NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: tamat
Genre:Ilmu Kanuragan / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:46.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Dewi Amba Sang Ratu Ilmu Hitam

Sambil mengerahkan Ajian Sepi Angin nya, Jenar Karana melesat ke arah dua wanita siluman penjaga itu dan mengayunkan kedua cakar tangan nya ke arah mereka.

Shhrraaaaaakkkk shhrraaaaaakkkk!!!

Tajam nya kuku Jenar Karana karena Ilmu Cakar Rajawali Pesisir Selatan yang juga dilambari dengan air suci petirtaan langsung merobek tubuh dua penjaga ruang tahanan itu. Sekalipun mereka sebenarnya adalah siluman yang sudah ditahan kutuk pasu nya, tetapi tubuh mereka tak mampu menahan kekuatan cakar tangan Jenar Karana yang dilapisi air suci petirtaan.

Keduanya langsung terkapar dan tewas seketika. Keduanya pun segera berubah wujud menjadi manusia setengah musang sebelum tubuh nya hancur menjadi abu hitam. Angin pun segera menyapu abu hitam itu dan menerbangkan nya entah kemana.

Usai menghabisi sepasang wanita setengah siluman itu, Jenar Karana bergegas membuka kunci pintu ruang tahanan.

Krriiieeeeetttttt!!

Si Kundu yang melihat sosok sahabat yang sangat dikenalnya itu masuk, langsung berubah roman mukanya. Pun juga dengan Wanapati, Limbu Jati dan Gelarsena yang ada dalam satu ruang tahanan bersama Si Kundu.

"Kalian semua baik-baik saja?", tanya Jenar Karana sambil mulai membebaskan Si Kundu dari rantai besi yang membelenggu nya.

" Di penjara mana ada yang baik-baik saja, Nar?!

Sudah dua hari kita tidak makan, cuma minum air saja. Lihat perut ku sudah kempes ini ", ucap Si Kundu sambil membantu melepaskan diri dari rantai. Selesai membebaskan Si Kundu, Jenar Karana langsung melepaskan ikatan rantai pada Wanapati, sedangkan Si Kundu melepaskan Limbu Jati.

" Cuma makan saja yang ada dalam otak mu itu, Ndu..

Kita ini pengawal pribadi Gusti Pangeran Dyah Rangga. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan nya, bagaimana pertanggungjawaban kita pada Gusti Adipati Dyah Saladu heh?!", omel Limbu Jati yang membuat Si Kundu langsung menepuk jidat.

"Jagad Dewa Batara....

Bagaimana aku bisa lupa akan hal ini? Eh Jenar, kau tahu bagaimana keadaan Gusti Pangeran? ", tanya Si Kundu segera.

" Aku sendiri baru keluar dari ruang tahanan, baru menemukan keberadaan kalian..

Selepas ini, sebaiknya kita bergegas mencari keberadaan Gusti Pangeran Dyah Rangga. Ini adalah sarang para siluman yang menyamar sebagai perempuan cantik. Aku khawatir, Gusti Pangeran Dyah Rangga mungkin dalam masalah besar ", tukas Jenar Karana yang membuat Wanapati dan yang lainnya menghela nafas panjang.

" Kita berdoa saja semoga Gusti Pangeran masih dalam keadaan baik-baik saja..

Sebaiknya kita segera mulai pencarian nya", ujar Wanapati yang membuat Jenar Karana, Limbu Jati, Si Kundu dan Gelarsena mengangguk setuju.

Mereka berlima pun segera keluar dari ruang tahanan itu.

Menyusuri lorong lorong goa tahanan itu, mereka melihat Bahula, Rakryan Pu Tungu dan beberapa orang pengawal pribadi Dyah Rangga sedang bersenang-senang dengan para perempuan cantik berpakaian minim. Saat Si Kundu hendak mendekati mereka, Limbu Jati dengan cepat mencekal pergelangan tangan nya dan menggeleng cepat.

"Biarkan saja.. Kita cari dulu Gusti Pangeran Dyah Rangga, pasti tak jauh dari tempat ini.. ", bisik Limbu Jati.

Si Kundu patuh dan mereka berlima segera menyusuri lorong ke arah dimana ada cahaya. Sesampainya disana, ternyata itu adalah pintu goa tahanan ini. Ada dua perempuan cantik berkemben minim tengah berjaga-jaga di dekat pintu. Jenar Karana segera mengerahkan tenaga dalam nya hingga kuku tangan nya memanjang dan tajam. Tak mau kalah , Limbu Jati segera melakukan hal yang sama. Tak lupa Jenar Karana menyirami tangan nya dengan air suci petirtaan. Pun juga dengan Limbu Jati.

Dengan tangan, Jenar Karana memberi isyarat agar Limbu Jati bergerak ke arah penjaga di sebelah kiri. Limbu Jati menganggukkan kepala sebelum keduanya melesat cepat ke arah dua penjaga goa tahanan ini. Dan..

Chhrreeeeepppppp...!!

Chhrreeeeepppppp...!!

Tangan kanan Limbu Jati dan Jenar Karana langsung mencengkram ke leher dua penjaga goa tahanan itu sedangkan tangan kiri mereka langsung membekap mulut keduanya. Keduanya langsung tewas seketika dan berubah menjadi dua sosok manusia setengah kuda sebelum hancur menjadi abu hitam.

Mereka berlima pun segera keluar dari dalam goa tahanan ini dan bergerak menuju sebuah rumah tua yang berada tak jauh dari goa tahanan itu. Sesuai dengan petunjuk Wandira, inilah kediaman Dewi Amba Sang Ratu Ilmu Hitam.

