Semua rasa yang ada telah pergi, yang tersisa hanya luka tak terlihat. Luka yang ia dapat di waktu yang sama dengan orang yang berbeda.
*
Apa yang telah terjadi akan sulit untuk dilupakan.
Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan termasuk dirinya.
*
Rasa sakit, bahagia, dan kecewa akan menuntun apa yang sudah menjadi takdirnya.
Begitu juga dengan kisah seorang wanita yang bernama "AISYAH NURAHMA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Acara sakral pernikahan Leo dan Aisyah telah selesai, mama Tia dan ibu Aminah meminta Leo untuk membawa Aisyah ke kamar milik Aisyah untuk beristirahat. Untuk akad nikah memang dilakukan di halaman belakang rumah Aisyah, sesuai dengan keinginan Aisyah. Menikah dengan kesederhanaan. Aisyah tidak mengetahui apabila akan ada acara pesta pernikahan.
Kedua insan yang baru saja mendapatkan status baru tampak canggung saat berada di ruangan yang sama. Ini pertama kali bagi Aisyah satu ruangan dengan seorang pria setelah kejadian terdahulu, begitu pula dengan Leo.
Leo berjalan mendakati Aisya mengambil segelas susu yang sudah disiapkan, lalu meminumnya setengah, kemudian gelas itu disodorkan Leo kepada Aisyah. Aisyah meminumnya sampai habis. Adab dan sunah setelah pernikahan yang diajarkan Rasulullah SAW untuk mendapatkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warohmah.
Setelah itu Leo mengulurkan tangannya di atas ubun-ubun Aisyah lalu membacakan do’a.
“Bismillaahirrahmanirrahim. Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaihi.”
Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.”
Keduanya mengamiinkan do’a yang baru saja dibacakan Leo. Aisyah terharu dengan apa yang dilakukan oleh Leo. Aisyah tidak menyangka bila dia akan mendapatkan hal yang seperti ini dari Leo, karena Aisyah tidak pernah melihat sekalipun Leo melakukan ibadah solat saat mereka berpergian bersama.
“mengapa kamu menangis Aisyah?” tanya Leo sambil mengusap air mata Aisyah yang jatuh kepipi istrinya.
“Tidak apa-apa mas, ini hanya air mata bahagia.”
“Ya udah, kalau gitu kita solat dua rakaat ya.”
Aisyah mengangguk sebagai jawaban, selesai melaksanakan segala sunah setelah akad kini pasangan suami istri itu duduk di kursi yang ada dikamar tersebut.
Aisyah menanyakan kepada Leo, darimana pria tersebut mempelajari semua ini. Leo menjelaskan kepada Aisyah semuanya, karena Leo ingin membawa keluarganya ke surga yang dijanjikan oleh Allah SWT meski memiliki kesalahan pada masa lalu. Leo juga mengatakan kepada Aisyah untuk belajar bersama agar bisa mewujudkannya dan tegurlah dia, apabila lupa akan tugasnya.
Tidak ada di antara mereka yang beristirahat. Leo dan Aisyah saling bercerita hingga pintu kamar itu di ketok oleh seseorang.
Aisyah berjalan menuju pintu kamar, saat membuka pintu Aisyah melihat mama Tia. Mama Tia meminta Aisyah dan Leo bersiap, karena mereka akan pergi kesuatu tempat. Setelah mengatakan hal tersebut, mama Tia pergi.
Aisyah mendekati Leo dan menyampaikan pesan dari mama Tia. Leo yang mengerti langsung membawa Aisyah turun untuk menemui mereka.
**
Kedua keluarga Leo dan Aisyah sudah tiba di hotel RC, hotel termewah di kota J yang akan menjadi tempat pesta pernikahan Leo dan Aisyah. Hotel tersebut merupakan milik kerluarga Leo dan khusus untuk hari ini, hotel itu ditutup untuk umum.
“Ma, kita ngapain di sini” ucap Aisyah kepada sang mertua.
“Kamu akan mengetahuinya nanti sayang” jawab mama Tia.
Aisyah tidak lagi bertanya, Aisyah hanya mengikuti ke mana langkah semua orang. Azzam, Azzim, beserta kedua kakeknya dan tiga pria lainnya memasuki salah satu kamar yang ada dilantai tersebut.
Sedangkan, Aisyah, mama Tia, ibu Aminah, Zakiya, ninik Asih, Dewi dan Intan berada dikamar yang lain. Mereka meminta Aisyah untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum MUA datang. Aisyah menuruti semua yang disuruh oleh mereka tanpa ingin bertanya kembali.
Bertepatan keluarnya Aisyah dari kamar mandi, MUA yang akan merias Aisyah sudah datang. Melihat MUA sudah datang mama Tia dan ibu Aminah keluar dari kamar tersebut bersama cucunya dan ninik Asih, sedangkan Dewi dan Intan diminta untuk menemani Aisyah.
Aisyah dituntun duduk didepan meja rias, dengan segera MUA melakukan tugasnya. Aisyah sebenarnya bingung dengan situasi saat ini, ingin bertanya pun pasti tidak akan dijawab oleh kedua sahabatnya atau pun mereka yang saat ini sedang merias wajahya.
