Follow IG Aska: Askaori12
🚫DILARANG PROMO DI SINI!!!!🚫
Sebelum baca Aga: Genius Girl, baca dulu Arrogant Girl Adventure
Setelah berhasil kembali ke dunia modern, Jin Lien mengira jika semua berjalan sesuai rencananya. Namun, Jin Lien harus memulai langkah awal di dunia modern dengan ingatan dan kekuatannya disegel.
Pelanggaran yang dilakukan Jin Lien dengan membawa semua kerabatnya yang tidak mencapai ranah reinkarnasi, membuatnya harus memulai dari awal tanpa orang-orang tercinta menemani setiap langkahnya.
Hanya berbekal sistem yang tidak terpengaruh, Jin Lien memulai segalanya dan tidak menyerah untuk mencari apa yang kurang dan mengisi perasaan kosong di hatinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gambaran
Menunggu sampai siang. Betul saja, hadiah yang dijanjikan oleh ketiga kakak laki-lakinya akhirnya tiba.
Jin Lien mengamati Ferrari edisi terbatas itu dengan puas, meski begitu, tidak ada jejak kegembiraan di kedua matanya.
Juga, motor sport adalah edisi terbatas juga, entah mengapa Jin Lien tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Kedua kakaknya sangat memanjakannya.
Melihat ke arah lain, itu adalah sepeda berwarna putih biru dengan keranjang di depannya, tidak terlihat kumuh, tapi sepeda itu cocok dengan masyarakat menengah ke bawah.
Melihat ke arah dua kotak lainnya, Jin Lien dapat menebak jika hal tersebut adalah laptop.
Dia kemudian menyingkirkan mobil dan motor ke garasi dan naik ke kamarnya.
Membuka kotak pertama, itu adalah laptop yang di inginkan Jin Lien. Dia mengangguk puas dan menaruhnya di meja belajar.
Laptop tersebut rencananya akan dia gunakan untuk melakukan aksi hacking. Dia kemudian membuka kotak yang lainnya, kotak itu berisi laptop yang tampak biasa dan terlihat lusuh, tapi ketika Jin Lien mengamati lebih dekat, laptop yang tampak biasa tersebut memiliki spesifikasi yang lebih baik dari laptop yang kini terpasang apik di meja belajar.
"Tidak buruk, lumayan untuk bermain game."
Tengah tenggelam dalam pikirannya, suara Alex menggema di kepalanya.
[Master, biarkan aku memodifikasi mobil dan motor Anda!]
Untuk sejenak Jin Lien menatap kosong, suara Alex entah mengapa membuatnya melihat dunia di mana banyak mesin rusak bertumpuk, banyak bangunan yang harus di buka dengan kode.
Tidak ada rasa sakit yang menyerang kepalanya, dia hanya membuatnya menatap kosong seolah dia berada di dalam dunia itu.
[Master] suara Alex yang khawatir kembali terdengar dan membangunkan Jin Line dari linglung nya.
"Alex, mengapa aku dapat melihat dunia dengan tumpukan mesin rusak dan bangunan yang menggunakan kode dan sensor suara untuk masuk?"
Jika Alex memiliki wajah, bisa dipastikan jika saat ini dia memiliki mulut yang agak terbuka.
[Master, yang Anda lihat adalah Dunia Kecil. Dunia itu milik Anda, aku juga berencana memodifikasi mobil dan motor Anda di dunia kecil]
"Terserah kau saja."
Lagi, perlahan beberapa helai rambut Jin Lien yang berwarna hitam, secara alami mengubah warna menjadi pirang keemasan.
Alex sendiri juga sangat senang, karena perlahan ingatan masternya mulai pulih.
Dia berharap Jin Lien yang menjadi masternya dapat mengingat segalanya dengan cepat. Hidup tanpa ingatan lengkap itu tidak akan sempurna.
Menyimpan laptop yang tampak lusuh itu, Jin Lien membaringkan tubuhnya di ranjang, dia berpikir kenapa dia selalu merasa ada yang kurang, apa yang dia lupakan?
Pikirannya menerawang jauh. Dia selalu berpikir jika kehidupan yang dia jalani di desa, bukanlah miliknya, tapi milik orang lain.
Namun, dia juga bertanya, ke mana ibunya pergi, pergi tanpa kabar dan tidak kembali.
Dia merasa misteri dan konspirasi besar telah terjadi, tapi meski begitu, dia terlalu malas memikirkannya. Biarkan waktu yang mengungkap semuanya.
Namun, dia masih tidak bisa tenang dan dengan cepat menuju meja belajar. Menyalakan laptop tulip miliknya dan memulai pencarian.
