NovelToon NovelToon
Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:160k
Nilai: 5
Nama Author: Sadar T'mora

Warning! Khusus dewasa.

☕☕☕

Nuraini Safaruddin 19 tahun tidak menyangka, suami yang menikahinya adalah seorang pria loyo yang tidak bisa memenuhi nafkah batin istrinya.

Meskipun dirinya dianggap menjadi penyebab kedua orang tua suaminya itu meninggal, perempuan yang sehari-hari dipanggil Anik itu setuju dirinya dijadikan alat shock terapi membantu pria itu kembali normal.

Menjalani nikah kontrak dengan Agung Mahendra 27 tahun, di dalam kehidupan rumah tangga mereka yang masih seumur jagung, hadir wanita yang mirip dengan seseorang dari masa lalu suaminya itu yang dirasa mampu membuatnya menjadi pria sejati.

Akankah Agung akan berpaling dari istrinya?

Akankah Anik pasrah dengan nasibnya ataukah akan berjuang merebut cinta suaminya?

Selamat mengikuti, like dan vote sebanyak-banyaknya ya, thanks.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sadar T'mora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24

Ada penambahan pada bab sebelumnya (bab.23), yang tadinya cuma 600 kata jadi 1000 kata lebih.

🙏 Mohon maaf atas ketidak nyamanan anda, silahkan baca lagi, 🤗.

***

Masih di ruangan kantornya, Adelia berdiri di depan Opak dan Ojak. Melipat tangannya di dada, menunduk memandang kedua asistennya yang berlutut.

"Jangan pecat saya mbak Adel, please. Saya menerima hukuman apa saja asal jangan dipecat," mohon Opak.

Sebagai Pria tulen sejati dia membuang jauh rasa malunya, menurunkan harga dirinya menangis di depan perempuan ini sudah biasa demi kelangsungan kariernya. Kerena pengakuan dosa dan air mata selalu mampu meluluhkan hati Adelia selama delapan tahun dia jadi asistennya.

"Saya juga mbak, Please. Ojak mengaku lalai menjalankan tugas, huu uu."

Hum

Opak melirik Ojak yang memohon lebih khusuk darinya, airmatanya bercucuran lebih deras dari air seninya. Itu karena Opak gak tau...

Walaupun bukan dia yang dipecat, Ojak khawatir nasib buruk Opak menularinya seperti penyakitnya setiap kali teman senasib sepenanggungan Ojak itu terserang flu maupun pilek. Tidak menunggu berjam, hitungan menit gak lama pasti Ojak bersin-bersin. Bahkan penyakit ambeien Opak juga dibagi ke Ojak karena seringnya mereka bertukar tempat duduk, baik itu di mobil maupun di lobang wese.

Hum.

Tersenyum sinis melihat dua asistennya yang setia, kompak dan lumayanlah dari segi wajah gak bikin eneg. Adelia menatap tajam Opak, asisten terlama yang dia punya. "Siapa yang memberi julukan, saya sebagai singa betina, otoriter dan semena-mena?"

Opak melirik Ojak yang menunduk, kedua orang saling lirik dari bawah pandangan mereka. Terlihat kaki langsing Adel terbungkus stoking hitam gak pernah-pernahnya.

Biasanya warna kulit.

Batin Opak tidak berani mengangkat wajahnya.

"Siapa!?" Bentak Adel mengejutkan kedua asistennya.

"Maaf mbak, saya kurang tau. Sudah ada sebelum saya jadi asisten Mbak Adel." Ojak menjawab pelan. Memang dia sudah 4 tahun ikut Adel tapi masih kalah lama dari Opak yang sudah masuk dua periode.

Astaga! Matilah kau Ojak batin Opak.

"Kamu?" Adelia mendelik menanyai Opak.

"Sungguh Mbak, saya kurang gaul dengan karyawan jadi gak tau ada julukan itu," jawab Opak, kan emang dia jaim kalau di depan karyawan merasa dia lebih tinggi pangkatnya harus jaga wibawa.

Hum, Ojak melongo memandang seniornya. Aku pun tau darimu batinnya merasa dikhianati Opak.

"Kenapa gak tau kan kamu yang kerja lebih lama," protesnya.

Brengsek! kutunggu kau laga pedang denganku!

Geram dalam hati Opak udah pengen banget nyekap Ojak di kamarnya.

"Jadi karena itu opak dipecat, kok gak ada hubungannya dengan masalah polisi yang mengintai semalam, mbak?" Penasaran Ojak bertanya. "Gak nyambung banget deh," lanjutnya.

