(Novel kisah tentang perselingkuhan dan pelakor)
Eva gadis manja dan keras kepala dia sangat dicintai Orang Tuanya, tapi kenyataan pahit harus diterima Eva disaat Orang Tuanya akan bercerai karena Papahnya mencintai Wanita lain.
Untuk membalas rasa sakit hatinya Eva akan menghancurkan kebahagian Papahnya dan Wanita itu. Dengan membuat Rafto menjadi Budak cintanya dia akan melakukan segala cara hanya untuk Eva
Akan kah misi Eva berhasil atau malah terjebak akan permainannya sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Simpanan
"Eva."
Ia dan Rafto melihat secara bersamaan siapa yang memanggil dirinya. Mereka melihat Reno, Papahnya Eva datang dengan langkah yang terburu-buru. Eva yang melihat Papahnya memalingkan wajahnya kembali, Mengacuhkan keberadaan Papahnya sendiri. Reno hanya diam, saat ia melihat Eva yang seperti enggan melihat dirinya.
"Eva," pangil Reno lagi dengan langkah yang mulai mendekat ke Eva dan Rafto.
Jangankan menjawab melihat muka Papahnya saja, Eva masih enggan. Ia sudah terlalu sakit hati dan kesal, akan tindakan yang dilakukan Papah kandungnya sendiri.
"Maafin Papahmu, sayang." ujar Reno menggenggam telapak tangan Eva, tapi ditepis.
Reno menghelas nafas, Eva tak kunjung mentap dirinya. Ia merasa memang pantas diacuhkan Eva, ia sangat mengetahui berbuatannya hingga membuat Eva sangat kecewa dan sakit hati.
"Papah sangat menyesal akan tindakan yang pria tua ini lakukan. Pulanglah kerumah kita Eva. Papah akan melakukan apapun, agar kamu memaafkan Papah mu ini," ujar Reno dengan telapak tangan menggenggam Eva kembali.
"Benarkah?" tanya Eva yang dibalas anggukan kepala.
"Jika kau ingin aku kembali kerumah besar dan memaafkan dirimu, menjauhlah dari wanita simpananmu itu." ucap Eva melirik Reno tajam.
Reno yang mendengar keinginan Putrinya merasa bingung. Apa ia mampu dan sanggup menjauh dari Mulan, wanita yang sangat ia cintai. Tapi jika ia menolak keinginan Eva, pasti Putrinya akan menjauh dari dirinya, dan ia tak ingin semua itu terjadi.
"Baiklah Papahmu ini, akan melakukan semua yang kamu minta. Asal kamu memaafkan pria tua ini." kata Reno.
"Buktikan saja dulu," sahut Eva memainkan kembali gadget pintarnya.
Rafto hanya menatap sebentar percakapan antara Bapa dan anak itu. Ia lebih memilih melanjutkan pekerjaan yang menumpuk, dengan telinga yang mendengar percakapan mereka. Reno mendengus, Eva masih saja mengacuhkan dirinya. Ia menatap Rafto yang serius mengerjakan berkas-berkas, yang menumpuk dimeja kerja milik Rafto.
"Kamu belum selesai juga Rafto." ucap Reno yang membuka salah satu berkas.
"Gimana mau selesai, yang punya perusahaan aja ga ada niat mau ngerjain berkas ini." sindir Rafto tanpa mengalihkan pekerjaanya.
"Om lagi pusing dan banyak masalah. Jadi kamu harus bantu Om." ujar Reno.
"Pusing mikirin wanita murahan itu." timpal Eva tanpa melihat Reno.
Reno hanya diam mendengar sindiran yang keluar dari mulut Putrinya. Ia tak mengeluarkan sepatah kata pun, takut salah ucap lagi seperti kejadian yang kemarin.
"Rafto, Eva ayo kita makan bersama," ajak Reno seraya menatap mereka bergantian.
"Oke, Om." sahut Rafto dengan tangan yang menutup berkas yang memusingkan.
