NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita

Status: tamat
Genre:Poligami / Duda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: warnyi

Kebahagiaan rumah tangganya selama ini ternyata hanyalah sebuah kepalsuan...

Ayu harus menerima kenyataan pahit, saat sang suami yang sangat di cintainya mengakui telah menikahi sahabatnya sendiri.

Di saat bersamaan tanpa Ayu sadari ada seseorang yang selalu memperhatikannya dan menjadi pelindung untuknya.

Mampukah Ayu menerima semua keputusan suaminya untuk berbagi cinta ?

Atau Ayu lebih memilih untuk menyerah dari rumah tangga yang sudah tak seperti yang ia inginkan...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.24 Hinaan

...Happy Reading ...

...❤...

" Terima kasih Mba Ayu, aku suka banget sama gaun buatan Mba " ucap salah satu pelanggan Clasissa boutique setelah dia melihat baju yang sudah di buatan untuk poto frewedding nya.

" Sama-sama, saya juga senang bisa ikut terlibat dalam rencana pernikahan kalian " jawab Ayu tersenyum hangat ke arah sepasang kekasih di hadapan nya.

Setelah perbincangan kecil antara dua perempuan itu, Ayu mengantarkan pelanggannya itu ke luar butik.

Kening Ayu berkerut halus melihat seseorang yang baru saja turun dari mobil di depan butiknya.

" Bang Radit ? " gumam Ayu pelan.

" Aku perlu bicara sama kamu Ay " ujar Radit saat sudah berada di hadapan Ay, dengan wajah yang sudah memerah seperti menahan emosi.

" Kita bicara di ruangan aku aja Bang " anggkuk Ayu, lalu berjalan masuk kembali ke dalam butik di ikuti Radit di belakangnya.

Sampai di dalam ruangan, Radit langsung menutup pintu dengan cukup keras.

Ayu menatap waspada pada Radit.

" Mau apa kamu Bang ?" tanya Ayu mundur ke belakang ketika melihat Radit yang menatapnya tajam dengan rahang sudah mengeras.

" Jadi laki-laki itu yang menjadi alasan kamu ingin bercerai denganku..!" desis Radit dengan tangan terkepal.

Ayu terus melangkah mundur, dengan penuh waspada.sedangkan Radit terus merangsek maju mendekati Ayu.

" Ma.. Maksud Abang apa?" tanya Ayu gugup.

Dukh...

Akh...

Jerit Ayu tertahan saat kakinya terbentur meja kerjanya sendiri.

" Lelaki yang selalu ada bersamamu dan anak kecil itu, dia selingkuhan kamu kan Ay ?!" tuduh Radit menekan bagian depan Ayu sampai tubuh Ayu condong ke belakang.

" Siapa Bang ? Aku tidak pernah dekat dengan lelaki manapun selain kamu " bantah Ayu, menahan rasa sakit di paha bagian belakangnya karena tertekan pada pinggir meja oleh tubuh Radit.

" Gak usah banyak alasan kamu ! Heh... ternyata selama ini bukan cuma aku yang bermain di belakang... Tapi kamu juga mempunyai lelaki lain selain aku di luar...Hahaha..." racau Radit, sudah seperti orang yang sedang mabuk saat ini.

Ayu menggeleng kuat, tangannya bertumpu pada meja agar tubuhnya tak terjatuh.

" Apa maksud Abang, aku gak pernah melakukan itu Bang " sangakal Ayu dengan tatapan tak percaya pada lelaki yang saat ini hampir menindihnya.

" Hahaha.... Kamu benar-benar pandai menyembunyikan keburukanmu di balik wajah polos dan pakaian mu ini hah...!"

Radit mengelus lembut wajah Ayu dengan punggung jari tangannya.

Aaaaa....

Ayu menjerit ketika tiba-tiba Radit dengan kasar menarik kerudung yang di pakainya, sampai jarum pentul di bawah dagu menggores leher mulusnya.

" Apa yang kamu lakukan Bang...!" sentak Ayu tidak terima.

