NovelToon NovelToon
Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:853.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: parida hakim

Barra Malik Bramantyo, seorang aktor sekaligus model papan atas yang tengah naik daun karena telah meraih beberapa penghargaan bergengsi itu, terpaksa harus menikahi seorang gadis berkerudung yang bernama Eira Fara Damira.

Kehidupan Barra yang penuh dengan kebebasan sebelumnya, harus berakhir di tangan seorang gadis sholehah yang jauh dari dunianya selama ini.

Sepasang manusia yang baru saja menyelesaikan ijab kobul tadi pagi itu bingung, apa yang harus mereka lakukan di saat malam pertama?

Pertemuan yang terjadi hanya satu kali itu, seminggu kemudian mereka harus Menikah Tanpa Pacaran sebelumya.

Akankah seorang Eira dengan ketabahan hatinya yang seluas samudera itu bisa merubah kehidupan dari seorang Barra Malik Bramantyo? seorang lelaki yang mempunyai kehidupan bebas di luaran sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu mantan

Satu jam yang lalu acara jumpa pers pun telah selesai. Barra yang di temani Eira dan juga Rio merasa pusing saat mendengar beberapa pertanyaan yang hampir membuat kepalanya terasa mau meledak. Para awak media itu begitu pintar saat menyerang Barra dengan berbagai macam pertanyaan yang membuatnya hampir kehilangan kendali diri. Beruntung lah laki-laki itu bisa mengendalikan dirinya. Barra menahan emosinya yang sudah berada di ubun-ubun ketika mendengar salah satu pertanyaan yang benar-benar membuatnya hampir mengacak seluruh isi ruangan tersebut.

Tapi .. kembali lagi, Barra tetaplah Barra. Lelaki itu sangat pintar dalam hal mengendalikan dirinya agar tidak terpancing.

Dengan santai dan terlihat tenang, lelaki itu bisa dengan mudah menjawab beberapa pertanyaan dan memberi klasifikasi tentang kabar miring mengenai dirinya dan juga Eira yang beredar luas di luaran sana.

Tapi .. semua itu tergantung kepada mereka sebagai para pemburu berita dan penyebar gosip, mau mempercayainya ataupun tidak. Barra tidak perduli, toh pernikahan mereka berdua terjadi bukan karena ia telah menghamili gadis itu sebelum waktunya.

Barra, lelaki itu pun memperkenalkan Eira Fara Damira sebagai istrinya di hadapan semua orang yang berada disana. Lelaki itu sedikit berpura-pura bersikap mesra agar para pemburu berita itu tidak lagi menyerang nya dengan beberapa pertanyaan yang menurutnya tidak penting sama sekali.

Pun dengan Eira. Ini baru kali pertama ia berada di tengah-tengah pertemuan seperti ini. Cahaya lampu dan kamera yang tidak berhenti menyorotinya membuat ia sedikit gugup dan tampak tegang. Bukan Eira namanya kalau gadis itu pun tidak bisa mengendalikan dirinya. Dengan mudah ia menjawab beberapa pertanyaan yang ditujukan untuknya. Meskipun dadanya berdebar-debar, sebisa mungkin Eira akan menutupi hal itu dengan terus tersenyum.

Ia tidak ingin mengecewakan dan mempermalukan suaminya di hadapan umum.

Barra hampir tidak percaya dengan gadis yang berada di sampingnya saat itu. Ia kira, Eira akan mempermalukan dirinya dengan tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan konyol itu. Tapi .. di luar perkiraannya, ternyata gadis itu mempunyai public speaking yang sangat bagus.

Barra dan Rio sempat kagum dengan beberapa jawaban yang di berikan oleh gadis itu kepada para awak media. Gadis itu terlihat tenang dengan bibir yang tidak pernah berhenti untuk tersenyum. Dan satu hal lagi, lelaki itu sampai terkejut ketika Eira menggenggam tangannya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Ya .. Eira mengatakan kalau Barra adalah suami yang sangat baik. Meskipun mereka berdua di jodohkan, gadis itu juga mengatakan kalau mereka menikah atas dasar saling mencintai satu sama lain, bukan karena terpaksa karena hamil di luar nikah.

Dan satu hal lagi, gadis itu pun bilang kalau mereka berdua menjalani taaruf sebelum menikah. Maka dari itu selama ini Barra menyembunyikan hubungannya karena mereka tidak ingin terganggu dengan hal-hal yang akan membuat hubungan mereka berdua menjadi kurang baik. Dan hasilnya pun sangat memuaskan, para wartawan itu pun bungkam seketika ketika mendengar jawaban dari Eira.

