"Jika kau tau aku akan menyakitimu? kenapa kau masih mau menikah denganku" ucap Agung
"Karena aku tau apa yang dilakukan Ayahku telah dipikirkannya dengan matang"
"Kalau begitu, selamat datang di keluarga RInjadi nona Sellly Atmajaya"
Selly pun tersenyum datar
Selly Anjani Atmajaya. Gadis muda yang harus menikah dengan mantan kekasih ibunya Agung Andhika Rinjadi. Pernikahan dilakukan atas permintaan sang ayah. Hal itu dilakukan sang ayah untuk melindungi putrinya dari jahatnya mantan kekasih sang ayah yaitu nyonya Alice Raharjo
Ia harus berjuang seorang diri menghadapi sadis dan dinginnya sang suami dan jahatnya Alice Raharjo padanya. Namun kecantikan wajah dan hati serta kegigihannya dalam banyak hal, membuat Ia mampu bertahan dari segala serangan yang ditujukan pada dirinya.
Bukanlah Selly Anjani Atmajaya jika Ia menyerah dengan keadaan. Dialah Selly Rinjadi
mari kita berkenalan lebih jauhhh
Ig @mrs.anna19
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohana hartono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mr x
”Apa emang sama sekali tidak ada aku di hati kamu selly” ucap agung dalam hati.
Ia menyetir mobilnya tanpa sepatah katapun.
”Maaf pak, apa bapak kenal sama pelukis tadi” ucap Aura.
Agung tidak mendengar perkataan Aura. Pikirannya masih kepada Selly
”Sejak kapan kau melukis sell, aku baru tahu kamu pandai melukis” bisik Agung dalam lamunannya.
”Pak..pak”. suara Aura membaurkan lamunan agung.
”Ohh iya kenapa ra”.
”Bapak kenal dengan pelukis tadi?”.
”Iya saya kenal” ucap agung datar.
”Dia anak Hadi atmajaya”.
Aura hanya diam saja.
”Sepertinya aura tidak terlalu banyak tahu mengenai siapa dirinya, siapa Hadi Atmajaya” bisik Agung dalam hati
******
Tangan selly yang asik melukis tiba-tiba terhenti. Matanya yang hanya tertuju pada kain canvas kini teralihkan. Mulutnya seolah tidak bisa berkata apapun. Jantungnya seketika berhenti berdetak. Waktu seakan berhenti berputar ketika seorang laki-laki paruh baya berdiri didepan matanya.
”Paul walker KW ” ucap Selly spontan.
Lelaki itu hanya tersenyum ketika selly menyebutnya paul walker KW.
”Ada ada saja kamu ya.... ehh tapi rasanya saya pernah lihat kamu” ucap lelaki itu dengan sedikit berpikir.
”Iyaaaa.. emang pernah.. aku yang waktu itu menumbur mobil belakang kamu” sahut selly dengan antusias.
”ohh iya iya ”. ”lukisan mu bagus” puji lelaki itu.
”terimakasih” ucap sely dengan malu-malu.
”sudah lama kamu melukis”.
” baru hari ini”
” waw,, baru sehari tetapi sudah banyak peminat ya”.
”kau mau aku lukis? Khusus untukmu gratiss” ucap selly.
”kenapa gratis?”. ”sebagai ganti rugi mobilmu yang rusak” ucap selly sambil tersenyum.
”Hahhahahahha kamu ada ada saja”
”Sebenarnya saya juga bisa melukis tapi sepertinya tidak sebagus kamu” ucap pria itu.
”Ehh saya belum tahu nama kamu,, namaku selly” dengan cepat selly menjulurkan tangannya.
”Saya Fathir” ucap lelaki itu.
”Nama yang keren” pujii Selly.
”Selly nama yang manis” sahut Fathir sambil menatap wajah cantik Selly.
*****
”Sell aku temani kamu ya?”. ”dengan senang hati” ucap selly.
Andra yang masih asik dengan kameranya tidak terlalu memperhatikan dengan siapa Selly berbicara.
”Sebentar ya Sell” Fathir melangkahkan kakinya menuju sebuah tempat.
Selly melanjutkan melukis.
”Mbak,, terima kasih ya,, bagus bangettt” puji seorang pria yang baru saja selesai Ia lukis.
”Sama-sama” ucap Selly. Tak berapa lama muncullah fathir dengan membawa minuman.
”Orange float?” ucap selly dengan sedikit terkejut.
”kenapa, kamu tidak suka ya sell, kalau gitu aku ganti ya”. ”nonooonoo.. aku suka banget orange float” ucap selly antusias.
”Jarang sekali kan orang suka orange float”
Ucap Selly sembari menatap cup orange float yang sangat menggoda untuk segera di nikmati.
****
”Ehh tapi sepertinya aku kurang sopan kalau panggil kamu fathir gitu” ungkap Selly.
Fathir hanya tersenyum ringan.
”Aku tebak ni ya kira –kira usia kamu tiga puluh enam atau tiga puluh tujuh ya kan” tebak Selly dengan senyum manisnya.
”Betull peramal kamu ya” ucap fathir.
”Ehh bener ya” ucap Selly dengan persaan senang.
”Iya umur saya hampir memasuki tiga puluh tujuh”
”Kalau gitu aku kasih kamu nama ompa aja gimana?” ucap selly dengan liirikan mata manja.
