NovelToon NovelToon
SETELAH BERCERAI

SETELAH BERCERAI

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Menantu Pria/matrilokal / Single Mom / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: nova sari

Drama pernikahan

Mohon bijak dalam berkomentar ya, menerima kritik dan saran yang membangun!

"KATAKAN ZAHRALIAA!! berapa lelaki itu membayar mu sampai kau mengandung anak nya?" tanya nya dengan marah

"Hiksss, bukan Zev! aku tidak pernah melakukan hal sehina itu dibelakang mu" bantah Zahra dengan tegas

"Masih berani mengelak!" Zevan tambah mendekati Zahra, sampai tubuh kekar nya berhasil mengungkung Zahra di bawah sana

"Apa yang kau lakukan Zev? menjauh lah!" berontak Zahra, ia mencoba mendorong dada kekar Zevan yang terus mendekat ke tubuhnya

Zevan tersenyum menyeringai...

"Wanita ******! di hadapan ku kau sok suci dan menjaga diri mu, tapi kau sampai berani mengandung anak orang lain! wanita tidak tau malu!!" hardik nya mencengkram kuat rahang Zahra, sampai meninggalkan bekas kemerahan disana

Tubuh nya semakin mendekat...

"Apa dia menyentuhmu sama seperti aku menyentuhmu? hem" tanya Zevan, memberikan belaian di pipi Zahra

"Apa seperti ini...??" Zevan mengelus leher hinga bagian pusar Zahra yang masih rapi terbugkus baju

"Hentikan Zev! hiksss, kau salah faham!" Zahra membela diri nya, tangan nya hendak menyingkirkan tangan Zevan yang menari lihai di atas tubuh nya. namun, dengan sigap Zevan mengangkat tangan Zahra ke bagian atas kepala dan mengikat nya mengunakan dasi milik nya...

"Zev apa yang kau lakukan?" Zahra shock, membulatkan kedua mata nya, ia semakin ketakutan Zevan melakukan hal di luar dugaan nya

"Aku selalu setia menjaga pernikahan kita! walaupun aku sangat tidak menginginkan mu dan terpaksa menjalani dengan mu bertahun tahun, tapi lihatlah balasan mu!" ucap Zevan menatap sinis

"Tapi lihatlah diri mu, berani memberikan tubuh mu untuk peria lain, aku ingin lihat bagaimana pelayanan mu pada nya!" ucap Zevan lagi

"Zev...kau salah faham!" tegas Zahra, ucapan Zevan semakin keterlaluan Zahra sampai tidak mengerti apa maksud yang Zevan ucap kan pada nya

"CUKUP BERKILAH ZAHRALIAA...!!!" ucap Zevan berteriak

"Zev, ku mohon dengarkan aku! kau akan menyesal" ucap ny lagi, Zahra berusaha untuk meyakinkan Zevan yang hilang kendali

"Kau yang harus mendengarkan aku ******!!!" Zevan membentak Zahra tepat di depan wajah nya

Dengan tak sabar zevan Mel*mat kasar bibir Zahra, Zahra sangat menolak nya, Zevan dengan sangat kasar memberikan gigitan pada bibir Zahra, tak ingin kalah Zahra juga mengigit bibir Zevan dengan kuat, kaki zahra tak henti henti nya meronta! agar terlepas dari kungkugan Zevan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidur Sekamar

"Kemana suami nya kenapa tidak mengabari nya?" ucap Rendra bertanya dalam hati

Lama Rendra mengintip dari balik pintu, sungguh ia dibuat heran dengan wanita di depan nya itu, apakah mungkin dia wanita tidak baik yang hamil tanpa suami. ah bnyak sekali kemungkinan yang ada di fikiran Rendra

Dia juga tidak mengatakan soal keguguran anak nya pada wanita itu, ia berencana menyuruh Dokter mengatakan nya besok, setelah keadaan Zahra lebih baik

"Sedang memikirkan apa?" tanya Rendra menerobos masuk setelah ia lama mengamati Zahra

"Oh Tuan tidak ada" jawab Zahra santai

"Jangan, terlalu banyak melamun! lebih baik tidurlah istirahat" ucap nya

Zahra melemparkan senyum manis nya dan merebahkan diri nya menurut

Rendra berjalan menuju sofa, dan duduk disana

"Tunggu, apakah anda tidak pulang saja? " tanya Zahra

"Aku tidak bisa meninggalkan mu disini sendiri." jawab Rendra

"Pulang lah Tuan, saya tidak papa sendiri, saya merasa lebih baik" ucap nya pada Rendra

"Sebenarnya aku ingin pulang, tapi Bunda menyuruhku untuk tetap tinggal menjaga mu, sekali lagi aku benar benar minta maaf" ucap Rendra menyesal, andai ia lebih hati-hati pasti hal seperti ini tidak akan terjadi

"Saya sudah memafkan anda Tuan, ini juga bukan sepenuh nya kesalahan Anda, harus nya saya lebih berhati hati" ucap nya

"Maaf, jika saya lancang Nona Zahra, tapi saya penasaran, sebenarnya anda mau kemana, kenapa sendirian ditengah hujan?" tanya Rendra membenranikan diri nya, ia sangat penasaran dengan Zahra

Zahra engan menjawab ia hanya diam, namun tersirat hal yang besar di tatapan nya...

