NovelToon NovelToon
BUKTI CINTA UNTUK BINTANG

BUKTI CINTA UNTUK BINTANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Berondong / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:270k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fie F.s

Ini adalah karya keduaku.
Sekuel novel AKU DAN BINTANG.

***

"Lihat aku sebagai seorang pria, Bi. Bukan sebagai teman adikmu! Sekali saja, maka kamu akan melihat besarnya rasa cintaku." ~Orion.

"Please, Rion. Jangan aku! Kamu salah jika mencintaiku." ~Bintang.

"Tapi ini juga bukan salahku, Bi! Siapa yang harus di salahkan saat aku sudah kehilangan hatiku sejak lama. Dan saat remaja aku baru menyadari. Hatiku tercuri olehmu!" ~ Orion.

Ini adalah kisah cinta beda usia antara Bintang Alkhaleena dan Orion Arrayan Danadyaksa.

Bintang yang lima tahun lebih tua dari Rion merasa dirinya hanya dipermainkan oleh remaja yang memang terkenal jahil itu.

Hingga Bintang meminta Rion untuk membuktikan Cintanya.

Akankah Rion mampu membuktikan cintanya pada Bintang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fie F.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 Anak Laki harus gantle

Lintang

Setelah keluar dari kamarku, aku mencari keberadaan anak-anak. Mas Akhtar mengatakan mereka sedang keluar bersama kak Satya. Sedangkan Bunga sedang pergi ke rumah bunda.

Aku duduk di gazebo. Merenungkan semua nasehat bunda, Mas Akhtar dan Bunga.

Apa sikapku keterlaluan pada anak-anak?

Apa kecewaku berlebihan?

Apa aku terlalu keras pada mereka?

Ya Allah, apa aku tidak boleh marah?

Aku sayang mereka. Hingga tidak ingin hal buruk terjadi pada keduaya.

"Lin..." Mas Akhtar memeluk pinggangku. Dagunya bertumpu di bahuku.

"Ya..." Sahutku tanpa melihat kearahnya.

"Kamu masih marah?" Aku mengangguk.

"Istigfar sayang. Anak-anak butuh kamu. Apa lagi aku." Aku ingin tertawa dalam hati.

"Kalau Bi berubah, kamu memaafkannya?" ucapnya lagi.

"Pasti, mas." Jawabku yakin.

"Begitu juga dengan Zoya?" Aku mengangguk.

"Lalu dengan Rion?" tanyanya padaku.

"Aku..." Aku bingung harus jawab apa.

"Dia masih muda, Mas." jawabku.

"Lalu apa yang salah jika keduanya siap?"

"Aku takut Bi gagal mas." Aku menoleh ke samping. Mas Akhtar menjauhkan wajahnya di bahuku supaya kami bisa saling memandang.

Aku merasa mataku berembun. Jika memikirkan masa depan, aku terkadang merasa takut sendiri.

"Mengapa kamu mendahului kehendak Allah, Lin. Kamu meragukan sang pemilik takdir."

"Dia, pencipta kita akan menjadi sebaik-baiknya penolong sayang. Selama kita berada di jalan-Nya. Jangan pernah ragu."

Ya Allah, maafkan aku yang meragukan-Mu.

"Seandainya mereka berjodoh, kamu merestui sayang?"

Aku mengangguk. "Tentu mas. Asalkan keduanya saling mencintai."

"Kalau mereka menikah setelah Rion lulus?"

Pertanyaan mas Akhtar membuatku mengelus pipinya. "Semua keputusan ada pada Bintang Mas."

"Makanya aku marah saat kamu ikut campur dengan memberi Rion syarat."

Mas Akhtar mencium pipiku. "Maaf ya Lin. Aku cuma mau Rion membuktikan perasaannya."

"Awas mas! Malu dilihat mang Joko." Aku mencoba melepaskan diri.

"Mang Joko lagi cuci mobil di depan."

Ting...

Pesan dari Bunga.

Aku membuka pesan dari Bunga.

Lihat putrimu kak.

Dan sebuah rekaman menyusul di bawahnya. Dalam rekaman aku melihat Bintang dan Zoya menangis dan mengadu pada foto Almarhum papa mereka. Aku dan mas Akhtar saling pandang. "Maafkan anak-anak ya Lin."

Aku mengangguk.

Belum tengah hari. Aku, Bi Imah dan Bunga sudah selesai memasak beberapa menu masakan.

Ya, aku akhirnya menemui Bunga saat ia sudah kembali dari rumah bunda sekitar jam sepuluh.

"Kakak minta maaf, Na." Aku memeluknya. Aku sadar, sikapku padanya pagi tadi sangatlah tidak baik.

