21+
Minar, seorang gadis cantik yang sering mendapat pelecehan telah menemukan tambatan hatinya.
Ia pun di pinang oleh lelaki yang juga mencintainya,setelah ia hamil karena di renggut paksa kesucianya.
Mereka pun akhirnya menikah tanpa ada yang tahu tentang kehamilannya,kecuali Rara sahabatnya.
Pernikahan yang ia harapkan membawa kebahagian,malah membawanya dalam berbagai masalah.Harapannya musnah,setelah penghiatan berulang kali yang telah suaminya lakukan.
Bagaimana kah akhir dari cerita ini? Lanjutkan kisah perjalanan hidup Minar di setiap babnya.
Semoga kalian suka ya,jangan lupa kritik dan saran yang membangun dari kalian.😉😉
Salam sayang dari saya😘😘😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dedik Iis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
hellau..saya datang lagi😆😆😆😆gimana seneng gak nich saya muncul lagi.
Happy reading yach say..
.........................
Tak terasa Minar dan Rara sudah 1bulan bekerja di rumah bu Tanti,ternyata beliau orang yang sangat baik,ramah lagi.Bahkan Minar dan Rara di perlakukan seperti Nugi anak nya sendiri.Sering sekali mereka di belikan baju-baju maupun tas juga sepatu.Meski pun bukan harga yang mahal.Bu Tanti ternyata juga seorang yabg sangat dermawan.seringkali memberi santunan untuk anak yatim tapi tanpa memberi tahukan identitasnya.Walaupun beliau orang yang kaya,tapi cara hidupnya sangatlah sederhana,hingga orang yang memandang pun tak mengira jika beliau adalah bos besar yabg mempunyai berbagai macam usaha di berbagai wilayah indonesia.
"Nduk, Minar Rara,"panggil beliau kepada kami.
"Iya buk,"jawab kami.
Ya hari ini kebetulan hari sabtu,beliau libur.
"Duduklah di sini,"bu tanti menepuk bangku di belahnya."Ini gaji buat kalian selama di sini,dan ini untuk kalian jajan berdua.Pergilah jalan-jalan sana,tapi inget pulang jangan malam-malam,ibu nanti pergi pintu depan saya kunci.Ingat selalu kunci pintu kembali ya kalau keluar masuk rumah,dan berhati-hatilah,"pesan bu Tanti pada kami.
"Ibu pergi dulu ya,ada acara di luar kota inget pesan ibu,"kata bu Tanti.
"Baik bu,'jawab kami serempak.
"Terima kasih banyak bu untuk kebaikan ibu,ibu sangat baik sekali pada kami,"ucap Minar.
Begitupun juga dengan Rara mengucapkan terimakasih pada bu Tanti.
Setelah kepergian bu Tanti,Minar dan Rara kembali ke kamar,di lihatnya gaji mereka.
"Waow,alhamdulilah,"teriak Rara kegirangan.Bagaimna tidak,kerja kami yang hanya menjaga nugi di beri gaji masing-masing 4 juta,belom lagi tadi di beri uang jajan 200rbu untuk tiap orang.
"Ayok nar kita jalan-jalan,kita kerumah kakakku.Nanti habis dari sana kita shoping,hahaha,".ajak Rara sambil tertawa riang.
Minar pun hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihatnya.
***
Setelah dari rumah saudara Rara dan juga jalan-jalan,mereka pun mampir di warung nasi,ketika hendak memasukan makanan ke dalam mulut,Minar tidak sengaja menatap seseorang yang hendak makan juga.Mata mereka saling bertemu.
"Benarkah apa yang kulihat ini?"tanya Minar dalam hati.
Seseorang itu pun mendekat.
"Minar".
"Dedi,:ucap kami bersamaan.
Dedi pun akhir pindah duduk di depan Minar.
"Kenpa kamu bisa ada di sini?"ucap Minar dan Dedi secara bersamaan.Mereka pun akhirnya tertawa bersama.
