NovelToon NovelToon
Your Officemate

Your Officemate

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:136.6k
Nilai: 4.4
Nama Author: EYN

Saat ada seorang wanita muda mendekati suamimu, apa yang akan kamu lakukan?

Dengan dalih pekerjaan, Clara terus mendekati dan mengganggu Hans. Sikapnya yang agresif lama kelamaan membuat Erika, istri Hans, terganggu.

Atas nama pertemanan, Clara justru menuduh Erika sebagai istri pencemburu sekaligus posesif.

Disisi lain, Hans sedang berperang melawan dirinya sendiri untuk tak jatuh cinta pada Clara. Seorang wanita muda, cantik dan cerdas.

Siapakah pemenangnya? Erika yang sudah bersama Hans sejak belum punya apa - apa. Ataukah seorang wanita muda yang menarik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EYN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Aku Kabulkan!!

"STOP! KAMU ITU SIAPA? CLARA ADELIA!" suara Hans menggelegar. Tingkah Clara benar - benar membuatnya frustasi.

"Kamu itu Bebebku!" balas Clara lantang, tanpa pikir panjang.

Eh?

Baik Hans, Jennifer maupun Clara sama - sama terkejut. Sejenak seisi ruangan itu seperti berhenti bergerak. Tak ada suara dan tak ada pergerakan. Masing - masing mencoba mencerna baik - baik apa yang sedang terjadi dihadapan mereka.

Hans antara yakin dan tak yakin dengan dirinya sendiri. Apakah dia yang salah dengar? Ataukah salah paham dengan maksud Clara? Memang, dia cenderung kolot dan tak gaul dengan istilah - istilah anak muda jaman sekarang.

Tapi istilah "Bebeb"? Sungguh bodoh kalau sampai Hans tak paham apa artinya.

Disebelah Clara ada Jennifer sedang berdiri terpaku. Jantungnya serasa berhenti berdegup saking kagetnya. Tak tahu siapa yang gila diruangan ini. Dirinya? Clara ataukah Pimpinan yang dihormatinya?

Astaga! Ini benar - benar gila. Pria dihadapan mereka berusia kurang lebih 12 tahun diatas Clara. Sudah beristri dan baru saja memiliki anak ketiga mereka. Tapi apa kata Clara tadi? Bebeb? Wh*t th* F***!!!

Asumsi demi asumsi bermunculan di kepala Jennifer. Bercampur aduk mulai dari yang baik, absurd hingga yang terburuk.

Ditempat yang sama, Clara ikut terkejut mendengar ucapannya sendiri. Dalam hati dia merutuki dirinya sendiri yang sudah keceplosan. Entah kenapa setiap emosi, mulutnya selalu tak bisa dikontrol. Tujuannya semula kesini tadi hanyalah ingin menemui Hans. Tidak lebih. Hans yang nampak acuh membuatnya sangat kesal. Yah, apa boleh buat. Apa yang terucap tak bisa ditarik kembali.

"Lho, kenapa? Bebeb itu kan panggilan yang sudah umum. Aku panggil Bebeb juga ke Mr. Lee, dan Pak Chandra. Mereka tak masalah..." Clara menampakkan raut wajah santai, tangannya merapikan rambutnya yang panjang.

Dia memasang wajah imutnya, lalu matanya memandang Hans tanpa dosa. Tak tahulah, bagaimana caranya secepat itu membuang sikap arogan dan barbar yang tadi dipertontonkannya. Hans sampai curiga jangan - jangan si Clara ini berkepribadian ganda.

Ah...entahlah, hanya Tuhan dan Clara yang tau apa isi otak makhluk satu itu.

"Jangan sebut aku dengan panggilan itu!"

Satu kata itu terasa begitu menggelikan di telinga Hans. Selain tak terbiasa, dia merasa panggilan itu begitu alay. Apa kata Abbey dan Manda kalau tau Daddynya disebut "bebeb". Sungguh memalukan.

"Kenapa? Hmm...pasti kamu takut istrimu marah. Iya kan?" tuduh Clara sambil memutar bola matanya dengan malas.

"Kan sudah kubilang berkali -kali, kita ini just friends. Jadi tak perlulah istrimu cemburu sama aku. Malah Mr.Lee suka kirimin aku bunga, kadang hadiah. Lalu Pak Chandra juga suka mampir setiap kali singgah di kota ini. So far so good tuh..." ujar Clara sambil mengangkat bahunya.

