NovelToon NovelToon
Di Jodohkan Dengan Polisi

Di Jodohkan Dengan Polisi

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:24.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Natalia Okan

Devanya Putri Erlangga adalah putri dari pengusaha kaya yang bernama Danu Erlangga. Saat ini dia masih kuliah semester lima dan dia sangat populer di Kampusnya karena kepintaran dan kecantikannya. Namun dia tidak mengetahui jika dirinya adalah anak dari istri kedua Danu Erlangga.Orangtuanya merahasiakan itu darinya.Hingga ibunya meninggal dan papanya pun kembali tinggal dengan istri pertamanya di Kota lain.Karena merasa papanya sudah tidak sayang lagi, Devanya pun berubah drastis.Dia tidak lagi fokus dengan kuliahnya, hari-hari di laluinya dengan bersenang-senang dengan pacar dan juga sahabatnya.Setiap malam mereka selalu pergi ke Club dan menghabiskan waktu di sana.Sehingga papanya pun tidak tau lagi bagaimana cara mendidik anak gadisnya tersebut, hingga akhirnya diapun di jodohkan dengan anak pembantunya yang seorang polisi. Penasaran?? baca yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalia Okan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Anya tidak punya pilihan lain selain bersembunyi. Dengan cepat dia masuk ke dalam lemari baju yang berada di seberang ranjang Adit.

"Sayang.., ternyata kamu sedang tidur.." Ayu lalu lalu duduk di tepi ranjang itu.

"Sayang.., bangun.." bisik Ayu sambil mengecup kening Adit.

Adit pun langsung bangun dan dia sangat terkejut melihat Ayu yang berada di sana. "Ayu, kenapa kamu ada di sini??" tanya Adit heran. Seketika matanya nanar seperti mencari sesuatu.

'Kemana Anya?? bukankah tadi dia yang bersamaku'

"Aku nggak jadi pergi, jika bukan bersamamu.." ucap Ayu sambil memonyongkan bibirnya.

Sebenarnya tadi Ayu mengajak Adit untuk menemaninya menghadiri acara peresmian Klinik milik sahabatnya. Namun tiba-tiba Adit mencari alasan jika dia akan bertemu seseorang untuk membicarakan masalah bisnis. Dan ternyata Ayu percaya begitu aja, karena setau Ayu Adit memang sedang menyiapkan bisnis barunya untuk membuka cabang restorannya. Entah kenapa sekarang Ayu malah sudah berada di rumahnya.

"Kamu kenapa tidak memberitahuku jika dirimu sudah pulang? untung tadi aku langsung ke sini.." Ayu menyandarkan kepalanya di dada bidang Adit sambil melingkarkan tangannya di pinggang Adit.

"Ay, jangan seperti ini.." Adit melepaskan tangan Ayu dengan paksa. Sungguh dia tidak nyaman berada di situasi seperti ini. Apalagi ini di kamar, sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.

"Kamu tu kenapa sih? akhir-akhir ini berubah banget, padahal sebentar lagi aku juga bakal jadi istri kamu. Pokoknya aku nggak mau kayak gini terus, dan aku akan bilang sama papa supaya pernikahan kita di percepat.."

Dug.. seketika jantung Adit berdegup kencang, bagaimana jika papa Ayu benar-benar memintanya untuk segera melakukan pengajuan nikah bersama Ayu, sedangkan dia sudah menikah dengan Anya. Saat ini Adit hanya menunggu waktu yang tepat untuk berbicara kepada Ayu dak keluarganya. Tentu saja itu tidak mudah.

"Sayang, kok diam aja sih? kamu nggak suka ya jika pernikahan kita di percepat??" tanya Ayu manja.

"Ay, ayo kita keluar dulu, nggak enak sama ibu.."

Seketika ayu meraih tengkuk Adit dan menci*m bibir Adit dengan lembut. Dengan cepat Adit mendorong tubuh Ayu.

"Kamu tu apaan sih Ay..?"

"Kenapa sih sayang? emangnya nggak boleh aku ci*m calon suamiku sendiri? kamu berubah..!"

Dengan segera Adit menarik tangan Ayu dan membawanya keluar dari kamar. Dia benar-benar muak dengan gadis itu yang seenaknya masuk ke kamarnya. Walaupun mereka berpacaran, tapi selama ini Adit tau batasan. Apalagi sekarang ada ibunya di rumah.

Benar saja ketika mereka keluar dari kamar, ternyata mereka sudah di tunggu ibu Sumi dengan tatapan mematikan. Ibu Sumi terlihat sangat marah. Namun Ayu sepertinya tidak menghiraukan itu, dia langsung mendudukkan dirinya di atas sofa ruang tamu tanpa merasa bersalah.

"Ibu, aku haus. Bisa tolong ambilkan minum..??" ucap Ayu.

