NovelToon NovelToon
AGENT: Agent Of Mutants

AGENT: Agent Of Mutants

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Sci-Fi / Chicklit / Tamat
Popularitas:109.5k
Nilai: 5
Nama Author: Raelynnkim

Sci-Fi + Fantasy + Romance

Claire Harlyn, dia adalah seorang gadis yang berumur 17 tahun, sekaligus seorang agen yang menyamar menjadi murid baru dan berbaur di SMA-baru nya yaitu di sekolah para manusia normal, untuk menyelesaikan suatu misi, yaitu untuk mencari seorang agen yang sama-sama berasal dari AOM (Agent Of Mutant), agen itu membawa kabur chip yang sangat penting untuk mutan, jika tetap dibiarkan begini, penghianat itu bisa saja menyegel semua kekuatan mutan, atau malah...

... memusnahkan semuanya.

Kabar dari pimpinan AOM, Penghianat itu berbaur di IHS (International High School) ya, itu mengapa misi Claire bertempat di IHS.

Tapi, siapa yang menyangka kalau itu hanya pengecoh?

Sementara itu, Claire yang mengira akan menjalankan misi ini sendirian, ternyata salah.

Claire tidak akan pernah tahu peristiwa apa yang akan menimpa dirinya..

Bahkan.. 'yang tahu' pun, tak bisa memberi tahunya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raelynnkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. the Dream...

[Claire’s POV]

Setelah perbincangan yang lumayan panjang, kita semua mengakhiri pertemuan di ruang auditorium itu dan kembali ke asrama masing-masing.

Jadi, disinilah aku... bersama Val.

Ya, mungkin Nancy masih menonton pentasnya atau apapun itu di sekolah.

"Val, mengapa Zav bilang perempuan itu mirip denganku, ya?" Tanyaku heran.

Aku memang melihat wajah perempuan itu dari bagian bibir ke bawah, karena dia memakai tudung, dan… ya. Aku memang merasa familiar sekilas. Tapi kalau dipikir-pikir… kurasa dia tak mirip denganku… tapi mengapa Zav berkata begitu? Aku masih tidak tahu pasti, tapi…

kenapa?

Apa benar kamera perekam yang ada di pulpen Jack tadi merekam mata perempuan itu? Tapi kan hanya terkibas angin sekilas…

"Yah, aku juga gak tahu deh, tapi perkiraan itu bisa aja salah, tudungnya hanya terbuka sedikit kan? Bukan berarti dia kembaranmu kalau yang mirip hanya mata kalian."

Hahaha, dia tahu kalau aku mengiranya kembaranku.

Aku menghela napas. "Baiklah…"

"Oh iya! Aku mau menanyakan ini dari dulu, tapi selalu saja lupa, kenapa kamu dan yang lainnya sudah bersekolah di sini sejak lama? Padahal misi ini baru, kan?"

Ya! Sejak dulu aku ingin menanyakan ini tetapi selalu saja peristiwa lain yang menghambatnya dan membuatku lupa..

"Oohh itu…” Val menggantungkan kalimatnya. Ia terlihat sedang fokus bermain ponselnya.

Mungkin sedang chatting-an dengan Zav atau temannya.

“Ituuu??” ujarku penasaran.

Val berhenti mengetik sesuatu di ponselnya, lalu ia menatapku. Tatapannya seperti… ia sedang memikirkan hal lain.

“Kamu tanya apa tadi, Claire?” ujarnya dengan cengiran.

Aku terkekeh sedikit, “Itu… uhm… kamu dan agen yang lain murid lama di sini, kan? Padahal pencuri chip it-“

Tok tok tok

“Ah! Nancy sudah pulang, sebentar ya!” ujar Val lalu bangkit dari tempat tidurnya. Ia membukakan pintu untuk Nancy, lalu berbincang dengannya sebentar di ambang pintu.

Nancy terlihat… lemas.

"Nancy? Kamu kenapa? Sakit?" tanyaku.

"Aduhh.. iya nih…” ia berjalan masuk dengan perlahan.

"Lagi masa period ya?"

