Hanya hasil halu othor😘
Bagaimana jika di saat pernikahan yang kau anggap sempurna, ternyata hanya kamuflase belaka.
Hawa harus menerima kenyataan jika dia bukan lah istri pertama, melainkan istri kedua. Apakah dia akan bertahan atau malah mundur.
Adam seorang dokter tampan sangat terpesona oleh senyum indah dan kecantikan yang dimiliki oleh Hawa, demi memiliki Hawa, Adam melamar dan menikahi nya. Tapi itu bukan lah pernikahan pertama nya! Karena dia sudah mempunyai seorang istri yang sedang sakit keras. Mampukah Adam membuat Hawa bertahan atau malah sebalik nya.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN TAP FAVORIT YA😊 TERUS DUKUNG OTHOR YA AGAR OTHOR MAKIN SEMANGAT BERKARYA😘💪
SALAM CINTA BUAT KALIAN😙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kado Terindah
Happy Reading😘
Saat ini Hawa sedang berada di rumah sakit bersama Adam. Dia sedang terbaring di ranjang pasien, dengan seorang dokter wanita yang sedang memeriksa nya.
Setelah beberapa saat, pemeriksaan pun selesai. Hawa dan Adam duduk di hadapan dokter yang bernama Citra itu.
'' Bagaimana Cit! Apa dugaan ku benar?'' penasaran Adam dengan tak sabar.
'' Kamu ini, tak sabaran sekali Dam!'' kekeh dokter Citra.
Sementara Hawa menatap bingung 2 orang di hadapan nya itu. Hawa tak paham dengan obrolan suami dan teman dokter nya.
'' Jadi begini Dam! Maaf sepertinya dugaan kamu....'' Dokter Citra sengaja menggantung ucapan nya.
Terlihat Adam membuang napas dengan kasar. Sedangkan wajah nya mendadak lesu tak bersemangat. Dan itu, membuat teman nya terkekeh.
'' Kamu ini, belum juga ku jelaskan sudah lesu saja hahaha....'' kekeh Citra.
'' Selamat ya, dugaan kamu 100% benar. Dan usia nya kini sudah 3 minggu!'' sambung nya, sambil mengulurkan tangan pada Adam.
Mata Adam menatap tak percaya. Mulut nya menganga, sejurus kemudian dia melompat girang. Dan itu membuat Hawa seketika menggaruk kepala nya yang tak gatal. Dia sangat heran, melihat suaminya begitu bahagia.
Adam langsung menjabat tangan dokter muda itu, dengan wajah sumringah. Wajah nya berbinar bahagia. Setelah melepas tangan nya dari teman dokter nya itu. Adam segera memeluk Hawa dengan erat. Di kecup nya seluruh wajah Hawa, sampai membuat Hawa merona malu. Pasalnya di ruangan itu ada dokter Citra.
'' Bang, apaan sih!'' kesal Hawa.
Adam tak menggubris nya. Dia kembali menciumi wajah Hawa dengan bahagia, mulut nya sedari tadi terus mengucapkan terima kasih terus menerus pada Hawa. Adam tak perduli dengan kehadiran Teman nya itu. Karena hatinya saat ini sedang bahagia.
'' Abang! Hentikan ih!'' kesal Hawa sambil mendorong Adam.
Dia malu pada dokter di samping nya itu. Hawa merasa tak enak, karena sejak tadi Dokter muda itu memperhatikan Adam yang tanpa malu mengecup seluruh wajah Hawa.
'' Makasih sayang! Abang benar benar bahagia sekali. Cup! Ini adalah kado terindah bagi Abang!'' ucap Adam sambil mengecup kening Hawa.
'' Bang, sedari tadi terimakasih mulu? Makasih buat apa sih?'' bingung Hawa.
'' Sayang, kamu tahu gak?''
'' Nggak? Kan Abang belum bilang?'' jawab Hawa.
Adam menjawil hidungnya dengan gemas.
'' Abang belum selesai bicara sayang!''
'' Ya habis Abang! Bikin orang bingung tahu?'' kesal Hawa.
'' Sayangku, cintaku, permainsuri ku, Bidadari syurga ku, permata hati k-''
'' Ih Bang, Abang ini mau ngomong apa sih? Panjang banget deh! Malu Bang, di lihat dokter Citra tuh?'' tunjuk Hawa pada Citra.
Sedangkan yang di tunjuk, hanya terkekeh geli melihat kebucinan Adam pada istrinya.
''Hehe, Maaf sayang! Abang terlampau bahagia. Kamu tahu? Kalau saat ini..... Di sini sedang tumbuh buah cinta kita!'' jelas Adam sambil mengusap perut Hawa.
Hawa terkejut, mata nya menatap wajah Adam. Mencari kebohongan disana. Tapi Adam mengangguk tanda jika dia, tidak bohong pada nya. Seketika wajah Hawa tersenyum bahagia. Air mata nya lolos dari kedua mata indah nya.
Dia bahagia, karena bisa memberikan suaminya keturunan. Hawa mengangkat kedua tangan nya ke udara. Puji syukur dia ucapkan, dengan linangan air mata. Rasa bahagia dan haru menjadi satu. Bahkan dokter Citra, ikut menangis melihat kebahagiaan suami istri dihadapan nya itu.
'' Bang! Adek hamil Bang! Adek hamil.'' ucap Hawa sambil memeluk tubuh Adam dengan erat.
'' Iya sayang. Terimakasih, karena sudah memberikan Abang kado terindah di ulang tahun Abang!'' ucap Adam sambil meneteskan air mata kebahagiaan.
Setelah meluapkan rasa bahagia di hati. Mereka pun kini berjalan pulang ke rumah.
Selama perjalanan, Adam selalu memegang tangan Hawa, bahkan sesekali mengelus perut Hawa dengan bahagia.
Terimakasih Ya allah, engkau sudah menitipkan. zuriat pada kami. Hamba akan berusaha menjaga amanah mu ya allah! Semoga istri Hamba selalu dalam lindungan mu! Aamiin.
Bersambung......
JAGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA BUAT OTHOR😘
bukan hanya sekedar cerita aja.
semangat kakak 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰👍🏻👍🏻👍🏻
walau kita sbg seorang anak menantu sdh sgt berusaha untk tdk membeda bedakan antara kelg orang tua kandung dan kelg mertua.....
maka'a sekarang sy berusaha sebisa mungkin berusaha untk tdk membedakan antara anak kandung dan menantu sy....
karena sy sdh merasakan perbedaan rasa tsb....sy tdk ingin menantu sy jg merasakan spt apa yg pernah sy rasakan,,,,
walau perjuangan sy sdh sgt maksimal bahkan suami sy sgt mengerti dan slalu memberi dukungan terhadap sy untk slalu bersabarr akan hal tsb,,, tp ya bgmn lgi,,,,mungkin karena sy tdk terlahir dr rahim beliau....
gampang mendua ternyata si adam ini...
smoga aja salah tebakan aku...
adam kan jg ada bisnis restoran,,,,setidak'a jhn terlalu sederhana-lah rmh buat hawa....
kamar. mandi aja cuma ada satu,,,
rebutan dong kalo pas butuh bareng",,, pdhl disekitar komplek ga ada wc umum....😊