Hans hanya mendengus kesal, omongan Clara benar - benar tak bermutu. Jelas saja Mr. Lee dan Pak Chandra tak masalah. Mr. Lee adalah seorang duda, dan Pak Chandra adalah seorang pengusaha muda yang masih single. Sedekat apapun mereka, tak ada status pernikahan yang menghalangi.

"Clara, terserah kamu mau sedekat apa dengan mereka. Yang aku pedulikan cuma satu. Jangan sampai nama perusahaan jadi jelek karena tingkahmu."

"Apa kamu tak mau aku dekat dengan mereka?"

Ternyata kekonyolan Clara malah berlanjut. Bisa dibilang percaya dirinya sudah menembus langit lapisan ketujuh.

Hans menghembuskan napasnya. Melelahkan berhadapan dengan orang semacam Clara. Baiklah, anggap saja orang dihadapannya sedang mabuk, sehingga tak sadar apa yang sedang dikatakannya. Hans berusaha mengembalikan ke profesionalisme kerja.

"Intinya, aku tak mau nama perusahaan jelek karena tingkahmu." suara Hans sudah kembali tenang.

"eeemm...gimana, Beb?" Clara berkata lambat - lambat. Dia batal keluar dari ruangan dan malah berjalan pelan kearah Hans dengan gaya bak peragawati.

Sh**!!! Mendengar panggilan itu, membuat bulu kuduk Hans meremang. Bebebku, saat pertama mendengarnya tadi memang terkesan menggelikan. Mungkin karena dikonotasikan sebagai sebuah kata benda.

Namun saat diucapkan sebagai panggilan, dan disertai gerakan Clara yang terlihat slow motion, pikiran Hans menjadi liar.

"Beb...."

Sensasinya luar biasa. Hans ingin mendengarnya lagi, dengan nada yang lebih sensual, disela - sela napas yang menderu, dan diatas tempat tidur tentunya.

G**h!! Membayangkan saja, rasanya celana Hans sudah sesak.

"Kak Clara, apa kamu suka Pak Hans?" suara bening Jennifer memecah pikiran liar Hans.

Mau bagaimana lagi? Pertama masuk tadi, Clara justru terkesan seperti istri yang posesif dan cemburu. Datang langsung marah - marah, menuduh ini itu. Maka, tanpa bisa dicegah Jennifer langsung menodong Clara dengan pertanyaan itu.

Sementara diam - diam Hans sangat berterima kasih pada Jennifer yang masih ada diruangan itu. Gadis itu menyelamatkannya dari bayangan er*t*s yang selalu muncul setiap kali bertemu Clara.

"Sembarangan kamu, Jen. Pak Chandra aja aku tolak." katanya angkuh.

"Kenapa? Tampan, kaya raya, baik, bertanggung jawab kurang apalagi?" Hans menyela karena merasa tergelitik dengan jawaban Clara.

"Aku tak suka Chandra karena jauh lebih tua dariku."

"Haha... cewek sepertimu sudah seharusnya dapat yang kaya biar bisa modalin, dan cocoknya sama yang lebih tua biar bisa ngerti kamu. Kelakuan aja random gitu...", Hans berkata spontan.

Ada lega yang terselip, ternyata Clara tak mungkin menyukainya. Usianya bahkan lebih tua dari Chandra.

"Ooo... jadi kamu lebih suka kalau aku sama orang lain?"

"Ups! Kenapa lagi - lagi pembicaraan Clara kearah sana?" (Hans)

"Lho? Memangnya salah? Aku cuma berharap kamu dapat laki - laki yang baik, dan bisa memenuhi gaya hidupmu. Doa yang wajar seorang bapak untuk anaknya." jawab Hans diplomatis.

"Seorang anak buah, bukankah lebih baik dianggap anak? Daripada aku menganggapnya yang sebagai wanita dewasa. Salah - salah malah semakin membuatku berdosa?" (Hans)

Ternyata kalimat terakhir Hans justru seperti menyiram bara dengan bensin. Clara langsung menyambar dengan cepat.

"Kamu tak suka kan aku disini? Katakan saja!"

"Jangan kau pikir aku tak tahu tujuanmu merektrut Jennifer. Kamu ingin menyingkirkanku. Benar kan?"

