NovelToon NovelToon
Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:325.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rifan

Entah suatu kemalangan atau permainan takdir untuk Faranisha Gayatri, menjelang hitungan jam pelaksanaan akad nikah dengan sang kekasih yang telah menjalin kasih selama 3 tahun dengannya, pihak mempelai pria malah membatalkan pernikahan tanpa alasan. Sebagai gantinya, hadirlah sesosok pria yang bersedia menjadi pengganti mempelai pria.

Ialah Naufal Kenan, sosok pria yang sangat sensasional. Seorang dokter spesialis bedah dan penyakit dalam dengan segudang prestasi dan pencapaian. Berparas tampan, kaya raya nan dermawan. Dan ternyata, ialah sosok pria yang menjadi cinta pertama Fara. Cinta yang dulu hanya bisa dipendamnya dalam diam tanpa dapat tersampaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perusak Suasana

Hening...

Di atas ranjang, dalam kamar Fara, Kenan dan Fara saling tatap dalam diam dengan jarak yang cukup dekat. Kedua pasang netra hitam pekat mereka saling mengunci lekat. Posisinya, Kenan menahan kedua bahu Fara dengan tangannya setelah melerai pelukan tadi. Dan kedua tangan Fara masih bertengger di kedua sisi pinggang Kenan. Lama mereka saling bersitatap. Perlahan Kenan mencondongkan wajahnya ke wajah Fara, mengikis jarak dari waktu ke waktu. Saat tinggal beberapa senti meter lagi bibir Kenan dan bibir Fara bertemu, tiba-tiba...

Ding dong...

Suara bel pintu apartemen menyadarkan Kenan dan Fara dari terbawa suasana yang hampir saja menyebabkan mereka berciuman. Malu sekaligus menyayangkan, Kenan dan Fara saling memisahkan diri dengan salah tingkah.

"Maaf." ucap Kenan dan Fara hampir bersaman dalam posisi saling memunggungi.

"Ehem..." Kenan berdehem "Gak, itu salah Kakak yang terbawa suasana." sanggahnya sembari menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal dan bangkit dari duduknya "Kalau begitu, Kakak ke depan dulu, buat liat siapa yang datang." imbuhnya, kemudian segera beranjak sebelum Fara sempat menanggapi satupun ucapannya.

Bruk...

Kenan kembali menutup pintu kamar Fara dari luar dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan kebisingan. "****, siapa sih yang datang bertamu pagi-pagi begini? Dasar perusak suasana." sebelum melangkahkan kakinya menuju pintu utama, ia menyempatkan menggerutu kesal, memaki sang tamu.

Ceklek...

Pintu terbuka, dan tampaklah sosok Gabela dengan setelan formal kerjanya berdiri anggun tepat di depan Kenan. Jangan lupakan senyum cerahnya yang mengalahkan cerahnya mentari pagi itu. Namun sedetik kemudian senyuman itu memudar, mendapati Kenan malah membalasnya dengan ekspresi datar nan dingin, bahkan sorot matanya menyiratkan kekesalan. "Selamat pagi, Ken!" sapanya kikuk pada Kenan.

"Gaby?" Kenan menautkan kedua alisnya sedikit terkejut mendapati sang tamu adalah Gabela. Pikirnya tadi, sang ART yang bertugas membersihkan apartemennya setiap pagi setelah dirinya dan Fara berangkat kerja, karena memang seharusnya sekarang mereka sudah berangkat kerja. "Ada apa kamu berkunjung pagi-pagi begini?" tanyanya heran.

"Ugh..." Gabela tertegun menangkap intonasi kekesalan samar dalam tutur kata Kenan. Iapun ikutan heran dibuatnya. "A-aku hanya ingin menumpang bersama kalian ke rumah sakit." jawabnya cicit.

"Oh, begitu. Tapi maaf, sepertinya hari ini, aku dan istriku tidak bisa masuk kerja." ujar Kenan datar.

"Hah? Kenapa?" cecar Gabela dengan intonasi terkejut sekaligus khawatir. Diamatinya tubuh Kenan dari atas hingga bawah. Bukan tanpa alasan ia terkejut dan khawatir, pasalnya, selama bekerja dengan Kenan, ia sangat jarang mendapati Kenan bolos dari pekerjaannya, apa lagi sampai tidak masuk bekerja. Kalau dihitung-hitung, mungkin masih dapat dihitung dengan jari, berapa kali ia mendapati Kenan bolos atau tidak masuk kerja. Itupun hanya ketika Kenan sedang sakit keras yang tidak memungkinkan dirinya untuk bekerja. Adapun masalah urusan atau kepentingan, pekerjaan adalah yang paling utama bagi Kenan di atas segalanya. Namun ini, ia tidak menemukan sedikitpun tanda-tanda bahwa Kenan sedang sakit dari hasil pengamatannya. Hanya mood Kenan saja yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja, pikir Gabela bingung.