" Kamu lebih pantas memakai pakaian seperti jal*ng dari pada memakai pakaian ini, itu lebih serasi dengan kelakuan dirimu " hardik Radit dengan senyum miring di salah satu sudut bibirnya.

Mata Ayu sudah berkaca-kaca, tak percaya dengan perkataan yang keluar dari mulut seorang lelaki yang pernah menjadi pengisi hidupnya.

" Radit...!!"

Ayu berteriak sambil mendorong kuat dada Radit sehingga membuatnya terhuyung ke belakang.

Ayu langsung berjalan menjauh dan berdiri tegap.

" Kamu ini kenapa sih, datang ke sini langsung marah-marah ? Ingat kita itu sebentar lagi akan bercerai, jadi aku bebas mau dekat dengan siapa saja sekarang.." tunjuk Ayu pada Radit dengan napas tak beraturan.

Rambutnya kusut dengan baju yang berantakan karena tarikan tangan Radit begitu kuat.

" Aku kecewa sama kamu Ay, aku gak nyangka kalau kamu bisa berkhianat di belakangku, kamu menjalin hubungan dengan lelaki lain ?" ucap Radit melihat Ayu dengan mata yang memerah.

" Aku tidak pernah berbuat hal menjijikan seperti yang kamu tuduhkan Bang. Dari siapa Abang mendengar berita itu, apa Mala yang mengatakan semua itu ?" Ayu menatap penuh selidik pada lelaki yang kini berdiri di hadapnnya.

" Ibu juga " sambung Ayu saat melihat Radit tak menjawab pertanyaan darinya.

Ayu tersenyum miris. Ternyata Madu dan juga Ibu mertuanya itu memanfaatkan kejadian kemarin, malam untuk membuat Radit semakin berprasangka buruk padanya.

" Ternyata kamu masih saja seperti dulu ya Bang "

Radit menautkan alisnya mendengar ucapan Ayu.

" Mudah sekali di pengaruhi oleh orang lain. Abang selalu menuduh orang tanpa mau mencari tau kebenarannya terlebih dulu " sambung Ayu.

Air mata nya sudah hampir tumpah, hatinya terasa sakit, mengingat hinaan yang lelaki di depannya itu katakan beberapa saat yang lalu.

" Dengan mudahnya Abang menyamakan aku dengan wanita yang menjajakan tubuhnya "

Ayu terkekeh dengan air mata yang masih mengalir deras.

" Abang berkoar di luar sana kalau Abang masih mencintai aku, tapi perlakuan Abang kepadaku berbanding terbalik dari apa yang selalu kamu ucapkan,"

Radit mematung, mendengar semua ucapan Ayu.

" Terima kasih Bang, Abang sudah meyakinkan aku, kalau keputusan untuk berpisah adalah yang terbaik untuk kita " ujar Ayu menghapus air matanya dengan kasar.

Radit mengeleng kasar, tidak setuju.

" Ini air mata terakhir yang aku keluarkan untuk Abang, rasa cinta dan kasih sayang yang masih ada untuk Abang, kini sudah habis tak bersisa, terhapus oleh hinaan yang Abang lakukan "

" Lebih baik Abang pergi dari ruanganku, aku mau sendiri " ucap Ayu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.

" Ay... Ay.. maafkan Abang, Abang khilaf Ay, tadi Abang terbawa emosi...!" panik Radit mau mendekati Ayu.

Tapi gerakannya tertahan oleh tangan Ayu yang terangkat, menunjukan bahwa Radit harus berhenti.

" Aku mau sendiri Bang... Aku mohon " tekan Ayu.

" Baiklah, Abang akan keluar, tapi Abang mohon maafkan Abang " mohon Radit lagi.

Ayu hanya mengangguk samar tanpa mau melihat ke arah Radit.

Dengan lemas dan rasa bersalah yang sangat mendalam Radit keluar dari ruangan kerja Ayu.

Di luar Radit langsung di sambut dengan tatapan tajam penuh selidik dari semua karyawan Ayu.

Ruangan Ayu memang tidak di lengkapi dengan kedap suara, dan karena itu semua pertengkaran antara Ayu dan lelaki yang di anggap sebagai suaminya itu terdengar sampai ke luar.

