NovelToon NovelToon
My Old Star

My Old Star

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Tamat
Popularitas:43.2k
Nilai: 5
Nama Author: RieyruNa

Cinta berbeda usia antara mahasiswa Jurusan Matematika dan mantan pemain futsal sekaligus seorang Dosen Jurusan Olahraga, mungkinkah perbedaan usia itu akan menjadi penghalang ataukah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RieyruNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24 Setengah Backstreet

"Kalian duduklah!" perintah Pak Mahendra kepada Arfan dan Mentari.

Mereka berdua duduk berhadapan dengan Pak Mahendra, tidak lama pelayan datang mengantarkan daftar menu untuk mereka.

Setelah selesai memesan Pak Mahendra kembali fokus pada tujuan mengundang Arfan bertemu hari ini.

"Fan ternyata kau berhasil membawanya hari ini bersamamu!"

Arfan tersenyum dan memandang Mentari sekilas, "Takdir yang mempertemukan kami Om,"

Mentari memandang Arfan dan Ayahnya bergantian, dia tidak paham dengan maksud obrolan mereka berdua.

"Kenapa kalian membuatku bingung begini?" Mentari menggerutu.

Arfan dan Pak Mahendra malah tertawa melihat ekspresi bingung Mentari yang sangat lucu, disaat itu pelayan datang membawakan pesanan mereka.

"Silakan!" ucap Pelayan itu setelah selesai meletakkan semua pesanan di meja.

"Terimakasih," jawab Arfan sedangkan yang lainnya mengangguk sembari tersenyum ramah.

"Kalian makanlah dulu, setelah itu kita akan bicara serius. Bukankah harus cukup energi untuk hal itu?" Pak Mahendra berseloroh.

Disini Arfan merasa nyaman sebab Pak Mahendra tidak semenakutkan seperti yang dia bayangkan, padahal biasanya seorang Ayah yang memiliki putri yang sedang dekat dengan lawan jenis akan bersikap posesif terhadap pemuda yang bersama dengan putrinya. Pak Mahendra sepertinya bersikap lebih terbuka dan menjunjung tinggi harkat martabat orang lain dengan tidak memandang rendah status orang tersebut.

Setelah prosesi makan siang selesai, mereka

kembali fokus dengan pembahasan yang tadi sempat tertunda.

"Fan om minta maaf atas sikap tante Kartika terhadapmu, kekhawatiran istriku mengalahkan nuraninya sebagai seorang Ibu."

"Om tidak perlu meminta maaf seperti itu, aku tidak apa-apa. Aku yang seharusnya minta maaf pada Mentari karena...," Arfan belum melanjutkan perkataannya namun Mentari sudah memotong, "Kak...tidak perlu meminta maaf, aku tidak menyalahkanmu bersikap seperti itu, aku justru berterimakasih atas semua yang kau lakukan untukku Kak, aku sudah tahu semuanya."

"Apa yang Mentari katakan benar Fan, saat ini yang terpenting cukup buktikan kepada kami jika kau serius dengan Mentari!" Pak Mahendra bangkit dari kursi yang tadi dia duduki karena harus kembali ke rumah sakit, ada pasien yang harus segera dia tangani.

"Om titip Mentari kepadamu!" Pak Mahendra menepuk bahu Arfan sebelum meninggalkan ruangan itu.

"Dengar kata Ayah tadi bukan?" Arfan melempar senyum kepada Mentari.

"Kak...berarti kita...?" Mentari malu-malu.

"Kita apa?" Arfan pura-pura tidak paham dengan ucapan Mentari.

"Emmm itu... kita bersama lagi?" Mentari menautkan kedua jari telunjuknya sambil tersenyum malu-malu.

Arfan meraih tengkuk Mentari, mendekatkan wajah mereka berdua. Saling menatap dengan tatapan penuh arti, pandangan Arfan turun ke bawah, dia meraih bibir Mentari untuk beberapa saat tidak ada kata yang tercipta.

Mereka saling menikmati rasa masing-masing, rasa yang begitu indah setelah semua yang terjadi diantara mereka. Arfan melepaskan Mentari dan menempelkan dahinya di dahi Mentari seraya berkata, "Kita akan bersama lagi, kita akan hadapi semua masalah bersama termasuk Ibumu, aku tidak akan meninggalkanmu seperti kemarin apalagi dengan restu Ayah dan Nenek yang sudah ada di tangan kita."

Mentari memejamkan matanya dan mengangguk, "Nenek sangat sayang kepadaku!"

"Ayo kita temui Nenek!" ajak Arfan dengan membantu Mentari berdiri untuk meninggalkan tempat itu.

