Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Heran
Jevandra baru saja pulang ke rumahnya. Tapi dia tidak menemukan satupun pelayan yang ada di bawah. Ini masih sore, tapi tidak satupun dari mereka yang di lihat Jevandra.
"Kemana mereka semua?" tanya Jevandra saat tidak melihat satupun para pekerjanya.
"Mungkin mengerjakan sesuatu, tuan." jawab Roy yang berada di belakangnya.
Jevandra tidak ingin menanggapi lebih lanjut. tujuannya saat ini adalah kamarnya. Dia ingin cepat mandi dan beristirahat mungkin.
"Kau mau kemana?" tanya Jevandra saat melihat Roy yang masih mengikutinya bahkan saat dia sudah sampai di lantai 2.
"Mengantar tuan." jawab Roy apa adanya.
"Mengantarku? Untuk apa?" tanya Jevandra tidak tau.
Roy sendiri merasa heran. Kenapa Jevandra bertanya seperti itu. Bukankah ini hal yang biasa dia lakukan? kenapa harus bertanya lagi?
"Bukankah biasanya-" Roy tidak melanjutkan perkataannya saat mendengar suara-suara keributan disana.
Dia yakin suara itu berasal dari dalam kamar tuannya. Bukan hanya Roy saja yang mendengarnya, tapi Jevandra juga mendengar hal yang sama.
Apalagi saat dia mendengar suara teriakan Diara membuatnya langsung pergi menuju kamarnya.
"Ahkkk..." Diara berteriak keras, hingga membuat seseorang yang berada di luar sana salah paham mendengarnya.
Brak!
Semua orang yang berada di dalam kamar terkejut saat melihat siapa yang datang. Jevandra, dia menatap tajam pada mereka semua yang berada di dalam kamarnya.
Tidak semua orang dia izinkan memasuki kamarnya. Lalu apa ini? kenapa banyak orang bahkan kamarnya di buat menjadi tempat bermain kartu. Yang benar saja!
"Ada yang bisa kau jelaskan disini?" tanya Jevandra menatap tajam pada Diara yang mukanya sudah penuh coretan lipstik.
Bukan hanya Diara, tapi para pelayannya, bahkan sampai ke pelayan Rye juga ikut. Lihat, Remi bahkan tidak berani menatap ke arahnya saya ini. Karena di tangannya masih ada lipstik yang sepertinya baru dia gunakan untuk mencoret wajah Diara.
"Kalian keluar saja" bisik Diara pada Remi membuat kepala Jevandra ingin meledak saat ini juga.
Remi mengangguk kaku, karena dia tau setelah ini dia tidak akan baik-baik saja. Tapi dia melakukan semua ini karena perintah nyonya muda.
"Permisi, tuan." pamit mereka semua.
Roy menatap tajam ke arah Remi yang hanya bisa menunduk saja. Dia juga tau, jika Remi ini masih muda. Tapi bukan berarti bisa bermain sesuka hatinya bersama nyonya muda.
Kini hanya tinggal Jevandra dengan istrinya saja. Diara masih sibuk mengumpulkan kartu-kartu tersebut, hingga mengabaikannya.
Karena tidak sabar menunggu, Jevandra menarik tangan wanita itu hingga membuat Diara menahan rasa sakit di pergelangan tangannya.
"Katakan apa maksudmu melakukan semua ini? Kau tau aku tidak suka jika kamar ku di masuki sembarang orang. Tapi apa yang kau lakukan saat ini. Kau bermain dengan mereka semua di dalam kamar." kata Jevandra menatap tajam ke arah Diara saat ini.
"Bukankah suamiku bilang aku tidak boleh keluar dari dalam kamar? Aku sudah melakukannya, aku tidak keluar dari kamar. Lalu kenapa masih marah?" jawab Diara membuat Jevandra emosi.
Dia mencengkram pergelangan tangan Diara dengan kencang, hingga membuat Diara hanya bisa menahannya. Dia tidak ingin jika laki-laki ini mengakui kesakitannya.
"Aku menyuruhmu untuk tidak keluar kamar, bukan berarti kau bisa mengajak mereka semua bermain di dalam kamarku! Kau bahkan terlihat begitu dekat dengan Remi. Apa kau menyukainya? Apa kau sengaja menggodanya?" kedua bola mata Diara membulat sempurna saat Jevandra menuduhnya begitu.
"Aku memang bukan terlahir dari keluarga baik di mata anda, Tuan Jevandra Raksa Bumi. Tapi aku di besarkan dengan begitu baik oleh keluargaku. Aku mengerti seperti apa moral seorang perempuan yang sudah bersuami."
"Lalu apa itu tadi hah? Kau berbisik padanya, dan kalian terlihat begitu dekat. Lalu apa itu jika tidak menggodanya?" tanya Jevandra yang masih menuduh Diara dengan tuduhan-tuduhan seperti itu.
"Apa sekarang anda mencurigai saya?" tanya Diara tidak percaya dengan semua ini.
Jevandra tersenyum miring melihat reaksi Diara yang sudah ingin menangis. Dia menyukai wajah menyedihkan ini. Dia benar-benar menyukainya.
"Kenapa, apa kau takut jika aku membuatnya menderita? Aku bisa melakukan apapun sesuka hatiku, bahkan jika ingin melenyapkan nyawanya sekalipun aku bisa melakukannya. Apa kau ingin melihatnya?" bisik Jevandra membuat Diara semakin tidak percaya dengan semua ini.
Bukan hanya hidup dalam dendam, tapi dalam diri Jevandra hidup sosok iblis yang tidak dia ketahui. Sebenarnya siapa yang dia nikahi ini?
Kenapa Diara merasa jika Jevandra ini bukan laki-laki sembarangan?
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