Kisah ini mengisahkan seorang perempuan yang ditakdirkan menjadi istri ketiga untuk murid kesayangan abahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Permata_Indah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-23 Tahajjud Bersama
Jam menunjukan 02:30Wib, Abah keluar dari rumah menuju masjid yang berada dipesantren semua warga pun boleh keluar masuk halaman rumah abah yang bergerbang dan sengaja gerbang tidak pernah terkunci. Langkah abah terhenti setelah melihat ada seseorang yang tertidur didalam mobil Ali, Abah mengampiri mobil. Dan dilihatnya Ali yang tertidur didalamnya, Abah menggedor-gedor jendela mobil Ali.
Tok.. tok.. tok..
“Ali” panggil Abah dari balik jendela.
“Ali” panggil abah lebih kenceng.
Ali segera bangun dari tidurnya dan melihat kearah samping jendela mobil, Ali segera keluar dari mobil setelah dilihatnya abah dari balik jendela mobilnya.
“Maaf abuya Ali ketiduran dimobil” ucap Ali bohong.
“Jangan bohong, ada satu pengurus yang bilang kamu katanya mau tidur dikamar Lizza. Lalu kenapa tidur disini? Apa kalian bertengkar” tanya Abah.
“Engga ko abuya, tadi malem Ali engga bisa tidur jadi cari udara keluar taunya ketiduran disini” jawab Ali.
“Yasudah, cepat segera mandi lalu kita akan sholat tahajjud berjama’ah. Mandi dikamar Lizza dan abah udah nyuruh Lizza ambilkan baju abah dikamar nanti kamu pake baju kokoh abah, sudah cepat sana” suruh Abah.
“Iya abah” jawab Ali mengiyakan.
Ali langsung melangkah masuk rumah, tidak sengaja Ali dan Lizza saling bersamaan Ali ingin masuk kamar abah dan Lizza ingin keluar dari kamar abah.
“Ka Ali mau ngapain ke kamar abah?” tanya Lizza bingung.
“Mau mandi” jawab Ali.
“Mandi dikamar Lizza aja ka, lagian Lizza udah mandi ko jadi kakak bisa pake kamar mandinya” ucap Lizza
“Engga usah, aku mandi dikamar abah aja. Makasih bajunya” jawab Ali mengambil baju yang sedang dipegang Lizza dan langsung masuk kedalam kamar abah lalu mandi.
“Hhmmm kayanya dia marah, emang ada yang salah ya ucapan aku tadi malem ko dia jadi ngambek gitu” ucap Lizza bingung.
Lizza akhirnya masuk kedalam kamar abah, mengunggu Ali selesai mandi. Lizza duduk disoffa yang ada dikamar Abah, sambil memainkan ponselnya.
Tidak lama Ali keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja yang menutupi bagian bawah, Ali terkejut setelah melihat lizza sedang duduk disoffa sambil memainkan ponselnya. Utungnya Ali belum melihat Ali kalau saja sudah melihat mungkin dia udah teriak sekenceng-kencennya kali, jadi Ali menutupi tubuhnya dibalik tembok setengah membuka pintu kamar mandi.
“Lizza” panggil Ali.
“Hhmm ka Ali udah selesai?” tanya Lizza.
“Kamu ngapain disitu?” tanya balik Ali.
“Lah, kan nungguin kakak. Kita ke masjid bareng” jawab Lizza.
“Engga usah kamu duluan aja, aku dangdannya lama” ucap Ali.
“Udah engga papa aku tungguin” jawab Lizza.
“Yaudah yaudah kamu keluar dulu aku mau ganti baju” suruh Ali.
“Engga usah ka, aku ngadep belakang aja ya oke” ucap Lizza langsung bangkit dari duduknya dan menghadap kebelakang tepatnya ngebelakangi Ali.
Ali segera keluar dari kamar mandi dan meraih baju kokoh milik abah dengan cepat dia memakainya ditambah dengan sarung berwarna hitam berkombinasi gambar batik berwarna emas, kemudian menyisir rambutnya.
“Udah belum?” tanya Lizza.
“Emm” jawab Ali.
Lizza langsung berbalik menghadap Ali, dilihatnya Ali sudah berpenampilan rapih milik abah Lizza. Lizza memandangi Ali mencari sesuatu yang kurang menurutnya tapi apa ya?.
“Kamu ngapain sih liatin aku kaya gitu” ucap Ali.
“Kakak apa yang kurang yaa, oh iyaa kopyah. Nanti aku ambilkan punya abah” ucap Lizza dengan sigap membuka lemari milik abah dan mengambil kopyah warna hitam milik sang abah.
“Udah engga usah belum tentu pas juga” jawab Ali.
“Muat nih coba dulu” memberikan kopya milik abah.
Ali ragu-ragu mecobannya dan akhirnya setelah dicoba cocok juga kopyah milik abaj dikepala Ali walaupun agak longgar sedikit tapi lumayan ko nyaman ucap Ali dalam hatinya.
“Sudah hayo” ajak Lizza.
Ali tersenyum, lalu melangkah duluan didepan Lizza. Bahagia perasaan keduanya entah mengapa kini semakin hari keduanya sangat dekat, bahkan Lizza sekarang sudah terbiasa akan kehadiran Ali disekelilingnya.
Notes!!
Upnya besok lagi yaa, akunya mau istirahat segitu dulu upnya dan makasih untuk kalian yang sudah mensuport aku🥳🥳 makasih juga karena sudah membaca cerita aku😊🤩
thanks bt author dan jg NT uda ksih bacaan grts