Sebuah alasan yang membuat semua orang mengagumi sosok gadis itu adalah, selain cantik, ternyata Eira adalah gadis yang sangat pintar dan sangat bisa di andalkan.

...***...

Setelah acara jumpa pers itu selesai, Barra memutuskan untuk makan siang di resto hotel tersebut. Eira dan Rio pun menyetujui karena mereka berdua sudah merasakan lapar. Menempati salah satu ruangan VIP, mereka bertiga di temani oleh sang asisten duduk disana sambil menunggu makanan yang mereka pesan.

Barra lebih banyak terdiam. Sementara Eira, Rio dan juga asisten pribadinya lelaki itu terlibat percakapan yang sesekali membuat mereka tertawa.

Sesekali Barra melirik, melihat Eira yang tampak akrab dengan kedua orang itu. Gadis itu tidak berhenti untuk tersenyum membuat Barra sempat termangu beberapa detik saat melihat senyumannya.

Di saat ia masih memperhatikan istrinya itu, Tiba-tiba saja ekor matanya menangkap tubuh seseorang yang sedang berjalan dengan begitu anggun ke arahnya. Seorang wanita mengenakan mini dress warna hitam yang sangat ketat memperlihatkan bentuk tubuhnya yang terlihat begitu seksi.

Wanita itu tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapih dan juga bersih. Ia berjalan dengan begitu anggun membuat beberapa orang yang berada di ruangan tersebut ikut memandang dan menatap kagum pada gadis cantik dan seksi itu.

Barra menatapnya, pun dengan wanita seksi itu. Mata mereka bertemu untuk yang pertama kalinya setelah lelaki itu sudah resmi menikahi gadis lain.

"Hai .." Ujar wanita itu saat sudah berdiri di hadapan meja tempat mereka semua duduk.

Rio, asisten pribadi dan juga Eira menoleh seketika, mereka menoleh dengan segera ke arah dimana sumber suara itu berada.

Rio dan sang asisten tidak begitu terkejut saat melihat siapa wanita tersebut. Sedangkan Eira, hanya gadis itu yang sedikit terlihat bingung dengan kehadiran seorang wanita seksi yang secara tiba-tiba berada di hadapannya saat ini.

"Apa kabar kalian semua?"

"Baik." Jawab Rio dan Derry secara bersamaan.

"Barr .. kamu apa kabar?" wanita itu kini memandang wajah tampan pacarnya, ah .. lebih tepatnya mantan pacar.

"Seperti yang kamu lihat." Dengan wajah yang datar lelaki itu pun terpaksa menjawabnya.

Wanita itu terkekeh saat mendapat perlakuan seperti itu dari mantan pacarnya. Sebenarnya bukan hal pertama bagi Ambar melihat Barra bersikap seperti itu kepadanya. Ia sudah sangat mengenal Barra dengan baik, lelaki itu akan bersikap dingin kepada siapa saja termasuk dengan dirinya.

Saat matanya masih fokus menatap wajah tampan itu, tiba-tiba ia melihat ke arah lain. Disini, di ruangan ini dan di meja ini mereka tidak hanya bertiga, Ambar melihat ada seorang gadis berkerudung yang sedang duduk bersama dengan mereka. Dan ..

Ambar,

Wanita itu memperhatikan Eira dengan tatapan menelisik, ia menatap Eira dari ujung kaki hingga ujung kerudung yang menutupi bagian kepalanya. Wanita itu mengernyit, menatap bingung kepada gadis yang kini sedang duduk di hadapannya.

Sementara Eira, gadis itu merasa kalau dirinya sekarang sedang di perhatikan oleh wanita cantik dan seksi itu, ia lantas tersenyum menyambut kedatangan wanita yang entah itu siapa. Wajah wanita itu serasa tidak asing baginya, Eira meyakini jika wanita itu adalah seorang aktris atau seorang model yang mungkin pernah ia lihat di televisi ataupun majalah.

"Mau apa kamu kesini?"

Seketika wanita itu memutuskan perhatiannya kepada Eira, lalu segera menoleh dan tersenyum kepada Barra.

"A - aku." gadis yang bernama Ambar itu melirik ke arah Rio, Derry dan juga Eira sekilas. "Apa aku boleh ikut gabung disini?"

Rio dan Derry berdecak seraya menggelengkan kepalanya samar. Sementara Barra dan Eira, hanya mereka berdua yang tidak memberi respon apa-apa.

"Barr .. Pliss.!" Gadis itu memohon. "Boleh ya, aku disini?"

