Drama pernikahan
Mohon bijak dalam berkomentar ya, menerima kritik dan saran yang membangun!
"KATAKAN ZAHRALIAA!! berapa lelaki itu membayar mu sampai kau mengandung anak nya?" tanya nya dengan marah
"Hiksss, bukan Zev! aku tidak pernah melakukan hal sehina itu dibelakang mu" bantah Zahra dengan tegas
"Masih berani mengelak!" Zevan tambah mendekati Zahra, sampai tubuh kekar nya berhasil mengungkung Zahra di bawah sana
"Apa yang kau lakukan Zev? menjauh lah!" berontak Zahra, ia mencoba mendorong dada kekar Zevan yang terus mendekat ke tubuhnya
Zevan tersenyum menyeringai...
"Wanita ******! di hadapan ku kau sok suci dan menjaga diri mu, tapi kau sampai berani mengandung anak orang lain! wanita tidak tau malu!!" hardik nya mencengkram kuat rahang Zahra, sampai meninggalkan bekas kemerahan disana
Tubuh nya semakin mendekat...
"Apa dia menyentuhmu sama seperti aku menyentuhmu? hem" tanya Zevan, memberikan belaian di pipi Zahra
"Apa seperti ini...??" Zevan mengelus leher hinga bagian pusar Zahra yang masih rapi terbugkus baju
"Hentikan Zev! hiksss, kau salah faham!" Zahra membela diri nya, tangan nya hendak menyingkirkan tangan Zevan yang menari lihai di atas tubuh nya. namun, dengan sigap Zevan mengangkat tangan Zahra ke bagian atas kepala dan mengikat nya mengunakan dasi milik nya...
"Zev apa yang kau lakukan?" Zahra shock, membulatkan kedua mata nya, ia semakin ketakutan Zevan melakukan hal di luar dugaan nya
"Aku selalu setia menjaga pernikahan kita! walaupun aku sangat tidak menginginkan mu dan terpaksa menjalani dengan mu bertahun tahun, tapi lihatlah balasan mu!" ucap Zevan menatap sinis
"Tapi lihatlah diri mu, berani memberikan tubuh mu untuk peria lain, aku ingin lihat bagaimana pelayanan mu pada nya!" ucap Zevan lagi
"Zev...kau salah faham!" tegas Zahra, ucapan Zevan semakin keterlaluan Zahra sampai tidak mengerti apa maksud yang Zevan ucap kan pada nya
"CUKUP BERKILAH ZAHRALIAA...!!!" ucap Zevan berteriak
"Zev, ku mohon dengarkan aku! kau akan menyesal" ucap ny lagi, Zahra berusaha untuk meyakinkan Zevan yang hilang kendali
"Kau yang harus mendengarkan aku ******!!!" Zevan membentak Zahra tepat di depan wajah nya
Dengan tak sabar zevan Mel*mat kasar bibir Zahra, Zahra sangat menolak nya, Zevan dengan sangat kasar memberikan gigitan pada bibir Zahra, tak ingin kalah Zahra juga mengigit bibir Zevan dengan kuat, kaki zahra tak henti henti nya meronta! agar terlepas dari kungkugan Zevan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Sekamar
"Kemana suami nya kenapa tidak mengabari nya?" ucap Rendra bertanya dalam hati
Lama Rendra mengintip dari balik pintu, sungguh ia dibuat heran dengan wanita di depan nya itu, apakah mungkin dia wanita tidak baik yang hamil tanpa suami. ah bnyak sekali kemungkinan yang ada di fikiran Rendra
Dia juga tidak mengatakan soal keguguran anak nya pada wanita itu, ia berencana menyuruh Dokter mengatakan nya besok, setelah keadaan Zahra lebih baik
"Sedang memikirkan apa?" tanya Rendra menerobos masuk setelah ia lama mengamati Zahra
"Oh Tuan tidak ada" jawab Zahra santai
"Jangan, terlalu banyak melamun! lebih baik tidurlah istirahat" ucap nya
Zahra melemparkan senyum manis nya dan merebahkan diri nya menurut
Rendra berjalan menuju sofa, dan duduk disana
"Tunggu, apakah anda tidak pulang saja? " tanya Zahra
"Aku tidak bisa meninggalkan mu disini sendiri." jawab Rendra
"Pulang lah Tuan, saya tidak papa sendiri, saya merasa lebih baik" ucap nya pada Rendra
"Sebenarnya aku ingin pulang, tapi Bunda menyuruhku untuk tetap tinggal menjaga mu, sekali lagi aku benar benar minta maaf" ucap Rendra menyesal, andai ia lebih hati-hati pasti hal seperti ini tidak akan terjadi
"Saya sudah memafkan anda Tuan, ini juga bukan sepenuh nya kesalahan Anda, harus nya saya lebih berhati hati" ucap nya
"Maaf, jika saya lancang Nona Zahra, tapi saya penasaran, sebenarnya anda mau kemana, kenapa sendirian ditengah hujan?" tanya Rendra membenranikan diri nya, ia sangat penasaran dengan Zahra
Zahra engan menjawab ia hanya diam, namun tersirat hal yang besar di tatapan nya...