Ia mengangguk kecil, "Aku ke kamar mandi dulu ya." ujarnya lalu berjalan dengan lemas ke toilet.

Lemasnya tidak seperti sedang period kok, tapi.. ah entahlah.

Rasa mengantukku tertunda ketika Nancy datang, ada niat untuk mengajak dia mengobrol sebentar.

Sekitar 5 menit kemudian, dia keluar dari toilet masih dengan lemas.

Dia mengambil beberapa baju biasa di dalam lemarinya dan kembali lagi ke toilet untuk mengganti bajunya.

Nah, rasa kantukku mulai melanda mataku lagi, saat yang tepat untuk tidur sekarang.

Dan sialnya mataku tidak jadi terpejam lagi karena pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Nancy dengan baju yang sudah diganti.

"Omong-omong, kamu kok pulang duluan Clair- oh, Val juga.." katanya seraya melihat Val yang sudah tertidur pulas di tempat tidurnya. Cepat juga dia terlelap.

Tenang..

Ada Claire si pembohong pro disini!

"Iyahh, tadi Valerie tiba-tiba pusing sampe hampir hilang keseimbangannya, jadi aku menyuruh dia pulang saja, dan aku menemaninya di sini." Berlebihan, aku tahu.

"Ohh, Val kelelahan sekali pasti yaa…"

"Iya dia kan anggota OSIS."

Astaga!

Aku salah bicara!

Val itu osis bukan ya? Aduh.. benar tidak ya..

"Oh iya, pasti repot!"

Hah!? Benar?

Fiuhhh..

"Kamu istirahat aja Cy.. sudah lemas begituu… semoga saat kamu bangun, tubuhmu sudah mendingan.”

Ia mengangguk lemas, lalu dia membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya.

"Iya... semoga saja, kamu juga."

Lalu dia terlelap.

Karena aku juga sudah tidak bisa menahan kantukku juga yang tertunda berulang-ulang ini, jadi aku juga ingin tidur.

~¤~

"Bagaimana hari pertamamu bersekolah Claire?" Ujar mama saat aku sampai dirumah.

“Baik-baik saja, ma.” Ujarku dengan seulas senyum.

Senyum yang sangat lugu.

Senyum yang sangat manis.

Senyum yang sangat indah.

Senyum yang… palsu.

“Wah benarkah?” mama beranjak dari kursinya dan menghampiriku, “Apa kamu mendapat teman, sayang?” ia membelai rambutku.

Aku tersenyum. Tidak, Ma.

“Iyaa! Mama jangan khawatir, aku dapat banyak sekali teman!”

Mama menatapku dalam. Seolah memeriksa apakah ada kebohongan di sana. Lalu ia tersenyum.

Syukurlah. Kebohongan itu pandai bersembunyi di sudut ruangan hatiku. Mama tak dapat menemukannya. Kerja bagus!

“Waahh! Mama ikut senang! Apa mereka mengajakmu bermain? Apa mereka semua baik?” Tanya mama bertubi-tubi. Membuat hatiku terasa seperti ditusuk berkali-kali.

Aku tersenyum.

‘Mejauhlah monster!’

‘Mati saja kau penyihir!’

‘Jangan dekat-dekat, orang aneh!’

‘Hueee!! Mamaa! Dia bisa melayangkan pot bunga itu tanpa menyentuhnya, Ma!'

‘Dasar penyihi-‘

“Claire? Mengapa kamu melamun?”

"Teman-temanku sangat baik, aku sangat senang, ma!"

"Benarkah? Coba ceritakan kepada mama." Mama tersenyum padaku dengan hangat.

"Mereka mengajakku bermain, mengobrol, pokoknya seru!” ujarku antusias.

*Tersenyum. Sesuatu yang harus kulakukan agar wanita di hadapanku ini tidak khawatir.

Tersenyum itu hal termudah*.

Tapi mengapa… rasanya aku semakin sakit?

Mendengar diriku sendiri mengatakan hal yang hanya angan-angan semata, sangat membuatku menderita.

*Tapi tak apa… aku hanya perlu menutup mataku lagi.

Gelap, realita tak terlihat olehku.

