🌺Felysia Inez Gianina * Bara Gustav Sgevano🌺
Bagaimana jika dirimu dinikahi hanya dijadikan sebagai istri keberuntungan?
Itulah yang dialami oleh Fely gadis polos yang rela dinikahi oleh Bara sang pengangguran abadi yang gila judi.
Simak kisah kocak mereka🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba Romantis
🌸🌸🌸
Bara dengan tergesa-gesa kembali ke apartemennya setelah sebelumnya dia mencari Fely ke klab malam yang sebelumnya dia datangi tapi tidak menemukan istrinya itu.
"Ucil... Ucil... " teriaknya saat sudah sampai di apartemen tapi tidak ada sahutan sama sekali.
Lalu dia mengetuk kamar Fely tapi masih tidak ada sahutan, dia ingin membuka pintu kamarnya tapi dikunci dari dalam.
"Ucil, kau ada didalam kan? jangan membuatku khawatir," teriaknya.
Sedetik kemudian dia mendengar suara isak tangis dibalik pintu kamar Fely.
Fely dari tadi mendengar suara Bara tapi enggan untuk menjawab, bayangan Bara dipeluk Lucille masih terbayang jelas di ingatannya. Dia hanya bersender di pintu sambil menekuk lututnya dan membenamkan wajahnya disana.
"Cil, kau menangis?" tanya Bara lirih.
"Kenapa, Bang? kenapa hidup tidak adil padaku?"
"Hei, kau kenapa?" Bara dibuat cemas dengan istrinya itu, dia tidak pernah melihat Ucilnya seperti ini.
Bara akhirnya ikut menyenderkan dirinya dipintu dan mendengar istrinya itu masih menangis.
"Jangan menangis, Cil. Aku lebih suka kau bertingkah seperti biasanya daripada menangis begini," ucap Bara kemudian.
"Apa memang aku tidak pantas untuk dicintai?" Tiba-tiba pertanyaan itu terdengar di telinga Bara. Suaranya begitu pilu hingga siapa yang mendengarnya pasti akan tersayat hatinya.
"Buka pintunya!" bentak Bara kemudian, dia sangat khawatir dengan istrinya itu.
"Cil, kalau kau tidak mau membuka, aku akan mendobraknya!"
Tapi lagi-lagi tidak ada sahutan yang mana membuat Bara semakin gusar, pria itu sudah mulai berdiri dan melakukan ancang-ancang ingin mendobrak pintu tapi tanpa diduga saat dia memajukan badannya pintu itu terbuka yang mana membuatnya akhirnya menindih tubuh Fely.
"Akhh" pekik Fely yang terjatuh akibat ditubruk Bara otomatis kepalanya terbentur lantai.
"Abang... " protes Fely dengan mendorong tubuh Bara yang ada diatasnya.
Setelah terlepas dari tubuh Bara, dia segera berdiri dan duduk di tepi ranjangnya sembari memegang kepalanya yang masih sakit akibat terbentur lantai sebelumnya.
Bara ingin marah pada istrinya itu tapi melihat Fely kesakitan dan menangis sebelumnya, dia mengurungkan niatnya.
"Apa sakit?" tanya Bara perhatian dengan mendudukkan dirinya disamping Fely.
"Menurutmu?" sahut Fely ketus.
"Sorry okay. Habis dari tadi diketok juga gak dibuka pintunya pake acara nangis segala. Tahu tidak Abang tadi cari-cari di klab seperti orang kesetanan!"
"Oh, ternyata Abang masih ingat padaku!"
"Ini anak sekarang makin nyolot ya! Aku suamimu loh ya, apa kau amnesia!"
"Suami apaan yang berpelukan dengan wanita lain di depan istrinya sendiri!" kesal Fely.
"Oh, jadi kau cemburu ceritanya ini, ngomong dari tadi dong biar gak muter-muter ceritanya bikin orang bingung!"
"Kalau iya kenapa-kenapa!" Fely menantang.
"Anak ini makin hari makin bandel, harus dikasih pelajaran biar kapok!"
Lalu Bara meraih tengkuk Fely dan membenamkan bibirnya dengan bibir istrinya itu.
Fely kaget menerima ciuman yang Bara berikan secara tiba-tiba, ini untuk pertama kalinya baginya. Rasanya begitu membuat jantungnya berdegup semakin kencang sampai mau keluar.
"Kau mau mati ya! bernafas bodoh!" ucap Bara saat melepas ciumannya.
Fely mengangguk kikuk.
Dan, Bara mencium bibir Fely lagi kali ini bukan ciuman tapi sebuah l*matan yang mana membuat Fely merasa semakin dibuat melayang oleh perlakuan Bara padanya.
"Rasanya ada manis-manisnya gitu ya, Bang!" celetuk Fely saat Bara melepas ciumannya untuk kedua kalinya.
"Kau pikir ini iklan air mineral? coba romantis dikit gitu loh!"
Fely menghela nafasnya panjang," Ampun bang jago deh!"
🌸🌸🌸