NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SEGITIGA

BUKAN CINTA SEGITIGA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Romansa / Selingkuh / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:161.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teteh lee

Kisah tentang sepasang manusia bernama Satria dan Emily yang menjalin persahabatan semenjak mereka duduk di bangku SMU sampai sekarang, mereka sudah bekerja dan masih tidak bisa terpisahkan, mereka juga mempunyai sebuah janji dan rahasia yang memperumit hubungan persahabatan mereka, dimana ada sebuah kejadian yang membuat mereka terpaksa merubah status persahabatan mereka menjadi sepasang kekasih, bahkan Satria sampai berjanji akan menikahi Emily karena kejadian tersebut, walaupun perasaan Satria pada Emily hanya perasaan sebatas sahabat saja tidak lebih dari itu.

Bagaimana bila tiba tiba datang sosok Melody yang cantik, ceria, kocak, menyenangkan hadir di kehidupan Satria, tanpa di sengaja, dan tanpa di sadari Satria mencintai Melody yang sedang dalam keadaan patah hati karena di hianati tunangannya.Akankah Satria mengingkari janjinya atau tetap memegang janjinya pada Emily dan mengubur rasa cintanya untuk Melody ?
Silahkan di simak dan semoga ceritanya bisa menghibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Mu

Setelah mengantar Emily pulang ke rumahnya, malam itu Satria langsung melajukan mobilnya menuju apartemen seruni tempat di mana Melody tinggal, dirinya sungguh sangat merindukan gadis mungil nan cantik itu, seharian dia menahan rasa rindu yang seolah akan meledak di dadanya.

Satria membelah jalanan ibu kota dengan hati yang berbunga bunga, terbayang olehnya, Melodi yang masih libur kerja hari ini pasti sedang bersantai di kamarnya.

Tiba di apartemen, Satria langsung naik ke lantai 45, dia langsung menuju unit 4591 yaitu unit apartemen tempat Melody, dia memasukan beberapa digit angka di handle pintu otomatis itu, beberapa hari yang lalu saat dirinya sakit dan tinggal di apartemen itu, Melody sempat memberi tahu kode pintunya, niatnya Satria ingin memberi kejutan dengan langsung masuk dan mengagetkannya.

Sayangnya beberapa kali memasukan kode tapi pintu tak berhasil di buka, dia berpikir kalau Melodi sepertinya mengganti kode pintunya.

Satria kemudian menyerah dan menekan bel di samping pintu, niat memberikan kejutan dia urungkan karena tak bisa membuka pintu, lama di tunggu tapi tak ada seorangpun yang keluar dari balik pintu, akhirnya Satria menekan kode pintu sebelahnya, yaitu milik Johan, dia memang sudah biasa ke sana dan sudah tau nomor kode pintu Johan.

" Jo... lu dimana ?" teriak Satria saat memasuki pintu utama apartemen milik Johan.

" ya, aku di sini," jawab Johan yang ternyata sedang memeriksa beberapa undangan pernikahan miliknya yang akan di sebar minggu depan, karena pernikahannya tinggal dua minggu lagi.

" lu punya nomor ponsel Melody ? gue ke rumahnya tapi kayanya dia gak ada di sana." Satria duduk di sebelah Johan, lalu mengambil selembar undangan untuk dia baca.

" Ntar aku tanya Memes, kayanya dia punya." Jawab Johan masih sibuk dengan undangannya.

" Jangan entar, sekarang,!" pekik Satria.

" ish, ga sabaran banget, kangen banget apa,? bukannya kemaren seharian udah bareng dia, lagian bisa bisanya gak punya nomor ponsel gebetan sendiri." Omel Johan yang segera merogoh ponselnya dari dalam saku celana lalu menghubungi Memes, adiknya untuk menanyakan nomor ponsel Melody.

" Gak aktiv, Jo !" rengek Satria putus asa, setelah Johan memberikan nomor ponsel Melody padanya dan beberpa kali coba menghubunginya tapi selalu gagal.

