NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Maya

Cinta Untuk Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:319.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deviss

Maya adalah seorang wanita biasa yang dijodohkan dengan pilihan orang tuanya. Dia berkali-kali menolak karena sudah memiliki kekasih.

Sedangkan lelaki pilihan orang tuanya, bernama Prawira. Dia seorang abdi negara yang baru saja dipindah tugaskan di Jakarta.

Pernikahan mereka berlangsung seminggu setelah tragedi itu. Maya terpaksa menjalani semua ini. Masa lalu yang datang kembali, membuat dirinya terguncang.

Bisakah Maya melewati semua ini, akankah dia mendapatkan cinta dihidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deviss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAKDIR

Azan subuh berkumandang. Maya yang masih terjaga segera bersiap mengambil air wudhu. Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar ketukkan dari pintu depan. Dengan raut wajah bingung dia perlahan menuju ke sana, lalu membukanya.

"Non."

Pelukkan yang tiba-tiba membuat Maya shock. Dia lupa, kalau asisten rumah tangga juga ikut bersama dengan kedua orang tuanya. Lantas kenapa Mbok Nah masih hidup? Apa ini mimpi? seperti itu yang ada di dalam pikirannya.

"Mbok," sapa Maya dengan senyum mengembang. Sedikit menggeser tubuh Mbok Nah agar dia bisa melihat seseorang di luar rumah. Ke kanan, ke kiri, tetapi oarang yang di harapkannya tidak ada.

"Non." Raut bingung yang terlihat dari wajah Mbok Nah.

"Mbok, gak sama mama papa? mbok kan berangkat bareng, pulang juga harus bareng."

"Ya Allah, Non. Istiqfar," kata Mbok Nah sembari memegang lengan Maya.

Budenya Maya yang sedari tadi memperhatikan, akhirnya mendekat. "Maya, sudah solat?" Maya menggeleng. "Solat dulu. Nanti ngobrol lagi," katanya.

Beberapa menit kemudian, Maya kembali ke ruang tamu. Bergabung dengan Bude dan Mbok Nah, mendengarkan asisten rumah tangga itu bercerita. Dia bisa menyimpulkan bahwa sebelum kecelakaan, orang tuanya sudah memberikan isyarat.

Mbok Nah disuruh pulang ke kampung halamannya. Entah kenapa perintah itu serasa aneh bagi dirinya, sebab setiap menjelang lebaran pun dia ditahan untuk tidak mudik. Namun, majikannya itu dengan gampang memberikan tanpa syarat.

Kesedihan ditunjukan di wajah Maya, tetapi dia sudah tidak bisa mengeluarkan air matanya. Rasa kering dan pedih menjadi satu. Dia sadar, bahwa semua ini sudah ditakdirkan. Dengan lesu dia berdiri, meminta ijin untuk kembali ke kamar.

Maya masuk ke kamar, membangunkan para sepupunya untuk solat. Kemudian, mengambil ponsel yang ada di atas nakas, menghubungi kekasihnya. Sedikit lebih lama mendapatkan jawaban. Dia terkekeh, suara khas bangun tidur terdengar, biasanya Juha yang lebih dulu terbangun.

"Belum bangun, Bang."

"Hm ... mang jam berapa, Dek?"

"Jam enam kurang seperempat. Tumben biasanya gak telat solat subuhnya."

"Ck, sadar diri, ya! Siapa yang ngajak ngobrol sampe jam empat pagi." Maya tertawa." Ya sudah, saya mau solat dulu."

"Iya, Bang."

Setelah mematikan panggilannya, Maya memeriksa beberapa pesan yang masuk semalam, tetapi belum sempat dibuka. Shanti memberitahu bahwa besok ke sini sendiri karena orang tuanya mempunyai kesibukkan lain. Selebihnya pesan dari Rangga, menanyakan kabar.

Waktu begitu cepat berlalu. Maya mengerjap sebelum benar-benar sadar kalau sudah sore. Dia tertidur dari pagi hingga sekarang. Semua kerabat tidak ingin mengganggunya, mereka tahu bahwa dirinya kurang istirahat. Dia turun dari ranjang, berjalan ke luar kamar.

Akan tetapi, ketika Maya ingin membuka, pintu itu terbuka lebih dulu. Menampakan seorang perempuan yang cantik sedang tersenyum manis menatapnya, siapa lagi kalau bukan Shanti. Dia mundur beberapa langkah, memberikan ruang untuk sahabatnya masuk.

"Sudah bangun, Nona? Nyenyak sekali tidurnya, ada gempa pun gak bakalan terasa pastinya," ejek Shanti sembari dudukdi pinggir ranjang. Maya hanya memutar bola matanya, terlalu malas untuk menanggapi.

"Dari kapan dateng?"

"Siang tadi." Maya duduk di samping Shanti. "Oiya, May ... sodara lu yang cowo itu siapa namanya?"

"Sodara gue? Pakde maksud lu?"

"Bukan. Dia suka dipanggil 'Wira, Wira' gitu. Itu loh yang kemarin lu di gendong ma dia," ujar Shanti. "Ughhh, gentleman banget, May. Ganteng, baik, berotot, pasti perutnya kaya roti sobek deh." Maya mengerutkan dahinya.

