NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkeliling Markas

Melihat dan memperhatikan keanehan Every Kingston, Dien tahu bahwa wanita berkacamata itu lagi birahi dan menyukainya, lebih tepatnya menyukai wajahnya yang tanpa kecacatan. 

Dien menghela nafas jijik dan bergumam dalam hati. “Aku penasaran dengan ekspresinya ketika melihat wajahku yang asli?” 

“Dien Moretz? Nama itu terdengar familiar.” Every mengerutkan kening dan menarik tangannya.

Every mencoba mengingat-ingat. 

“Ada apa?” Dien melirik sekilas wanita berkacamata tersebut.

“Tidak ada, namamu terdengar familiar di telingaku.” Every tidak mengingat dan tampak tidak terlalu peduli.

“Mungkin ada seseorang yang memiliki nama yang sama denganku.” Dien tidak berencana membuka rahasianya. 

Every mengangguk setuju, lalu menatap Dien dengan senyuman menawan. Every beberapa kali mencoba mengajak Dien untuk mengobrol dan mengakrabkan diri. Dien tidak tertarik dan hanya membalas seadanya. 

Setelah beberapa obrolan datar dan canggung. Every akhirnya menyerah dan pergi melanjutkan penelitiannya tentang ramuan sihir setelah memberikan nomor ponselnya kepada Dien.

Dien menatap punggung Every dengan menghina, lalu menghapus nomor wanita itu dari ponselnya. 

“Bagaimana dengan topeng itu? Apakah dia membuatmu repot?” Tanya Nicholas tiba-tiba sudah ada di samping Dien tanpa disadari oleh siapapun. 

Dien kaget, namun terlihat tenang dan tidak bereaksi berlebihan. 

“Senior kamu membuatku kaget!” Dien mengerutkan kening menatap Nicholas yang memperhatikannya. 

“Hmz. Tampaknya topeng itu sangat cocok denganmu, buktinya dia tidak berusaha mengambil alih kesadaranmu. Ini menarik!!!” Ucap Nicholas mengelus dagu tanpa jenggotnya, karena merasakan topeng raja tanpa wajah tidak berniat mengambil alih kesadaran Dien. 

Topeng itu bahkan tampak patuh dan sangat menghargai Dien. 

Dien tersenyum dan lanjut membaca buku panduan dasar-dasar dunia spiritual. 

“Mungkin penciptanya juga orang sumbing. Jadi kami cepat akrab.” Ucap Dien asal saja sembari membalikkan halaman. 

Nicholas mengangguk mengerti.

“Lalu apa yang terjadi dengan mata kirimu?” Nicholas menunjuk mata kiri Dien yang ditutup penutup mata berwarna hitam, membuat Dien seperti kapten bajak laut. 

“Ini… Aku menggunakannya untuk menekan efek topeng sialan itu. Sangat tidak nyaman selalu diperhatikan orang lain, meskipun mereka memperhatikan karena kagum. Selain itu aku tidak berencana menjadi Tuhan. Jadi aku menekan pengaruhnya dengan memakai penutup mata.” Balas Dien mengingat pengalaman buruknya di desa Sukahati, dimana setiap warga yang ditemui melihatnya dengan kagum, berlutut dan menyembahnya tanpa sebab, serta menganggapnya sebagai dewa bahkan Tuhan. 

“Haha. Aku mengerti.” Nicholas tertawa mendengarnya. 

“Sebenarnya kamu tidak perlu memakai penutup mata untuk menekan kekuatan sekaligus efek negatif topeng raja tanpa wajah itu. Kamu hanya perlu menekannya dengan energi spiritual.” Ucap Nicholas memberikan saran. 

Dien tertarik mendengarnya. 

“Bagaimana caranya?” Tanya Dien dengan semangat. 

“Satu juta kertas emas. Aku akan mengajarimu caranya.” Ucap Nicholas acuh tak acuh mematok biaya. 

Nicholas sebenarnya mendengar suara topeng raja tanpa wajah yang meminta disembah dan mencoba mempengaruhinya, namun dia cukup kuat untuk menahannya. Menurutnya penutup mata hanya efektif beberapa saat saja, namun pada akhirnya topeng itu akan kembali mempengaruhi orang lain. Nicholas yang kasihan dengan kesusahan Dien pada akhirnya memutuskan membantu dan itu tidak gratis. 

Dien tampak kesal mendengarnya, namun dia sadar penutup mata tidak terlalu efektif menekan pengaruh topeng raja tanpa wajah.

“Aku mengerti. Berapa nomor rekeningmu.” Dien menekan kekesalannya dan tersenyum ramah, namun di dalam hati mengumpat. 

Dien mengeluarkan ponsel dan meminta nomor rekening Nicholas. Setelah mendapatkan nomor rekening, Dien tanpa basa-basi segera mentransfer 1 juta kertas emas. 

“Bagus sekali! Aku akan mengajarimu!” Nicholas tersenyum lebar melihat notif transfer bank di handphonenya.

