Karena melakukan " hubungan " sebelum keduanya resmi menjadi suami istri, akhirnya Aira menyerah dan menerima pinangan dari Rendra. Namun, karena restu yang belum juga di dapat dari keluarga Aira, akhirnya mereka memilih untuk menikah diam-diam.
Rendra memandangi wanitanya yang masih terlelap. Dilihatnya lekat-lekat, gadis yang baru saja berubah menjadi wanita karena perbuatannya. Cantik, selalu membuatnya hatinya sejuk ketika memandang wajahnya.
" Maaf sayang, hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu terikat padaku. Terlalu banyak orang diluar sana yang ingin merusak hubungan kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Bantuan
Dengan jurus mautnya, Aldo bersikeras membujuk Farah untuk membantu Rendra mendekati Aira. Namun, Farah masih enggan untuk menyetujuinya karena dia tahu, Aira ingin fokus untuk kuliah. Apalagi, jika mengingat betapa ketusnya Rendra terhadapnya tadi siang, Farah semakin menolak. Namun, Aldo tetap mencoba meyakinkan Farah, bahwa Rendra tidak seburuk yang dia pikir.
Perjalanan rombongan tour akhirnya sampai di tujuan pada malam hari. Karena sebelumnya mereka berhenti di salah satu panti asuhan untuk melaksanakan bakti sosial yang menjadi salah satu agenda kegiatan.
Sesampainya di penginapan, Rendra segera mencari kamarnya agar bisa segera mandi dan mengistirahatkan badannya. Benar kata Aldo, semua ada hikmahnya, jika saja dia tidak mengajak Arif yang bisa menggantikan menyetir, entah akan jadi apa saat ini badannya.
Kamar Rendra bersebelahan dengan kamar Aldo dan Farah. Tempat mereka menginap sekarang adalah sebuah motel yang berada di lereng gunung. Meskipun tidak ber Ac, hawa dingin masih bisa mereka rasakan karena suhu udara disana tinggi.
" Aww Han, sakitt..pelan pelan Han, kamu jangan kasar, lembut sedikit..."
" Han...kalau nggak begini, kapan mau selesai , hmmm kamu diam saja , nikmati saja , oke "
" Kamu pintar Han,, nggak salah aku pilih kamu, tapi geli Far.."
" Iya dong, calon istri idaman kan"
Bulu kuduk Rendra merinding mendengar percakapan Aldo dan Farah di samping kamarnya. Memang ruangan di penginapan tersebut tidak kedap suara ,sehingga suara di kamar Aldo, masih bisa dia dengar meskipun sudah terhalang tembom. Rendra yang risih mendengar suara desahan dari Aldo, langsung mengiriminya pesan.
Nggak sekalian pakai Toa' masjid Al, suara kalian terdengar dari sini. Kalau mau enak-enak, nanti saja kalau sampai rumah, ****
Di lain ruangan, Aldo yang meringis membaca pesan yang dikirimkan Rendra untuknya. Dia terkekeh geli, saat tahu isi pesan tersebut. Aldo memberikan ponselnya pada Farah, dan menyuruh gadisnya untuk membaca juga. Farah langsung tersipu malu .
Kenapa bro? mau juga? nanti aku bilang ke Farah untuk melakukannya juga padamu, pasti dengan senang hati, dia tidak akan keberatan .
Bulu kuduk Rendra kembali berdiri ketika membaca balasan dari Aldo. Dia tidak menyangka, sahabatnya itu berhubungan dengan gadis tuna susila seperti Farah. Tunggu, itu artinya Aira juga bersahabat dengan perempuan yang tidak benar.Ini tidak boleh terjadi, Aira adalah gadis baik-baik, dia tidak boleh salah pergaulan.
Sampai akhirnya lamunannya buyar, ketika Aldo masuk ke kamarnya dan melemparnya dengan bantal yang ada di tempat tidur. Rendra terbelalak kaget, melihat tubuh Aldo sudah penuh dengan tanda merah. Bukan tanda kepemilikkan atau kissmark, tapi tanda merah bekas kerokan. Ternyata , Rendra salah paham dengan Aldo.
" Punya pikiran jangan mesum bro", Aldo mendorong pelan kening Rendra yang sedang duduk di tepi ranjang
" Sorry bro , bahasamu tadi rancu ", jawabnya sambil menggaruk-garukkan kepalanya.