Mendapati kekhawatiran Gabela, Kenan sedikit merasa bersalah sekaligus iba. Bukannya ia tidak dapat membaca sorot mata penuh cinta Gabela setiap kali menatap dirinya. Kenan sangat jelas dapat membacanya. Bahkan tatapan penuh cinta itu semakin mendamba dari terakhir kali mereka bertemu. Namun Kenan mencoba mengabaikannya, dan selalu mencoba bersikap tegas di depan Gabela, menunjukan bahwa dirinya telah dimiliki orang lain dan tidak akan berganti kepemilikan pada siapapun, termasuk pada Gabela sendiri. Oleh karena itu, Kenan selalu menekankan kata 'istriku' setiap kali menyebutkan identitas Fara pada Gabela.

'Hufh...' Kenan m*ndesah jengah dalam hati "Tidak kenapa-napa. Aku hanya ingin menemani ISTRIKU di apartemen, dia sedang sakit." sekali lagi ia menekankan kata 'ISTRIKU', berharap Gabela memahami isyaratnya.

Dan sepertinya kali ini berhasil, Gabela terhenyak sesaat. Dadanya tiba-tiba terasa sesak, jawaban Kenan benar-benar menohok hatinya. Namun ia berusaha bersikap tenang dan biasa saja di depan Kenan "Ma-maksudmu, Fara sedang sakit?"

"Hm." jawab Kenan hanya ber'hm' singkat.

"Sakit apa? Apakah parah, hingga kamu tidak bisa meninggalkannya?" cecar Gabela tidak puas dengan jawaban Kenan, sembari menyematkan intonasi kekhawatiran yang entah tulus atau tidak.

"Asmanya sempat kambuh tadi, tapi sudah ku tangani. Sekarang keadaannya sudah lebih baik, tapi aku tidak mungkin meninggalkannya. Sebagai seorang SUAMI, tidak mungkinkan aku meninggalkan ISTRIKU dalam keadaan tidak baik-baik saja?" tutur Kenan panjang lebar nan santai namun penuh penekanan yang bagi Gabela bagaikan ribuan pedang yang menghujani hatinya tanpa ampun hingga tak sempat mengeluarkan darah.

Benar-benar sakit tapi tak berdarah. Kali ini Gabela terhenyak cukup lama sembari mencoba mengusir rasa sakit sekaligus sesak yang berpadu menjadi satu bersemayam di dadanya. Dihelanya nafas sedalam mungkin, lalu dihembuskan perlahan "Huuffhh... Bolehkah aku juga tidak masuk kerja hari ini? Aku ingin membantu merawat Fara." tawarnya dengan suara tercekat.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Aku cukup percaya diri dengan kemampuanku sebagai DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM." tolak Kenan mentah-mentah, sinis pula. Alih-alih bersimpati dengan keadaan Gabela, ia malah merasa tersindir dengan penuturan gadis itu yang terkesan meragukan kemampuan medisnya.

"Ugh..." Gabela tertegun menjadi serba salah "A-aku tidak bermaksud meragukan kemampuanmu. Aku hanya ingin ikut merawat Fara saja."

"Tidak perlu, sudah ku katakan, aku bisa melakukannya sendiri. Kalau kamu memang mengkhawatirkan ISTRIKU, aku akan memperbolehkan mu untuk menjenguknya. Tapi, tidak bisa berlama-lama, karena ISTRIKU butuh ketenangan untuk beristirahat maksimal agar cepat pulih." tegas Kenan "Lagi pula, kamu juga harus masuk kerja untuk menggantikan ku sementara. Bukankah itu kewajiban mu sebagai asistenku?"

Gabela benar-benar tak bisa menyangkal. Semua perkataan Kenan memang benar adanya. Dan ia pun tak bisa membantah, terlebih setelah mendengarkan ketegasan yang sangat jelas dalam tutur kata Kenan. "Hufh..." dihembuskannya nafas berat "Baiklah, kalau begitu aku akan menjenguk Fara setelah pulang bekerja saja." putusnya dengan berat hati pada akhirnya.