Tanpa harus menunggu lama, Gelarsena langsung menerjang ke arah pintu rumah tua ini.

Brruuuuaaaaaakkkkk!!!

Daun pintu langsung membuka lebar dan terlihat Dyah Rangga sedang terbaring diatas altar persembahan di depan patung ular besar dengan mata merah menyala.

Dewi Amba terkejut bukan main melihat ini semua. Pun juga dengan kesepuluh perempuan cantik berpakaian minim yang ada di sekitarnya.

"Setan alas!!! Berani-beraninya mendobrak pintu rumah ku..!

Apa kalian ini sudah bosan hidup hah?!! ", teriak Dewi Amba penuh amarah.

" Kau berani menculik putra Adipati Bhagawanta. Tindakan mu ini bisa dianggap sebagai salah satu tindakan pemberontakan pada pemerintah Kerajaan Medang. Sebagai wakil dari Senopati Wanaraja, aku akan menjatuhkan hukuman mati untuk mu!!! "

Mendengar apa yang dikatakan oleh Wanapati, Dewi Amba tersenyum mengejek.

Phhuuiiiiiihhhhh...!!

"Bocah bau kencur tak tahu diri!! Kau belum pantas untuk menceramahi ku..!!

Para pengikut ku! Bunuh mereka semua..!! ", teriak Dewi Amba lantang.

Kesepuluh perempuan cantik berpakaian minim ini, langsung mencabut tusuk konde perak berukir ular di sanggul mereka yang membuat kesepuluh perempuan itu seketika berubah wujud menjadi manusia setengah harimau.

Tanpa menunggu perintah dua kali, mereka langsung menerjang ke arah Jenar Karana dan kawan-kawan. Pertarungan sengit antara mereka pun segera terjadi.

Berbeda dengan para manusia setengah siluman lainnya, kesepuluh siluman yang ada di dalam rumah Dewi Amba ini memiliki ilmu kanuragan yang tinggi. Jadi meskipun Jenar Karana dan kawan-kawan nya sudah memercikkan air suci petirtaan, mereka mampu mengimbangi ilmu silat yang dimiliki oleh Si Kundu dan yang lainnya.

Saat sepuluh orang manusia setengah siluman itu merepotkan Jenar Karana dan kawan-kawan, Dewi Amba menghunus pisau dan berjalan mendekati Pangeran Dyah Rangga yang terikat pada meja altar persembahan. Mulutnya di sumpal dengan kain hingga tak bisa bicara sehingga ia hanya bisa meronta-ronta dengan wajah ketakutan saat Dewi Amba mendekatinya.

"Oh Sang Dewa Ular Sancaka!!!

Hari ini aku akan memberikan persembahan untuk mu. Ambillah jiwa orang ini sebagai makanan jiwa yang akan membangkitkan mu dari belenggu ketidakadilan...!!

Chhiiiiyyyyaaaaaaaattttt...!!!! "

Dewi Amba mengayunkan pisau belati nya ke arah jantung Pangeran Dyah Rangga. Jenar Karana yang baru saja menjatuhkan salah satu dari sepuluh manusia setengah siluman, dengan cepat merapal mantra Ajian Tapak Dewa Api nya dan segera mengibaskan tangan kanan nya ke arah Dewi Amba.

Whhuuuuuuuusssss...

Gumpalan cahaya merah kekuningan berbentuk seperti telapak tangan menerabas cepat ke arah Dewi Amba. Saat ujung pisau belati nya hampir menyentuh kulit Pangeran Dyah Rangga, gumpalan cahaya merah kekuningan itu menghantam tubuh nya.

BLLAAAAAAAMMMMMM!!!

AAAAAAAAARRRRRRRGGGGHHHH...!!!

Dewi Amba menjerit keras saat tubuh nya telak terhantam serangan maut Jenar Karana. Perempuan cantik berpakaian hijau tua itu terpental jauh ke belakang dan menabrak sebuah gentong tanah liat besar di belakang nya. Gentong tanah liat itu hancur berkeping-keping dan Dewi Amba langsung muntah darah.

Melihat serangannya berhasil menjatuhkan Dewi Amba, Jenar Karana bergegas menuju altar persembahan. Dengan pisau belati yang hampir digunakan untuk merenggut nyawa Pangeran Dyah Rangga, Jenar Karana membebaskan pangeran Kadipaten Bhagawanta ini secepat mungkin.

"Gusti Pangeran tidak apa-apa? ", tanya Jenar Karana segera.

Pangeran Dyah Rangga hendak menjawab pertanyaan dari pengawal pribadi nya ini tetapi urung setelah mendengar suara yang membuat dia dan Jenar Karana menoleh ke arah datang nya,

" Setan alas!! Aku pasti akan membunuh mu..!!! "

1
Kurniawan Sudrajat
mantap produk kang ebez...ga da yg gagal
carat28
Hai kak, boleh follback saya? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Tamburelo
Kang Ebez dah nerbitin karya baru, jangan sampai karya lama ditinggal ya. Seperti yg sudah". 🙏
Bayu Gunung
sudah THE END rupanya...😔😔😔
Idrus Salam
Coba bercerita dulu tentang seorang ahli beladiri atau Jawara, yang terlibat dalam alur kejamnya dunia Mafia demi menyelesaikan misi petualangannya.
Amit: tamat thor
total 1 replies
Rafly Rafly
we..la..falaaah 😄
Bayu Gunung
Seta Keling dalam drama radio Brama Kumbara🤣🤣🤣🤣🤣
Bayu Gunung
ternyata sudah TAMAT ceritanya😔😔😔
Windy Veriyanti
ada apa dengan Noveltoon ini...😔
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!