Pak Mahendra kini sudah berada di rumah sakit untuk memeriksa keadaan Ibu Ilyas yang kondisinya mendadak drop, Ilyas menyambut kedatangan Pak Mahendra dengan wajah cemas.

"Om tolong selamatkan Ibuku, jika Ibu tidak ada aku tidak tahu harus bagaimana lagi Om, aku akan sendirian di dunia ini!" Ilyas terisak serasa hatinya hancur berkeping-keping, beberapa hari ini Ibunya baik-baik saja tapi entah mengapa hari ini mendadak kondisinya memburuk.

"Berdo'alah Nak, Om akan membantu sebisa yang dapat Om lakukan, Om masuk dulu." Pak Mahendra menepuk bahu Ilyas untuk sedikit memberikan dukungan moril kepada anak itu.

Disaat bersamaan Bu Kartika tiba di rumah sakit karena mengetahui jika Ibu Ilyas tidak dalam kondisi baik.

"Ilyas bagaimana keadaan Ibumu?"

Ilyas menggeleng, "Aku tidak tahu Tante!"

"Kamu yang sabar ya, jangan sedih ada tante dan keluarga tante disisimu."

"Terimakasih tante,"

"Eih...Mentari tidak ada disini?" Bu Kartika menyipitkan matanya.

"Beberapa hari ini dia tidak datang mungkin sedang sibuk tante," Ilyas mencoba meyakinkan dengan pikiran positifnya.

"Dasar anak itu, biar tante hubungi dia. Disaat seperti ini seharusnya dia ada disini untuk menemani kamu!" Bu Kartika tampak kesal terhadap putrinya.

"Tidak usah tante, bukankah dia baru sembuh dari sakitnya, biarkan sajalah dia bahagia dengan pilihannya tan!"

"Maksud kamu Yas?" Bu Kartika tidak paham dengan maksud perkataan Ilyas.

Ilyas menceritakan semua yang dia lihat malam itu, saat Arfan membawa Mentari ke rumah sakit, menemani Mentari semalaman dan saat Arfan membayar semua tagihan rumah sakit untuk Mentari.

Ilyas melihat semua itu dengan mata kepalanya sendiri, kasih sayang Arfan terhadap Mentari tidak sebanding dengan rasa cintanya yang tidak mampu dia buktikan dengan tindakan.

Ilyas merasa dirinya sangatlah lemah jika dibandingkan dengan Arfan yang tentu sudah mapan kehidupannya. Bu Kartika cukup terkejut dengan apa yang Ilyas ucapkan, ternyata apa yang dia lihat hari itu benar. Arfan memang menepati janjinya untuk tidak menemui Mentari, tapi disaat yang dibutuhkan dia ada untuk putrinya. Bu Kartika merasa bersalah, namun egonya masihlah lebih besar dari hati nuraninya.

"Kamu tidak boleh berkecil hati Nak, tante lebih suka kamu bersama Mentari dibandingkan pria tua itu, mereka tidak akan pernah cocok!"

"Tapi tante...,"

"Kamu tenang saja, itu urusan tante. Mereka sangat berbeda latar belakang tidak seperti kamu dan Mentari, sama-sama masih muda dan sama-sama peneliti muda. Jika kalian bersatu, maka akan ada penemuan-penemuan baru yang akan mengguncang dunia!"

Ilyas tersenyum kecut, apalah daya dirinya yang hanya bisa menurut. Dalam hatinya dia merasa senang karena Bu Kartika sangat mendukungnya, tapi dia juga sekaligus sedih sebab percuma jika Ibu Mentari menerimanya tapi tidak dengan Mentari yang hanya menganggapnya sebagai seorang rekan saja.

"Sebentar Nak, tente hubungi dia dulu!" Bu Kartika berdiri meninggalkan Ilyas yang duduk di kursi tunggu, Bu Kartika mencari tempat untuk menghubungi putrinya yang dia anggap tidak memiliki etika karena tidak juga datang untuk menemani Ilyas.

Mentari dan Arfan sudah di jalan menuju ke rumah Nenek Wijaya, mereka sudah kembali merajut hari-hari bahagia. Mentari yang berperangai ceria sungguh membuat hati Arfan menghangat. Mereka tertawa-tawa bersama seolah tidak pernah ada masalah diantara mereka.

Panggilan ke ponsel Mentari membuat mereka menghentikan derai tawa yang tadi tercipta, Mentari melihat id caller di ponselnya dan memberikan kode kepada Arfan agar bisa diam terlebih dulu dengan menempelkan telunjuknya di bibir.

"Siapa?" tanya Arfan.

