Time Travel? Ke tubuh putri sampah? Lalu diknianati oleh keluarganya hingga meninggal? Yang benar saja!
Karena sekarang Xia Yu, seorang mafia wanita dari zaman modern yang mengisi tubuh ini maka jangan harap mereka yang mengkhianati dan memperlakukan pemilik tubuh ini dengan buruk akan selamat dari pembalasannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani O Miteiru?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengobatan Demi Human dan Akira
Sementara Xia Yu sudah berada di luar, tepatnya berada di kamar Akira sebelumnya. Ia menaruh sarung pedang itu dengan hati-hati di atas kasur yang dia duga milik Akira. Ia juga mulai mengeluarkan Pedang Murasaki dari kantong doraemonnya. Tentu saja pedang itu merespon dirinya. Bahkan dia tak seperti benda mati lainnya, karena ia bergetar pelan ketika tangan Xia Yu telah menggenggamnya. Hah! Sebuah pedang yang merupakan benda mati pun bisa memiliki perasaan sehingga bergetar begitu dipegang oleh pemiliknya? Mungkin Xia Yu memang sudah gila karena berpikir seperti itu akibat sebuah getaran pelan saja.
Pedang itu keluar dan langsung tergenggam dengan pas di tangan Xia Yu. Ketika Xia Yu mendekatkan pedang itu ke arah sarung pedang yang ada di atas kasur, secara ajaib sarung pedang itu bergerak sendiri ke arah si pedang dan-
HAP
Ia langsung menutupi pedang itu dengan sempurna. Xia Yu sampai dibuat tercengang dan tak bisa berkata-kata melihatnya. 'Oh pedang yang arogan untuk pemilik yang arogan. Memang sangatlah cocok bukan?' Batin Xia Yu dengan seulas seringaian yang meluncur tipis di bibirnya itu.
Setelah itu ia kembali memasukkan pedang yang sekarang sudah menjadi keren itu ke dalam kantong doraemonnya. Baru setelah itu, ia mematikan lilin yang digunakan sebagai penerangan di kamar Akira ini mengingat mungkin Akira akan berada di dalam kantong doraemon sampai matahari bersinar lagi, maka dia mematikannya. Setelah itu, baru ia masuk kembali ke dalam kantong doraemonnya untuk menemui mereka yang sedang menangani para korban.
Kembali ke sisi Xiao Yu, Xiao San dan Akira yang saat ini sedang membantu menangani para korban yang telah diberi pertolongan pertama. Mengingat mereka telah diberi pertolongan pertama, Akira hanya perlu mengecek ulang kondisi mereka memastikan tidak ada luka fatal yang diderita semua korban hari ini. Sementara Xiao San dan Xiao Yu membantu memeriksa dan mengganti perban para korban bersama para Demi-Human yang lainnya.
Ketika memeriksa, Akira menyadari bahwa para Demi-Human ini sepertinya memiliki luka fatal dan beberapa mungkin akan meninggalkan bekas meski sudah sembuh. Luka-luka ini terkesan sudah lama bukan luka baru akibat ledakan tadi tetapi lebih ke arah cambukan dan pukulan oleh benda tumpul dan keras. Karena itu, ia memberanikan diri untuk bertanya darimana luka-luka tersebut mereka dapatkan.
Tak pernah diduga olehnya bahwa mereka akan menjawab dengan nada biasa seolah hal tersebut memang sudah lama sekali berlalu dan tak membekas di hati mereka. Mereka mengatakan bahwa itu luka yang diakibatkan oleh mereka sendiri karena sebagai budak yang akan dijual mereka tidak pernah mematuhi para manusia yang menangkap mereka itu malah memberontak sehingga merema pun dihukum dengan kejam begitu.
"Namun, semua hal buruk itu berhenti karena kemudian Nona Xia dan yang lainnya membantu kami keluar dari sana. Bahkan ia dengan sukarela memberikan kami pakaian, tempat tidur bahkan segala fasilitas yang kami dapatkan saat ini. Makanya kami bisa seperti ini sekarang." Lanjut salah seorang Demi-Human itu menjawab pertanyaan dari Akira dengan senyuman di wajahnya.