Nicholas langsung mengajari Dien untuk mengontrol energi spiritual dan menggunakannya kepada diri sendiri. Intinya yang Dien harus lakukan adalah mengalirkan energi spiritual ke wajah, dengan niat menekan topeng raja tanpa wajah. 

“Kuatkan niatmu! Jangan setengah-setengah!” Tegur Nicholas karena Dien gagal karena tidak memiliki niat yang kuat. 

Setelah beberapa usaha dan kegagalan, Dien akhirnya berhasil melakukannya dan menekan topeng raja tanpa wajah. 

“Bagus! Sangat bagus! Kau bocah yang paling jenius yang aku kenal.” Ucap Nicholas senang dan bangga, karena Dien paham dalam waktu singkat dan tidak banyak membuang waktunya yang berharga. 

Dien tersenyum senang dan merasa lebih hidup. Dia juga merasakan pemahaman yang lebih mendalam tentang energi spiritual, membuatnya yakin dapat meminum ramuan lima elemen dan maju menjadi praktisi spiritual lima elemen dalam waktu dekat. 

“Mau berkeliling dan mengenal lebih dalam markas ini?” Tawar Nicholas yang memang ditugaskan membimbing Dien dalam mengenal markas. 

Selain Dien, Aamon dan Freya juga dibimbing anggota senior lainnya untuk lebih mengenal markas, agar mereka tidak terlalu bingung di masa depan. 

“Apakah gratis?” Tanya Dien curiga. 

“Haha. Jangan khawatir saudaraku, ini gratis!” Nicholas tertawa. 

“Mari!” Nicholas membungkuk dan menunjuk jalan layaknya pelayan mengarahkan tamu untuk berkeliling. 

Nicholas membawa Dien berkeliling markas untuk mengenal lebih dekat beberapa hal yang ada di pasukan malam. Nicholas membawa Dien berkeliling ke divisi Alkimia, ruang komunikasi dan informasi, ruang perawatan, ruang makan, hingga akhirnya sampai di ruang gudang senjata sihir pasukan malam cabang kota Selabatu.

Di dalam ruangan gudang senjata sihir terlihat ratusan pedang, tombak, busur, tameng, palu, senjata api, hingga sepatu sihir tersusun rapi di tempatnya. 

Nicholas menyentuh sebuah pistol dan berkata dengan senyuman. “Ini adalah gudang senjata sihir biasa.” 

Nicholas mengambil pistol, lalu terlihat sebuah tombol merah di dinding tempat pistol ditempatkan. Nicholas menekan tombol, membuat dinding yang dipenuhi senjata api itu terbuka dan memperlihatkan ruangan tersembunyi lainnya.

Ruangan itu terlihat suram dan hanya berisi belasan senjata sihir. Empat lilin terlihat di empat penjuru ruangan, menjadi satu-satunya penerangan di dalam ruangan. 

“Ini adalah gudang senjata sihir tipe special.” Ucap Nicholas sedikit menyingkir membiarkan Dien masuk ke dalam ruangan. 

Dien tampak kagum melihat berbagai senjata di dalam ruangan. Dien mendengar beberapa suara sumbang yang memanggilnya, suara itu berasal dari senjata-senjata sihir tipe spesial tersebut. Dien menggeleng kepala beberapa kali, berusaha tetap jernih dan tidak terpengaruh. 

Satu hal yang membuat Dien tertarik adalah sebuah pistol yang beraura kegelapan, dan memercikkan petir merah.

“Apakah aku bisa mengambilnya?” Tanya Dien menatap pistol tersebut. 

Nicholas melihat pistol sesuai dengan pandangan mata Dien dan berkata dengan sangat menyesal. “Saat ini kamu tidak bisa mengambil senjata sihir apapun, kecuali senjata sihir biasa yang ada di luar. Kamu bisa memilih senjata sihir tipe special, jika memiliki poin kontribusi yang cukup.”

Poin kontribusi adalah poin yang didapatkan oleh pasukan malam setelah menyelesaikan misi.

Dien tampak kecewa, namun dia mengerti kesulitan Nicholas.

“Mari kita ke ruangan selanjutnya.” Ajak Nicholas tampak terburu-buru.

Mereka akhirnya sampai di ruangan yang sangat mirip perpustakaan zaman kuno. Terlihat Plakat yang ada di atas pintu ruangan itu tertulis “Perpustakaan Sihir.”

“Ini adalah perpustakaan sihir. Semua sihir yang berhasil dikumpulkan atau diciptakan pasukan malam ada dan tercatat di perpustakaan ini. Kamu bisa mendapatkan teknik sihir, jika berhasil maju menjadi praktisi spiritual lima elemen.” Ucap Nicholas tersenyum, lalu menarik Dien pergi ke ruangan selanjutnya. 

“Mari kita ke ruangan terakhir.” Ucap Nicholas tampak terburu-buru untuk menyelesaikan tugasnya membimbing Dien mengenal markas pasukan malam. 

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!