Hum, angguk Adel. "Saya berhak memecat siapa saja walaupun tanpa alasan," katanya.

Oh. "Iya juga, kan Mbak bosnya." Suara Ojak seperti bergumam, lalu mendongak kemudian berdiri menatap Adel.

"Tapi mbak belum memberitahu saya, siapa yang mengantar Mbak Adel? Sebagai asisten saya berhak tau guna penyelidikan terhadap orang itu," lanjutnya bertanya.

Astaghfirullah... cari masalah, alamat ikut kena pecat nih si Ojak dalam hati Opak pasrah dengan nasibnya, melirik Adelia dengan ekor matanya.

Sayonara dalam hati Adelia menatap kedua asistennya.

Hm, siapa diantara dua sekuriti yang memberitahu hal kemarin malam pada dua orang ini.

Dalam hati Adelia tiba-tiba tangan kanannya gatal, merasa bahwa hari ini dia bakal mengeluarkan banyak uang untuk membayar gaji sesuai hari kerja karyawan yang dipecat.

"Bagaimana kamu tau saya diantar oleh seseorang?" tanyanya menyelidiki.

Hah, dia bukan anggota FFA grup sih. Makanya selalu ketinggalan berita, haruskah aku menginvite Ojak masuk grup biar update news, tapi percuma udah dipecat juga.

Batin Opak.

"Itu bukan perkara sulit," jawab Ojak belum menyadari akan bahaya yang mengancamnya.

Satpam ember! Sudah diancam gak takut juga, benar-benar minta dipecat.

"Siapa yang memberi tahu kamu, cepat katakan!" Bentak Adelia mengetat rahang.

"Tidak ada, saya tau sendiri."

Hm, Adelia mengerut dahi menuggu Ojak meneruskan Kalimatnya. "Darimana," tanyanya gak sabar, penasaran apakah ada yang tidak diketahuinya di kantor ini.

"Pertama supir mbak Adel lagi libur dan saya tidak melihat ada mobil mbak di parkiran khusus. Itu artinya tadi pagi mbak Adel naik ojek online, bukankah sudah dipesan kalau naik online minta data supirnya, biar kalau ada apa-apa bisa ditindak lanjuti," jawab Ojak serius sebagai asisten yang perduli pada majikan.

Hah!

Adel dan Opak kena mental mendesah kompak.

"Kalian berdua cari tahu dikamar mana putra pemegang saham publik dirawat," titah Adelia.

"Di rumah sakit mana kalau boleh tau, Mbak?" tanya Opak cepat, merasa semangat dia gak jadi dipecat.

"Sibolon Internasional Hospital," jawab Adel.

"Opak gak jadi dipecat mbak?" Tanya Ojak menatap heran.

Plak!

Aduh!" Pekiknya menahan sakit pukulan tangan Opak mendarat di tengkuknya

"Saya tunggu sebelum Maghrib!" Adelia kembali ke kursi kebesarannya.

"Siap!" Opak segera keluar dari ruangan Adel meninggalkan Ojak.

"Opak, tunggu!"

*

Seperti orang kecanduan Agung tak puas-puas mencium Anik, bibir yang dijaga kesuciannya sekarang sudah ternoda oleh perempuan kampung yang bernama Anik. Apalagi perempuan itu mulai berani membalas, semakin susah untuk dilepas.

Akh!

Agung melepaskan pagutannya susah payah, menurunkan Anik dari atas meja wastafel. "Ayo mandi," ajaknya masuk ke kotak persegi.

Hm, syukurlah hanya ciuman dalam hati Anik yang sudah mulai bisa menikmati enaknya saling melu mat.

Agung tidak memaksanya melakukan hal yang menjijikan baginya itu tapi dasar setan penggoda tiba-tiba dia kepingin, kan anjeng!

Anik membuang pikiran kotornya, mandi buru-buru menyambar handuk. Cus! Segera keluar meninggalkan Agung.

Pria yang masih sibuk menanggalkan pakaiannya itu mendelik tak percaya, ada perempuan kabur secepat kilat seolah dirinya hantu yang menakutkan.

Bukankah itu yang kamu inginkan Agung, menakutinya.

Tidak lagi jawab Agung. "Hei kemari," panggilnya saat Anik hendak membuka pintu.

Gleg.

Anik meneguk angin di tenggorokannya, melangkah perlahan ke arah Agung yang sedang berjalan ke depan cermin wastafel. Kembali mengangkat Anik ke atas mejanya, mengambil shaving Cream. "Kamu bantu aku membuang bulu mulai dari wajah dulu," ujarnya memberi Anik alat cukurnya.