Gelap, aku hanya harus bersandiwara dengan baik, karena saat aku menutup mata*…

… aku tak membenci diriku sendiri.

Mama tersenyum lega, “Syukurlah kalau begitu, sayang.” Ia mengusap wajahku lembut. “Claire, mama punya sesuatu untukmu.”

Mama menoleh ke belakang, menyuruh seseorang untuk keluar dari belakang tembok.

*Ia adalah seorang perempuan.

Dia menghampiriku dengan senyuman kaku.

Rambutnya panjang se-pinggang, matanya seperti warna langit ketika matahari terbenam… menenangkan.

Sungguh gadis yang cantik*.

“Mulai sekarang, dia adalah adikmu, Claire.” Mama tersenyum padaku.

Seorang adik?

Aku tersenyum bahagia. Akhirnya aku akan mempunyai seorang tema-

Tunggu.

Tapi, bagaimana kalau dia juga takut padaku?

Bagaimana kalau…

Ia mendekatiku. “H-hai. Namaku adala-“

"Claire!? Bangun... kamu kenapa, Claire!?"

Aku baru saja membuka mataku sepenuhnya.

Aku mengerutkan alisku saat melihat Nancy dan Val ada di samping tempat tidurku dengan raut cemas.

"Eh? Kenapa?" Tanyaku.

"Kamu yang kenapa, Claire... kamu menangis dan mengigau tadi" ujar Val menatapku serius.

"Kalau ada masalah, kamu bisa cerita kok ke kami berdua." ujar Nancy disertai anggukan dari Val.

"Hah?" Ucapku seraya meraba pipiku yang ternyata benar-benar basah dan mengusap air mataku.

Aneh..

Aku tidak merasa kalau aku menangis tadi..

"Ini minum." ujar Nancy seraya memberikanku segelas air putih.

"Terimakasih."

Lalu kami bertiga dilanda keheningan.

"Aku mau pesan makan malam, Nancy, tolong temani Claire sebentar ya." ujar Val lalu keluar dari kamar untuk memesan makanan di restoran di bawah.

"Oke.." ujar Nancy lalu menatapku tenang, tatapannya seolah mengajakku untuk ikut tenang juga.

"Aku mengigau?" gumamku.

Aku mencoba mengingat-ingat, apa yang kumimpikan barusan ya… sampai aku bisa mengigau.

Ah…

Tidak bisa.

Aku tidak bisa mengingatnya.

1
cimin
widiih kekuatan Claire ini apa ya?/Shame/
cimin
kecil-kecil tapi berbahaya juga ya
tׁׁׅׅhׁׁׅׅ֮֮ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁׅׅ
yakin 100 % fiks gak bakalan olenggg, tetap ship Jack and Claire!
tׁׁׅׅhׁׁׅׅ֮֮ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁׅׅ
tetap Kimberly, mau jenius nya bertingkat-tingkat pun tetap Kimberly nomber one. Cepat update lagi kakkkkk
Nayla Syberia
awal² Claire polos iya 😁,tapi lama² serem juga iya 😓awal prolog nya
arfan
up
arfan
upa
arfan
up
labib Zack Lee Ramadhani
aneh lah ,emang lu Thor yang ngalamin ,lu cuma buat novel doang harusnya kata *aku " itu di hilangin
Ahmad Chris Sevin: anda gk pernah nonton anime.
total 1 replies
Jaka Santang
baterainya blon di cas🤣
Jiffra Vilander
next😁
Keiko
Jack = Manu Rios
Kim = Emma Watson
nibylla
jack : "iri iri iri iri, iri iri dengki"
Chese Azlyezi
next
Cutie di NT
kak karyanya bagus yuk ikut lomba sci-fi y
Death
Kim maybe sierra deaton
Death
Jack hero fiennes aja, karakternya sm sm kuat
Death
Jack manu?? Eh tapi mainstream bgt
Death
Kenapa jack claire di pisahkan saat belum menyatuh huhuhu pdhl aku nunggu moment itu
KhaLisa_BM
masih dong,,, Pokoknya Jack dan Claire
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!