TAMAT
Rara bersembunyi sebisa mungkin agar tak terlihat oleh pria yang sudah dilihatnya sedang menghajar seorang wanita yang sudah terkapar berlumuran darah, membuatnya terpaksa harus bersembunyi agar tak menjadi korban berikutnya. Namun sayang persembunyian Rara pun diketahui oleh lelaki itu dan Rara pun menjerit ketakutan saat sebuah tangan mengcengkram bahunya dengan sangat kuat.
" Aaaa sakit, Aku minta maaf, aku tak sengaja melihatmu, aku hanya sedang lewat dan mendengar sebuah teriakan dari gadis itu. aku benar-benar tak bermaksud untuk ikut campur, aku hanya sedang lewat saja. Aku mohon ampuni aku, jangan sakiti aku, aku berjanji akan tutup mulut, aku tak akan menceritakan pada siapapun. Aku mohon lepaskan aku" Ucap Rara dengan tangis lirih. Rasa takut yang amat sangat, membuatnya pingsan dihadapan lelaki itu. Namun bukan meninggalkan Rara, lelaki tersebut malah menggendongnya ala bridal, membawanya menuju kediaman seorang Pria Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nisa
Jika rindu diciptakan
Mengapa harus begitu menyakitkan.
Bukan kah sebuah kerinduan yang tercipta akan terasa manis bila dirasakan oleh seorang yang merindukan kekasih hatinya.
Tapi!! Aku baru merasakan, bahwa sebuah rindu itu benar-benar amat menyiksa.
Daffa Anderson
***************
Daffa sudah tidak tahu harus kemana lagi untuk mencari kekasih hatinya, Ia sudah hampir putus asa karena tak kunjung menemukan Rara tambatan hatinya. Ia sudah hampir gila, karena Samuel saudara nya dengan tega menculik kekasih nya.
Masa lalu yang pernah Ia lakukan, tak sebanding dengan pembalasan dendam yang Samuel lakukan saat ini, bahkan Daffa tak pernah melakukan hal seperti yang Samuel lakukan.
" Kak Daffa, Boleh aku masuk? " Panggil Fadil, lalu Daffa mempersilahkan Fadil untuk masuk ke dalam Kamar di apartemen nya.
Daffa masih setia dengan minuman yang memabukkan nya, berharap dapat segera melupakan kerinduan yang amat menyakitkan itu.
" Kak Daffa, aku minta maaf Kak, ini semua karena ku. Andai saja dulu kakak tidak membela ku, dan tidak berbohong tentang perbuatan ku, Pasti hal ini tidak akan terjadi kepada mu kak. " Isan Fadil memohon.
" Andai saja dari dulu kakak bicara yang sebenarnya kepada kak Samuel, pasti kalian tidak akan selalu bertengkar. " Lanjut Fadil. Daffa hanya dapat merenung dan menyesali apa yang sudah terjadi.
" kamu benar Fadil, akhirnya aku menyesali semua yang sudah kau lakukan selama ini. Jika saja aku tak ikut campur pasti sekarang aku sudah bahagia dengan Rara. " Tukas Daffa datar.
Flashback on.
" Hai sayang" Sapa seorang pria kepada seorang wanita yang sedang menunggu nya di sebuah halte.
" Ayo masuk. " Pinta nya yang sudah berada di mobil yang akan di kemudi nya.
" Samuel... kenapa lama sekali ? " Sahut sang wanita kepada Pria yang tak lain adalah Samuel, ia pun sudah berada didalam mobil duduk di samping Samuel.
" Maaf sayang, Tadi ada sedikit pekerjaan yang harus ku selesaikan hari ini. " Balas Samuel membelai rambut sangat wanita. Sang wanita pun tersenyum menandakan bahwa ia tidak marah, Lalu Samuel pun melajukan kendaraan nya.
" Nanti malam kamu jadi ke rumah ku? " tanya Samuel.
" Jadi dong sayang, aku sudah siapkan gaun yang cantik buat acara nanti malam. pokoknya aku harus terlihat cantik malam ini" Jawab Nisa antusias.
Samuel pun hanya tersenyum melihat kekasihnya begitu antusias ingin menghadiri acara ulang tahun kedua adiknya Fadil dan Fatih.
" Tapi maaf sayang, seperti yang sudah ku katakan sebelum nya, aku tidak bisa menjemput mu nanti malam. Mama menyuruhku untuk menemani nya mengurus semua persiapan acara nanti malam, Jadi aku agak sedikit sibuk. " Ucap Samuel kepada wanita yang bernama Nisa.
" Gpp sayang, aku bisa naik taksi nanti malam. yang penting pulang nya kamu wajib anterin aku sampai rumah. " Ucap Nisa.
" Iya, aku usahakan. Dari sejak acara dimulai, sampai selesai acara, aku akan di sampingmu. lalu mengantarmu" Janji Samuel.
" Oya sayang, Daffa akan datang juga kan.? " lanjut Nisa.
