Wajib di baca..!!!
Sinopsis.
Gadis itu bernama Allin, berasal dari kampung biasa.! Allin dan tiga sahabat nya bermaksud merantau ke kota untuk mencari kesuksesan disana. Sebelum mereka melanjutkan niat nya, terlebih dahulu mereka mendatangi Sebuah Perguruan di suatu padepokan guna belajar bela diri dan ilmu kebatinan untuk bekal mereka semasa diperantauan.
Mereka pun berhasil menguasai ilmu bela diri , walau dalam padepokan itu ada sebuah perjanjian yang tidak masuk akal atau hanya sebuah alasan para guru padepokan yang ingin mencurangi mereka karna terobsesi kepada Allin, mereka mengingin kan Allin untuk menjadi penerus padepokan Mereka.
Alkisah menceritakan perjalanan hidup mereka di kota, awal nya mereka menjalani kehidupan normal layak nya anak perantauan pada umum nya, tapi siapa yang menyangka langkah hidup mereka menjadikan mereka seorang hacker pembobol data rahasia, setelah penemuan Sebuah Koper Hitam.
Dan di kemudian hari,
mereka berhasil menjadi pengusaha pengusaha muda yang sukses dan Jaya.
Tapi para mafia selalu saja mengejar mereka.
Apa isi dari Koper hitam tersebut...?
Apakah uang.? Atau Narkoba dan sejenisnya, tentu nya bukan.
Bagaimana mereka bisa mencapai kesuksesan itu...?
Lantas kenapa para Mafia selalu mengejar mereka..?
Konflik Persahabat dan kisah Percintaan yang menguras Emosi bagi para pembaca nya pun tertuang disini.
Jangan lupa ikuti setiap episodenya, makin kesini makin serunya.
Kalian penasaran...??
Mari ikuti kisah mereka.
Selamat Membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Any Anthika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Keajaiban
Masih ditempat yang sama,
Terlihat Allin dan Adrian masih serius berbincang.
"Aku tidak pernah menyangka, Seorang dosen muda yang mengajar ku adalah seorang anak dari Presdir Perusahaan Dwintara" Ucap Allin menggeleng geleng kan kepala.
"Itu hanya masa lalu Allin, semua tinggal kenangan , Kau tau.? Menjadi seorang dosen bukan pekerjaan yang ku inginkan, aku sangat membenci profesi itu, setiap hari aku harus menghadapi para mahasiswa mahasiswi yang Arogant seperti mereka." keluh Adrian.
"Lastas kenapa kak Adrian tetap bertahan? "
Allin bertanya.
"Karna hanya pekerjaan itu yang bisa kudapatkan, untuk bertahan hidup dan untuk biaya perawataan mama ku." Adrian menjelaskan.
"Kenapa kak Adrian tidak mencoba melamar pekerjaan di kantoran, jadi direktur misalnya."
"Aku sudah sering lakukan, tapi hasil nya sama saja tak ada satu pun perusahaan yang mau menerima ku karna riwayat kelam kelurga ku, mereka sudah tau tentang Perusahaan Papa ku yang tercoreng nama nya." jelas Adrian .
"Saudara saudara ku Mempunyai beberapa Perusahaan yang kini sedang dalam masa jaya nya, Jika kak Adrian mau aku akan usahakan kak Adrian untuk bergabung diperusahaan kami, Bagaimana menurut kak Adrian..?" Allin memberi saran.
"Allin.. usaha mu akan sia sia, mereka pasti akan menolak ku jika tau tentang riwayat ku." Adrian berkata seperti berputus asa.
"Belum tentu kak, kita kan belum mencoba nya, setahu ku diperusahaan kami tidak memandang riwayat seseorang, tapi lebih melihat dari kesetiaan dan kinerja nya.". Allin memberi semangat.
Adrian hanya tersenyum tanda tak begitu yakin dengan saran Allin.
"Kak.. boleh kah aku bertemu dengan mama mu, mumpung aku masih disini." tanya Allin.
"Boleh, . jika kau mau mari Aku antar.." Andrian menjawab dengan senang hati, dan mengajak Allin masuk ke dalam sebuah kamar.
