Haiiii....author kembali lagi dengan cerita yang baru
Perkenalkan karya ketigaku "Back To The Mantan "
Namaku Anstasya Thalita, umur 24 tahun, kini aku kembali masuk kampus untuk melanjutkan S2ku guna menunjang karierku.Kebetulan aku dipindahkan ke kantor pusat, jadi aku tak mungkin dong melewatkan kesempatan yang ada.
Semua urusan administrasi dikampus telah rampung, jadilah besok statusku sebagai mahasiswa dimulai,,,,
Oh ya aku berasal dari keluarga yang berkecukupan, tapi tidak kaya. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang baik yang tinggal dikota lain. Mamaku bernama Dina,.papaku bernama Bimantara.
Sekedar info ya, aku ditarik ke kantor pusat karena kinerjaku yang cukup diperhitungkan
Agar tidak penasaran,,,mampir yuk.
jangan lupa mampir juga diceritaku yang lain
* Dia yang Tak Dapat Kuhindari
* Wanita Pilihan untuk Ayah
* Back To The Mantan
Karya ini diterbitkan atas ijin dari mangatoon dan hanya merupakan pandangan pribadi dari penulis tanpa mewakili mangatoon itu sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 23
selamat menikmati 💞💞💞
Selesai meeting yang dilanjutkan dengan makan siang pun berakhir, Arwan beserta sekretaris dan asistennya meninggalkan restauran Zoya begitupun dengan Raka beserta Jery dan Syaza, mereka kembali menuju kantor Mandiri Coorporate.
Suasana dalam mobil yang disupiri oleh Jery menjadi sunyi terkesan canggung, bagaimana tidak, jika bos mereka tak sekalipun mengeluarkan suara sejak mereka meninggalkan restauran tersebut.
Hingga akhirnya mereka tiba di kantor dan tanpa menunggu dibukakan pintu oleh security, Raka langsung berjalan masuk kedalam kantor dan menuju ruangannya dengan pandangan lurus tanpa membalas sapaan karyawannya. Syaza yang susah payah mengikuti langkah kaki panjang milik Raka menjadi kewalahan dan tertinggal.
Menyadari mood Raka yang buru membuat Syaza tak ingin mengambil resiko sehingga begitu sampai di mejanya langsung merapikan catatan hasil rapat tadi dan memperbaiki kembali kontrak kerjasama yang akan mereka tanda tangani.
Tiba diruangannya, Raka tak bisa konsentrasi dengan berkas-berkas didepannya yang membutuhkan sentuhannya, bayangan Syaza dan Arwan yang sangat akrab selalu memenuhi otaknya.
'Shittt,,,kenapa mereka bisa begitu akrabnya,,,Syaza terlihat sangat bahagia, apa hubungan mereka dimasa lalu,,,' batin Raka sambil menautkan tangannya didagu.
Jery yang masuk keruangan Raka heran melihat perubahan bossnya yang seperti ini.
"Boss,,,ada apa???" tanya Jery
kenalkan Arwan versi author😀😀😀(by pinterest)
"Haa???? kamu bikin kaget aja,,,masuk tiba-tiba, kenapa gak ketuk pintu dulu, sih???" kata Raka sedikit emosi
"Boss,,,sejak tadi aku ketuk pintu, tanya deh sama bu Syaza,,,sampai tanganku lecet gak ada jawaban, makanya aku langsung masuk aja ". balas Jery apa adanya
"Menurut kamu hubungan apa yang pernah terjalin antara Syaza dengan pak Arwan???" tanya Raka meminta pendapat Jery
"Jangan bilang kalo bos cemburu sama pak Arwan,,,". balas Jery menggoda bos sekaligus sahabatnya
"Cemburu??? aku hanya penasaran aja sih, soalnya sejak mengenal Syaza, aku gak pernah liat dia seakrab itu sama cowok ". kata Raka
"Kalo menurutku nih bos, kita kan sudah sama-sama dewasa, bahkan bos sudah ada pengalaman, lebih baik bos langsung aja lamar bu Syaza ". balas Jery menyemangati sahabatnya.
"Maunya aku sih seperti itu, Jery,,,tapi Syaza belum bisa menerimaku untuk kearah itu,,,". keluh Raka
"Apa sebaiknya bos, nekad aja,,,siapa tau dengan begitu bu Syaza gak bisa menolak lagi ". kata Jery
plakkkk (kira-kira gitu deh bunyi kepala Jery diketok oleh Raka)
"Kalo gak menolak ya Alhamdulillah,,,tapi Syaza marah-marah dan menolak???kamu mau tanggung jawab???"balas Raka sengit setelah memukul kepala Jery
"Yaaa,,,resiko bos, semua yang terjadi kan pasti ada resikonya ".kata Jery tanpa memperdulikan sakit kepalanya.
Ketika mereka sedang berbicara, Syaza kemudian mengetuk pintu untuk memberikan hasil rapat tadi.
"Maaf pak, ini hasil rapat dengan PT. Angkasa Raya, mohon diperiksa sebelum saya mengirimkannya ke pihak mereka ". kata Syaza
"Simpan saja disitu ". balas Raka dingin
"Baik pak,,,permisi,,,". kata Syaza kemudian meletakkan map yang dia bawa dan langsung keluar ruangan.
"Bos,,,punya masalah sama bu Syaza???kok suaranya dingin banget ". tanya Jery lebih mengarah protes .
"Jangan campuri urusanku, lebih baik kamu kembali keruangan mu dan kerja yang rajin, atau kamu mau kerja sukarela???" kata Raka datar
"Ck,,,gila aja,,kerja sukarela,,, hari gini biaya hidup mahal belum nabung untuk nikah,,," balas Jery mengomel.
Kemudian Jery meninggalkan ruangan Raka dan ketika melewati meja Syaza, Jery lalu menyapa Syaza.
"Jangan terlalu diforsir bu Syaza,,,,santai aja kerjanya ". kata Jery sambil tersenyum
Syaza hanya mengangguk dan membalas senyum Jery.
Raka yang melihat Jery dan Syaza saling melempar senyum semakin geram dan berteriak membuat Jery segera pergi dari hadapan Syaza
"Jeryyyyyyyy,,,,kerjaaaaaaa ". teriak Raka dengan kencang.
"Bye bu Syaza,,,,aku kerja dulu, singanya lagi bad mood.". kata Jery sebelum meninggalkan meja Syaza.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
maaf ya agak pendek up_nya. terima kasih masih setia membacanya sampai episode ini
jangan lupa jejaknya ya 😀😀😀
salam hangat dari author