"Kamu beruntung Ren , ada Arif bisa gantian nyetir , jadinya aku minta kerokan tadi, badanku pegal semua "
" Tapi kamu beruntung bisa mesra-mesraan sama cewekmu , lah aku? "
" Bagaimana kamu bisa mesra mesraan sama cewek, pacar saja nggak punya, lagi pula nanti aku tidur disini bertiga, Farah biar sendiri , bagaimana bisa mesra-mesraan? "
" Halah, kamu kira aku nggak tahu, waktu diparkiran sebelum berangkat , kamu juga habis gigit-gigitan sama Farah ",
" Hahahaha tahu saja, kenapa? pengen bro?, makanya cepat punya cewek"
" Makanya pacarmu juga di rayu, biar mau bantu aku, "
" Sudah bro, tapi dia menolak. Sepertinya kamu harus ngomong sendiri sama Farah "
Bagaimana Rendra bisa meyakinkan Farah, sedangkan dia saja sudah sinis lebih dahulu pada Rendra. Apa yang nanti dia bicarakan agar membuat Farah setuju untuk membantunya.
Farah nampak menikmati kopi yang ada dihadapannya. Dibelakangnya ada 2 orang pemuda yang memperhatikan gerak geriknya dari tadi. Aldo dan Rendra, mereka menunggu kesempatan agar Rendra bisa berbicara empat mata , dan memohon untuk bersedia membantunya. Rendra membulatkan tekadnya dan menghampiri Farah yang sedang duduk di bangku di belakang penginapan.
" Far..., boleh duduk?"
Farah mendongakkan kepalanya, bermaksud melihat seseorang yang barusan berbicara kepadanya .
" Boleh, silahkan", jawabnya malas
" Far, kamu sudah tahu kan melalu Aldo, please Far, bantu aku"
" Bantu apa?" , ucapnya pura-pura tidak tahu
" Bantu aku mendekati Aira ",
" Saat ini Aira ingin fokus kuliah, dan sepertinya dia juga tidak tertarik sama kamu, dan bagaimana hubunganmu dengan mbak Nest?"
" Aku cuma ingin tahu, apa yang tidak aku ketahui, sisanya biar aku yang mendekatinya dengan caraku, hubunganku dengan Ernest, tidak akan bisa berlanjut tanpa restu orang tua kami, aku dan dia sudah berakhir"
" Apa jaminannya kalau kamu nggak akan sakiti sahabatku itu?"
"Aku janji nggak akan menyakiti Aira. jika itu terjadi kamu orang pertama yang bisa memukulku, menandangku, terserah kamu mau apakan"
" Baiklah, tapi aku tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan kalian. Dan tolong pegang janjimu, tidak akan menyakiti Aira. Dia sahabat baikku"
Rendra menganggukkan kepala bertanda setuju dengan yang Farah katakan. Farah bercerita ke Rendra bahwa saat ini Aira memang ingin fokus untuk kuliah. Dia juga masih trauma untuk menjalin hubungan dengan seseorang karena luka masa lalunya yang dikhianati sahabatnya. Aira sebenarnya sudah tahu jika Rendra berusaha untuk mendekatinya, namun Dia berpura-pura tidak tahu. Aira hanya tidak ingin menyakiti Ernest dan menodai persaudaraan yang mereka jalin. Farah mencoba menjelaskan ke Rendra , apa yang selama ini dia ketahui.
" Tapi, Aira bilang saat ini dia mempunyai pacar, siapa Far?
" Pacar??" Farah berpikir dan akhirnya ingat, jika sahabatnya itu memang sering berkhayal seperti itu
" Oh itu..Aira bilang kalau pacarnya lagi tour luar negeri?"
" Bukan Far, dia bilang pacarnya lagi wamil, aku nggak tanya terlalu detail, karena badanku sudah lemas duluan waktu aku dengar "
" Hahahaha, sahabatku itu memang sering bersikap konyol, yang dia maksud pacarnya itu Hyung sik, aktor korea yang saat ini lagi wajib militer di negaranya, Aira memang mengidolakan aktor itu,"
" Hah,, aku kira benar dia punya pacar.",
" Nggak, dia jomblo kok "
Karena malam sudah mulai larut, Farah memutuskan masuk ke dalam kamarnya dan pergi meninggalkan Rendra.
Farah memutuskan membantu Rendra untuk sekedar memberikan informasi tentang Aira, karena Farah tahu. Sebenarnya Aira juga menyimpan ketertarikan terhadap Rendra. Namun, Aira menutupi karena tidak mau suatu saat nanti hubungannya dengan Ernest menjadi hancur karena Rendra. Tapi Farah sendiri juga tidak yakin Rendra akan berhasil meluluhkan hati Aira yang selama ini dikenalnya dengan sifat keras kepalanya. Apapun yang terjadi, semoga itu yang terbaik untuk Aira.
masih tak ulang bacanya,,iseng buka komen",,
malah bow maylada udh ad boyfriend barunya.. padhl keren mik