Di dalam sana terlihat om Brahmana Papa nya Adrian yang setia duduk di samping sebuah ranjang sederhana.
Di ranjang itu terlihat seorang perempuan yang sedang terbaring dengan selang infus ditangan nya dan alat bantu pernafasan di tubuh nya.
Allin menghampiri mereka.
"Om.. boleh kah saya memegang tante sebentar," Allin meminta ijin om Brahmana.
Brahmana menoleh.
"Silah kan nak Allin." Brahmana mempersilahkan Allin sambil menjauhi sisi ranjang.
Allin memandangi perempuan itu dari ujung rambut hingga ujung kepala dengan seksama, ia memegang dada nya yang masih terasa hangat, kemudian ia memeriksa setiap nadi nya.
Berhenti disebuah penemuan, Allin memegang tangan perempuan itu, terdiam lama terlihat fokus pada sesuatu, seperti nya Allin sedang mencoba mengalirkan energi supranatural yang pernah ia dapat kan dari hasil belajar nya di Padepokan itu, ke dalam tubuh perempuan paruh baya itu.
Tak selang lama dari Allin terfokus ia dikejut kan oleh gerakan tangan yang ia pegang. Tangan itu bergerak dan menggenggam erat jemari Allin. Mata perempuan itu bergerak gerak dan mulai terbuka sedikit demi sedikit.
Sesosok bayangan terlihat dipandangan perempuan itu,semakin lama semakin jelas, perempuan itu tiba tiba berteriak dan langsung memeluk Allin dengan erat.
"Putri ku... Kemana saja kamu nak. Mama mencari mu kemana mana, mama menunggu mu sekian lama, kenapa baru pulang... Mama mengkhawatir kan mu nak..". Ucap perempuan itu membuat semua terkejut.
Brahmana yang sedari tadi menyadari apa yang dilihat nya langsung menghampiri istri nya.
"Ma.. mama akhir nya sadar. Mama benar benar Sadar Adrian," Brahmana histeris sembari memegang istrinya.
"Pa.. kenapa memang nya mama pa.. Lihat Putri kita pa, ini putri kita. Dia sudah terlihat lebih dewasa dan cantik." ucap istri Brahmana melepaskan pelukan nya dan mengusap usap wajah Allin yang terlihat bingung tak tau harus berbuat apa.
"Ma.. mama sudah tertidur disini lebih dari dua tahun. Mama koma, kami sudah lakukan segala cara tapi mama tidak sadar juga". Brahmana menjelas kan.
"Iya ma,.. Mama sudah lama sekali meninggal kan kami," ucap Andrian memeluk mama nya.
"Mama tidak ingat apa apa Adrian, yang mama ingat hanya lah waktu itu Papa kamu selalu bilang kalau Adik mu Angel sudah tidak ada, Mama tidak percaya. Papamu bohong kan Adrian, ini bukti nya Angel masih hidup, dia pulang untuk mama, Papa tidak pernah mempercayai mama.." Ucap mama Adrian menangis.
"Angel.. jangan tinggalin Mama lagi ya sayang..., " Mama Adrian kembali memeluk Allin yang masih kebingungan.
"Iya ma iya.. Angel putri kita akan bersama kita lagi, mama jangan banyak pikiran dulu ya. ini kan sudah malam biarkan putri kita istirahat dulu ya, Kasian putri kita kan capek, baru pulang, dia sekarang kan kerja membantu kakak nya Adrian mencari uang.." Brahmana berbohong merayu istri nya dan melepaskan pelukan Istri nya yang masih mendekap Allin di dada nya.
"Apa, Angel bekerja. Kenapa Angel bisa sampai bekerja pa..?" Istri nya terlihat Marah.
"Banyak yang berubah saat Mama tidak sadarkan diri , nanti kalau mama sudah baik kan Papa akan cerita kan semua nya" Kata Brahmana berharap istrinya mau melepaskan Allin.
"iya pa.. maaf kan mama sudah merepotkan kalian semua.. Angel sayang istirahat lah, besok mama ingin Angel menemani mama seharian. Mama masih kangen sama Angel.". Ucap istri Brahmana sambil mencium pipi Allin.