"Ibu...,"

Arfan meminta Mentari mengangkat panggilan itu, "Angkatlah!"

Mentari menggeser tombol hijau ke atas, "Hallo Bu...,"

"Mentari kau dimana?"

"Ibu Ilyas drop, kenapa putri ibu seperti tidak memiliki etika begini!"

"Aku di jalan Bu," Mentari memandang Arfan sekilas sambil menggigit bibir bawahnya.

"Cepat kemarilah, jangan kau coreng muka Ibumu ini di depan Ilyas!" Bu Kartika menutup panggilannya.

Mentari menghembuskan nafas kesal, memandangi ponselnya yang meredup. Arfan mengacak rambut Mentari, "Kenapa? Apakah ada masalah?" tanya Arfan.

Mentari mengangguk dan menceritakan kondisi Ibu Ilyas, "Maafkan aku Kak, kita sepertinya tidak bisa ke rumah Nenek sekarang!"

Arfan tersenyum, "Kau tahu Nenek tidak akan pernah menutup pintu rumahnya untukmu, jadi kapanpun kau datang Nenek pasti akan senang. Sekarang aku antarkan kau ke rumah sakit ya!"

"Kakak tidak apa-apa?"

"Jangan pikirkan apapun, bukankah kita sudah berjanji akan menghadapi semuanya bersama?"

"Terimakasih Kak," Mentari memeluk lengan Arfan yang sedang menyetir.

"Backstreet ternyata semenarik ini, tegangannya lebih tinggi!" Arfan berkelakar yang membuat Mentari memukul lembut lengan Arfan dengan tangan mungilnya.

"Setengah backstreet Kak!"

1
Liesdiana Malindu
biasanya juga arvan kalau manggil mentari dgn kata " sayang" tpi ini kok cuman manggil nama aja, bahkan berkali-kali saat d depan Maryana. kalau dia panggil sayang mungkin Maryana Tdk akan salah perhitungan.
Liesdiana Malindu
jangan yg berat2 konfliknya Thor,,, kasihan mentari. masih muda,, masih sekolah,, tapi sudah harus mengalami konflik rumah tangga. jangan buat Arfan kembali ke masa lalu dan menyakiti hati mentari.
RieyruNa Ernawati: Siap kakak 💕💕💕
total 1 replies
Liesdiana Malindu
Thor,,,,bisa gak kata "Kecil" yg di sematkan Arfan di nama mentari di hilangkan sja? soalnya agak aneh aja nyebutnya,🙏☺️
RieyruNa Ernawati: Baik Kak, terimakasih untuk sarannya ya 💕💕💕🥰🥰😘😘😘
total 1 replies
Liesdiana Malindu
berarti Mona tantenya Arfan dong.
Liesdiana Malindu
ooooo,,, rupanya ini yg bikin Arfan membenci Zaki??🤔🤔
Kaisar Tampan
aku udah mampir nikak
bantu dukung karyaku juga ia
simpanan brondong tampan
terima Kasih
Cakrabirawa Tarihoran
hallo kakak semangat berkarya ya kak、ュ
RieyruNa Ernawati: Terimakasih Kak 💕💕💕
total 1 replies
floufrouu
Kak authooor, demi ketenangan hatiku, aku mohon up bab selanjutnya uuyy
TexasTiger
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
moon struck traveller
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
RieyruNa Ernawati: Baik Kak, ditunggu lanjutannya ya Kak. Mohon maaf slow up karena saudara nikahan jadinya waktunya terkuras untuk membantu segala sesuatunya. 🙏🙏🙏💕💕💕🥰🥰🥰
total 1 replies
WillofWashington
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
Winda Utami
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
RieyruNa Ernawati: Tentu saja ada Kak, ditunggu ya Kak? 💕💕💕
total 1 replies
SecretFruity
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya‾
Mulya Damanik
akhirnya up juga sekian lama perjuangan ku menunggu .hehehe lanjut ! cemangat
SecretGiggle
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini‾
RieyruNa Ernawati: Terimakasih atas dukungannya ya Kak 💕💕🥰🥰
total 1 replies
monsoonblooms
Keren banget demi apa pun suaranya keren banget  minta tanda tangan dong
Hustle Flyswat
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini‾
RieyruNa Ernawati: Terimakasih Kakak 🥰🥰🥰, mohon terus dukungannya ya Kak 💗💗💗💗
total 1 replies
Liesdiana Malindu
kok Blum up lgi Thor.?
Liesdiana Malindu
lanjut Thor, 💪💪
Liesdiana Malindu
up nya kok lama Thor??
RieyruNa Ernawati: Ditunggu ya Kak, naskah sedang direview. 🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!