Alya adalah mahasiswi cantik yang masih polos. ia sangat manis dan ceria. suatu hari kecelakaan saat mereka pergi berlibur telah menewaskan ibunya.
ayahnya lalu menikah sepeninggal ibunya. lima tahun setelah ayahnya menikah dengan ibunya. ayahnya meninggal karena serangan jantung. kini ia hidup dengan ibu tirinya berdua saja. namun sejam lima bulan meninggalnya ayahnya, ibunya akhirnya memiliki pacar baru. dilema muncul saat calon ayah tirinya jatuh cinta padanya. apa yang harus Alya lakukan dengan keadaan itu. sementara ayah tirinya adalah crussnya saat sekolah dulu. Di balik itu dia punya pacar bernama Anjasmara seorang penderita NPD temperamen yang terlalu mencintainya. Akankan dia bisa menghadapi kedua lelaki itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGHILANGKAN JEJAK
Bis itu berhenti di pool dan ia pun turun di sana. Hari sudah menunjukkan jam 8 malam. Itu artinya dia harus mencari travel untuk segera balik ke Pekanbaru.
"Mana, Dek?"
Baru menjejakkan kakinya di tanah, beberapa orang calo perjalanan sudah menyambutnya.
"Gak, Bang." Dia menolak dengan halus tawaran beberapa calo travel.
Dia ingin salat dulu lalu mencari makan malam. Namun, perutnya sudah keroncongan. Dia akhirnya memutuskan membeli makan malam dulu.
"Bang, kamu ingin makan apa?"
"Apa aja boleh."
Dia menangkap percakapan sepasang kekasih yang berjalan di depannya. Persis sama saat dia masih akur dengan Anjasmara dulu.
Menemukan tempat makan yang pas untuk pikirannya lagi rada pusing dan hatinya rada sedih adalah di sebuah tempat makan yang agak sepi.
Dia memesan seporsi sup daging dan nasi putih, plus teh anget. Akhirnya bisa makan dengan tenang.
Saat siang tadi dia tidak sempat makan. Bagaimana mau makan, bersama manusia NPD yang bawaannya marah terus dan buat situasi berantem terus. Sudah dua kali loh tadi dia menghadapi situasi Anjasmara adu jotos sama orang-orang.
Mungkin kalau ikut ke kantor polisi, dia juga bisa jadi melihat Anjasmara menantang pak polisi di sana. Duh, bikin pusing pokoknya bareng Anjasmara. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kalau dia akan hidup bersama Anjasmara selamanya.
***
Anjasmara duduk diam di sana. Di bangku panjang di kantor polisi. Dia sedang duduk berhadapan di meja Polisi. Meraka membuatkan BAP untuk dirinya.
Berdasarkan pengakuan banyak pihak dan beberapa orang yang adu jotos di sana, Anjasmara meresahkan dan membuat kekacauan. Beberapa hari dia mendekam di penjara untuk menebus kesalahannya.
Mukanya jangan ditanya lagi bentuknya, sudah lebam-lebam karena fighting dengan tukang jualan di area saat dia bertikai.
Mama dan Papanya memohon-mohon pada orang yang terlibat pertikaian dengan Anjasmara. Mereka lebih pada memohon supaya orang-orang tersebut mencabut laporannya. Dengan berat hati mereka akhirnya bersedia menempuh jalan damai. Mereka sepakat menyelesaikan dengan jalan damai.
Akhirnya, Anjasmara bisa bernafas lega. Ia bisa menghirup udara segar. Tapi pikirannya masih kelabu. Dia sakit hati, hatinya penuh dendam karena Alya kabur darinya di saat yang genting.
Bukannya menolongnya, gadis itu malah kabur darinya. Kini pun ia tidak bisa menghubungi Alya. Semua akunnya tak bisa dilacak sudah terblokir. Nomornya pun tidak bisa dihubungi.
Dia sakit hati, dia ingin mencari Alya. Tapi di mana? Di kos Alya pun sama, pemilik kos pun tidak tahu dimana Alya. Alya sudah pindah dan membawa barang-barangnya.
Di kampusnya, bagian administrasi tercatat bahwa Alya mengajukan surat cuti. Saat meminta alamat Alya. Alamat yang tercantum di sana adalah alamat kos nya.
Alya bak hilang ditelan bumi. Bahkan nomor yang bisa dihubungi dari pihak kampus memberikan nomor papanya Alya. Tentu saja nomor yang tidak aktif lagi karena Papanya Alya sudah meninggal.
Nihil dan tidak bisa dicari. Ia kehilangan jejak Alya. Satu-satunya cara adalah memasang pengumuman orang hilang. Dia melakukan itu dengan penuh sadar. Namun, meralat pengumuman itu kembali setelah dua hari karena permintaan mamanya.
"Kamu gak tahu malu, Anjas."
"Kenapa sih, Ma?"
"Dia berarti gak mau lagi sama kamu, mau apa kamu masih mencarinya?"
"Tapi dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, Ma."
"Perbuatan yang mana, jelas-jelas kamu yang melakukan kesalahan. Artinya dia ingin pergi dari kamu dan tidak ingin kamu mencarinya lagi."
"Tapi, Ma."
"Hapus segera, pengumuman orang hilang itu, kalau tidak mau mamamu ini mati berdiri karenamu!"
"Ahhh mama."
karena vivi itu licik