"Tapi mereka anak-anakku. Aku tidak akan membiarkan kamu membawa mereka."

"Kakak memaafkan anak-anak?"

"Pasti, Na. Mereka anak-anakku."

Bunga melepaskan pelukanku. "Mereka sudah besar kak."

"Tapi mereka masih membutuhkanmu."

Aku mengangguk.

"Ayo kita masak buat mereka, kak. Untuk makan siang."

Anak-anak pulang. Mas Akhtar langsung memita mereka bergabung dengan kami di ruang keluarga.

Keduanya duduk di sofa yang agak jauh dariku.

Ya Allah, anak-anakku. Mereka pasti menjauh karena takut aku masih marah.

Mas Akhtar meminta mereka mendekat ke arahku. Keduanya saling pandang. Masih enggan, karena takut membuatku semakin marah.

"Gak mau peluk mama." Aku merentangkan tangan dan keduanya memandang ke arahku.

Mereka langsung menghambur dalam pelukanku. "Maafka Bintang ma."

"Zoya juga minta maaf sama mama."

Keduanya terisak. Begitu juga aku.

"Mama juga minta maaf sudah membuat kalian bersedih."

"Mama juga minta maaf, nak."

"Bi janji gak akan ulangi lagi ma."

"Zoy juga."

Aku mengurai pelukan. "Bi, kita selesaikan masalah ini dengan keluarga Rion, ya."

Bintang mengangguk. "Iya ma."

****

Orion

Selesai Dzuhur papi mengajakku pergi.

Tumben-tumbenan. Biasanya juga gak pernah.

Mungkin papi kasihan padaku yang hari ini terpaksa libur sekolah karena pagi tadi aku terlihat seperti zombie.

Lingkar mata menghitam, rambut acak-acakan. Dan sudut bibirku membiru.

Kalian tahu penyebabnya. Aku diserang oleh pinang dibelah dua. Dan papi malah duduk santai melihat mereka menyeretku dari lantai dua.

Saat mami panik, papi baik hati nan lembutku hanya berkata. "Rion gak akan mati, San."

"Mereka menyerang Rion." Ucap mami.

"Anak itu pantas mendapatkannya."

Mereka malah berdebat.

"Raaay..." Rengek mami.

"Lihat saja, San. Mereka anak-anak Akhtar."

"Jadi kalau anak-anak Akhtar yang melukai anak kamu. Kamu diam saja Ray!"

"Kalau seandainya Nath melakukan hal yang sama pada Chiara, seperti yang Rion lakukan pada Bintang."

"Apa yang akan kamu lakukan padanya." Papi menujuk Nath dengan dagunya.

Mami langsung diam. Dan aku langsung pasrah. Karena benar kata papi. Jika semua di balikkan pada kami. Mungkin Nath sudah babak belur sejak kemarin.

"Buugh." Pukulan pertama Nath di sudut kanan bibir. "Untuk kekurang ajaranmu." Memang benar, bibirku kurang ajar.

"Buugh." Satu pukulan di perut dari Nair. "Untuk keberanianmu mencintai kakakku."

"Buugh." Satu pukulan lagi dari Nath di sudut bibir kiri. "Ini untuk penghianatanmu dalam persahabatan kita."

"Buugh." Satu pukulan dari Nath di perut. "Ini untuk salam perpisahan dari kak Bi." Aku menatapnya.

Mereka melepaskanku yang bersandar di dinding. Keduanya berjalan mundur. "Jangan sebut aku Nath jika aku tidak bisa membawa kak Bi pergi jauh dari hidupmu." Keduanya pergi setelah menyapa papi.

"Terima kasih samsaknya, om."

"Sama-sama, Nath."

Aku bertekad untuk tetap meraih kak Bintang. Tapi semalaman aku terjaga hanya karena memikirkan bagaimana aku mengulang untuk memulainya.

Kami mengendarai mobil baru papi, jenis Rubicon yang baru dibelinya sebulan lalu.

Orang tua tapi seleranya gak main-main.

"Keren mobil papi, warisan untuk Rion ya Pi." ucapku di kursi belakang karena kami akan mampir menjemput mami kerumah sakit. Aku hanya malas pindah-pindah tempat duduk.

"Warisan gundulmu. Papi belum mati." Bentak papi. Lumayan ada hiburan baru.

"Kali aja papi ada rencana mati dalam waktu dekat." Ucapku asal.

"Lama-lama kamu kurang ajar, Rion."

"Kurang cinta juga, Pi."

"Kurang beruntung pun iya juga." Ucapku lagi.

