Gadis umur 18 Tahun itu harus merasakan pahitnya kehidupan dan penderitaan hidup karena Ayah dan Ibu angkat nya tidak percaya lagi pada nya.
Karena sebuah hukuman Gadis itu harus kerja jadi pembantu di rumah Pria duda anak satu Tampa di gaji dan pria itu juga seringkali menyiksa Gadis itu.
Gadis itu hanya bisa mengikuti jalan hidup nya saja Entah kapan berakhirnya penderitaan nya.
Ayok!!! Kalau penasaran langsung kepoin aja.
Selamat membaca 🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Vandi di ruangan nya sangat sibuk dengan Laptop nya namun tiba-tiba pintu nya terbuka Tampa ada ketukan.
"Sayang!" ucap Enjel.
Vandi Menatap Enjel yang tiba-tiba kenapa ada di sini.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Vandi.
"Aku kangen kamu sayang! kenapa aku menelpon kamu sama sekali tidak kamu jawab, bahkan pesan ku tidak kamu baca!" ucap Enjel sambil merangkul pinggang Vandi.
"Aku sangat sibuk!" ucap Vandi.
"Kamu sama sekali tidak ada Mengingat aku, kamu tidak peduli lagi sama aku!" rengek Enjel.
"Bukan seperti itu, aku peduli sama kamu aku ingat kamu, tapi aku memang sangat sibuk!" ucap Vandi berbicara lembut menyakinkan Enjel.
Vandi mencium Kening Enjel.
Namun tiba-tiba Enjel mencium bibir Vandi.
"Aku mencintai kamu sayang!" ucap Enjel.
Vandi tersenyum.
"Aku juga mencintaimu wanita cerewet ku!" ucap Vandi.
"Hmm berhubung ini sudah jam Dua belas siang bagaimana kalau kita makan siang bareng!" ucap Vandi.
"Sebenarnya aku masih kenyang sayang! Tapi aku mau nemanin kamu Aja!" ucap Enjel.
Vandi tersenyum.
Mereka keluar dari ruangan.
Setelah keluar dari ruangan Arka dan Enjel berpura-pura tidak dekat dan satu pun orang tidak curiga karena setau mereka Enjel ke ruangan Vandi karena urusan kerjaan.
Walaupun mereka curiga tapi tidak ada yang berani membuka mulut, kalau mereka berani buka Mulut maka siap-siaplah menghadapi Vandi.
Jam sudah menunjukkan pukul Lima Sore, Vandi memilih untuk menginap di sebuah hotel bersama Enjel.
Dia menghubungi Monik kalau malam ini dia tidak akan pulang.
Monik mengabari Tiara.
Tiara terlihat senang.
Karena Bosan di rumah terus Tiara turun ke lantai bawah bersama Monik.
Tiara dan juga Putri Serasa baru keluar dari penjara.
Mereka berjalan-jalan di halaman rumah Vandi yang sangat luas dan Bersih banyak juga pepohonan sehingga membuat rindang.
Putri terlihat sangat senang.
"Tiara! Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman kota ini, tidak jauh-jauh kok dari Sini!" ucap Monik.
"Hmm tapi!" ucap Tiara masih sedikit takut.
"Udah kamu tenang aja! aku yang akan menyetir kita hanya di dalam mobil saja!" ucap Monik menarik tangan Tiara.
Tiara pun mau Monik pun membawa Tiara jalan-jalan.
Tiara dari tadi terlihat murung dia terlihat sangat senang sekarang.
Hari sudah malam mereka baru saja pulang, Tiara masuk ke kamar dia terlihat sangat senang.
Malam ini dia akan tidur di kamar putri.
walaupun bergadang dia merasa sangat bebas dan tidak merasa takut.
Keesokan harinya dia terbangun seperti biasa dan a mengajak putri bermain-main di lantai dua.
Karena hari semakin siang Putri mulai mengantuk mereka pun segera naik ke atas namun ternyata AC di kamar Putri rusak, Tiara dan putri pun masuk ke kamar Vandi.
Seperti biasa jika putri tidur Tiara juga akan ikut tertidur kali ini dia tertidur di sofa.
Namun tak di sangka Vandi lebih awal pulang hari ini.
