Kayna dan Alif menikah karena ta'aruf yang dilakukan kedua orang tuanya. Alif pun menikahi sahabat Kayna yang sudah di anggap sebagian saudara bagi Kayna.
Kayna yang mengizinkan Alif untuk menikah dan mempoligaminya. Membuat hari hari Kayna hampa. Hanya anak-anaknya yang memberikan semangat pada Kayna.
Anita sahabat dan juga saudara Kayna menjadi iri dan benci juga cemburu melihat Alif begitu cinta dan sayang pada Kayna. Dan berusaha memisahkan Alif dan Kayna.
Bagaimana rumah tangga Kayna dan Anita?
Mampukah Kayna bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhayu Indah Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemburuan Anita
Anita tak konsentrasi untuk bekerja dia terus membenci Kayna di tambah Nino yang memberinya banyak kerjaan. Sekarang Anita menjadi sekretaris Nino di kantor nya.
Tok... tok...
"Masuk"
"Oppa Nino, aku mau makan siang dulu ya. "
"Lho.. Udah waktunya makan siang ya, An? "
"Betul oppa"
"Bagaimana kita makan siang bareng, udah lama kita gak ngobrol-ngobrol. "
"Maaf oppa harus ini aku ada janji sama Kayna buat makan siang di rumahnya. Sekalian aku mau nengok anak anak. "
"Oh, yaudah kita kesana bersama. Aku juga kangen sama Radith dan Rhiana. "
"Aduh kenapa ikut sih, aku kan ingin melabrak Kayna. " bathin Anita.
Anita tersenyum mencari cara agar Nino tidak ikut, agar rencananya memarahi Kayna lancar.
"Aduh oppa kepalaku pusing ya, aku minta izin ke pantry ya oppa, mau minum obat dulu. "
"Kamu sakit, An? "
"Hanya sakit kepala oppa, mungkin banyak kerjaan yang belum selesai. " kata Anita yang memegang kepalanya. "Mungkin besok saja kita ke rumah Kayna nya oppa. "
"Baiklah, kamu istirahat saja di ruang kesehatan" kata Nino yg menuntun Anita ke pantry dan ruang kesehatan.
"Aku makan siang duluan ya. An. " kata Nino yang keluar dari ruang kesehatan.
"Syukurlah, aku akan ke rumah Kayna. Aku akan buat Kayna menjauh dari Alif. " gumam Anita yang keluar dari ruangan kesehatan tanpa sepengetahuan Nino.
Sesampainya di rumah Kayna. Anita melihat Kayna asyik bermain dengan anak-anaknya di teras rumah.
"Sepertinya dia sangat bahagia, lihat saja aku akan merusak kebahagiaannya. " bathin Anita.
Sambil berjalan Anita dengan senyuman sinisunya menatap Kayna.
"Hai, Anita. Tumben ada apa? " tanya Kayna yang melihat Anita menghampirinya.
Anita duduk di samping Kayna. Lalu tiba-tiba dia mulai dengan dramanya, dia menangis sambil memeluk Kayna.
"Ada apa, Anita? "
"Mas Alif tega sama aku, Kay. " kata Anita yang menangis di pelukan Kayna.
"Mas Alif? " Kayna merasa kaget.
"Dia bilang mau keluar kota satu minggu ternyata saya pergokin dia sedang jalan sama perempuan, Kay. "
"Apa!!! " Kayna melepaskan pelukannya dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
"Dia bilang kerumah mu, tapi malah asik berduaan sama perempuan lain. "
"Mungkin kamu salah liat kali? " tanya Kayna tidak percaya.
"Kok kamu gak percaya seh, Kay. " ujar Anita mengusap pipinya yang basah karena airmata palsunya.
"Nanti kalo Mas Alif datang aku akan coba tanyakan ya, An. "
"Kalo Mas Alif nikah lagi lebih baik aku minta cerai aja deh. "
"Hussst... Kamu gak boleh bilang begitu. Kita kan belum tau buktinya, masa main cerai aja. "
"Kay, aku minta tolong boleh? "
"Boleh ada apa, Anita? "
"Minggu ini Mas Alif sama aku ya, aku tuh kangen sama belaian Mas Alif. "
"Tapi kan ini masih jadwal Mas Alif sama aku, An. "
"Kamu jangan egois, Kay. "
"Egois..? Dimana letak keegoisan aku, An.? "
"Kamu sudah punya Radith dan Rhiana. Jadi kamu kan gak perlu Alif terus di samping mu, Kay. "
"An, menurut ku kamu yang egois kamu ingin Mas Alif terus bersamamu padahal kamu tahu Mas Alif sudah adil pada kita. "
"Kamu kok marah, Kay? "
"Anita kamu itu sudah ku anggap sodaraku sendiri tapi kenapa kok kamu terus menginginkan Mas Alif? "
Anita terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa lagi. Kayna yang mulai terpancing emosi oleh Anita.