"Jadi sebelumnya kalian ini adalah budak? Dan Xia Yu telah menyelamatkan kalian?"
Melihat anggukan mereka yang serempak membuat Akira menggeleng-geleng tak percaya. Wah ternyata dia bisa begini juga, pikir Akira. Saat itulah ia terkaget melihat Xia Yu yang mendadak muncul disana.
"Ah, Nona Xia Yu yang terhormat. Anda mengagetkan diriku saja." ucapnya dengan mata yang mendelik kesal.
"Ah, maafkan aku Akira."
Mendengarnya Akira hanya memutar bola matanya dengan kesal. "Hm."
Xia Yu pun hanya terkekeh. Mengabaikan Xia Yu dan apa yang ia lakukan, Akira kembali fokus pada para Demi-Human di hadapannya.
"Xia Yu. Kurasa aku harus meminjam ruanganmu yang biasa dipakai untuk membuat obat juga berbagai tanaman herbal milikmu untuk obat herbal yang bisa digunakan langsung oleh mereka dan juga memberikan efek penyembuhan yang luar biasa pada mereka." Pintanya pada Xia Yu.
Mendengar hal itu, Xiao San dan Xiao Yu yang masih ada di sekitar sana saling memandang dan mengangguk bersamaan tanpa suara. Mereka terlihat menyetujui dan senang bukan kepalang melihat Akira akhirnya mau berinisiatif untuk membuat obat untuk para Demi-Human ini. Akhirnya mereka tak perlu merendahkan harga diri mereka dengan meminta dibuatkan obat pada Akira.
"Tentu saja boleh. Malahan sangat boleh, Akira. Kau tahu? Dengan begini kami tidak perlu untuk memohon meminta bantuan dirimu agar mau membuatkan obat untuk para Demi-Humanku ini." Dengan mata yang berkaca-kaca dan kedua tangannya yang memegang tangan Akira, Xia Yu sangat berharap padanya.
"Ah kau ini, jangan beginilah. Aku tentu akan mengusahakan yang terbaik untuk mereka, apalagi mengingat kau adalah temanku dan juga atasanku sekarang ini. Hahaha." Canda Akira pada Xia Yu membuat Xia Yu mau tak mau tersenyum dan ikut tertawa bersamanya.
"Ehm, maaf saya mengganggu. Apakah saya lebih baik tetap memanggil Tuan, dengan sebutan Tuan Akira atau Pak Dokter?" Tanya seorang Demi-Human yang ternyata adalah si wanita rubah yang mengantarkan Akira tadi.
"Ah iya, untung saja kau mengingatkan diriku. Kalian semua bisa memanggilku Akira saja. Karena aku lebih suka dipanggil begitu. Tak perlu memakai Tuan karena kita ini sama-sama bertindak sebagai bawahan dari Nona Xia Yu ini. Sementara untuk dokter, aku kurang suka dipanggil begitu karena aku ini lebih ke ilmuwan dibandingkan dengan dokter." Jelas Akira secara panjang.
"Baiklah kalau begitu, mulai sekarang saya dan teman-teman saya yang hari ini kebetulan diwakili oleh saya akan memanggil anda sesuai yang anda inginkan, Akira." Si wanita rubah itu berbicara lagi dengan disertai pose tangan sebelah kiri yang ditaruh di dada. Dan hal itu diikuti oleh para Demi-Human yang lainnya. Mereka yang masih terluka memilih untuk melakukan pose itu sambil berbaring atau duduk di atas ranjang mereka.
"Ah kalian ini, kenapa harus sampai seperti itu sih?" Akira sampai salah tingkah akibat perbuatan mereka ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
A/N:
Barangkali ada yang sadar kalau sinopsis cerita ini berganti? Ya memang aku ganti berdasarkam masukan dari pihak sini. Rencananya covernya juga akan berubah. Ah mungkinkah ada yang merasa cover saat ini kenapa terlihat familiar? Ya karena memang sengaja saya memakai cover salah satu character anime fenomenal. Hahaha. Mungkin karena itu juga jadi disuruh ganti katanya. Oke semoga ke depannya makin baik juga ya. Mohon bantuannya kawan-kawan sekalian :)
Psst. Double up nich? Hehehe. Semoga kalian suka yaa :)