Seorang wanita bekerja sebagai Pemandu Lagu di sebuah Club Malam.
Dia berjuang keras menjadi tulang punggung sebuah keluarga,Namun keluarga bibi dan pamannya.
Orang tuanya sendiri sudah meninggal dalam tragedi kecelakaan.
Dara Aulia nama wanita tersebut.Di panggil Dara.Bekerja sebagai Pemandu Lagu disebuah Club Malam.
Namun dirinya masih menjaga kesuciannya.
Pekerjaan Dara henyalah bernyanyi menemani om-om yang galau .Tidak lebih dari itu.Namun melihat dari pekerjaan yang di lakoninya,membuat dia dianggap sebelah mata.
Dara di pertemukan dengan seorang CEO yang super dingin dan arogan,Arthur namanya.Dia mencari seorang istri pura-pura untuk melancarkan sebuah ambisi balas dendam atas masa lalunya.
Menikah di atas Kontrak adalah jalan yang dia pilih.Karena tidak akan ada ikatan cinta di status mereka.Hingga ,sampai semuanya selesai.Arthur dengan mudah meninggalkannya.
Tidak ada kontak fisik itu adalah salah satu perjanjiannya.Namun Apakah mereka akan saling jatuh Cinta??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahyaning fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegiatan Panas di kamar mandi
Selesai memasak untuk sarapan ,Dara menatanya di meja makan..
Aroma masakan yang Dara masak sampai tercium ke hidung suaminya hingga suaminya terbangun.
Dara pun bergegas membuat kopi choco latte creamy yang lezat untuk suaminya.
Dibawa kopinya tersebut.
Saat memasuki kamar,suaminya sudah terbangun sedang duduk di tepian ranjang.
"Mas sudah bangun ? "
"Hem." suami nya mengangguk.
"Dara,udah bikinin kopi."
"Minum ya mas." Dara menyerahkan secangkir kopi kepada suaminya.
Dan Arthur pun menyeruput kopi tersebut.
"Hem,sangat enak." batin Arthur.
Tubuh Dara terasa lengket,setelah berkutat di dapur.
Dara pun memutuskan untuk mandi dan bersih-bersih.
"Oya,mas, Dara mau mandi tapi Dara tidak membawa baju ganti."
"Apakah Dara boleh meminjam kemeja mas yang sudah ga muat ? "
"Atau ga ke pakai juga ga pa-pa ?"
"Cari saja di lemari itu?" ucap Arthur menunjuk lemari pakaiannya.
Dara merasa senang ,suaminya sudah tidak menampakkan raut muka yang jutek,dingin dan nada bicaranya yang arogan.
Mungkin karena perhatian - perhatian kecil yang Dara berikan.
Setelah mendapat kan apa yang di inginkan,Dara pun bergegas ke kamar mandi.
Selesai mandi , ternyata Dara lupa membawa handuk.
"OMG ,bagaimana nih ? "
"Masa aku harus minta tolong mas Arthur buat ambil handuk !"
"Aku malu dong."
"Lagian apa dia mau aku suruh!"
"Ah,sudahlah akan aku coba !"
"Semoga dia mau menolong ku !"
"Ehm...mas...mas.." panggil Dara.
"Ada apa ?" suara dari arah kamar.
"Tolong bisa ambilkan Dara handuk ?"
"Dara ,lupa ! "
"Tolong mas!"
"Please,tolongin Dara !" sambil menangkupkan kedua tangan dengan muka puppy eyes .
Dengan senyum devilnya , Arthur membawakan handuk .
Tok...tok...tok
"Nih,handuk nya ?"
Dara hampir ga percaya,karena ini pertama kali seorang Arthur mau di suruh , biasanya jutek nya minta ampun.
Dara membuka sedikit pintunya,dan mengulurkan tangan nya.
Namun oleh Arthur , ditarik tangan istri nya.
Tentu saja pintu terbuka dan tubuh Dara tertarik menempel ke tubuh suami nya.
Arthur yang melihat pemandangan indah di depan nya ,menatap nya dengan intens .
Tubuh Dara sudah menjadi candu bagi Arthur. Dara yang di tatap, wajahnya merah menahan malu
Tanpa meminta izin , Arthur membopong tubuh istri nya ke kamar mandi.
Dan mereka melakukan hubungan suami istri untuk kedua kalinya ( di kamar mandi).
Kali ini tidak ada pemaksaan ,Arthur melakukannya dengan sangat lembut.
Hingga keduanya mencapai *******,mereka merasakan lelah yang teramat sangat.
Melihat istrinya kelelahan ,Arthur bangkit menggunakan jubah mandinya.
Dan setelah itu memandikan istrinya dengan telaten.
Setelah selesai mandi , Arthur melilitkan handuk pada tubuh istrinya .
Arthur membopong istrinya ke kamar.
"Turunkan aku mas !"
"Aku berat."
"No."
"Aku masih kuat !"
"Jika kau tidak percaya,kita bisa melakukannya lagi !" bisik Arthur.
"Dan kau akan tahu seberapa kuatnya aku !" sombong Arthur.