" Coba tanya pengelola di bawah, barangkali mereka tau atau lihat Melody kemana, kalo perlu cek cctv!" titah Satria pada Johan.

" yaelah bro, yang kangen siapa,,,, yang di repotin siapa,,, perasaan aku terus yang jadi tumbal, tadi di kantor masalah ini.!" Johan melempar ikat rambut berwarna merah milik Melody ke arah Satria.

" Hehe,,, tolong lah, gue males turun" pinta Satria sambil memainkan ikat rambut dan sesekali menciuminya, masih tercium wangi shampo yang biasa Melody pakai.

" Hmm heran,,, mau enaknya gak ada usahanya.!" ucap Johan yang pergi menjalankan tugas dari Satria walau sambil ngomel ngomel kayak emak emak yang lagi sebel sama suaminya karena nyimpen handuk sembarangan kalo habis mandi.

Lima belas menit kemudian, Johan masuk ke apartemen dengan wajah yang serius, dia sedikit tegang saat Satria menayakan hasil jawaban dari pengelola apartemen di bawah.

" Berita buruk bro, Melody pergi, dia pergi" Johan masih menstabilkan nafasnya yang berburu karena tadi di berlarian menuju apartemennya.

" Maksud lo ? ngomong yang bener !" bentak Satria yang tak mengerti maksud pembicaraan Johan.

Johan lalu mengambil sebotol air mineral lalu meminumnya sampai tandas, setelah menarik nafas dalam dia pun bercerita.

" Kata mereka, apartemen yang di tempati Melody itu, atas nama Malik Purwanto, dan itu sudah di serahkan oleh pemiliknya sendiri kepada pengelola untuk di urus agar kedepannya apartemen itu disewakan." Kata Johan panjang lebar.

" Malik Purwanto, mungkin itu papanya Melody, tapi kemana melody ? apa dia di bawa paksa untuk ikut orang tuanya pulang ke Bandung?" Satria mendadak gusar.

" Tadi aku cek cctv, sekitar jam sembilan pagi dia keluar apartemen dengan membawa dua buah koper besar, tapi dia sendirian naik taksi." terang Johan.

" Oh, shiittt ! ini semua gara gara makan siang si_alan dan gak pentnig itu, ! " amuk Satria menyesali dirinya yang tak bisa menemui Melody tadi siang.

" Sudah lah bro, sekarang tinggal cari tau kemana Melody pergi, atau jangan jangan dia di Blue palace ?" Johan berusaha menenangkan bosnya itu.

" Dia masih libur hari ini, tak mungkin kalau dia ke Blue palace." tepis Satria.

" Baiklah, kamu mau aku bantu apa?" Tanya Johan.

" Bantu aku cari tau jadwal kerja Melody besok, aku akan menemuinya di hotel kalau hari ini aku gagal menemukannya.!" Satria melangkah pergi walau tak tau harus mencari Melody kemana.

" Kamu mau cari kemana, Bro ?" Tanya Johan setengah berteriak karena Satria berjalan cepat.

" Kemana saja bahkan sampai neraka pun akan ku cari dia !" ketus Satria.

" wuih, aku rak melu nek nggolet tekan neroko, rong minggu meneh aku arep mbojo, we. ( wuih, aku gak ikut kalau nyari sampai neraka, dua minggu lagi aku mau nikah.)" Johan bergidik ngeri melihat tampang Satria yang sangat tegang dan agak kacau.

Satria mengendarai lagi mobilnya, membelah jalanan malam ibu kota lagi, bedanya sekarang tanpa tujuan dan dengan suasana hati yang mendung, pikirannya kacau, hatinya tak karuan memikirkan dimana keberadaan Melody sang pujaan hati namun bukan berstatus kekasihnya itu.

Lama Satria berkendara tak tentu arah, sampai tak terasa pagi sudah menjelang, sejak kemarin dia belum memejamkan matanya barang sebentar saja, pertama karena berkendara perjalanan dari Bandung ke Jakarta, dan sekarang karena mencari cari keberadaan Melody yang entah pergi kemana.