" Sepertinya akan datang, karena dia sangat dekat dengan Fadil. Jika tidak datang, pasti Fadil akan memarahinya. Kenapa memang nya. " ucap Samuel.
" Tidak apa-apa, dia sudah beberapa hari ini tidak masuk kuliah, jadi ada beberapa tugas yang harus ku serahkan padanya. " tukas Nisa.
" Semoga saja dia tidak datang" Ketus Samuel.
" Kok kamu gitu si Sam. " Tanya Nisa merajuk.
" Ya sudah sekarang kita mau makan dimana?, aku sudah sangat lapar sekali. " pinta Samuel.
" Di restoran tempat biasa kita makan saja. " Sahut Nisa dan di anggukan oleh Samuel.
Sebenarnya niat Nisa menghadiri acara tersebut, hanya ingin berjumpa dengan Daffa. Karena Nisa sudah lama menyukai Daffa, tapi Daffa terlalu cuek dan susah sekali untuk didekati.
Nisa sudah berkali-kali mencoba mendekati, tapi tak dihiraukan nya.
Mencoba menggoda Daffa, tetap saja ia tak tergoda. dan saat mengetahui bahwa Samuel adalah Kakak Daffa yang menyukai nya. Hal itu menjadi kesempatan untuk Nisa, agar bisa dekat dengan Daffa, sampai Nisa mempunyai cara yang cukup ekstrem untuk menjebak Daffa.
*************
Malam hari di kediaman Anderlecht, sedang diadakan sebuah pesta perayaan ulang tahun Fadil dan Fatih. Pesta nya sangat meriah sekali, banyak pasangan muda mudi yang menikmati pesta tersebut.
Tante Tiara terpaksa harus menginap di panti bersama Ibu Sita, karena baginya sangat menganggu sekali pesta anak muda itu.
Dan saat Nisa tiba, samuel sedang mengantarkan Tante Tiara menuju Panti. Bukannya merasa sedih, ia justru bersorak gembira, karena merasa diberi jalan terbuka untuk mendekati Daffa.
Saat ia memasuki rumah Anderlecht, Ia mencari-cari sosok Daffa di keramaian muda mudi yang asik bercengkrama. Ia mencari di sudut ruangan yang megah itu, namun tak kunjung menemukan Daffa.
Saat sedang sibuk mencari-cari Daffa, seorang pria menyapa nya dari belakang yang membuatnya harus menengok dan menyapanya.
" Hai Nisa. " Sapa Fadil teman semasa SMA nya dulu yang tak lain adik dari Daffa dan Samuel.
" Hai Fadil, Selamat Ulang Tahun ya. " Sapanya sambil mengulurkan tangan untuk memberi selamat.
Fadil pun menerima dengan hati senang, karena Nisa adalah wanita yang sudah lama ia cintai.
Ia sudah berkali-kali mengungkap perasaan nya, tetapi selalu ditolak Nisa, entahlah apa yang membuat Nisa menolaknya sehingga memilih Samuel kakaknya.
Sampai saat ini pun Fadil masih mencintai nya, terkadang ia merasa cemburu bila melihat Samuel kakaknya dekat dengan Nisa. Tapi Fadil bisa apa jika Nisa lebih menyukai kakaknya.
" Kau sedang mencari Kak Samuel. " Tanya Fadil.
" Tentu saja aku mencarinya, siapa lagi yang ku cari Jika bukan dia. " Jawab Nisa.
" Memangnya kak Samuel tidak memberitahu mu, bahwa dia sedang pergi mengantar Mama. " Ucap Fadil sambil sesekali menyesap minuman yang ia genggam.
" Benar kah, kenapa dia tak memberitahu ku ya. " ucap Nisa memelas. Ia mencoba mengelak pertanyaan Fadil, agar tak ketahuan bahwa ia sedang mencari Daffa.
" Kalau begitu aku akan menunggu nya di taman samping rumah. Jika kau bertemu dengan nya, tolong sampaikan aku menunggu di sana ya Fadil. " Lanjut Nisa lalu meninggal kan Fadil yang masih memandangi nya.
Nisa pun pergi ke taman samping rumah Fadil yang tak luput dari hiasan pesta, namun tak nampak seorang pun yang berada di taman itu.
Saat Nisa menyusuri taman tersebut, terlihat seorang Pria yang sedang duduk bersantai memandang langit malam sambil menghisap rokok dan sesekali meminum minuman yang ia ambil dari dalam.
Pria itu sangat tampan, ciptaan sempurna yang Tuhan berikan padanya, benar-benar menggoda untuk siapa saja yang melihatnya. Nisa sampai tak berkedip memandang nya.
Nisa memang sudah lama menyukai Pria itu, sejak Ia duduk di bangku SMA, dan sekarang mereka satu kampus. Nisa memang sengaja mengikutinya agar dapat bersamanya.
Tanpa rasa malu, ia menghampiri Pria tersebut lalu enyapanya. Ia berharap Sang Pria memberikan respon baik atas penampilan nya malam ini.