NovelToon NovelToon
Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:473.8k
Nilai: 5
Nama Author: BRATA_YUDHA

Ini kisah tentang Puja si biduan. Pada suatu malam keadaan membawanya pada pernikahan paksa karena sebuah kesalahfahaman. Pria yang menikahinya adalah Sofyan, mantan kekasih kakak kandungnya yang hingga saat ini belum bisa move on.

Bagi Sofyan menikah dengan Puja adalah sebuah musibah, dan karena kekecewaannya kepada Ratna kakak kandung Puja, Sofyan berubah menjadi pribadi yang dingin dan kasar. Makian dan hinaan selalu keluar dari mulutnya. Puja bagai seonggok sampah dimatanya, yang sama sekali tak menarik untuk disentuh. Bisakah Puja bersabar dalam pernikahannya? Dapatkah Puja menakhlukan hati Sofyan? Si sad boy yang sudah dua kali patah hati oleh wanita yang sama. Akan kah cinta itu tumbuh diantara mereka? ikuti kisah Sofyan dan Puja disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRATA_YUDHA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekuatan Cinta

Sudah tujuh bulan berlalu semenjak aku pergi meninggalkan kang Sofyan, kini kandunganku sudah memasuki usia sembilan bulan. Hanya tinggal menghitung hari aku akan melahirkan. Aku semakin semangat untuk menyambut kelahiran anakku.

Paman dan bibi juga sangat senang karena akan menyambut kedatangan anggota baru dirumah ini. Mereka bahkan sudah membeli peralatan dan baju-baju bayi untuk anakku. Mereka begitu antusias dan aku sangat terharu dengan kasih sayang yang mereka berikan kepadaku. Mereka benar-benar ikhlas dan tulus dalam menyayangiku.

"Puja... apa, enggak sebaiknya kamu menghubungi suami kamu." ucap bibi sambil ikut duduk disampingku.

"Enggak bi, Puja enggak mau" jawabku.

"Suami kamu berhak tahu Puja kalau dia akan memiliki anak. Jangan pisahkan ayah dari anaknya" ucap bibi.

"Puja bingung bi. Puja takut membawa masalah lagi ke dalam kehidupan kang Sofyan" ucapku sambil terisak.

"Bibi hanya kasih saran buat kamu, jangan sampai kamu menyesal suatu saat nanti dengan keputusan yang kamu ambil" ucapnya.

"Sudah jangan nangis, ayo masuk, sudah sore. enggak baik ibu hamil diluar" ucap bibi.

"Iya, ayo bi" aku mengekor dibelakang bibi. Namun, baru beberapa langkah, aku merasakan perutku terasa kencang.

"Aaakhhh!!!" aku meringis menahan sakit.

"Aduh, sakit bi. tolongin Puja" aku sampai terduduk dilantai karena tak tahan berdiri.

"Kamu kenapa Puja? sepertinya kamu mau lahiran" tanya bibi.

"Iya bi, ini sakit banget". ucapku sambil meringis.

"Pak, pak, Puja mau lahiran" teriak bibi memanggil paman.

Dan akhirnya, sore itu aku langsung dibawa kerumah sakit terdekat, aku merasakan sakit yang teratur dengan rasa sakit yang semakin lama semakin sakit. Perutku serasa mengencang dan tegang. Saat dibawa kerumah sakit aku sudah mengeluarkan lendir bercampur darah dan juga kontraksi yang terus-terusan mendera, tapi saat diperiksa jalan lahir belum juga terbuka, hanya mentok dibukaan dua. Bahkan dokter sudah memberi suntikan perangsang untuk mendorong bayiku keluar, namun tetap saja jalan lahirnya belum juga bertambah, masih tetap bukaan dua. Dari sore hingga larut malam, sakitnya semakin menjadi, dokter tidak menyarankan operasi dan memintaku untuk bersabar menunggu jalan lahir terbuka sempurna. Tapi aku merasa sudah sangat lemas dan tak bertenaga. Tubuhku rasanya remuk, tulangku rasanya patah.

Saat itu aku benar-benar merasa kesakitan. tiba-tiba saja wajah kang Sofyan terbayang-bayang dan bermunculan dikepalaku.

"Kang Sofyan, hiks... sakit..!" aku menangis lirih.

Aku memang munafik dan keras kepala, nyatanya disaat seperti ini aku sangat membutuhkan kang Sofyan, aku ingin kang Sofyan berada disisiku untuk memberi semangat.

"Puja... kamu yang kuat, yang sabar dan harus semangat ya" ucap bibi yang terus menguatkanku sembari mengelus lembut kepalaku.

"Bi... sakit" ucapku lirih.

"Iya sayang, namanya juga melahirkan itu pasti sakit, kamu harus kuat ya, demi anak kamu. Ayo semangat, Puja pasti bisa" ucap bibi yang terus menyemangatiku.

Aku terus meringis menahan sakit, tapi tetap saja jalan lahir belum juga terbuka. Hingga pagi menjelang, aku benar-benar merasa lelah. Dua belas jam aku kesakitan, tapi bayinya belum juga keluar karena jalan lahir yang tak kunjung bertambah.

"Bi, Puja udah lemes banget. Puja enggak kuat" ucapku putus asa.

"Sabar sayang, sabar yah... ya Allah, gimana ini" bibi malah ikutan panik.