Drrt,,, drrrt,,,

Ponsel Satria bergetar, tampak nama Johan tertera di layar telepon pintarnya,

" Ya, Jo ! lu udah ada kabar soal Melody ?"

"....."

" Oke, gue segera kesana sekarang !" Wajah Satria yang tadinya pucat pasi seakan kembali di aliri darah, setelah mendapat kabar dari Johan kalau Melody saat ini ada di Blue Palace masuk Shift jam 4 pagi.

***

" Mana Melody Jo ?" tanya Satria menoleh ke kanan dan kekiri mencari keberadaan Melody di segala penjuru, saat baru saja menemui Johan di loby hotel.

" Dia di pantry, tadi aku sudah menemuinya disana, aku menawarkan cuti sementara, tapi dia menolak," terang Johan.

" Apa dia baik baik saja ? aku akan menemuinya." Satria hendak melangkah ke pantry hotel.

" Jangan gegabah, akan menimbulkan gosip yang merugikan Melody bila kamu menemui dia disini, dia terlihat kacau, sama seperti mu, sebaiknya tunggu sampai dia selesai kerja." tahan Johan.

" Dia terlihat kacau ? apa yang terjadi padanya, dan dimana dia tinggal ? oh, Melody,,, memikirkannya membuat aku gila." Satria berteriak putus asa.

" Istirahatlah dulu disini, nanti siang saat Melody selesai bekerja akan ku bawa dia ke tempat mu, kamu pasti belum tidur semalaman kan ?" Johan memberikan kunci kamar hotel yang biasa Satria tempati kalau sedang ingin menyendiri.

" Baik lah lu urus kerjaan kantor hari ini, gue gak bakal bisa kerja dalam keadaan seperti ini." Satria menerima kunci yang di sodorkan Johan sang Asisten pribadi sekaligus sahabat baiknya itu.

Waktu sudah menunjukan pukul dua belas tiga puluh siang, setengah jam lagi Melody selesai bekerja, dan Satria masih belum bisa beristirahat karena menanti nanti saat bertemu dengan Melody, tapi dia sudah mandi dan berganti pakaian, beberapa pakaiannya memang sengaja dia simpan di sana, dia juga tak ingin menemui Melody dalam keadaan yang kacau.

' Bro, tunggu di basement hotel, mobil sudah siap, turun hati hati, ada Emily di loby, sepertinya mencarimu.' isi pesan Johan yang baru saja masuk ke ponsel Satria.

" Emi... takkan ku biarkan dia menggagalkan pertemuanku dengan Melody lagi." Geram Satria kesal, karena pertemuannya dengan Melody saat ini terancam gagal lagi kalau dirinya sampai bertemu Emily.

Satria turun lewat lift khusus presdir, kebetulan dia masih punya kartu aksesnya, benda kotak itu mengantarkannya langsung ke basement dengan aman.

" Johan !" panggil Emily saat melihat Johan sedang berjalan bersama Melody hendak menuju basement.

" ya, ada apa?" Tanya Johan datar, walaupun Johan mengenal Emily dari sejak kuliah karena mereka satu kampus, dan karena Emily dekat dengan Satria sahabatnya, tapi entah mengapa Johan tak pernah menyukai sikap sombong Emily sejak dulu.

" Dimana Satria ? semalam dia tidak pulang ke rumah ibu, dan pagi ini juga tidak berangkat ke kantor?" selidik Emily.

" Dia ada tugas ke luar kota, ada perlu apa, nanti aku sampaikan ?" ucap Johan dingin.

" Tak ada ! Johan, kau tak tau malu dua minggu lagi akan menikah tapi masih sempat berselingkuh dengan wanita tak tau malu ini, awas saja, akan aku adukan pada Satria !" Ancam Emily sambil melirik sinis pada Melody yang malas berurusan dengan wanita itu.