Barra, lelaki itu tidak menjawabnya. Ia hanya menatap wanita itu dalam diam, entah apa yang di rasakannya saat ini. Yang jelas, saat wanita itu datang, tiba-tiba saja dadanya kembali berdebar tidak karuan. Sikapnya bisa saja menunjukkan tidak suka, tapi tidak dengan hatinya yang merasa sedikit senang saat ia bisa bertemu lagi dengan wanita yang pernah mengisi hatinya.

"Mas .."

Barra melirik,

"Dia siapa? suruh saja dia duduk disini?"

Wanita yang bernama Ambar itu berdecih geli. Apa katanya? Mas? dan dia tanya aku siapa?

"O iya, Ra." Rio menyela tiba-tiba. "Perkenalkan dia __"

"Aku Ambar Calista." Sela wanita itu cepat.

"Am - bar Calista?" Perasaan nama itu tidak asing untuknya. "Jadi .. kamu yang bernama Ambar?"

Kepala wanita itu mengangguk. "Iya, aku Ambar Calista. Aku teman teman dekatnya Barra."

Jadi dia wanita yang bernama Ambar itu?

Jadi dia, wanita yang selalu di sebut namanya oleh Barra ketika sedang mengigau?

Eira yakin, jika wanita ini dan Barra mempunyai hubungan yang sangat dekat. Ia juga melihat bagaimana cara mereka berdua saling menatap.

Apa dia kekasih suaminya?

...***...

**bagi like, komen dan votenya juga ya?

Makasih buat semua yang sudah mampir baca ceritanya aku, semoga suka ..

Follow IG aku yuk

@hakimparida

bye** ..

1
Heryta Herman
semangat thor.....
Heryta Herman
bukan menghakimi sesiapapun diasni...
sikap barra memang tdk bisa di terima,dia laki"...pertanggung jwban semua letak nya pada yg namanya lelaki..
aaa..sdh lah...lanjut lah thor...
Heryta Herman
sdh runyam urusannya baru bilang cinta...kemaren ngapain aja barra...
lelaki pengecut...
Heryta Herman
telan kata" mu sendiri yg meremehkan rara dulu..bukan harta atau pun strata mu yg dia mau..barra memang cocoknya sama wanita ular ambar...
Heryta Herman
lelaki dan perepuan modelan barra ambar,banyak...ga punya urat malu..menghalalkan segala cara untuk kepentingan diri sndiri..
Heryta Herman
hahaha...percaya diri sekali kau ambar,...
sadarlah..kau itu wanita sprti apa...bikin malu makhluk lain yg bernama wanita...
Heryta Herman
memang seharusnya begitu..wanita baik" hanya untuk lelaki yg baik" juga,kan..
Heryta Herman
satu kata unruk rara...bodoh...
percaya dgn casanova sprti barra...
Heryta Herman
rara tdk beruntung...dpt bara yg bukan perjaka lagi...
ingat ucapanmu sendiri barra...kau tdk suka dan tdk cinta sama rara..kau menghina nya...kau jilat ludahmu sendiri skrng...
Heryta Herman
kko perempuan yg slh langkah dan sdh tdk punya mahkota...lelaki dgn mudah nya mengata dan menolaknya dgn kata"yg tdk pantas...tapi klo lelaki nya yg bejat,kenapa wanita sangat mudah memaafkan dan menerima dgn rela...ga adil bangeet...
Heryta Herman
hhuuuhhh..hubungan hambar tanpa cinta...hanya kebutuhan saja..
Heryta Herman
big no..../Chuckle/
Heryta Herman
jujur aja Ra .kenpa harus di tutup"i...kan bisa minta nasehat ke ortumu
Heryta Herman
preeetlah...barra pria labil...mau ma bini tapi gengsi...
Heryta Herman
klo barra ga sadar juga,betapa cantiknya adab dan rupa istrinya...ga tau lagi lah..mau ngomong apa...
Heryta Herman
kenapa kadi begini ceritanya...sllu saja wanita bsik" yg jadi korbannya..pelakor dimana" sama.. ga punya malu ga ada akhlak...
Heryta Herman
barra..jngn sampai kamu selingkuh nti dgn ambar...
barra yg akan rugi nti nya..membuang berlian dan memilih kaca,yg sdh retak.pula/Chuckle/
Hafista
aku sk cerita thour, sukses trs y thour
Riama Romauli
lanjut thor
Ayomi Hartinta
bara aj yg gk tegas...bilang udh gk suka sma ambar...tapi di pegang² diem aj...😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!