"Aku hanya ingin pulang Tuan" jawab Zahra, dengan ragu untuk menceritakan masalah nya kepada orang asing yang baru ditemui nya.

Rendra merasa belum puas akan ucapan Zahra, namun, ia tau dari cara Zahra menjawab seperti nya Zahra kurang nyaman dengan Pertayaan yang ia berikan

"Sudah malam Nona Zahra, lebih baik anda istirahat''ucap Rendra sopan ia menyadarkan kepala nya di sofa yang berada di kamar rawat Zahra.

"Baiklah, anda juga" kata Zahra menyuruh Renda juga beristirahat

"Sepertinya aku akan menunggu diluar saja" kata Rendra ia agak canggung saat satu kamar dengan orang asing, apa lagi ini wanita

"Disini saja tuan. ruangan yang anda sewa ini begitu luas, dan disana ada ranjang untuk pengunjung, Jangan membuat saya sungkan! tidurlah disana anda sudah berbaik hati terhadap saya"ucap nya lagi

"Tidak perlu sungkan Nona, baiklah saya akan tidur disana" ucap Rendra menyetujui ucapan Zahra

Zahra kembali memposisikan diri nya untuk tidur, sedangkan Rendra berjalan menuju ranjang yang ada di sana...

Posisi ranjang Rendra dan Zahra tidak begitu dekat namun arah nya sama, dilihat nya Zahra sudah tidur membelakangi nya

"Sudah tidur kah?" ucap ny pelan, Rendra sudah berbaring dan sebenarnya juga sudah mengantuk dilihat nya jam yang berada di pergelagan tangan nya menunjukan pukul 9 malam

Namun entah mata nya masih engan tertidur, ia arahkan tubuh nya ke arah samping menghadap Zahra

Deggggg...

Rendra bisa dengan jelas melihat wajah Zahra,

bentuk wajah yang mungil, hidung kecil mancung bulu mata yang tebal dan beberapa jerawat yang masih memerah tidak mengurangi kecantikan alami Zahra

tak terasa senyum terukir di wajah Rendra, benar benar wanita cantik alami dan polos, mata nya masih setia menatap Zahra

"Cantik..." puji Rendra, entah mengapa ia sangat tertarik mengenal Zahra lebih jauh, tapi ia berfikir berulang kali pasti ini sangat tidak pantas karena Zahra mungkin sudah menjadi istri dari seseorang, beruntung lah Zahra menawarkan nya untuk tidur di situ kalo tidak ia tidak akan puas begini memandang Zahra

Deuggg

"Bodoh sekali aku, bisa-bisa nya mengagumi istri orang, ah sial" umpat nya ia baru saja memukul pelan kepala nya sendiri

"Jangan mas jagan! hiiksss hikssss.... " rancau Zahra dalam tidur nya

Rendra yang khawatir pun langsung turun dan mendekat ke ranjang Zahra...

"tenang...'' ucap nya reflek dan mengengam pergelangan tangan Zahra

Rendra mengengam tangan Zahra sangat erat, ia merasakan gengaman Zahra begitu erat pada nya gengaman yang egan lepas

"Kenapa sebenarnya dia?" tanya nya dalam hati

"Mas hikssss hikssss" airmata nya jatuh dari pipi nya, entah apa yang membuat nya smpai seperti ini fikir Rendra

"Tenang lah Zahra... " ucap nya lagi, tangan nya terulur mengelus pucuk kepala Zahra, memberikan ketenangan pada Zahra

Perlahan Zahra mulai tenang, kembali terdengar dengkuran halus dari diri nya, Renda menyimpan tanda tanya besar pada seorang di depan nya kini...

"Lucu sekali" puji Rendra

"Seperti nya aku sudah gila mengagumi istri orang lain" ucap nya dalam hati

Hal yang lucu bagi seorang peria matang seperti diri nya, disaat usia nya yang sudah terbilang matang, Rendra alkatri masih setia dengan status lajang nya

Meskipunn sang Bunda selalu menyuruh nya agar segera menikah, namun Rendra tetap berdalih belum menemukan yang pas dan cocok untuk nya

Walaupun banyak menjadi incaran kaum hawa, belum ada yang mampu mengetarkan hati nya sampai saat ini, entah wanita seperti apa yang ingin ia jadikan pendamping hidupnya

Degan pelan ia melepas gengaman tangan nya pada Zahra lalu ia kembali ke tempat tidur nya, merembahkan tubuh nya menatap lanagit-langit

Jam 04.00

Terdegar suara kumandang Adzan

Zahra bangun

Deggg...