" Bukan urusan mu, adukan saja !" tantang Johan sambil melengos dan meninggalkan Emily yang kesal karena Johan satu satunya karyawan yang tak pernah menghormatinya yang berstatus sebagai kekasih bahkan calon istri presdir.

" Dasar, pasangan selingkuh tak tau malu !" cibir Emily melengos.

"Mas, maaf gara gara aku, Mas Johan jadi di kira berselingkuh, apa tak jadi masalah dengan calon istri Mas Johan ?" lirih Melody merasa tak enak hati.

" Tenang saja, Ririn bukan tipe perempuan yang gampang percaya gosip, lagi pula aku dan Memes sudah menceritakan yang sebenarnya terjadi pada Ririn." urai Johan.

" Memes, aku kangen banget sama Memes, kapan dia kembali ke sini Mas ?" pekik Melody

" Apa hanya Memes yang kamu rindukan? gak merindukan aku ?" ucap Satria yang tiba tiba keluar dari mobilnya yang terparkir di basement.

" Bang Bos....!" Melody menatap Satria sendu, tak dapat di pungkiri kehadiran Satria memang sangat di dambakan Melody, karena Satria selalu menjadi obat penenang baginya saat merasa sedih.

" Kenapa, kok sedih ? kenapa tiap kita ketemu kamu pasti nangis, sih ?" Satria mengelus kepala Melody lembut.

" Cuma sedikit sedih, tapi aku gak mau nangis di depan Bang bos lagi, " lirih Melody menahan air matanya agar tak keluar.

" Kenapa,? kalau mau nangis, ya nangis aja jangan di tahan." ucap Johan.

" Gak ! soalnya kalau aku nangis ntar di cium dia !" tunjuk Melody ke arah Satria yang terlihat serba salah karena mendapat lirikan tajam Johan.

" Bro, ?? anak orang jangan asal cium aja !" pelotot Johan ke arah Satria yang nyengir kuda.

1
Mattea Bee
Luar Biasa!!! /Good//Good//Good/
Mattea Bee
Terimakasih Thor untuk ceritanya yang Luar Biasa.. Terus semangat berkarya Thor/Determined//Determined//Determined/
lolita tyas malina
nah kan ketahuan ... up terus
lolita tyas malina
ikut deg2an 😁😁
lolita tyas malina
alur cerita nya ringan banget .. bahasa nya juga asik ... jalan cerita gak berbelit dn sesuai realita
karakter2nya kuat banget .. ini udh novel kedua dn sukaaaa banget 🥰🥰🥰semamgat up terus
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu ❤️❤️❤️
total 1 replies
Denny
seru, gak bertele-tele.
Bhre Sandra
bagus utk sebuahnovel pertama...
Lita: terimakasih terimakasih sudah bersedia mampir, maaf atas typo yang bertebaran 🙏🤭🥰
total 1 replies
Azizah az
siap meluncur ke cerita selanjutny
Azizah az
nah loh azta mau jelasin apa lagi
Azizah az
ayook gaskeun bang
Azizah az
sama sama terpaksa y ternyata
Azizah az
eaaaaa meleleh hati adek bang sat😀
Azizah az
misi ny masalah hati y mas satria
Azizah az
mangkanya bung jangan maen api klo kagak mau kebakar,
Azizah az
aku tergoda atas saran teteh JD kebut baca ny, udh mampir yaaaaaa
Azizah az: siaapp meluncurrr
total 2 replies
Jasreena
knp Moza seeh yg d salahkan .. ortu mu lah sebabnya...🙄
Jasreena
semangat Moza.... buat azta jatuh cinta lg pdmu demi nirel... 🥰💪🏻💪🏻
Jasreena
udahlah azta.... kan dah ada nurel n Moza, lbh baik d cintai drpd mencintai yg Tidak cinta... 😢
Jasreena
buaya buntung....
Jasreena
ayuuk bang.... cepetan nikahin aku bang Sat... 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!