NovelToon NovelToon
Rumah Untuk Mikayla

Rumah Untuk Mikayla

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Ibu Tiri
Popularitas:310
Nilai: 5
Nama Author: Danisa Danish

Mikayla benci rumah barunya. Ia benci Hesti, ibu tiri tegas yang dianggapnya menghancurkan keluarga lamanya. Demi membalas dendam, Kayla nekat masuk ke pergaulan bebas bersama Gavin, mengabaikan peringatan Arka.
Namun, saat bahaya mengintai, bukan ibu kandungnya yang datang menyelamatkan, melainkan Hesti—ibu tiri yang selama ini ia lawan habis-habisan. Di sela perang dingin dan tingkah bucin kocak ayahnya pada Hesti, sebuah rahasia besar masa lalu siap terbongkar. Siapa korban dan siapa pelaku sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danisa Danish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasutan di Keheningan Malam

Malam semakin larut, namun rasa kesal yang menggulung di dada Kayla membuatnya sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Kamarnya terasa pengap oleh emosi yang tertahan. Tenggorokannya pun mendadak terasa kering dan haus. Dengan langkah gontai dan sedikit malas, Kayla akhirnya memutuskan untuk turun ke lantai bawah demi mengambil segelas air minum.

Suasana rumah sudah sangat sepi, sebagian besar lampu utama telah dimatikan. Namun, saat langkah kaki Kayla menapak di area dekat dapur, ia melihat seberkas cahaya lampu yang masih menyala terang. Sayup-sayup, pendengaran Kayla menangkap suara bariton yang sangat ia kenal sedang berbicara.

Bukan Papihnya, melainkan Hesti. Wanita itu rupanya sedang berdiri di dekat konter dapur, menempelkan ponsel ke telinganya, entah sedang menelepon siapa malam-malam begini.

"Terima kasih banyak atas bantuannya. Selamat malam," ucap Hesti dengan nada suara yang tenang namun formal, sebelum akhirnya menggeser layar untuk memutus sambungan telepon tersebut.

Kayla yang berdiri di ambang pintu dapur langsung melipat kedua tangannya di dada. Ia memutar bola matanya malas, lalu melangkah maju dengan sengaja menghentakkan kakinya agar Hesti menyadari kehadirannya.

"Jangan pikir karena lo gak kasih tahu Papih tentang kelakuan gue tadi siang, lo bisa merasa sok jadi pahlawan buat gue," cetus Kayla ketus, langsung menembakkan kata-kata sinis sebelum Hesti sempat menyapanya.

Hesti membalikkan badannya dengan perlahan. Alih-alih terkejut atau merasa bersalah, wajahnya justru tampak sangat rileks. Ia meletakkan ponselnya di atas meja marmer dapur, lalu menatap Kayla dengan pandangan menilai.

"Jangan kegeeran," balas Hesti santai, suaranya terdengar begitu datar namun menusuk. "Saya cuman mau kasih kamu hukuman tanpa perlu ngotorin tangan saya sendiri. Dan ingat ya, setelah hari ini, jangan pernah berani-berani lagi dekat sama anak berandalan yang tadi siang itu."

Darah Kayla seketika berdesir hangat oleh rasa tidak terima. "Jangan tinggi hati deh! Jangan pikir karena lo udah berhasil nikah sama Papih gue, lo bisa seenak jidat ngatur-ngatur hidup gue!"

Hesti justru terkekeh pelan, melangkah satu tapak lebih dekat ke arah Kayla. "Nah, makanya itu. Papih kamu itu sekarang udah menyerahkan seluruh posisi nyonya rumah ini ke saya. Jadi, suka gak suka, mau gak mau, kamu harus ikutin semua aturan yang saya buat di sini. Paham, Mi-kay-la?" ucap Hesti penuh penekanan pada setiap suku kata nama anak tirinya.

Kayla mengepalkan jemarinya kuat-kuat, rahangnya mengencang menahan amarah yang hampir meledak. "Coba aja kalau lo emang bisa!" tantang Kayla dengan tatapan mata yang menghunus tajam.

"Biiisaaa... kalau kamu mau nurut," ucap Hesti lagi. Sebuah senyuman smirk yang sarat akan kemenangan tersungging di sudut bibirnya yang tipis. "Ada konsekuensinya loh kalau kamu sampai berani gak nurut lagi setelah ini. Saya tuh bukan ibu tiri di dongeng Cinderella, Kayla. Saya gak akan nyuruh kamu jadi babu atau bersih-bersih rumah ini setiap hari. Saya cuman mau kamu sekolah yang bener, belajar yang pinter, dan jangan pernah bikin malu nama Papih kamu di luar sana."