"Apa ini permintaan istrimu?"

"Apa maksudmu menjodoh - jodohkanku dengan orang lain?"

"Lalu anak? AKU... BUKAN... ANAKMU!!! Jangan pernah anggap aku anakmu." Clara begitu marah hingga napasnya terengah - engah.

Kali ini Clara benar - benar kelewat batas. Hans sudah tak bisa mentolerirnya.

"CLARA!!"

"APA?? Kamu mau membuangku? Buang saja. Buang aku sekarang! Akan kubuktikan, perusahaanmu hancur tanpa aku!!!!" kata Clara berapi - api.

"OK! Aku kabulkan!" jawab Hans singkat.

"Hah?!!" Wajah Clara nampak shock, bahunya meluruh.

"Kamu boleh ke HRD sekarang. Selesaikan urusanmu disana." lanjut Hans tak peduli.

"Tapi, kak Hans... aku... masih ingin... bekerja disini." lirih suara Clara. Air mata pun meleleh di pipinya.

Selama ini, dirinya berpikir kalau sudah berperan besar di perusahaan ini. Tak mungkin Hans akan membuang asset perusahaan.

"It's final. Jen, tolong antarkan dia ke HRD." Hans menutup pembicaraan.

Bersambung...

Sampai jumpa di episode selanjutnya

Tolong dukung Author supaya semangat dalam berkarya dengan cara

Like

Comment

Vote

Jangan lupa klik favorite untuk mendapatkan notifikasi setiap ada update baru.

1
Endang Sulistia
bagus bnget ...makasih thor
Endang Sulistia
Clara sama dengan Voldemort..orang yg g boleh di sebut namanya 🤪🤪🤪
Endang Sulistia
sekalian siksa si Tante genit ya abey
Endang Sulistia
👍👍👍👍
Nawa Liya
10 bintang untukmu thor
Nawa Liya
hebat thor karyamu sangat bagus ♥️♥️♥️
Patrica Anak Paulus
sangat menghayati watak Erica, pernah berada di kasutnya.
mybiGbody
Kecewa
mybiGbody
Buruk
Zura D
kaya ada penyakit jiwa clara ni../Speechless/
Zura D
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/bagus bagus
Innara Maulida
berpisah lebih baik,,tinggal jelaskan ke anak2 nya bahwa ayah nya telah berkhianat,,,walu itu sulit tapi anak2 pasti mengerti...
Niken Oktavia
,
Aulia Nurindah
keren banget deh ini ... jempol banget buat karya nya ka...jempol 4 deh pokoe ..😊👍👍👍
EYN: wuaah... makasih banget sudah meluangkan waktu untuk membaca. 🤗
Kalau ada waktu boleh mampir di novel lainya, Kak. 🙏

Semoga kakak dan keluarga bahagia selalu.
total 1 replies
hary as syifa
Karya nya sangat bagus dan memiliki pengajaran di banyak bab.
EYN: Thank you, Kak 😘
total 1 replies
mommyanis
Kecewa
Runa💖💓
Memaafkan adalah jalan yg terbak buat semuanya
Kalau kita posisi kan sebagai Hans yah pastilah tergoda juga, karena seorang Clara yg tak tahu malu
Dan Erika pun ada jugalah kesalahannya dalam hal ini
Setiap rumah tangga tidak ada yg sempurna, tapi yg terpenting bagaimana kita menyikapi setiap problem yg ada
Semangat kk💪😄💪😄🤗
EYN: Setuju 👍
Setiap rumah tangga ada masalahnya masing2 😊
total 1 replies
Runa💖💓
Trimakasih kak sudah membuat karya yg bagus, penuh infirasi dan pelajaran yg berharga🙏🙏
Runa💖💓: Aamiin
total 3 replies
Runa💖💓
Mantap begitu lebih baik
Kalau laki-laki sudah mendua buat apa mengemis cintanya
Runa💖💓
Jawaban Erika ini sama seperti jawabanku ketika suamiku menanyakan seperti itu
Tapi suami yg marah dengar jawaban seperti ini, karena menurutnya aku nggak cinta sama Dia😄😄😄
Runa💖💓: Iya, jujur aku juga pernah mengalami nya, baca cerita ini seperti Flasback kehidupanku dan endingnya ya seperti Novel ini juga
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!