NovelToon NovelToon
BASTIAN

BASTIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: karmela

Bastian, gak sebaik dan gak sesempurna yang kalian kira guys. Lihat kisahnya disini, dimana dia hanya menyewa seorang wanita, hanya untuk memenuhi keinginan sang mama, untuk memberikannya cucu.

Tara, terpaksa mau untuk menolong keluarganya, hal yang makin membuat bastian benci sekaligus mulai sayang padanya, tapi bastian terlalu bodoh dan gensi untuk mengakuinya.

Bagamana kisah bastian.
Masih pada inget sosok bastian gak?
udah pernah saya post, satu part, mau dilanjutkan di buku baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 - TENGAH JALAN

Bastian mencari tempat supaya mobilnya bisa berhenti. Bastian menghentikan mobilnya ditempat yang sepi, pinggir jalan yang cukup sepi, jarang kendaraan yang lalu lalang disana.

"Ta, dengerin aku dulu. Dengerin penjelasan aku." bastian melepas self beltnya dan menghadap ke tara. Tara malah memalingkan mukanya, tak mau menatap bastian. Tara sudah menangis membayangkan semuanya, sembilan bulan akan terasa lama, tapi pasti juga akan berakhir berpisah dengan anaknya. Bastian jahat banget.

"Ta, dengerin aku dulu. Sini tatap aku." bastian mencoba mengarahkan wajah tara untuk menatapnya. Bastian tak tega melihat istri kontraknya itu menangis. "aku kan udah bilang, jangan taruh hati kamu ke pernikahan ini, kenapa kamu taruh hati kamu."

"Ya mana aku tau, aku udah coba gak akan taruh hati aku, ke pernikahan ini, buat kamu, tapi itu muncul gitu aja. Makannya aku bilang, jangan deket-deket sama aku, nanti aku makin cinta sama kamu."

Bastian bingung, harus senang atau takut, senang ada wanita yang tulus mencintainya, setelah dia jahat pada tania, tapi juga takut, takut tiba-tiba penyakit keturunan yang bastian alami membuat bastian tiada, dan meninggalkan luka pada wanita yang mengandung anaknya, yang jujur, bastian mulai peduli dan mungkin, sudah jatuh hati.

"Ya udah, biarin aku deket-deket sama kamu, biar kamu jatuh cinta sama aku dan biar aku juga jatuh cinta sama kamu. Gimana?"

"Tapi pada akhirnya kamu bakalan pisahin aku sama anak aku kan?" tara memeluk perutnya erat, seakan gak mau kehilangan anaknya.

"Sebagai ganti hutang kamu buat operasi ibu kamu, kamu harus selalu ada disamping aku. Mau? selamanya disamping aku?"

"kamu cinta gak sama aku? kalau iya aku mau kalau enggak, gak." tara menggeleng.

"enggak. Gimana dong?"

"ya udah, jauh-jauh dari aku. Aku mau tinggal di rumah ibu aja sampai anaknya lahir." Tara langsung menepis tangan bastian yang sejak tadi memegangi dagunya.

"Ngapain aku suruh kamu sama aku selamanya kalau gak cinta. Kamu tau, aku dipukulin mama tau karena kamu kabur. Semua badan aku sakit tau, gak cuma tas barnded mama yang berat itu, sapu juga."

Tara yang mendengarnya, kasina sama bastian. Tara langsung kembali menatap bastian, melihat dimana saja lukanya.

"Lebam-lebam gak badan kamu?" tanya tara langsung panit. "mana yang sakit?"

"becanda deh, mama nangis tapi gak sampai mukul. Hihii..." bastian malah ketawa tanpa dosa menatap tara yang sudah ngambek.

"Ihh.. gak lucu." tara langsung memalingkan muka lagi.

"ta, bolehnya sentuh perut kamu. Udah gak ngambek kan?" tanya bastian, yang mau sentuh perut tara lagi, tapi tara kembali menepisnya.

"Gak. Tadi udah gak ngambek, ini ngambek lagi. Ngapain bohong sih, nyebelin. Kalau dipukul beneran gimana? cepet jalan, cari makan, aku laper."

"Yahh. kapan bisa sentuh." Bastian gemas, dia gregetan sendiri, remas tangan, ninju angin dan langsung menyetir, kasian istri sama anaknya kelaperan.

"Mau makan apa? dimana?" tanya bastian, masih mencoba tangannya untuk mendekati perut tara dengan hati-hati, Tapi tara langsung menepis tangan bastian lagi.

"mas, hati-hati, lagi nyetir. Nanti kamu boleh sentuh sepuasnya kalau aku udah gak ngambek." kata tara.

"gak ngambeknya kapan? ngambek mulu dari kemarin loh taa..." bastian merengek.

"cari makan duluuuuu... jangan bercanda, aku laper tau." diam-diam tara melirik bastian yang juga menahan kesal, mukanya kayak sengsara banget gak bisa sentuh perut tara. Tapi tara suka, giliran dia dong buat bastian sedih.

***

Mereka berhenti disebuah cafe, tara memilih cafe di outdoor, dengan atap, karena hari masing siang, sedikit terik mataharinya.

"Ta, masuk aja ya. Kita duduk yang didalam cafe, panas loh, gak sayang sama adeknya, nanti kepanasan?"

Bastian duduk disamping tara, dia kembali ingin mencari celah, menyentuh perut tara.

"Mas tian, jangan colongan ya." Tara langsung menepik tangan bastian. Bastian hanya mendengus kesal.

"Iya maap."