"Aku hanya ingin pulang Tuan" jawab Zahra, dengan ragu untuk menceritakan masalah nya kepada orang asing yang baru ditemui nya.
Rendra merasa belum puas akan ucapan Zahra, namun, ia tau dari cara Zahra menjawab seperti nya Zahra kurang nyaman dengan Pertayaan yang ia berikan
"Sudah malam Nona Zahra, lebih baik anda istirahat''ucap Rendra sopan ia menyadarkan kepala nya di sofa yang berada di kamar rawat Zahra.
"Baiklah, anda juga" kata Zahra menyuruh Renda juga beristirahat
"Sepertinya aku akan menunggu diluar saja" kata Rendra ia agak canggung saat satu kamar dengan orang asing, apa lagi ini wanita
"Disini saja tuan. ruangan yang anda sewa ini begitu luas, dan disana ada ranjang untuk pengunjung, Jangan membuat saya sungkan! tidurlah disana anda sudah berbaik hati terhadap saya"ucap nya lagi
"Tidak perlu sungkan Nona, baiklah saya akan tidur disana" ucap Rendra menyetujui ucapan Zahra
Zahra kembali memposisikan diri nya untuk tidur, sedangkan Rendra berjalan menuju ranjang yang ada di sana...
Posisi ranjang Rendra dan Zahra tidak begitu dekat namun arah nya sama, dilihat nya Zahra sudah tidur membelakangi nya
"Sudah tidur kah?" ucap ny pelan, Rendra sudah berbaring dan sebenarnya juga sudah mengantuk dilihat nya jam yang berada di pergelagan tangan nya menunjukan pukul 9 malam
Namun entah mata nya masih engan tertidur, ia arahkan tubuh nya ke arah samping menghadap Zahra
Deggggg...
Rendra bisa dengan jelas melihat wajah Zahra,
bentuk wajah yang mungil, hidung kecil mancung bulu mata yang tebal dan beberapa jerawat yang masih memerah tidak mengurangi kecantikan alami Zahra
tak terasa senyum terukir di wajah Rendra, benar benar wanita cantik alami dan polos, mata nya masih setia menatap Zahra
"Cantik..." puji Rendra, entah mengapa ia sangat tertarik mengenal Zahra lebih jauh, tapi ia berfikir berulang kali pasti ini sangat tidak pantas karena Zahra mungkin sudah menjadi istri dari seseorang, beruntung lah Zahra menawarkan nya untuk tidur di situ kalo tidak ia tidak akan puas begini memandang Zahra
Deuggg
"Bodoh sekali aku, bisa-bisa nya mengagumi istri orang, ah sial" umpat nya ia baru saja memukul pelan kepala nya sendiri
"Jangan mas jagan! hiiksss hikssss.... " rancau Zahra dalam tidur nya
Rendra yang khawatir pun langsung turun dan mendekat ke ranjang Zahra...