"Lu perhatiin dia banget ya? Niat lu ksini mau doain orang tua gue atau cari jodoh sih?"

Shanti tersenyum memperlihatkan giginya. "Gak niat sih cari jodoh tapi kalau takdirnya di pertemukan apa boleh buat. Kayanya dia udah punya pacar deh, dari cara dia memperlakukan gue. Dia tipe-tipe cowo setia."

"Memangnya dia ngapain lu?" tanya Maya. Shanti menceritakan tentang malam itu, saat Prawira diminta oleh Bunda untuk mengantarnya mencari susu jahe.

Maya selalu berdecak berkali-kali mendengar cerita Shanti. Apalagi kalau sudah mulai disamakan dengan Juha. Dia jelas tahu sekali perbedaan kekasih dan orang yang dijodohkannya itu. Dia baru ingat kalau sahabatnya itu belum tahu nama dari orang yang akan dijodohkannya.

Memikirkan tentang perjodohan Maya teringat pembicaraan semalam dengan Juha. Kekasihnya itu akan mundur kalau dia memilih melanjutkan perjodohannya. "Mundur ke mana, Bang? Awas nabrak mundur-mundur." Seketika Juha tertawa membuat Maya tersenyum.

"Sudah bisa diajak becanda ternyata?"

"Ck, bisalah. Ada seseorang yang mengajarkan aku tentang keikhlasan sebuah takdir."

"Siapa sih?" canda Juha yang sebenarnya dirinya sudah tahu.

"Gak tau, siapa? Orang gila kali," jawab Maya.

"Wah, jahat kamu, Dek. Pacar sendiri dibilang gila." Maya terkekeh.

"Jangan menyerah!" Ucapan Maya membuat suasana kembali serius. "Jangan lepaskan sesuatu yang sudah Abang genggam."

"Siap! gak akan, Dek."

"May ... Maya." Maya mengerjap beberapa kali guna memulihkan kesadarannya. "Yee, dia malah ngelamun," ujar Shanti sembari mengguncang tangan sahabatnya itu.

Pintu kamar terbuka, menampakkan Bunda yang sedang tersenyum sembari memegang cangkir. "Sudah bangun, Nak?" tanyanya sembari berjalan ke dalam.

"Sudah, Bunda."

Shanti pamit untuk membantu yang belum selesai. Namun, sebelum itu dia memberitahu Maya bahwa 'ini adalah orang tua lelaki itu' dengan isyarat tubuhnya, kemudian, berjalan keluar. Menutup pintunya, meninggalkan sahabat dan Bunda di dalam.

"Sudah enakkan, Nak?" Maya mengangguk menerima secangkir teh yang diberikan Bunda. "Bunda mau bicara serius, bisa?" tanyanya perlahan sembari membelai rambut Maya.

"Bicara apa, Bun?"

"Bunda sudah memikirkan ini secara matang, diskusi juga sama yang lain, dan mereka semua setuju. Perjodohan kamu dengan Prawira akan dilanjutkan. Setelah tujuh hari mama, papa kamu, kita akan meresmikan. Lebih cepat, lebih baik. Almarhum akan tenang di sana."

Bersambung ....

✌✌jangan lupa vote, like, dan follow. Nanti ada part yang akan saya kunci dan harus memfollow dulu baru bisa melihat. 🙏🙏🙏

1
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Tamat yaaaak...?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Ha...ha...ha...sukaaaaa...dech biar klepek klepek tuh Prawira ha...ha....ha....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Syukur prawira di panas2 in sama Rangga....se 7 Rangga biar Prawira klojotan pikiran nya bercabang 1000
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Prawira edhaaaaaan....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Prawira gilaaaaaa....menduakan wanita...pnya anak malah malah seblm nikah dg Maya...gila pke bgts tuh Prawira.....😠😠😠
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Baliiiiik...sama Juha aja lbih baik lbih setia , Prawira gombaaaaaaal....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Kerent bdn nya Prawira...he...he...he...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Hi...hi...hi...knp adek nya Prawira yg cemburu...aneh...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Waaah seruuuu...ha...ha...ha...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Hi...hi...hi...mnding Maya dpt Juha dech....wwwkkkk..
nggak di dua in.
Swis Indi
mana ini cerita Maya season 2 nya author 👍🥰 di tunggu ya
Adinda Wahyuni
hanya bisa berasumsi 🤔🤔
Adinda Wahyuni
😂😂😂
reader di prank ..
Novi Margaretha
gak seru klau nikahny hrs sm prawira,gak smua perjodohan itu bucin,bosen deh baca crita yg awal dijodohkan lm2 bucin,hrsny cintany yg diperjuangkan,cwe kok gak bs tegas sm pendirianny😡
Gogon
semangat thorrr
Pudi Astuti
sehat selalu thor
Crusiana Habiba
setia menantimu author cantik ❤️
Lina
ku setia menunggumu author cantik 🥰😊
Lovenia
stia menunggu mba😍
Yenny DA Yoesuf
selalu ditunggu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!