Allin hanya mengangguk sambil tersenyum menanggapi semua yang di luar dugaan nya ini.
Kemudian Adrian membimbingnya keluar kamar.
"Allin. maaf kan Mama ku ya.. Ini semua pasti membuat mu sangat bingung.. Aku tidak menyangka pertemuan mu dengan mama bisa membuat mama sadar dari koma nya, padahal kami sudah sangat putus asa. Ini sebuah keajaiban." Ucap Adrian kembali duduk di ruang tamu ,ia merasa sangat bersyukur dengan kehadiran Allin, meski di hati ia merasa tidak enak hati dengan perlakuan mama nya yang menganggap Allin Adalah putrinya.
Allin hanya tersenyum, masih tidak tau harus bicara apa.
Mereka terdiam cukup lama, larut dalam pikiran masing masing.
"Nak Allin.." Brahmana sudah ada di hadapan mereka. Tiba tiba Brahmana berlutut dihadapan Allin membuat nya semakin bingung.
"Om ,minta tolong Nak Allin. Tinggal lah beberapa hari disini. Om mohon. setidak nya sampai Tante saskia istri om benar benar pulih. Om mohon bantu lah kami nak. Mungkin dengan kehadiran Nak Allin bisa membuat semangat hidup tante kembali lagi., Om janji akan membalas semua kebaikan Nak Allin jika Nak Allin bersedia melakukan nya." ucap Brahmana memelas.
"Om... bangun lah..Jangan begini Om tidak perlu melakukan ini," jawab Allin seraya mengangkat tubuh Brahmana yang masih berlutut.
Adrian yang sedari tadi melihat adegan itu ikut menimbal.
"Iya Allin.. kami mohon. Nanti kalau Mamaku sudah membaik dan sudah bisa menerima kenyataan ini, Kami tidak akan menggangu mu Lagi." Adrian memohon
"Iya.. iya. Baik lah. Aku akan melakukan demi Tante Saskia , Aku akan tinggal beberapa hari disini. Tapi kalian jangan memohon seperti ini, aku jadi tidak enak hati.." jawab Allin menyetujui keinginan mereka.
"Terimakasih Nak , sekali lagi terrimakasih , Om sudah dua kali berhutang budi padamu, kau pernah menyelamatkan nyawa putra ku dan kini istri ku, Om tidak akan lupa itu" ucap Brahmana sembari memeluk Allin.
"Itu hanya kebetulan saja Om, jangan terlalu di pikirkan." Allin merasakan kehangatan dari pelukan Orang tua ini seperti saat di peluk Ayah nya.
"Kalau begitu om permisi dulu, mau menemani tante.. Sebaik nya kalian istirahat dulu ini sudah hampir subuh." Brahmana berpamitan.
Allin menghela nafas.
"Kau benar benar serius Allin, Akan melakukan nya.?" Adrian bertanya meyakin kan.
"Kalau ini demi kebaikan Tante Siska tidak masalah Kak, aku tidak keberatan. Anggap saja ini balas budi ku karna kak Adrian juga sudah menyelamat kan nyawa ku.".jawab Allin.
"Jika tak ada kak Adrian mungkin Allin juga sudah tidak ada sekarang." imbuh Allin mengingat kejadian saat dia hampir terbunuh.
"Itu hanya kebetulan saja Allin. Kau juga pernah menyelamatkan nyawa ku kan , Dan semua ini benar benar suatu kebetulan yang membawa keajaiban." Jawab Adrian.
Allin hanya tersenyum . Benar benar suatu keajaiban pikirnya.
Akhir nya Allin melewati Malam itu dengan menginap di rumah itu. Tidur di kamar Adrian yang sangat sederhana dan Adrian sendiri tidur di ruang Tamu.
Mereka terlelap tidur melepas tegang dengan kejadian yang di Anggap mereka suatu kebetulan yang membawa keajaiban.
Bersambung....
Like nya ya teman jangn kelupaan.
ig @any_anthika
lebih baik menghargai dari pada menghinai....
dasar gakt tau maluu/Facepalm/