"Heeemn hemm hei,di sini masih ada manusia ya,kalian ini seperti dunia milik berdua saja,"kata Rara sebal sambil mengerucutkan bibir nya.
Dedi yang mendengar pun tersenyum senyum.
"Hai ra,"sapa Dedi.
"Hei juga Dedi,"balas Rara sambil nyengir kuda.
Setelah Minar menjelaskan panjang lebar kenapa bisa ada di sini,Dedi pun menjelaskan,jika memang ia asli dari sini.Ia pergi ke desa karena hanya ingin mencoba hidup mandiri dan di sini pun ternyata dia tidak tinggal dengan orangtuanya,ia tinggal di kos tanpa sepengetahuan orangtua nya.
"Ra sudah malem, kita pulang yuk,"ajak Minar.
"Ded,kami pulang dulu ya,"katanya lagi.
"Ah iya ini kebetulan aku juga mau pulang,"kata Dedi.
Minar dan Rara akhirnya pulang dengan naik angkot,berbeda dengan si Dedi,ia masih setia dengan motor maticnya.
Setiba di gang mereka turun karena tidak mungkin angkutan umum masuk ke gang rumah mereka,dengan berjalan kaki,akhirnya sampai juga di depan rumah.
"Tiiin tin tin,"bunyi bel sepeda motor.
"Minar Rara,"teriak seseorang.
Mereka yang di panggil pun menoleh ke arah suara.
"Dedi,"ucap Minar dan Rara bersamaan.
.............................
Bersambung...
jangan lupa dukungan kalian yaaaa.
like
komen
vote
jangan lupa kasih saya hadiah doonxxx😄😄😄
jadikan novel saya favorit kalian yaaaa...
.
.
cuma pegawai pabrik
bisa merasakan sakit dan bahagia.
izinkan ku'bicara agar kau dapat mengerti.
kamu yg buat hatiku bergetar.
rasa yg telah ku lupa.
tanpa ku tau mengapa yg kutau ini adalah cinta.
cinta karena cinta.
tak prlu kau tanyakan tanpa alasan cinta datang dan bertahta.tak bisa jelaskan krn hati ini tlah bicara. goodjob always forever for you authorku 💋 teruslah berkarya menceritakan yg jauh lebih greget lagi dr dedi dan minar. jgn lupa kasih visual nya yg emmmmmm...yg menarik animasi menurut aku.😉😘
tapi mungkin aku bacanya habis lebaran aja yah... lagi repot.mau fokus bikin kue
tetap semangat Thor 😘👌💪👌👍🙏
meski Sad ending😭😭😭😭
tapi anamanya Hidup ngak selalu harus Bahagia...yg terpenting kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita hidup yg di jalani.begitu jg dgn Dedi dan Al
aku yakin mereka pun bisa hidup bahagia meski keluarga nya tak sempurna Krn kepergian Minar 😭
selamat ya Author....tetap sehat dan semangat menggapai sukses.
jgn berkecil hati Krn like nya sedikit
tinggal menunggu waktu...hingga byk reader yg akan membaca cerita mu
tetap berkarya Thor
terima kasih lope lope buatmu🌹🥰🥰🥰🥰🥰🥰
jangan tanyakan mengapa karena cinta yg bertahta di hati. hingga dusta itu menutupi semua kulakukan karena CINTA.
banyak sedih nya dari bahagia...
tapi namanya juga takdir manusia hanya bisa menerima dgn ikhlas
semoga dadi bisa menjaga Al dan menjadi ibu sekaligus ayah yg baik
lanjutkan Thor
ditunggu crazy up nya
knp yg kasi like sedikit yah...apa mungkin yg lain blom menemukan novelmu Thor
yakin lah dan tetap semangat dalam berkarya
cuma kalo bisa ending nya jgn perpisahan dong Thor...Krn kehidupan Minar dan dadi sdh mengharu biru...apalagi skrg ada Al kasihan kalo harus jd Piatu...yuk semangat minar.obati sakitmu.pasti ada mukjizat untuk sembuh