Karena kediaman keluarga Feng memiliki koneksi internet, jadi Jin Lien dengan mudah terhubung di internet.
Dia dengan cepat mencari informasi tentang keluarga Jin, tapi seberapa lama dia mencari, dia tidak bisa menemukan informasi keluarga Jin.
"Bu, kemana kau pergi? Kenapa meninggalkanku?"
Air matanya perlahan jatuh, dia memadamkan laptopnya dan kembali ke ranjangnya.
Pikirannya melayang jauh hingga di tidak sadar mulai terlelap.
Dia tidak tahu pukul berapa sekarang, dan suara Nian Fei perlahan membangunkannya.
"Lien kecil!"
Jin Lien perlahan membuka matanya, Xi Mo Sendiri berada di sampingnya menggelung dengan nyaman.
"Ya Bu?"
"Ibu akan keluar bertemu teman-teman ibu, apakah kau mau ikut?"
Jin Lien berpikir sejenak, lalu menggeleng.
"Aku ingin di rumah, besok aku sudah mulai sekolah, lebih nyaman untuk bersantai saat ini."
Nian Fei tersenyum lembut.
"Oke, ibu tidak mengganggu mu lagi, jika kau ingin ngemil, pergi saja di dapur atau minta Nanny Yan."
"Hehehe Bu, aku sudah besar, tidak perlu merepotkan Nanny Yan, Nanny Yan juga pasti lelah mengurus rumah."
"Nah, kalau begitu ibu pergi, baik-baiklah di rumah."
"Yes madam."
Nian Fei geli dengan tingkah Jin Lien langsung mencubit kedua pipi Jin Lien. Dia mengecup kening Jin Lien lalu keluar dari kamar.
Melihat Nian Fei keluar dari kamar, senyum licik seketika menghiasi bibir Jin Lien.
"Hehehe, di rumah hanya aku dan Nanny Yan, aku harus berpikir bagaimana caranya untuk membuat Nanny Yan keluar dari rumah, agar Alex bisa mengambil mobil dan motor untuk di modifikasi."
Menunggu beberapa menit, Jin Lien mendengar mobil Nian Fei bergerak jauh dari kediaman, dia langsung melompat dari ranjangnya dan mencari Nanny Yan, tapi sebelum itu, dia pergi ke dapur untuk melihat apa saja yang kurang.
Dia kemudian mendapat ide dan tertawa aneh.
"Hehehe, untuk membuat cake yang aku inginkan, aku masih kekurangan bahan."
Dia kemudian berteriak memanggil Nanny Yan.
"Nanny Yan!"
Suara Jin Lien tidak besar, tapi Nanny Yan bisa mendengar. Tidak menunggu lama, Nanny Yan langsung menghampiri Jin Lien.
"Nona muda."
"Itu Nanny, bisakah Anda membantuku membeli beberapa bahan, aku kekurangan bahan untuk membuat Cake yang aku sukai."
Nanny Yan tersenyum lembut dan mengangguk, dia kemudian bertanya apa saja yang dibutuhkan Jin Lien. Jin Lien dengan cekatan mencatat apa yang kurang dan memberikan pada Nanny Yan beserta kartu bank yang dia dapatkan dari Lan Xuan.
"Nona muda, aku tidak perlu membawa kartu bank Anda, uang yang nyonya berikan untuk keperluan dapur masih banyak."
"Oh oke."
Nanny Yan tidak menunda, dia langsung pergi membeli bahan yang dibutuhkan Jin Lien.
Jin Lien sendiri melihat kepergian Nanny Yan langsung bertanya pada Alex.
"Sekarang bagaimana?"
[Pertama pergilah ke garasi dan cukup lambaikan tangan Anda pada mobil dan motor Anda, aku akan secara alami menerima.]
"Oke."
Jin Lien segera pergi ke garasi, dia tidak membuang waktu dan langsung mengirim mobil dan motornya kepada Alex.
Melihat kedua kendaraannya menghilang, Jin Lien tersenyum lebar dan kembali ke dapur.
"Jika Dage dan Er ge bertanya, aku akan menjawab jika aku meminta layanan untuk memodifikasi kedua kendaraan tersebut, hehehehe."
Jin Lien duduk di dapur dengan senyum aneh, Xi Mo yang mengamati Jin Lien seperti itu menggeleng tanpa daya.
"Master, senyum mu terlalu aneh."
"Ha?"
"Bisakah Anda tidak tersenyum seperti itu?"
Jin Lien menatap Xi Mo dengan kepala yang di miringkan.
"Oh ya Xi Mo, besok apakah kau akan menemaniku ke sekolah?"
"Tentu."
.....