kok sholat subuh..? tapi kalau jam empat lima belas (4.15 ) baru waktu subuh tuh...
Sandisalbiah: 🤭🤭😅😅😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!