"tenang...'' ucap nya reflek dan mengengam pergelangan tangan Zahra
Rendra mengengam tangan Zahra sangat erat, ia merasakan gengaman Zahra begitu erat pada nya gengaman yang egan lepas
"Kenapa sebenarnya dia?" tanya nya dalam hati
"Mas hikssss hikssss" airmata nya jatuh dari pipi nya, entah apa yang membuat nya smpai seperti ini fikir Rendra
"Tenang lah Zahra... " ucap nya lagi, tangan nya terulur mengelus pucuk kepala Zahra, memberikan ketenangan pada Zahra
Perlahan Zahra mulai tenang, kembali terdengar dengkuran halus dari diri nya, Renda menyimpan tanda tanya besar pada seorang di depan nya kini...
"Lucu sekali" puji Rendra
"Seperti nya aku sudah gila mengagumi istri orang lain" ucap nya dalam hati
Hal yang lucu bagi seorang peria matang seperti diri nya, disaat usia nya yang sudah terbilang matang, Rendra alkatri masih setia dengan status lajang nya
Meskipunn sang Bunda selalu menyuruh nya agar segera menikah, namun Rendra tetap berdalih belum menemukan yang pas dan cocok untuk nya
Walaupun banyak menjadi incaran kaum hawa, belum ada yang mampu mengetarkan hati nya sampai saat ini, entah wanita seperti apa yang ingin ia jadikan pendamping hidupnya
Degan pelan ia melepas gengaman tangan nya pada Zahra lalu ia kembali ke tempat tidur nya, merembahkan tubuh nya menatap lanagit-langit
Jam 04.00
Terdegar suara kumandang Adzan
Zahra bangun
Deggg...
Dilihatnya Rendra sedang sujud, benar benar calon imam impian, Istri Rendra pasti sangat beruntung mendapatkan suami yang rajin beribadah seperti Rendra
Lama ia memperhatikan setiap gerakan solat Rendra begitu khusu sampai akhir ibadah nya
"Sudah bangun Zahra?" tanya nya setelah selesai dan melipat kembali sajadah nya
"Oh ini baru saja bangun Tuan Rendra" jawab Zahra
"Jangan terlalu formal begitu, aku tidak setua itu sampai harus memangilku Tuan!" ucap nya dari kemaren Zahra selalu memanggil nya degan sebutan yang membuat nya Jengah.
Zahra tersenyum
"Panggil saja Rendra seperti nya kita seumuran" ucap Rendra, sangat tidak nyaman dengan pangilan begitu
"Oh baik lah" ucap Zahra menyetujui nya
"Mmm Rendra, apakah hari ini aku sudah boleh pulang?" tanya Zahra ia tidak boleh berlama lama dirumah sakit
"Dimana tas ku?" tanya Zahra baru mengingat tas bawaan nya, didalam nya tersimpan beberapa potong baju dan ponsel jadul milik nya, dan kartu yang Zevan berikan kepada nya, ia berencana akan mengunakan kartu itu untuk membayar biaya rumah sakit, walaupun sebenarnya ia engan untuk mengunakan uang Zevan namun apa boleh buat keadaan yang memaksa nya melakukan itu
"Ada disitu" ucap Rendra menujukan kearah nagkas yang ada di sudut ruangan itu
"Tidak perlu cemas, jika dokter menyarankan untuk pulang maka kamu bisa pulang. tapi kalo tidak apa boleh buat kamu harus nginep lagi dihotel ini" canda Rendra dengan sedikit senyum di wajah begitu tipis dan samar
"Padahal aku berharap bisa pulang, aku sudah merasa lebih baik" ucap Zahra ia sangat ingin segera meninggalkan rumah sakit itu, semakin cepat ia keluar maka biaya yang akan dikeluarkan juga tidak terlalu banyak.
"Apakah kamu yakin keadaan mu sudah lebih baik?" tanya nya memastikan
"Sudah " ucap nya dengan penuh keyakinan
"Baiklah nanti akan aku tanyakan apakah sudah boleh pulang pada Dokter" ucap nya walaupun ia ragu namun demi menyenangkan hati Zahra ia mengatakan itu
"Terimakasih Rendra" ucap Zahra
"Hey, aku hanya menanyakan tidak memberi jaminan kamu bisa pulang Jangan se senang itu!" ucap ny dengan didiringi dengan candaan
Zahra sedikit memayunkan bibir nya dan berkata"semoga hari ini boleh pulang" ucap nya tak mau kalah
"Semoga saja, tapi tidak janji" ucap nya lagi menimpali
lanjut rhor