Tak lama pelayan datang, sesuai dengan pesanan tara, tara sedang senang sekali memakan sesuatu dengan kuah yang banyak dan segar. Tara dengan lahap memakan makanannya, mie rebus berkuah. Jauh-jauh cuma pesan mie kuah.

"Ta, jangan kebanyak makan mie instan gak sehat buat kamu sama adeknya?" bastian lagi, sumpah maksud bastian tuh mau nasehatin, ya tapi gimana, tangan dah gatel pengen pegang, pengen usap.

"Masss..." Tara kembali merengek dan menepis tangan bastian.

"kirain gak bakalan tau, dikit aja, sentuh, ujung jari deh. Boleh ya?" pinta bastian pada tara. Tara menggeleng.

"Aku gak makan mienya kok. Aku suka kuahnya. Mas pesenin roti, pizza yang enak, buat dijalan ya. Tara mau makan didalam mobil aja." tara malah pergi begitu saja masuk kedalam mobil.

Nasib suami jadi supir sehari. Bastian memesankan makanan yang tara minta, tak lupa minuman kalau haus nanti. Setelah menunggu tak terlalu lama, bastian kembali ke mobil. Tara ternyata sedang main ponsel basfoan, yang dia tarus dijok mobil depan. Main freefire.

"Ta, ini. Mau dimakan sekarang atau nanti?" tanya bastian yang membuka pintu mobilnya.

"Sekarang." tara langsung menaruh ponsel bastian ditempat tadi, bahkan lupa mengeluarkan dari permianan itu. Bastian geleng-geleng kepala, melihat ponseknya, dan tersenyum melihat tara yang asik makan pizzanya. Mienya tadi ditinggal gitu aja, cuma kuahnya yang dihabisin. Orang hamil benaf-benar aneh.

"Ta, pelan-pelan makannya. Aku mau jalan nih, gak papa kan?" kata bastian, tara hanya berdehem dan mengangguk sambil makan.

"ke rumah ibu ya mas, tara pengen jenguk ibu. Kamu gak kasih tau ibu kan? ibu gak papa kan?" tanya tara dengan mulut penuh pizza.

"ketemu mama dulu ya? mama khawatir." tandas bastian.

"Tapi tara pengen nginep di rumah ibu." Tara tak kalah merengek.

"iya, aku gak ngelarang, kita ketemu mama sama bina dulu, baru ke rumah ibu. Gimana?"

Tara mengangguk. Bastian mengemudikan mobilnya ke rumahnya, untuk bertemu bina dan mamanya bastian. Mereka sudah diluar sejak tadi menunggu bastian dan tara.

"Na, itu mobil bastian." mama bastian menunjuk dengan antusias mobil bastian yang masuk ke halaman rumah mereka.

"Iya tan, ya ampun tara bikin orang panik tau gak?" bina sudah tak sabar, dia langsung lari dan menghampiri tara dan bastian.

Ketika tara membuka pintu dan keluar dari mobil, bina langsung memeluknya erat. Sampai tara kaget. Sampai gak bisa nafas.

"mau bunuh anak sama istru gue lo, B. R.I." Bastian langsung lari dan jambak rambut bina.

"ommm... sakit. Sorry kan gue khawatir banget sama sahabat gue omm..." bina langsung melepaskan pelukannya. Tapi rambut bina tak juga dilepas sama bastian.

"Mas, lepasin. Bina kasian tau, mas. Lepasin." tara mencoba melepaskan tangan bastian dari rambut bina.

Bastian malah jadi punya ide, ada cara untuk nego ke tara, buat sentuh dan ngusap perutnya. Kalau gak mau? ya tinggal Bastian jambak aja trus tuh si bank rakyat indonesia, alias B.R.I. Sabrina.

-

idih, jahag banget sih ide lo bas? hahaha...

1
risna wati
Awalnya tertarik tapi setelah melihat bnyak typo jdi malas bacanya
Bangun Fitriadi
stop baca
Elda Juliana
kurang hot
Devi Sihotang Sihotang
haha..haha... lucu part ini
Tara
Maniez, Kalo bisa minta foto shirtless kak.. Tapi jangan yg duduk Kaya princess gitu, jadi ilang machonya🤭😱🤯🙈
Tara
Omg.. Guanteng Buanget.. Lope lope dach💕🤭😘
Tara
Keren.. 👍
Alyn Aziz
hadduuh...kok susah ya bacanya..
belibet..
krn sepasinya trlalu panjaang kadang bikin gk nyambung jadinya
🌻Ruby Kejora
Hai Kak salam kenal sukses yang semangat buat kakak😊💪💪
Yanti Natalia
lucu anak sm ibu kok dipanggil om dan tanta, aneh
re
Mulai
choi yongah
sukses selalu

💪💪💪💪💪

🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jilioni MD: terimakasih 🙏
total 3 replies
choi yongah
amin ud tamat
sukses selalu thor suka banget ceritanya
ditunggu cerita selanjutnya
semangat
💪💪💪💪💪💪
Heny Ekawati
perlu dikoreksi lagi
🌻Ruby Kejora: Apanya yg di koreksi kak
total 1 replies
Heny Ekawati
masih nyimak blm mengerti alurx
Rizky Aidhil Adha
lngsung suegeerr eeh Thor,liat visualx Bastian😍😍
Rizky Aidhil Adha
hayyuuuuk jaaahh Tian😉😘😘
Rizky Aidhil Adha
dunia milik brdua,yg lainx ngontrak 😏😀
Ingrid Patty Karyadi
thor..coba jangan terus2an ngambek..bosan
chipa'm
sabrina koq panggilnya om sih kan sepupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!