"Kay, mas Alif itu gak pernah puas dengan mu. Makanya dia lebih nyaman denganku. Dia nyaman karena anak-anak aja.Mas Alif sendiri yang bilang begitu. " Anita mencoba mengadu domba Kayna dengan Alif.
Anita dengan senyum licik nya melihat tingkah Kayna yang sedikit kesal. Anita merasa puas dan tak lama bercengkrama dia pun kembali ke kantornya.
Malam harinya Alif datang dengan riang walaupun tampak lelah dia berlari mencari anak-anak dan juga Kayna.
" Baby boy, baby girl.Kalian dimana.. Ummi!! "
teriak Alif yang gak sabar bertemu keluarga kecilnya.
Lalu Kayna keluar sambil menggendong Radith. Dengan pasang wajah yang kesal dan marah.
"Hai, baby boy nya Abi. " kata Alif yang langsung menggendong Radith.
"Mas, aku mau bicara sama kamu. "
"Bicara apa sayang? " tanya Kayna yang berjalan dan duduk di sofa. Alif mengikuti Kayna di belakang nya.
"Kemana kamu seharian? "
"Loh, aku kan kerja sayang. Pagi aku meeting di kantor lalu siang sampai sore aku meeting di luar kantor, memangnya kenapa? "
"Ini sama kamu jalan sama siapa? " tanya Kayna yang melihatkan sebuah foto di HP nya.
Alif terkejut di ambilnya HP Kayna dan di lihatnya baik baik foto itu.
"Ini kan kalo tidak salah foto aku sama Anita waktu sebelum nikah, Kay. " jawab Alif sambil mengernyitkan dahinya.
"Bohong.. Anita bilang kamu lagi jalan sama perempuan lain dan akan menikah lagi. Mas belum cukup istri mu dua? Apa mau tambah lagi? "
"Ya ampun Kayna, masa aku bohong sih. Kapan Anita bilang? "
"Tadi siang dia kesini, bahkan dia juga bilang kamu itu sebenarnya tidak puas dengan pelayanan aku kasih selama ini. Memang Mas, untuk urusan ranjang aku tidak ahli, tapi kenapa kamu ceritakan pada orang lain. " kata Kayna sambil menangis.
"Anita itu bohong sayang, aku gak pernah bilang seperti itu. Aku puas kamu melayaniku untuk urusan ranjang sampai urusan yang lain aku puas sayang. " kata Alif yang mencoba menghibur Kayna.
"Sudahlah sekarang kamu tidur di kamar tamu saja, dan besok kamu pulang ke rumah Anita saja Mas. " ujar Kayna yang mengambil Radith dan langsung masuk kamar lalu menguncinya.
Alif yang masih diam berdiri merasa sedikit kecewa. Lalu dia ambil HP nya kemudian menelepon Anita.
"Assalamu'alaikum, Mas Alif? "
"Wa'alaikumsalam, Anita. Kamu ada dimana? "
"Di rumah dong suamiku. Apa suamiku mau tidur disini denganku? "
"An, apa maksud mu mengirim foto ke Kayna dan mengatakan kalo aku gak puas dengan nya? "
"Loh, itu benar kan Mas. Kamu gak pernah puas dengan Kay dan kamu sangat agresif bila dengan ku, Mas. " ujar Anita.
"An, itu sangat melukai Kayna. " kata Alif.
"Kamu yang melukaiku Mas. "
"Aku tak ingin melukai siapapun. Aku berusaha adil dengan kalian, karena kalian adalah istriku. " kata Alif.
"Mas, aku juga ingin punya anak tapi waktumu hanya seminggu harus tidur denganku. Kamu begitu bahagia dengan Kayna, tapi dengan ku kamu sepertinya tak bahagia. Aku juga ingin kamu bahagia dengan memberikanku anak Mas. " kata Anita yang menutup telepon nya sepihak.
"An, hallo. Ternyata Anita cemburu melihat Kayna bahagia bersama anak anak. " ujar Alif.
"Mungkin aku harus lebih perhatian sama Anita, dan aku juga harus lebih banyak waktuku dengan Anita agar dia tak merasa kesepian. Maafkan aku Anita,Kayna kalian istriku tapi aku menyakiti kalian semua. " kata Alif.