Astaga!

Beberapa saat kemudian.

"Karena kamu mencukur dengan baik, aku kasi bonus," kata Agung meraup bibir, ciuman semakin lihai dengan mulut yang bersih.

Sepuluh menit berlalu, tubuh Anik sudah kembali polos seperti Agung. Handuknya terlempar entah kemana. "Sekarang waxing ini." Agung mengangkat keteknya.

Heg, segala bulu dipermasalahkan. "Bukankah biasanya pria menyimpan bulu ketek?" Tanya Anik merasa enggan melakukannya.

"Jadi kamu suka yang berbulu? Padahal aku cukur juga untuk kamu, demi kelancaran acara bayar utang nanti malam."

Senyum Agung menggoda imannya, ha! Dengan hati-hati penuh konsentrasi Anik membabat habis bulu ketek Agung.

Acara cukuran tidak berakhir sampai ketek, semua yang ada ditubuhnya bersih diberantas sampai ke akar-akarnya. Termasuk bulu dada dan bulu dicky.

Setelah itu dengan patuh pula Anik menunggu pria itu mandi. Syukurlah tidak terjadi apa yang ditakutkannya.

Dengan perasaan lega Anik keluar dari kamar mandi, tidak ada Santi diruang tidur.

Gedebug!

Anik pingsan tiba-tiba jatuh.

"Astaga."

Agung membaringkannya di kasur, memberinya nafas buatan.

"Aku cuma lemas karena lapar tidak butuh nafas buatan," ujar Anik lirih.

***tbc

Like, komen and share, 👍

1
Yani Cuhayanih
Aku benar2 serius baca eeeh cuma separuh doang masuknya tamat lagi .sepertiny si Dicky perlu di sunat lagi.....hah.....gk bener niiih.....
Yani Cuhayanih
Dicky malu maluin luuh di atas tampangnya kereen abiis fi bawah nyalinya cuma jago kandang doang aaaah masalah dech......
Almora: Terima kasih, 🙏
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Kk aku mampir ya dan langsung esmosi aku benci padamu Aguuuuuuuung bisa2 nya orang cerdas kayak kamu menyalahkan anik atas kematian orang tuanya.pdhal kelakuan Agung berenggggseeeeek........hah
Almora: Thanks, 🙏
total 1 replies
Ni aa
ini beneran udah tamat Thor
Almora: Terima kasih ya,....🙏
total 1 replies
SOO🍒
sadar loe gung klo situ suaminya anik 😂😂, untung gak mencak2 liat anik ma Budi ngobrol
Budi Olin2114
ga enak bgt , muter2 g jelas & endingnya g mutu bgt
Almora: Makasih ya udah ngikutin,..🙏
total 1 replies
Budi Olin2114
makin gjelas
Rosalina Lilla
bagus jalan cerita tidak jenuh membacanya
Almora: terimakasih, 🙏
total 1 replies
Putri Aisyah
Bengkalis😯😯😯😲😲😲🙄
Almora: Terimakasih, 🙏
total 1 replies
Intan Gendut
Makin kesini makin kesana ceritanya. 🤦🏼‍♀️ j
Intan Gendut
Masih belum mengerti😩
🌸 andariya❤️💚
akhirnya mereka bersatu😍
🌸 andariya❤️💚: sama² kak..tetap semangat ya 💪😘
total 2 replies
🌸 andariya❤️💚
d tunggu karya selanjutnya ya kak😘
🌸 andariya❤️💚
kok Uda tamat saja kak💪🥰
🌸 andariya❤️💚
haredang haredang panas panas 🔥🔥🔥
🌸 andariya❤️💚
oh..akhirnya jebol juga gawangnya Anik🤭😘😘😘😘
Siti Kamsiah
ini beneran sdh end kah Thor ,kok cepat banget berasa nggak rela gitu masih mau lagi Thor😁😁😁
Almora: Trimakasih, 🙏
total 1 replies
Gia
ahkhirnyaaaaaa tembus separoh hahahaha,aku yang seneng gak jadi diganti Ama si ulet kekek.usahaa terus Gung ajari tu dikcy Ama yang halaal aja lagian Anik kan cantik.
Almora: Terimakasih, 🙏💕
total 1 replies
🌸 andariya❤️💚
apa akan terjadi MP antara agung dengan Anik...

atau agung dgn Lia

ayo kak😅😅😅😅😅
🌸 andariya❤️💚
lanjutkan thor...bikin pinisirin 😀🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!