"Hm." Kenan mengangguk puas "Aku akan menyuruh supirku mengantarmu ke rumah sakit. Anggap saja itu tumpangan dariku dan ISTRIKU, seperti yang kamu inginkan diawal. Ya, meskipun sedikit berbeda dengan kami yang tidak bisa ikut serta. Sekali lagi, maaf." jujur saja, Kenan sangat tidak enak hati dengan semua sikapnya pada Gabela sejak tadi. Namun mau bagaimana lagi, ia harus bersikap tegas meskipun harus menyakiti hati Gabela. Oleh karena itu, sebagai permintaan maafnya, ia menawarkan tumpangan pada Gabela.

"Iya, tidak apa-apa. Aku akan menerima tawaran tumpangannya, terima kasih. Kalau begitu, aku permisi. Sampai jumpa!"

"Hm, sampai jumpa."

Kenan menatap nanar punggung Gabela yang berlalu menuju lift. Sesaat sebelum pintu lift tertutup, gadis itu masih sempat-sempatnya melambai sembari tersenyum yang terkesan dipaksakan padanya. Kenan pun membalasnya dengan hal yang sama, namun tentu saja dengan senyuman tulus. Dalam hatinya yang terdalam, Kenan merasa kagum pada ketangguhan Gabela. Ia akui, gadis itu benar-benar tangguh. Sayangnya, Gabela melabuhkan hatinya pada tempat yang salah. Kenan sangat menyayangkan hal itu dan merasa bersalah pada padanya. Kadang Kenan berpikir, pantaskah dirinya menolak Gabela?

Jujur, Kenan mengakui kesempurnaan fisik Gabela sebagai seorang wanita yang mempunyai daya tarik yang mampu memikat kaum adam dengan mudahnya. Sayangnya, Kenan tidak termasuk diantaranya. Sejauh ini kesannya pada Gabela hanyalah sebatas partner kerja dan sahabat yang sudah dianggapnya sebagi seorang adik. Tak ada sedikitpun ketertarikan antara lawan jenis. Entahlah, Kenan juga tak tahu mengapa demikian. Yang ia tahu, kini ia harus berusaha yang terbaik untuk memupuskan harapan Gabela agar berhenti mendambakan dirinya. 'Semoga kamu mendapatkan pengganti ku, Gaby. Aku sungguh berharap untuk kebahagiaanmu.' doanya tulus dalam hati.

Lantas Kenan kembali masuk dalam apartemen dan tak lupa kembali menutup pintu. Sebelum kembali ke kamar Fara, ia menyempatkan menghubungi supirnya melalui interkom, memerintahkan sang supir untuk mengantar Gabela ke rumah sakit.

Ceklek...

Saat memasuki kamar Fara, Kenan mendapati Fara sedang berbaring, kondisinya masih tampak lemah.

"Siapa?" tanya Fara begitu Kenan tiba di sisinya, duduk di tepi ranjang.

"Gabela." jawab Kenan.

1
Sri Lestari
critanya kog jadi ken gak berwibawa gitu sih...kn awalnya kesannya kenan itu bijaksana ya berwibawalah...
ini kog ketus...
Amin Srgfoo
sayang banget ngak dilanjutin
Dhina ♑
itu adalah hal paling tragis dan memalukan

batal
pernikahan barat
Dhina ♑
Astaga dibatalkan
why
Amin Srgfoo
udah kangen pingin baca kelanjutannya
cew_geminy
berhenti tengah jalan
NOTOXIC: maaf kak, akunnya kebajak, jdi gk bsa dilanjutin nulisnya🙏
total 1 replies
Giralexta
Yes bener,,,,jodoh itu namanya sayang, mau berapa lama kalian pacaran kalo bukan jodoh pasti pisah😍😍
Nur Hidayah
jagan ada pelakaor dong thooor
Maryati
koq ngak ada kelanjutannya lagi
apa sdh selesai ceritanya 😊
NOTOXIC: maaf kak, akunnya kebajak, jdi gk bsa lnjutin nulisnya🙏
total 1 replies
Neng Win
visualnya
Rini Kusmiyanti
sedikit ke gak nyambung alur ceritanya setelah ganti bab
Amin Srgfoo
udah selesai ya
Mok Tudan
kenapa tak Ada update nya
Ima Yuliantina Tony
banyak banget kata huft🤣
say BYE 👁️👄👁️
nopal kenan w tandain namamu si eps lnjt 🧐
Nur Hidayah
kena Fara takjujur sih thooor tentang perasaanya
Nur Hidayah
buat Farah sadar dengan perasaanya thooor terhadap suaminya jg sampae menyesal buat percaya diri Fara
Kartika Dewi
ok like,vote n bunga
bunga
dalangya si andre ni..
Ika
biar Kenan gantian cemburu Thor biar ngerasa🤭🙏💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!