" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Es Potong Singapura
Setelah tiga puluh menit luna mandi dan bersiap siap serta menahan malunya, akhirnya dia keluar dari kamar. Luna tidak berani mancari zafran di sekeliling rumahnya, dia langsung ke dapur dimana mamahnya berada.
" mamah" bisik luna
" kamu ini gimana sih luna, janjian sama zafran jam 8 jam segini baru bangun" omel melisa
" aku lupa gak nyalain alarm, hp ku di silent. Zafran dari jam berapa mah disini" tanya luna
" jam delapan. Panggil papah sama zafran gih, makan siang udah jadi. Kita makan siang bareng dulu" ucap melisa
" luna malu mamahhhh" rengeknya
" cepet luna kasian pacar kamu udah kering nungguin kamu tiga jam"
" kenapa gak bangunin aku mah, kalau ada zafran ih"
" sama zafran gak boleh, dia rela nunggu, sampai kamu bangun sendiri" ucap melisa. Luna yang mendengar hal itu merasa tersentuh
" panggil papah sama pacar kamu cepetan" suruh melisa. Luna hanya menganggukan kepala dan berjalan ke halaman samping. Tak jauh luna mendengar suara papahnya dan zafran sedang mengobrol sambil tertawa.
" eehhmm" luna berdehem dan dua pria itu menengok padanya
" baru bangun anak papah jam segini? ' tanya kaliandra
" masih pagi ko" ngeles luna. Zafran hanya tersenyum.
" ya udah sana temani zafran, habis itu ajak ke meja makan" ucap kaliandra berdiri lalu menghampiri putrinya dan mencium keningnya lalu meninggalkan zafran dan luna.
Zafran tersenyum dan berdiri menghampiri luna
" pagi cantik sudah bangun? " tanya zafran lembut sambil mengusap pipi luna
" udah.. Kenapa kamu larang mamah bangunin aku? " tanya luna
" biar kamu bisa istirahat sayang. Kamu berapa hari kurang tidur kan?" ucap zafran lembut
"aku kangen sama kamu" tambahnya membuat luna merona, zafran tersenyum melihat luna mode kelinci seperti ini.
" hmm kita makan dulu yah, mamah udah masak"
" yuk" jawab zafran dan menggenggam jemari luna.
" maaf yah, kamu nunggu lama"
" gpp sayang, itung itung aku pdkt sama mertua aku hihi"
" ish apaan sih kamu tuh"
" loh kenapa? Kan bagus aku jadi ada spare waktu buat pdkt sama mamah papah kamu"
" tapi, mereka gak gimana gimana kan sama kamu?" ucap luna menatap manik mata zafran.
" enggak sayang, mereka welcome banget" ucap zafran menenangkan kekasihnya. Setelah itu mereka lanjut berjalan ke arah meja makan.
Sesampainya di meja makan , zafran menggeser kursinya, dan luna ke dapur membantu mamahnya. Setelah masakan beres mereka berkumpul di meja makan, dan tanpa menunggu lama menikmati makan siang mereka. kurang kebih satu jam setelah makan siang, luna dan zafran berpamitan dan melisa dan kaliandra untuk menuju kediaman khanza dan zaviar.
***
" za makan dong kan gw sama fiki tidur disini" bujuk inda
" ya onty, aku juga sama erik malam ini tidur disini juga deh, makanya onty harus makan. Kasian dd nya" bujuk kaira
" gak mau.. Udah enek banget. Gak pengen makan apa apa" ucap khanza lemah.
Inda, kaira dan yang lainnya sudah sangat khawatir dengan kondisi khanza yang setiap hati semakin pucat di tambah sudah mulai tidak masuk makan
" baby, pengen apa? aku bolehin semua" ucap zaviar
" beneran bee? " tanya khanza antusias
" iyah cantik.. Kamu pengen apa? "
" aku pengen makan es potong di singapur" ucap khanza. Membuat semua terkejut dan menahan tawa
" sayang bukannya aku gak mau.. Tapi kan gimana bawanya, nanti cair"
" tuh kan kamu gak sayang aku" khanza menangis dan inda tertawa melihat zaviar kalang kabut.
" selain itu sayang... "
tok tok
" masuk" ucap zaviar
" ka... "
" zafran, kaka pengen es potong singapur" rengek khanza pada adik iparnya
" hah!? " zafran yang baru datang juga di buat bingung. Sedangkan luna yang berdiri di belakang zafran juga di buat bingung. Kaira dan inda yang melihat luna saling bersalaman
" tolong beliin es potong yang di singapur" rengek khanza
" bawanya gimana ka? " tanya zafran dan detik itu juga khanza menangis membuat zafran dan luna bertambah bingung sedangkan inda dan kaira tertawa terbahak bahak
" udah yah cantik, nanti kalo debaynya udah keluar kita beli yang banyak" bujuk zaviar. Bukannya mereda khanza nangis semakin menjadi
" ini ada apa sih? " tanya zafran bingung
" kaka ipar kamu ngidam es potong yang di singapur" ucap inda
" eh luna, masuk sini tuh liat ada luna.. tadi nungguin? ' ucap zaviar berusaha mengalihakan pikiran khanza. Zaviar juga memberi tanda pada zafran dan luna. Untungnya luna mengerti
" ka khanzaaaa luna disini.. " sapa luna lalu berjalan mendekat ke arah luna
" luna usir mereka berdua ke singapur buat beli es potong. " rengek khanza. Luna hanya tersenyum.