”Apa itu ompa?” ucap fathir dengan menaikkan alisnya.
”Om paul disingkat ompa” ungkap selly sambil cekikikan.
”Yayaayayya.. bolebole” .
Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul empat sore.
”Sell aku pulang ya, lain waktu pasti aku akan kesini kembali” .
”iya ompa ditunggu dengan senang hati”.
*****
”Andra,, aku hari ini mau pulang agak cepat ya, mau lanjut kuliah” ucap selly pada andra,
”Ohh iya Sell,, sebisa kamu aja” sahut andra yang masih dengan kesibukan yang sama.
Setelah semua pesanan lukisan telah selesai Ia kerjakan.
Selly mengganti pakainnya yang terkena noda-noda. Setelah selesai menganti pakaiannya Ia pesan Taxi online untuk menuju kekampus.
”An duluan ya” ucap Selly.
”Iyaya, Sell” ucap andra datar.
Tiga puluh menit berlalu tibalah selly dikampusnya. Waktu menunjukkan pukul tujuh malam kurang sepuluh menit.
”Waduhhh bentar lagi pak bakti masuk kelas nih, kalau aku telat alamat tidak bisa absen” dengan tergesa gesaa Selly melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kelas.
Tiba tiba bruukkkk,, Selly Terjatuh. Ia tidak sengaja menabrak seorang pria yang tiba-tiba keluar dari ruangan kelas.
”Ompa” ucap Selly sembari bangkit dari jatuhnya.
”Selly!” ucap fathir dengan terkejut.
”Ompa ngapain disini?” tanya selly.
”kamu ngapain disni Sell” ucap fathir.
”Saya dosen disini sell” ucap Fathir.
”Jadi ompa dosen disini” bisik Selly dalam hati.
”Heii Sell jangan bilang kamu mahasiswa disini” ucap fathir.
”Iya saya mahasiswa” sahut Selly dengan mengangguk.
Ada rasa tidak enak dalam hatinya ternyata pria yang Ia kagumi adalah seorang dosen tempat ia berkuliah.
”Saya masuk kelas dulu ya pak” ucap selly dengan perasaan yang tidak enak karena banyak mahasiswa yang melihatnya.
Selly meneruskan langkahnya.
*****
Sehabis mata kuliah dengan pak bekti selesai, selly menuju kantin karena sedari tadi siang Ia lupa makan saking sibuknya melukis.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Selly memesan taxi online, namun entah kenapa semua sopir minta cancel orderan karena letaknya yang terlalu jauh.
Selly pun akkhirnya memesan ojek online. Tidak berapa lama muncullah ojek online.
Dengan cepat Selly menuju motor tersebut. Udara dingin begitu terasa dikulit selly, Ia lupa membawa jaket.
Hujan turun perlahan, diiringi angin kencang dan sedikit rerintikan hujan.
Tiba-tiba ”aduh maaf mbak, bannya bocor” ucap ojol yang dengan tiba-tiba menghentikan motorya.
Hari hampir tengah larut malam diiringi rerintikan hujan dan desiran angin malam menambah kedinginan.
”masuklah sell” sebuah rubicon putih berhenti tepat didepan Selly.
Ia adalah agung andhika rinjadi suaminya.
”pak ojol saya duluan ya, ini sedikit uang untuk bapak,, maaf ya pak saya duluan” ucap selly yang langsung melangkahkan kakinya menuju mobil agung.
Perasan suka dan tidak suka melebur menjadi satu didalam hatinya. Suka karna Ia telah selamat dari dinginnya hujan malam ini, tidak suka karena kenapa harus agung bukan ompa.
Di dalam mobil selly dan agung hanya diam tanpa berbicara Sepatah katapun. Dret,, dret hp selly berbunyi.
Panggilan masuk dari ompa, selly tidak berani mengangkatnya karena disebelahnya adalah suami sah nya.
Drett..drett.. panggilan itu berulang kali.
”siapa??andra?” ucap agung dengan nada sinis.
Selly hanya menggelengkan kepala.
”Angkatlah aku tak apa” ucap agung.
Selly memilih untuk mematikan panggilan itu. Tapi hp tetap berdering kembali.
”Angkatlah sell!” kali ini nada agung sedikit keras.
Selly pun mengangkat telpon itu dengan perasaan takut.
Ia tahu betul suaminya jika emosi seperti apa.
”iya hallo” ucap Selly.
”sell kau sudah sampai rumah? Tadi dilampu merah aku melihatmu pakai ojek online, kenapa tidak menelponku, pasti akan aku antar kamu pulang” ucap fathir diseberang telepon”.
”Ohh tidak papa pak, saya biasa kok pakai ojek online” ucap selly sambil melirik suaminya yang sedang menahan emosi.
”Tapi Sell,, aku pasti siap selalu kok untuk antar kamu pulang, lain kali biar aku saja yang antar kamu pulang ya sell” ucap fathir.
”Iya pak terimakasih,, sudah dulu ya pak” . dengan cepat Selly buru-buru mematikan telponnya.
Keadaan kembali membisu, Agung dan Selly hanya diam mematung. Perasaan takut menghantui Selly ketika melihat muka dan mata suaminya memerah menahan emosi.
Mari slng mendukung