"Kamu masih hafal nomor suami kamu?" tanya bibi.

"Masih bi, bibi mau apa?" tanyaku lemah.

"Ketik nomernya disini cepat!" pinta bibi. Aku mengetik nomor kang Sofyan sambil sesekali meringis menahan sakit.

Setelah itu bibi menghubungi nomor itu. Ternyata nomor kang Sofyan masih aktif, aku mendengar tanda panggilan masuk ke nomor kang Sofyan tapi tak diangkat-angkat. Sampai beberapa kali panggilan, barulah panggilan itu diangkat.

"Halo" ucap seseorang disebrang telfon. Aku meneteskan air mataku saat mendengar suara seorang lelaki yang sangat aku rindukan selama ini.

Bibi meletakkan ponsel itu didekat kepalaku, dan melodspeakernya agar terdengar jelas.

"Siapa ini?" tanyanya lagi.

"hiks... hiks... " aku menangis, tangisku pecah tak terbendung. Tapi mulutku masih terkunci tak mau berbicara.

"Puja...?" kang Sofyan berucap lirih.

"Sayang, ini beneran Puja....?" tanyanya memastikan, suaranya terdengar bergetar.

"Kang... hiks... Sakit...!" ucapku lirih sambil menangis.

"Puja kenapa sayang?" tanyanya khawatir.

Tut

tut

tut

Panggilan itu beralih ke panggilan video call. Bibi langsung menggeser tombol berwarna hijau. Terpampanglah wajah kang Sofyan, wajah lelaki yang sangat aku rindukan selama tujuh bulan ini.

"Puja... ini beneran kamu? kang Sofyan kangen sayang, Puja dimana? kenapa Puja nangis?" tanya kang Sofyan memberondong. Kang sofyan terlihat menyeka sudut matanya yang berair.

"Puja.. aaakkkhhh!!!" aku meringis karena tiba-tiba perutku terasa sangat sakit.

"Puja... Puja... sayang, kamu kenapa?" tanya kang Sofyan panik. Aku tidak dapat meresponnya lagi karena rasa sakit yang mendera. Bibi mengambil alih panggilan itu dan menjelaskan kondisiku saat ini yang sedang berjuang melahirkan. Kang Sofyan sepertinya sangat terkejut namun kemudian menagis haru karena sebentar lagi akan memiliki seorang anak. Setelah itu kang Sofyan terus menyemangatiku. Ternyata benar apa kata pepatah, cinta adalah sumber energi terbesar selain lemak dan karbohidrat. Buktinya, tidak lama setelah mendengar dan melihat wajah kang Sofyan anak kami akhirnya lahir dengan selamat. Namun, tiba-tiba pandanganku gelap, samar-samar aku mendengar suara tangisan bayi, tapi tubuhku terasa sangat lemas dan setelah itu aku tidak sadarkan diri.

1
Ririn Novianti
Luar biasa
Ririn Novianti
Lumayan
doonag1
seruuu
kocak🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
Aa ini kapan mo di Tamatin dah nggak sabar pen lihat cewek siluman kadal burik sama ulet bulu Anya di kirim ke luar angkasa atau ke luar negeri jadi TKW biar mereka di siksa sama majikan nya kan si kadal burik Eva lagi nyari kerja
doonag1
Vino dah tau tuh niat busuk nya cewek siluman si kadal burik Eva ...udah tendang ajah tuh sampai ke Baghdad 🙄🙄🙄🙄
doonag1
Vino itu kan playback...eeeh playboy harusnya bisa dengan mudah baca niatnya si kakak'ipar lucknut Eva yang cuman modus doang...
doonag1
ini kakak adek Bagja sama Vino kok ya miris banget yahh rumah tangga mereka di tempelin sama ulet bulu pembawa gatel... haddeeehhh gua basmi Lo berdua Anya.... Eva ngeselin banget 🙄🙄🙄🙄
doonag1
pasti si ulet bulu Anya bikin ulah
doonag1
iih kok ngeselin banget sih si Eva licik banget 🙄🙄🙄
doonag1
haddeeehhh Vino ceroboh banget
doonag1
kirain yang membuat saung apung bergoyang season 2 itu Bagja dan Dila eeeh ternyata Vino Alya 🤣🤣🤣
doonag1
bukan Tim nya Dilot lemot ataupun Alyot peyot aku tim nya A othor nya yang kadang suka bikin dongkol 🤣🤣🤣🤣
doonag1
udah selesaiin di atas tempat tidur ajah pasti rebeeesss🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
hahahaha ujung ujungnya ngakak di ujung obrolan Kang Sofyan dan Vino 🤣🤣🤣
doonag1
wadidawww setelah berantem kini A othor nya datengin Damar dalam drama rumah tangga Alya dan Vino
doonag1
hmmmm Bagja dan Dila tuh selalu hot
doonag1
ya ampuuun uwa Ratna 🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
ikutan capek lihat hubungan Alya sama Vino
doonag1
gegara Vino ini jadinya ripuh 🤣🤣🤣🤣
Yantipl shopp
Dihh si ulat bulu maksa bangt mau nikah sama Bagja padahal orangnya ga mau🤣🤣🤣 Alya kamu ga tau aja si eva lagi caper sama suami kamu, harusnya kamu peka setiap kata2 yg di lontarkan sama eva si ulat keket itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!