"Kamu bisa kan Ay, ambil sendiri..?" Adit murka.

"Aku capek sayang..."

"Baiklah nak Ayu, ibu akan mengambilkan minum untukmu.." ucap ibu Sumi sambil menahan emosinya lalu menuju ke dapur.

"Ibu, biar aku aja, ibu tidak perlu melayani Ayu.." Adit mengikuti ibunya ke dapur.

"Kamu benar-benar tidak menghargai perasaan Anya Dit. Bagaimana jika dia melihat kamu berduaan di kamar bersama Ayu? Tidak sepantasnya Ayu menerobos masuk ke kamar mu, dia sama sekali tidak menghargai ibu. Rasanya ibu sudah tidak sabar ingin memberitahu Ayu bahwa kamu sudah menikah.."

"Ibu, belum saatnya memberitahu Ayu sekarang. Ibu tau kan Ayu orangnya seperti apa? aku takut dia akan menyakiti Anya. Lagian aku dan Anya belum menikah secara resmi bu, aku takut terjadi masalah nantinya.."

"Tapi sampai kapan nak??"

"Bersabarlah bu, tunggu waktu yang tepat.."

"Baiklah, sekarang juga tolong bawa dia keluar dari rumah ini, ibu sudah muak melihat wajahnya.."

"Baik bu, aku akan mengantar Ayu pulang. Tapi dimana Anya bu??"

"Ibu juga tidak tau, ibu tidak melihat Anya keluar dari kamar.."

Ibu lalu bergegas menuju ruang tamu untuk mengantarkan air minum untuk Ayu.

'Dimana Anya??'

Adit lalu kembali ke kamarnya, dan dia melihat Anya yang sudah duduk di tepi ranjang dengan posisi menghadap ke luar jendela. Dia terlihat sibuk dengan ponselnya.

'Kenapa Anya bisa berada di sini?'

"Anya, aku akan keluar sebentar.."

Anya sepertinya tidak menghiraukan Adit, dia sama sekali tidak menoleh.

Tak lama kemudian mobil Ayu pun meninggalkan rumah itu. Ibu Sumi membuka pintu kamar dengan perlahan dan mendapati Anya yang sedang melamun.

"Nak Anya.."

"Iya bu.. " Anya membalikkan badannya menatap bik Sumi dengan senyum di bibirnya.

"Ibu minta ma'af atas kejadian tadi.."

"Kejadian apa bu..?" tanya Anya pura-pura tidak tau.

"Jadi kamu nggak tau kalau tadi Ayu datang ke sini dan menerobos masuk ke kamar..?"

"Nggak bu, mungkin tadi aku sedang di kamar mandi.." ucap Anya sambil memaksakan senyumnya.

'Syukurlah jika Anya tidak melihatnya'

"Nak, Ibu sangat berharap kalian bisa hidup bahagia. Ibu tidak ingin jika kalian sampai berpisah.." ucap bik Sumi dengan raut muka sedih.

"Do'ain aja ya bu..." Anya menggenggam tangan ibu mertuanya itu.

Tak lama kemudian ponsel Anya tiba-tiba berdering, ternyata Meysa yang menelponnya. Tadi sewaktu Anya mengirim pesan kepada Meysa, Meysa belum membacanya.

"Ya udah, kalau gitu ibu keluar dulu ya.." bu Sumi sepertinya tidak ingin menganggu Anya.

"Iya bu..."

Lalu dengan cepat Anya menggeser tombol hijau di hpnya.

"Hallo Mey..."

"Anyak, ntar malam datang ya ke club Rendy, karna DJ Ronald akan menghibur kita sampai pagi.." ucap Meysa girang.

DJ Ronald adalah DJ yang sangat populer di Jakarta. Selain kepiawaiannya memainkan music DJ, dia juga sangat tampan dan digilai oleh wanita. Sehingga sangat sulit untuk mengundangnya, karna jadwalnya selalu padat.

"Emmm.., gimana ya Mey..? pengen sih, tapi.."

"Ayolah Nyak, ini kesempatan banget buat lo menghibur diri. Kapan lagi coba bisa melihat langsung penampilan DJ tampan itu.."

"Kayaknya gua nggak bisa Mey.."

"Yah.., Anyak.. Nggak asyik banget lo..!! lo jangan terus terpuruk memikirkan Niko dong, lo harus bangkit Nyak.." Meysa masih mencoba membujuk Anya.

Sebenarnya bukan Niko yang menjadi alasan Anya tidak bisa datang, tapi karna dia masih berada di rumah Adit. Bagaimanapun dia sangat menghargai bu Sumi yang kini sudah menjadi mertuanya.

"Ehhmmm.., ya udah liat nanti aja deh. Nanti gua hubungi lo lagi.."