Eva melirik tak suka kearah Rafto yang menerima ajakan begitu saja dari Papahnya. Dengan langkah kesal, Eva mengikuti Rafto dari belakang yang menuju ke lift, Mereka keluar dari Lift berjalan menuju lobi. Eva masih mengikuti Rafto dan Reno dari belakang.
sesekali ia melihat para karyawan wanita mencuri-curi pandang ke Rafto. Dengan langkah sombong ia mengaitkan tangannya ke lengan Rafto, ia melihat para karyawan merasa kecewa dan iri akan dirinya.
"Masih ga percaya gue, Tuan Rafto sudah punya pacar." ucap salah satu karyawan yang melihat keserasian mereka.
"Kasihan ya Tuan Rafto pacaran sama anak manja itu." timpal karyawan lain.
"Hust, kalian itu ngegosip mulu. Kalo ketauan oleh atasan kalian bisa dipecat. Bubar sana." ucap karyawan laki-laki yang membuat para karyawan wanita bubar.
Badan Rafto sedikit terhuyung saat Eva mengaitkan tangannya ke lengan dirinya, dengan langkah yang sedikit berlari dari arah belakang. Ia hanya menatap Eva sekilas, lalu melanjutkan lagi perjalanan menuju restaurant. Reno yang melihat tingkah Eva ke Rafto hanya mengangkat bahunya saja. Reno samar-samar melihat seseorang yang rasa ia kenal, duduk di ruang tunggu lobi.
Semakin dekat Reno melihat jelas. Deg... jantung Reno seakan ingin melompat dari tempatnya, melihat seseorang yang ia harus hindari. Reno melirik Eva dan Rafto yang juga terdiam ditempat melihat sosok itu. Reno bingung harus melakukan apa disitusi seperti ini. Eva melirik Reno dengan sangat tajam.
"Cih, tidak tau malu." maki Eva dengan tangan yang masih mengait ke lengan kekar Rafto.
"Reno." panggil Mulan lagi, dengan langkah mendekat ke arah Reno.
"Enak sekali wanita murahan itu, bisa masuk dan keluar perusahaan Allura dengan seenak jidatnya." timpal Eva sinis.
"Reno aku ingin bicara sama kamu," ucap Mulan yang sudah berhadapan dengan Reno.
Reno hanya diam dengan kepala yang tak menengok kearah Mulan, pandangan matanya berpaling dari mata sendu Mulan, hatinya berdegup kencang. Ia ingat keinginan Eva kepada dirinya. Tapi apa ia sanggup melihat wajah cantik dan lugu Mulan, yang memohon ingin berbicara kepada dirinya.
"Sepertinya kita harus pergi saja Rafto, pria tua itu dan wanita murahan ingin berbicara." sinis Eva menatap penuh tajam ke arah Papahnya
Reno yang mendengar perkataan Putrinya. Ia segera melangkah berjalan keluar dari perusahaan, berlalu begitu saja melewati Mulan, menuju mobil yang sudah disiapkan oleh seketarisnya. Mulan tercengang akan sikap Reno kepada dirinya. Mulan masih tak bergeming ditempat, dengan pikirannya yang melayang entah kemana.
Ia datang ke perusahaan ini dengan harapan berbaikan kepada Reno, tapi ini diluar semua ekspektasinya. Hatinya sangat sakit dan kecewa, Reno mengacuhkan keberadaannya. Rasanya ia ingin menangis keras-keras mengeluarkan emosinya, Tapi tak bisa melakukannya. Karena ada Eva yang pasti akan menghina dan merendahkan dirinya.
"Yuk jangan lupa vote, like, dan komen"
jangan lupa yaa sebanyak-banyaknya, biar author semangat lanjutin Novel ini.
SAMPAI JUMPA DIBAB YANG AKAN MENDATANG
maaf baru hadir
semangat 😁👍
salam dari :
- menikah karena skandal
- balas dendam cowok kampungan
🥀ceosomplak & MDD
Semangat ngetiknya 💪💪
Salam dari "Awal Tanpa Cinta" dan "Aku yang dijual" 😍