WARNING 18++
Kisah ini tentang Anya Safanya, Apakah Ia pantas disebut gadis malang karena dipaksa menikah dengan Tuan Muda Deva Rafka Utama?
Apakah mereka akan bahagia dengan pernikahannya? walaupun tanpa berlandaskan cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WEENA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 23
Hai Gengs🙌
silahkan dibaca lagi kelanjutannya👇
......................
Setelah mendengar Anya hampir saja mengungkapkan tentang penyebab perjodohan itu, pihak keluarga merasa khawatir, dia memutuskan untuk mengurung Anya sampai di hari pernikahan mereka tiba.
Menurut orang yang ahli merencanakan pernikahan, ada tanggal pernikahaan pada minggu ini, bagi pihak keluarga kedua mempelai, lebih cepat pernikahan terjadi maka akan lebih bagus.
Deva merasa sangat rindu pada Anya, sudah beberapa hari dia tidak bisa melihat Anya, mendengar suara Anya bahkan keluarga Anya juga melarang dia untuk bertemu dirumah.
Tapi ada kabar baik, karena sebentar lagi mereka akan segera menikah.
Sedangkan Anya sangat ingin mencari tahu tentang kebenaran mengapa banyak keanehan dalam perjodohan mereka, terutama cara ayahnya yang sengaja menutupi sesuatu dari Deva beberapa hari yang lalu.
Anya mendengar orang tuanya sedang berbincang diruang tamu, diapun keluar dari kamar untuk memastikan.
Terlihatlah sudah banyak barang dimeja tamu, terlihat seperti seserahan dan banyak barang lainnya.
“Apa ini?” Tanya Anya.
“Untuk pernikahanmu” balas Ibunya.
“Mereka sudah mempersiapkan ini? Aku baru saja lulus beberapa hari yang lalu..” balas Anya.
“Sesuai permintaanmu dulu kepada Tuan Rafka, dia sudah menunggu sejak lama Nak” balas ayahnya juga.
“Ingatlah konsekuensinya jika kamu terus menolak” tambahnya lagi.
Anya benar-benar tak mempunyai jalan keluar.
“Kapan acaranya?” Tanya Anya.
“Besok, besok adalah tanggal baik untuk pernikahan” balas ayahnya.
“Tapi kita perlu persiapan kan? Secepat ini apakah bisa?” Ujar Anya tentunya kaget.
“Tuan Rafka itu kaya tidak seperti kita.. dia bisa menyiapkan semuanya dengan mudah dan cepat” balas ayahnya.
Anya benar-benar merasa frustasi.
“Lalu apakah aku boleh keluar rumah sekarang?” Tanya Anya yang benar-benar membutuhkan healing.
“Tidak nak, tunggu sampai acara besok selesai, saat itu baru kamu boleh keluar ya” bujuk Ibunya.
“Setelah kamu menjadi istri sah Tuan Deva kamu harus benar-benar memperlakukan dia seperti suami, jadilah istri yang baik dan penurut” tambah Ibunya lagi.
Kuping Anya sangatlah panas ketika mendengar kata suami dan istri, seakan-akan umurnya itu sudah cukup dewasa padahal umurnya yang dipaksa untuk dewasa.
“Aku ingin mengundang teman-temanku Bu” ujar Anya mencari alasan.
“Kamu tidak malu jika teman-temanmu mengetahui kamu menikah?” Tanya Ibunya.
“Mengapa harus malu.. ini sudah takdirku kan..” balas Anya pura-pura sedih.
“Kamu bisa mengabari temanmu lewat pesan” balas Ayahnya.
“Tapi ayah menyita ponselku” balas Anya.
Andi nampak berpikir, jika dia memberikan ponsel itu bisa saja Anya akan menelpon Deva dan mengatakan sesuatu itu lagi.
“Ya sudah kamu boleh pergi” ujar Ayahnya setelah berpikir panjang.
“Benarkah?” Tanya Anya sangat senang.
“Sebentar saja, ayah tidak ingin kamu membuat masalah lagi” ujar ayahnya memberi peringatan.
Anya mengangguk paham.
Dia masuk kekamar dan mulai mempersiapkan dirinya, dia berpikir untuk bertemu dengan Adi dan Rena.
Pertama-tama dia datang kerumah Rena, dari rumah Rena dia akan berangkat menuju kerumah Adi.
Setelah mereka berkumpul di sebuah restoran di Mall, Anya memberitahukan perihal undangan pernikahannya yang akan diselenggarakan besok.
“Gue akan menikah besok” ujar Anya sambil mengeluarkan kartu undangan.
“Besok?” Tanya Adi kaget.
“Udah pasti Nya?” Tanya Rena lebih kaget.
Anya hanya mengangguk.
“Yahhh…” keluh Rena sedih.
“Gue gak punya cara lain” keluh Anya.
“Selama beberapa hari ini Gue juga dikurung, Hp disita, pokoknya miris banget hidup gue” tambah Anya sangat frustasi.
“Ren, Di.. Bantu gue..” ujar Anya memohon.
“Aku harus gimana?” Tanya Adi yang juga binggung.
“Ya bantu mikir lah!” Balas Anya.
“Elo bales dendam disaat udah nikah aja, buat keluarga mertua Elo menderita, yaa berbuat se nyebelin mungkin lah” saran Rena.
“Itu artinya gue harus nikah dong?” Ujar Anya frustasi.
“Ada cara lain?” Tanya Anya lagi.
“Elo mau ayah Lo dipenjara?” Tanya Rena.
Anya benar-benar tidak ingin hal itu terjadi.
Adi mencari pasal untuk hukuman orang yang korupsi “Ayah kamu akan terjerat kasus di penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”
“Buset.. banyak banget” tambah Rena.
“Gue rasa.. menikah adalah jalan satu-satunya” tambah Rena lagi.
Adi juga mengatakan pendapat yang sama.
“Dan balas dendam disaat kalian sudah menikah nanti, jika mereka tidak tahan, maka mereka akan menggugat cerai.. dan kamu bebas kembali” saran Rena lagi.
Anya juga menyetujui hal itu.
“Tapi gue jadi Janda dong?” Ujar Anya lagi.
“Emm.. itukan cuman pilihan.. kalau Elo akhirnya menyukai Deva dan nyaman menjadi istrinya, itu lebih baik” balas Rena sambil meminum minumannya.
Sedangkan Adi sangat sedih melihat keadaan Anya, hatinya juga hancur saat mengetahui Anya akan menikah besok, tapi karena dia tidak memiliki kekuatan uang atau hukum, jadi dia hanya bisa diam.
“Sabar Nya.. kita ada kok buat Elo, kalau dia nyiksa atau semena-mena sama Elo, langsung telpon kita, oke?” Ujar Rena memberi semangat.
“Makasih yaa guys, gue beruntung punya kalian” balas Anya dengan senyuman.
Mereka pun melanjutkan perbincangan dengan topik yang lain.
Sampai akhirnya mereka satu persatu pulang kerumah masing-masing.
Anya tidak bisa tidur semalaman, dia memikirkan hari pernikahannya besok, tidak ada jalan keluar selain menikah bersama Tuan Deva.
Deva mungkin sudah menyukai Anya, tapi Anya sama sekali belum bisa menerima Deva seutuhnya.
#Menikah tanpa Cinta.