Dilihatnya Rendra sedang sujud, benar benar calon imam impian, Istri Rendra pasti sangat beruntung mendapatkan suami yang rajin beribadah seperti Rendra

Lama ia memperhatikan setiap gerakan solat Rendra begitu khusu sampai akhir ibadah nya

"Sudah bangun Zahra?" tanya nya setelah selesai dan melipat kembali sajadah nya

"Oh ini baru saja bangun Tuan Rendra" jawab Zahra

"Jangan terlalu formal begitu, aku tidak setua itu sampai harus memangilku Tuan!" ucap nya dari kemaren Zahra selalu memanggil nya degan sebutan yang membuat nya Jengah.

Zahra tersenyum

"Panggil saja Rendra seperti nya kita seumuran" ucap Rendra, sangat tidak nyaman dengan pangilan begitu

"Oh baik lah" ucap Zahra menyetujui nya

"Mmm Rendra, apakah hari ini aku sudah boleh pulang?" tanya Zahra ia tidak boleh berlama lama dirumah sakit

"Dimana tas ku?" tanya Zahra baru mengingat tas bawaan nya, didalam nya tersimpan beberapa potong baju dan ponsel jadul milik nya, dan kartu yang Zevan berikan kepada nya, ia berencana akan mengunakan kartu itu untuk membayar biaya rumah sakit, walaupun sebenarnya ia engan untuk mengunakan uang Zevan namun apa boleh buat keadaan yang memaksa nya melakukan itu

"Ada disitu" ucap Rendra menujukan kearah nagkas yang ada di sudut ruangan itu

"Tidak perlu cemas, jika dokter menyarankan untuk pulang maka kamu bisa pulang. tapi kalo tidak apa boleh buat kamu harus nginep lagi dihotel ini" canda Rendra dengan sedikit senyum di wajah begitu tipis dan samar

"Padahal aku berharap bisa pulang, aku sudah merasa lebih baik" ucap Zahra ia sangat ingin segera meninggalkan rumah sakit itu, semakin cepat ia keluar maka biaya yang akan dikeluarkan juga tidak terlalu banyak.

"Apakah kamu yakin keadaan mu sudah lebih baik?" tanya nya memastikan

"Sudah " ucap nya dengan penuh keyakinan

"Baiklah nanti akan aku tanyakan apakah sudah boleh pulang pada Dokter" ucap nya walaupun ia ragu namun demi menyenangkan hati Zahra ia mengatakan itu

"Terimakasih Rendra" ucap Zahra

"Hey, aku hanya menanyakan tidak memberi jaminan kamu bisa pulang Jangan se senang itu!" ucap ny dengan didiringi dengan candaan

Zahra sedikit memayunkan bibir nya dan berkata"semoga hari ini boleh pulang" ucap nya tak mau kalah

"Semoga saja, tapi tidak janji" ucap nya lagi menimpali

1
pecahan_misteri
kaya mempermainkan pernikahan ini novel abis cerai dan beberapa hari nikah lagi dan karakter perempuan juga kagak bisa lindungi diri ketika diperkosa oleh mantan suaminya
Evy
kok begitu ya...
Evy
Jodohnya Rendra kayaknya..
Evy
kenapa mesti menikah lagii sih ..sebel juga..
Evy
Habis keguguran.. seharusnya masih masa nifas... bahaya banget rahimnya masih luka.
Evy
Sedihnya...
Farid Gibran alfaiza
ahh elah endingnya tersakiti lagi
lanjut rhor
una
penasaran part 2nya
mommy lala
kapan part keduanya thoor udah lama ne
Andriyati
asisten mu bekerjasama dengan mama mu itu pasti nya
vanilla althea smith
emng zevan Kemana
vanilla althea smith
luar negri 4musim berasa bandung
vanilla althea smith
ini kenapa kok tiba" 10 tahun aja
vanilla althea smith
namaku disebut/Smirk/
vanilla althea smith
dikelonin lebih baik diganti tidur sama papa
Che Ku Zaunaini Che Ku Abas
bila part 2 nk mula ni
Asyuwita Daud
lanjut thor, semangat💪
Reny Rizky Aryati, SE.: salam kenal 🎂
total 1 replies
Anonim
Apa maksud cerita bodoh ini...aneh
Kasma Aisya
saya sangat kecewa dengan jalan ceritanya
Ester Hadasa Ruru
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!