"Astaga mas."
"Bicaramu memalukan sekali !" Dara melongo tidak percaya.
Arthur hanya tertawa senang,melihat wajah istrinya merah seperti udang rebus.
Dengan telaten Arthur memakaikan baju istrinya,Dara yang mendapat perlakuan istimewa menjadi sangat malu.
Setelah menyelesaikan sarapan pagi,Arthur menelfon asisten Tony untuk menjemput.
Rencananya pasangan suami istri itu akan kembali ke rumah hari ini.
Asisten Tony sudah menunggu tuan dan nona mudanya di lobi Apartemen.
Tony sengaja menunggu di lobi , karena dia ingin memberikan waktu tuan dan istrinya bersama.
Keluar dari lift nampak suami istri itu bergandengan tangan.
Terlihat dengan jelas semburat senyum di wajah tuan muda nya.
Tony yakin,istrinya bisa membahagiakan bosnya.
Dinding es yang menjulang tinggi sudah mulai cair semenjak kedatangan istrinya.
"Selamat pagi tuan !"
"Selamat pagi nona !" sapa asisten Tony.
"Pagi asisten Tony." jawab Dara dengan tersenyum.
"Pagi ,Ton."
"Dara ,cepatlah kita harus cepat sampai di rumah ."
"Aku masih banyak kerjaan." Arthur merasa tidak senang karena Dara tersenyum kepada Tony,bawahannya.
"Iya mas."
Mobil melaju meninggalkan Apartemen.
Sebelum meninggalkan Apartemen Arthur menyuruh Tony berhenti di butik baju terkenal.
"Mas,ko kita berhenti di sini ? " tanya Dara.
"Kita akan beli baju." jawab Arthur.
"Beli baju !" Dara masih belum mengerti.
"Apakah mas Arthur akan membeli baju ?" tanya nya dalam hati.
"Turunlah." ajak Arthur.
Dara pun turun dari mobil.
Dara mengikuti langkah suaminya dari belakang.
Banyak mata tidak berkedip ,melihat ada cowok tampan memasuki butik.
Tubuhnya yang tinggi dan proposional membuat kaum hawa ingin tau siapa gerangan pemuda tampan itu????
Saat itu juga Arthur menarik tangan Dara agar berjalan di sampingnya.
Arthur memeluk pinggang istri nya agar Dara lebih menempel pada nya.
Kaum hawa yang melihat itu,jadi patah hati.
Sebelum cinta dikejar , eh, malah di sepak terlebih dahulu.
"Ada yang bisa kami bantu tuan ?" tanya seorang pelayan.
"Tolong carikan baju yang cocok untuk istri ku?"
Dara yang mendengar penuturan Arthur jadi salah tingkah.
Karena ini pertama kalinya Arthur menganggap
Dara sebagai istri.
"Mas,buat apa beli baju ?"
"Baju Dara banyak." Dara berbisik takut pelayan mendengar.
"Lagian di sini baju nya mahal - mahal."
"Satu baju harganya bisa buat beli motor."
"Kan sayang ,mas."
"Biasanya Dara kalau beli baju,tuh di lemah abang."
"Baju nya bagus - bagus dan murah."
Pelayan Butik yang mendengar itu hanya tersenyum melihat kepolosan perempuan tersebut.
"Ish , kau ini."
"Kau pilih saja yang kau suka !"
"Aku yang akan membayar."
"Lagian untuk membeli baju dan seluruh butik ini tidak akan membuat ku miskin !" kesal Arthur.
"Tapi......."Dara nampak berfikir.
"Ya sudah kalau kau tidak mau !"
Melihat Suami nya tampak agak kesal , Dara langsung mencegah suaminya meninggalkan tempat itu.
"Baiklah..aku mau yang ini ,tapi ini juga bagus."
"Ini bagus juga tapi harga nya mahal sekali." Dara menimbang - nimbang mau pilih yang mana.
"Pelayan,bungkus ini semua !"
"Yang itu juga."
"Dan yang di sini dan di situ semua nya di bungkus."
Dara hanya melongo,suami nya menyuruh pelayan untuk membungkus semua baju yang di butik.
"Mas,kenapa banyak sekali ? "
"Dara kan ga jualan baju ?"
"Kau lama sekali memilih."
"Lebih baik semuanya saja."
"Kalau kau tak suka , kau buang saja !!!"
"Jangan !!"
"Ish,mas ini..." bibir Dara manyun.
"Se enaknya saja ."
Melihat itu Arthur kembali tersenyum,dia baru sadar kalau istrinya sangat menggemaskan jika manyun seperti itu.
Tony yang melihat dari kejauhan merasa senang, melihat tuannya kembali tersenyum.
***********************************************
Note.
" Sekeras apapun batu,kalau setiap hari terkena tetesan air .Lama-kelamaan akan berlubang dan akhirnya pecah.
Seperti hati,sekeras apapun hati apabila terus di sirami dengan kasih dan sayang lambat laun akan luluh juga."
alana kan dojter kandungan madak ga ngeh kalo sedang hamil