*
Penampilan Aisyah yang anggun nan elegan sangat memukau dan membuat semua orang berdecak kagum. Bagaimana tidak, Aisyah menggunakan gaun ball gown warna cokelat muda dengan bordiran monte dan Swarovski. Sentuhan viel kain tulle* juga menambahkan kesan elegan nan mewah. Gaun pengantin yang panjang, hijab, dan mahkota membuat tampilan Aisyah sangat sempurna dihari istemawa itu.
Untuk penampilan Leo sendiri, dia tampak gagah dalam balutan kemeja putih, rompi yang berkerah V, dan jas dilengkapi dasi berwarna cokelat yang sudah di mix dan matchkan dengan gaun wanita.
Aisyah dan Leo memasuki ruangan tempat resepsi yang bertemakan Fairy Night Garden, yang menghadirkan suasana taman negeri dogeng di malam hari. venue pernikahan Leo dan Aisyah didekorasi dengan mewah. Bagian dalam ruangan dihiasi dengan bunga-bunga berwarna pastel dan kalem, untuk ruangan resepsi dikelilingi dengan backdrop warna hitam. Backdrop tersebut dihiasi lampu-lampu kecil bersinar temaram menggambarkan cahaya kunang-kunang.
Saat ini, pasangan raja dan ratu itu sudah duduk disinggasana. Leo mengenggam tangan Aisyah dengan lembut.
“Apa kamu menyukainya?”
“Aku tau, kamu tidak menginginkan pesta pernikahan. Tetapi, aku ingin memberikan yang terbaik untukmu dan aku ingin kamu mengingat hal ini seumur hidup. Bahwa ada aku yang akan selalu memberi mu kebahagiaan.” tambah Leo kepada Aisyah
Aisyah tidak bisa berkata apa-apalagi, Aisyah memeluk Leo sebagai ucapan terimakasi atas kebahagiaan ini. Tindakan yang dilakukan dua insan tersebut membuat orang-orang yang hadir bertepuk tangan, sedangkan sahabat-sahabat Leo dan Aisyah menyoraki mereka.
Untuk penampilan ke-tiga putra, putri raja dan ratu itu, tidak kalah menawan dan cantik dari kedua orang tua mereka.
Orang-orang yang hadir di acara itu hanya rekan bisnis Leo, sahabat-sahabat Leo dan Aisyah, dan juga keluarga besar mereka. Banyak dari mereka mengucapkan do’a-do’a yang baik untuk keduanya dan tidak lupa do’a untuk memiliki tambahan momongan.
Di saat semua orang turut bahagia akan pernikahan Leo dan Aisyah ada sepasang mata yang terlihat membenci kebahagiaan antara kedua mempelai.
**
Daniel dan Dewi yang melihat perjuangan Aisyah dari awal turut bahagia, kini akan ada seseorang yang akan mendengarkan keluh kesahnya, dan yang akan melindunginya. Ke-tiga anak Aisyah mengahampiri Daniel dan Dewi yang sedang menatap Aisyah dari kejauhan.
“Baba, Bunda akankah kami melihat kalian bersatu” ungkap Zakiya kepada Daniel dan Dewi.
“Kami ingin melihat kalian bahagia juga” tambah Azzim, sedangkan Azzam hanya mengangguk setuju akan ucapan kedua adiknya.
Dua orang dewasa yang ditanyai, tentu saja bingung akan memberikan jawaban apa. Tiba-tiba saja suasana di antara mereka menjadi hening dan sepi. Padahal diruangan itu sangatlah berisik. Azzam, Azzim, dan Zakiya melihat kedua orang dewasa itu hanya diam dan saling melemparkan senyum canggung di antara mereka, membuat Azzam bersuara.
“Baba, Bunda mengapa senyum seperti itu membuat kami takut saja?” ucap Azzam.
“Apa pertanyaan kami salah?” tambahnya lagi. Membuat kedua orang itu makin merasa salah bila tidak menjawab.
“B-bukan begitu…kami…,” Dewi tampak bingung akan menjawab pertanyaan ke-tiga anak angkatnya itu seperti apa. Daniel yang melihat ekspresi Dewi yang tidak pernah dia lihat membuat sudut bibirnya sedikit terangkat.
“Anak-anak baba harus besar dahulu, kalau ingin melihat kami seperti itu juga” jawab Daniel sambil menunjuk Aisyah dan Leo yang berdiri di pelamin.
Azzam, Azzim, dan Zakiya mengangguk pasti dan berucap.
“Kami akan segera besar dan melihat kalian bahagia seperti ibu dan ayah” ungkap ke-tiganya dengan tegas, lalu berlari ke arah Aisyah dan Leo.
Daniel dan Dewi yang melihat tingkah mereka tersenyum lembar, dan saat mata mereka bertemu…,
Terimakasih udah mampir dan memberikan dukungan.
Peluk jauh dari saya untuk kakak-kakak semua :)
dia bisa hapus data diri supaya ga terlacak sebelum berangkat ke luar negeri.
sekarang ketemu dan Leo juga mau tanggung jawab tapi Aisyah abaikan Leo
jadi geram maunya apa sih
Leo juga mau bertanggung jawab
tapi suka sih sama laki yang alergi sama perempuan jadi ga suka celup disembarang tempat