Radit tampak mengacuhkan tatapan para wanita itu dan memilih berlalu pergi.

" Mba... Mba gak papa ?" Riska masuk ke dalam ruangan Ayu.

Ayu hanya menoleh sedikit ke arah pintu, dengan tubuh masih bersandar setengah berbaring di dalam sofa.

" Mba.." ucap Riska lagi saat tak mendengar jawaban dari orang yang ia panggil.

Riska melihat ruangan Ayu yang terlihat sangat berantakan, kertas desain yang berserakan di lantai dengan berbagai macam pensil yang biasa di gunakan menggambar sketsa oleh Ayu.

" Mba gak papa?" Riska duduk di samping Ayu.

Menatap prihatin keadaan bosnya itu yang terlihat sangat kacau.

Hijab terlepas dan tergeletak di lantai, rambut kusut dan pakaian berantakan, dengan wajah sembab dan sedikit pucat. Menjadi pelengkap kekacauan di tubuh lemah Ayu.

Ayu menegakkan tubuhnya.

" Mba gak papa, kamu bisa tolong bereskan ini. Mba mau mandi dulu " ujar Ayu.

" Iya Mba " angguk Riska. Dia memperhatikan langkah Ayu yang terlihat sedikit terlatih.

" Jangan sampai semua ini terlihat orang luar ya, cukup sampai di kamu aja " ucap Ayu sebelum masuk ke dalam ruang pribadinya.

" Baik Mba "

" Terima kasih "

...🌿...

...🌿...

...🌿...

Nah sambil nunggu aku up lagi coba baca karya milik Kak Bubu.id yang berjudul Tetanggaku ternyata Maduku...

Yang pasti seru dan bagus banget ceritanya..

Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya...

Terima kasih para kakak-kakak yang baik hati..🙏😊😘

.

...🙏😊😘...

1
Dandelion
ayu...ayu bikin gemes aja...ngapain suami medusa spt itu di pertahanin ..
Dandelion
laki2 medusa si radit 😠
Diana
yang mengalami siapa, yang balas dendam siapa!!!
gak masuk akal tuh sikap Alana yang licik dan picik!!
Diana
ada gak ya di dunia nyata tipe suami seperti Ezra ini?????
Diana
kalau keenan tidak bersikap tegas dengan Alana maka siap-siap akan kehancuran rumahtangganya!
Diana
hargai perasaan istrimu keenan!
Diana
hahahaha.....
mala sudah menerima karma atas perbuatannya!!.!
ckckck!!!
Diana
dari, sari, kamu itu orangtua yang tidak punya perasaan, giliran suami mendua, dia sakit hati, ketika anaknya disuruh mendua perasaaanya tumpul!!
Diana
ternyata karma sedang menghampiri keluarga Radit yang egois dan licik!!
Diana
maling teriak maling!!!
ckckck, kasihan deh Lo mala!
tinggal terima karma selanjutnya karena tidak bertobat.
Diana
nikmati saja kehidupanmu Radit!!
itu adalah pilihanmu sendiri!!
sutiasih kasih
biarin aja suamimu smakin ingkar janji ayu....
buknkah akn semakin mudah km melepasknnya....
yakinlah tak akn bahagia radit hidup dgn wanita brhati busuk sprti mala...
Dewi Yuliani
Luar biasa
Dewi Yuliani
Lumayan
Hotma Gajah
katanya jago bela diri kok gampang banget di gampar keluarin jurus kodok nendang langitnya dong/Facepalm/
Hotma Gajah
punya usaha ngapain kwatir..
mewek kata orang kayak ceeita ikan selam😀
Hotma Gajah
ayu kayak pengemis
Hotma Gajah
jgn bertele telelah sat set buang klo emang wanita kuat dan tangguh
Hotma Gajah
satu lagi wanita bodob yg gampang di tindes ama mertua😏
Asti Sugiyo
Makanya jadi perempuan tuch hrs punya prinsip...mau2nya diperlakukan begitu...😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!