" boleh nanti luna usir yah, eh ka, luna bawa ini loh.... taraaaaa" ucap luna menyerahkan sekotak dubai chewy cookie mencoba mengalihkan fikiran khanza
" wahh asik mau mau" ucap khanza antusias
" mau? Luna bukain yah " ucap luna sambil membuka kotak coklat yang dibawanya
" bee, aku mau makan sama nasi goreng bikinin kamu, tambah di atasnya di tambahin telur ceplok harus bikinin zafran yah, tapi pengen telur yang masih baru dari ayam nya langsung"
" mampus" ucap kaira menahan tawa sedangkan inda sudah tidak tahan dia tertawa sepuasnya.
" iyah sayang aku bikinin yah"
" zafran cari ayam yang baru bertelur" ucap khanza sambil memakan coklatnya
" cari kemana ka?" tanya zafran pasrah. Khanza yang mendengar penolakan dari khanza langsung menangis
" zafran..!" panggil zaviar dengan nada penekanan
" iyah ka, aku cari sekarang yah.. Sayang ayuk" ajak zafran pada luna. Khanza langsung melihat tajam pada zafran
" hush peegi sendiri. Luna sama aku" rengek khanza membuat kaira dan inda tertawa meledek zafran. Sedangkan luna hanya senyum
" ya udah aku pergi sendiri" ucap zafran lemas, dan terjadi lagi hari ini kekasihnya di sabotase oleh kaka iparnya.
***
Setelah drama ngidam akhirnya khanza sudah terlelap. Sedangkan inda, luna dan kaira memilih buat mengobrol di balkon lantai dua sambil menikmati sore, sedangkan zaviar menemani khanza di kamar.
" udah dapet belum telurnya? " tanya inda
" udah ka, zafran muterin mini market nyari telur paling fresh" jawab luna tersenyum
"lagian si khanza ngidam nya aneh aneh banget dari dulu"
" emang ada yang lebih aneh teu? " tanya kaira
" dia pernah pengen mangga langsung dari pohonnya, tapi pengen zafran sama fiki yang ngambil gak mau orang lain"
" emang bener bener anaknya om zaviar"
" waktu awal hamil aja tiap deket zaviar, khanza muntah muntah katanya zaviar bau" kaira tertawa ngakak mendengar hal itu. Luna juga ikut tersenyum
" terus kaka pernah kena juga? " tanya luna pada inda
" pernah luna. Dia pernah ngidam pengen liat gw makan nasi padang di campur es krim coklat. tapi gw yang harus makan "
" rasanya kaya apa ka? '
" gak tau lagi gw luna kalau gak inget dia induk semak aing dulu, ogah banget nasi padang campur eskrim " sewot inda membuat luna dan kaira tertawa. Tak lama terdengar suara zafran
" sayang" panggil zafran
" hadir" jawab luna
" kirain dimana.. Ka, nasi goreng bikinan kaka mana, ini telurnya udah mateng. "
" gak jadi, khanza tidur"
" what?! "
" aduhh anaknya zaviar sama khanza bener bener menguji iman dan kesabaran. Tapi korbannya cuma kita tau, gw, elo, si fiki sama zaviar. Erik aja enggak kena loh. " ucap inda
" mungkin kalian pernah berbuat apa. Eh tapi erik pernah ka, dia pernah cerita onty pengen mangga yang di potong sama erik, tapi potonganya harus bulet " ucap kaira
" oh iyah bener bener, gw inget itu, si fiki sampe ngakak itu" ucap inda
" terus gw tadi muterin 10 supermarket buat nyari telur sia sia" keluh zafran. Sedangkan luna inda dan kaira yang mendengar hal itu tertawa ngakak.
" sayang, kamu ngetawain aku juga? " protes zafran
" enggak ko.. "jawab luna menahan tawa.
Tiba tiba terdengar suara gebrakan pintu kamar, ke empatnya langsung berdiri
" ran siapin mobil ke rumah sakit. " ucap zaviar panik. Zafran yang mendengar hal itu, tanpa banyak bicara, langsung berlari, sedangkan inda kaira dan luna langsung menghampiri zaviar
" kenapa zav" tanya inda
" khanza gak sadar" ucap zaviar sambil berlari ke kasur untuk menggendong khanza. Inda membawa tas bayi dan inda menitipkan tas berkas pada luna. Sedangkan kaira membawa tas khanza bersini dompet ponsel dan lainnya. fiki dan erik pun cepat berlari ke atas membantu zaviar setelah mendengar kabar zafran di bawah.
sesampainya di luar, mereka langsung memasukan khanza ke dalam mobil. Luna duduk di depan menemani zafran sedangkan zaviar hanya memeluk khanza mencoba membangunkan istrinya
" sayang.. Aku mohon jangan tinggalin aku.. Jangan kaya gini" ucap zaviar sambil menangis.
Sedangkan inda, fiki , erik dan kaira membawa mobil mereka masing masing. Tidak lupa kaira juga menghubungi kaisan dan kinan, serta dirgantara dan arleta yang sedang menghadiri jamuan makan. Kaira juga memberi tahu kedua adiknya keen dan kian. Sedangkan inda dengan cepat menghubungi runah sakit dan menghubungi dokter kandangan khanza.
Selama perjalanan, luna sesekali menenangkan zafran yang menyetir dengan panik dan tegang. dia menepuk nepuk pelan paha zafran. Tak sampani 15 menit mereka sudah tiba di IGD. Luna turun membuka pintu untuk zaviar. Zafran dan zaviar sama sama menggendong tubuh khanza ke atas brangkar. Setelah itu zafran pergi memarkirkan mobilnya sedangkan luna mengikuti zaviar.
" keluarga pasien silahkan ke pendaftaran terlebih dahulu" ucap perawat. zaviar yang enggan meninggalkan khanza tidak beranjak
" biar aku aja kak." ucap luna. Dan zaviar hanya menganggukan kepala. luna segera beranjak ke bagian pendaftaran meninggalkan zaviar.
***