Vandi Melihat putri tidur di kasur, dia mencari keberadaan Tiara dan ternyata Tiara juga ikut tidur.
Vandi memerhatikan wajah cantik Tiara saat tidur.
Saat mendekati Tiara Mata Vandi menuju ke siku Tiara yang sudah Birem.
Vandi Mengingat saat dia menendang Tiara dari kasur, Tiara langsung memegang siku nya.
Dia merasa bersalah, dia mencari obat merah karena luka Tiara Masih basah.
Saat meneteskan nya tidak sengaja kaki Vandi licin dan hampir saja menimpa tubuh Tiara Untung saja tangan nya yang kekar menahan tubuh nya.
Sekarang wajah nya dan wajah Tiara berdekatan.
Vandi Melihat Mata dan bibir Tiara.
"Kalau di lihat dari dekat seperti ini dia sangat cantik, bahkan wajah nya sangat lah berbeda dari yang lain, dia polos namun sangat cantik!" Batin Vandi.
Namun Tiara bergeliat sehingga Vandi langsung berdiri dia menjauh dari Tiara.
"Apa yang aku lakukan! Ah tidak mungkin! Mungkin itu hanya efek minuman tadi malam!" ucap nya.
Dia mendekati Putri namun putri langsung bangun.
Mendengar Putri Nangis Tiara terbangun dia melihat Vandi yang sedang di kasur mencoba menenangkan putri.
Tiara memerhatikan penampilan Vandi Sangat tidak karuan yang biasanya tapi tapi Sekarang Sangat berantakan.
Tiara mendekati Putri agar berhenti menangis namun dia mencium aroma yang sangat menyengat dari Vandi.
"Apa Tuan habis minum? mungkin karena bau minunam itu putri tidak nyaman!" ucap Tiara.
Vandi mencium aroma badan nya dan benar saja sangat bau.
"Diam kan dia! Setelah dia sudah diam Ambil kan saya baju dan celana!" ucap Vandi dengan nada Datar dan segera masuk ke kamar mandi.
"Sebenarnya aku bekerja jadi pengasuh putri atau Bapak nya sih. Hufff seperti nya aku harus lebih mengutamakan diri ku!" ucap Tiara.
Putri tidak butuh beberapa lama dia langsung diam.
Untuk pertama kalinya Tiara membuka lemari besar dan dia sangat kagum isi lemari itu semua baju bermerek.
Tiara pun memilih kan baju untuk Tuan nya.
Vandi keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada pinggang nya di lilit kan handuk.
Tiara langsung menunduk membuang pandangan nya dari Vandi.
Vandi Sangat bodoh amat.
"Mana baju saya!" ucap Vandi.
"Di sana Tuan!" ucap Tiara menunjuk ke arah Kursi namun tidak menoleh ke arah Vandi.
"Kenapa kamu memilih baju ini, saya bukan mau bekerja pakai kemeja dan jas seperti ini, cari lah baju santai!" ucap Vandi.
Tiara sama sekali tidak tau dia segera membuka lemari dia memilih baju untuk Vandi.
Setelah Sudah memberinya pada Vandi Tiara menggendong putri.
"Mau kemana!" ucap Vandi.
"Keluar tuan!"jawab Tiara.
"Jangan keluar! saya akan pakai baju di ruang ganti;" ucap Vandi.
Tiara menginyakan.
Tidak beberapa lama Vandi Sudah Selesai dia mengambil putri dari Tiara.
"Saya lapar! Saya mau Mau makan!" ucap Vandi.
Tiara diam.
"Apa kamu tidak mendengar nya!" ucap Vandi karena melihat Tiara hanya diam saja.
"Saya harus melakukan apa tuan?" tanya Tiara.
"Ambil kan saya Makan!" ucap Vandi.
"Bukan kah lebih bagus langsung ke meja makan Tuan, saya juga mau memberikan Putri makan!" ucap Tiara.
"Hmm ya sudah kalau begitu ayo turun dan Siap kan saya Makan!" ucap Vandi dan keluar dari kamar.
"Arghhhh! Dasar pria Songong, lagian di bawah Sudah ada yang mengerjakan kenapa harus aku!" batin Tiara dia pun mengikuti Vandi turun ke bawah menggendong Putri.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
biar makin seru 👍👍👍