"Nah, gitu dong Anyak sayang. Love U.." teriak Meysa kegirangan.

"Dasar gila..!" Anya menutup telponnya.

Tok...tok...

"Iya bu..."

"Nak Anya, ibu akan pergi ke acara pengajian. Mungkin ibu agak lama pulangnya, karna acaranya lanjut ba'da isya. Kamu nggak apa-apa kan sendirian di rumah? bentar lagi Adit juga pasti pulang.."

Semenjak pulang ke rumah, ibu Sumi mulai aktif mengikuti acara pengajian di komplek rumahnya itu.

"Iya bu, nggak apa-apa.."

Sudah jam tujuh malam, Adit juga belum kembali. Anya mulai kesal dan sangat bosan berada di rumah itu sendirian. Karena lelah, akhirnya Anya pun tertidur.

Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 malam, tiba-tiba Anya terbangun karena perutnya terasa lapar. Malam ini dia melewatkan makan malamnya, karena tertidur. Mungkin bu Sumi juga tidak enak membangunkannya.

'Ternyata mas Adit juga belum pulang. Untuk apa gua di sini? mending gua suruh Meysa buat jemput gua ke sini'

Tanpa pikir panjang, Anya langsung menekan nomor Meysa di ponselnya dan seketika langsung tersambung.

"Iyaa Nyak.." teriak Meysa di ujung sana. Suaranya bahkan nyaris tidak terdengar jelas karna hiruk pikuknya music DJ.

"Hallo Mey..."

"Nyak, suara lo nggak jelas. Mungkin sinyal lo jelek.."

"Bukan sinyalnya yang jelek Mey, tapi suara music di sana yang sangat kencang.."

"Anyak... Nyak..."

Lalu tiba-tiba sambungan telpon terputus. Anya segera ke luar kamar, karna mungkin memang jaringan di kamar itu yang jelek sehingga Meysa tidak bisa mendengarkan suaranya. Dan ketika dia ingin membuka pintu, tiba-tiba dia melihat seseorang yang sudah berdiri di hadapannya.

"Kamu mau kemana..??" Tanya Adit dengan wajah yang sedikit kusut namun tidak mengurangi ketampanannya.

"Aku mau pergi.." ketus Anya.

"Mau kemana malam-malam gini..?"

"Suka-suka aku dong mau pergi kemana. Apa urusannya denganmu??" emangnya kamu aja yang bisa pergi, aku juga bisa..!"

"Anya, aku tidak akan mengizinkan kamu pergi. Aku berhak melarangmu, karna kamu adalah istriku.." Suara Adit pun mulai meninggi.

"Istri di atas kertas tepatnya. Lagian suami mana yang pergi meninggalkan istrinya demi pacar?"

"Anya kamu jangan salah paham. Aku hanya mengantarkan Ayu pulang. Dan setelah itu aku ada tugas mendadak. Karna ada laka lantas, jadi aku langsung kesana. Aku memang salah karna tidak memberitahumu, aku minta ma'af.."

****

1
74 Jameela
bagus ceritanya kak👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
UMI TTS
ayu nakal.ketemu lawan Pepet terus nga jangan sampai ganggu Adit lagu🤣
UMI TTS
hahhaha si Anya banyak gaya benci tapi rindu 🤣
UMI TTS
hayo si ayu🤭
Darmawangsyah Dhamar
typo thor Adit bukan Aska
Darmawangsyah Dhamar
kapan Adit tau klu anya minum obat penunda kehamilan.psti seru klu ada konfliknya sedikit
Darmawangsyah Dhamar
kena tipu kak Aska
Darmawangsyah Dhamar
sama pemikiranku
Darmawangsyah Dhamar
ceritanya bagus.sayang sekali baru ketemu skrang
Darmawangsyah Dhamar
semoga aja Mesya blum di apa2in sma si Rendi itu.ksian Bima klu dptnya bekas
Darmawangsyah Dhamar
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Darmawangsyah Dhamar
dan itulah yg membuatku semangat membacanya.krn tdk kaya melalui warisan
Darmawangsyah Dhamar
yang menarik dri cerita ini.karna cowoknya Anya tdak terlalu jahat.tdk seperti cerita yang lain yg suka selingkuh.kekurangan krn pergaulan dan tdk mandiri.jadi Adit lebih top deh
Darmawangsyah Dhamar
kasihan Anya sm Adel makan malam dgn rasa penasarannya.
Darmawangsyah Dhamar
ceritanya mkin seru nie
Darmawangsyah Dhamar
emang cocok
Darmawangsyah Dhamar
aku suka
Darmawangsyah Dhamar
ceritanya bagus,sesuai selera.apalagi cowoknya bukan dari keluarga konglomerat.
Muhamad Ridwan
si ayu kapan mati nya sih
James Esthojames James
bone
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!