"Kasian baget, bego sih!" Cibirnya.

"Papi, gelut yuk. Depan sana ada tanah lapang, noh." Tunjukku pada tanah lapang yang akan segera kami lewati.

"Gak tipe papi gelut-gelutan."

"Papi gak suka main otot."

"Tapi kalau bacot, boleh lah kalau terpaksa."

"Dih, ngebacot itu mainnya cewek, pi."

"Cowok mah harus stay cool. Minimal main bogem-bogeman."

"Lah, terlalu cool sih, sampe bonyok gitu." Sindir papi.

"Rion tau Rion salah. Makanya gak Rion lawan, pi."

"Bagus kalau udah sadar." Inilah papiku. Kami dididik dengan caranya yang memberi kebebasan. Papi tidak ada menasehatiku yang terlalu panjang lebar dari A sampai Z yang jika diketik akan lebih dari 10 lembar kertas A4.

Tapi papi membiarkanku berfikir hingga aku sendiri yang menyadari kesalahanku.

Kami menjemput mami dan setelah pergi ke tempat tujuan. Aku memejamkan mata selama sisa perjalanan. Karena papi sudah punya teman bicara.

Dan yang membuatku terkejut adalah "Rumah Kak Bi?"

"Mau selesai gak masalahnya, Rion?" Ucap papi yang sudah turun dari mobil.

"Mau, Pi." sahutku dari dalam mobil.

"Ayo! Anak laki harus gantle."

Aku langsung turun. Papi sepertinya akan membantu menyelesaikan masalah kemarin.

1
Ais NSP
OrBit EnZoy seru banget ceritanya ringan, asyik dan suka kak othor sukses terus ya/Good//Good//Good/
Lihayati Khoirul
thoer kq langsung price .
kq gak anak Rion yg pertama dulu.
tapi tetep aku baca kq
Fie F.s (Mama Adara) 💕: Ya...
queen belum ada rencana untuk dibuat novel kak
total 1 replies
NEZ
mluncuuuuurrr.....
Andi Syafaat
aku sudah mampir
Andi Syafaat
cuuss meluncur
Nur Ariska Yanti
ini yg aku tunggu dari next story nya keluarga ray.. akhtar, paling. seruuu sama mereka
Fie F.s (Mama Adara) 💕: siip akak 😚
total 1 replies
Nurul Hidayati
Hanya itu yang aku rasakan..
Apa pantas dg umur yg lebih jauh..
Bagaimana 5-10 thn kedepan nya...
Tapi jodoh gak ada yg tau... Hhhhhhh
Fie F.s (Mama Adara) 💕: jalani saja. karena Allah yg sdh mengatur segalanya.
total 1 replies
Nurul Hidayati
Baca ini ingetin aku dg my pop corn..
Emang posesive banget mereka..
Apa apa harus lapor dn bikin seru plus harus berani sakit hati dgn saingan kita... Hhhhh
Dg jarak yg 5-7 thn tak membuat kita ilfiil tapi tambah lengket....
Nurul Hidayati: Yup bener mamaa
total 2 replies
Yayuk Bunda Idza
hahaha....
Yayuk Bunda Idza
make five babys WOW....
Yayuk Bunda Idza
maharnya cui....belibet bacanya, andai nyata belibet gak ya di Rion?? wkwkwk....
Yayuk Bunda Idza
ya Allah Thor.... suatu kebanggaan memang dinikahkan oleh ayah kandung, mewek parah bab ini...
Yayuk Bunda Idza
lebih suka panggil sayang
Yayuk Bunda Idza
wah.... seperti nya lamaran ni....seseru lamaran mama Lintang gak ya???
Yayuk Bunda Idza
ya Allah.... sekalipun masih muda perjuangan Rion untuk menghalalkan sang pujaan hati dengan segala keluguan dan ketengilan nya bikin trenyuh,...sukses buat othornya dalam menggiring rasa hati pembacanya...ngehalu yang luar biasa hahaha.....
Yayuk Bunda Idza
wkwkwk....baca ini tawa gak bisa diam
Yayuk Bunda Idza
baca dipart ini matanya burem Thor... othor nachal, ngukum Rion lumayan sadis.... kehilangan nikmat kaki sebelah aja luar biasa rasanya...
Yayuk Bunda Idza
nah kan filing q 🥲🥲🥲
aq pernah seperti mu Yon, berjalan dibantu kruk
Yayuk Bunda Idza
kenapa hati ini berdesir??? jangan2 terjadi sesuatu pada Rion pasca pernyataan perasaan nya pada Bi didepan umum
Yayuk Bunda Idza
yang tak rasa " ngenes amaddd.."

😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!