Setelah mengucapkan kalimat telak itu, Hesti mengambil kembali ponselnya. Tanpa menunggu jawaban atau reaksi lanjutan dari Kayla, ia berjalan melenggang begitu saja menuju kamar utama, meninggalkan Kayla yang masih berdiri mematung di tengah dapur dengan dada yang naik turun karena emosi yang memuncak.

"Makin hari makin ngelunjak aja tuh nenek sihir!" batin Kayla mengumpat geram.

Saking kesalnya, Kayla sampai menghentakkan kakinya keras-keras ke lantai. Ia berbalik dan langsung melangkah lebar kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya, melupakan sama sekali niat awalnya yang turun ke bawah hanya untuk mengambil segelas air minum.

Begitu sampai di dalam kamarnya, Kayla membanting tubuhnya ke atas kasur dengan kasar. Di tengah rasa dongkol yang masih memenuhi kepalanya, tiba-tiba ponsel yang ia letakkan di atas nakas bergetar keras dan berdering nyaring.

Drttt... Drttt...

Kayla menyambar benda pipih itu. Layarnya berkedip menampilkan nama 'Mommy'. Tanpa membuang waktu, Kayla langsung menggeser tombol hijau ke kanan.

"Halo, My!" ucap Kayla dengan nada suara yang masih bergetar, sisa-sisa emosi akibat perdebatannya dengan Hesti tadi di dapur terbawa jelas dalam intonasi bicaranya.

Di seberang telepon, Bu Meyda yang sedang duduk di sebuah hotel mewah langsung terkejut mendengar sapaan putrinya yang terdengar tidak bersahabat. "Halo, sayang? Kamu kenapa? Kok malam-malam gini nadanya marah-marah gitu?" tanya Meyda dengan nada suara yang sengaja dibuat selembut dan secemas mungkin.

Kayla menghela napas panjang, mencoba meredakan debaran jantungnya yang memburu. "Halo, Mom... Maaf, Kayla bukan marah sama Mommy. Kayla cuman lagi kesel banget sama tuh nenek sihir!" adu Kayla, tidak bisa lagi membendung kekesalannya.

"Nenek sihir? Maksud kamu... istri barunya Papih kamu itu? Dia ngapain kamu lagi, sayang? Dia berani kasar sama kamu?" tanya Bu Meyda bertubi-tubi, memancing agar Kayla bercerita lebih banyak.

Kayla mendadak terdiam. Lidahnya mendadak kelu. Masa iya, dia harus jujur dan cerita ke Mommy-nya kalau hari ini dia baru saja bolos sekolah dengan Gavin, digerebek di gudang tua, lalu dilaporkan ke guru BK sampai dihukum membersihkan WC? Tidak, Kayla terlalu gengsi untuk mengakui kenakalannya di depan sang ibu.

"Ya... gitu deh, Mom. Dia sok berkuasa banget di rumah ini sekarang. Bikin aturan-aturan aneh seenak jidatnya sendiri. Pokoknya Kayla gak suka dan gak akan pernah sudi tinggal serumah sama dia!" ucap Kayla, mengalihkan detail kejadian dengan keluhan tentang kekuasaan Hesti di rumah.

Mendengar keluhan putrinya, sebuah kilat licik mendadak muncul di sepasang mata Bu Meyda di seberang sana. Wanita itu membetulkan posisi duduknya, lalu merendahkan volume suaranya, mulai meluncurkan racun manipulasi yang sudah ia persiapkan dengan matang.

"Kay, dengerin Mommy," ucap Bu Meyda dengan nada berbisik yang sarat akan hasutan. "Kalau... kalau kamu emang ngerasa gak nyaman tinggal sama dia di rumah itu, coba kamu bikin dia gak betah. Bikin dia sendiri yang mutusin buat ninggalin Papih kamu."

Dahi Kayla seketika berkerut dalam mendengar saran dari ibunya. Rasa penasarannya mulai terusik. "Caranya gimana, Mi?"

Meyda tersenyum puas di balik gagang telepon karena umpannya langsung dimakan oleh sang anak. "Ya mudah, sayang. Kamu kerjain aja dia terus-terusan selama di rumah. Bikin kekacauan kecil yang bikin dia frustrasi. Pokoknya, lakuin segala cara yang bisa bikin dia stres dan gak mau tinggal lagi sama Papih kamu. Kalau dia pergi, posisi rumah itu bakal kembali tenang, dan Papih kamu gak akan punya wanita lain lagi selain memikirkan kamu."

Hasutan Bu Meyda malam itu terdengar bagai angin segar bagi Kayla yang sedang diselimuti kabut kebencian. Di dalam otak remajanya yang masih labil, rencana mengerjai Hesti seolah menjadi solusi terbaik untuk menyingkirkan wanita yang ia cap sebagai pelakor itu dari kehidupan keluarganya. Kayla mengangguk pelan pada kegelapan kamar, sebuah rencana rahasia mulai tersusun di kepalanya untuk membalas dendam atas perlakuan Hesti hari ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!