NovelToon NovelToon
Sorry, I Love You.

Sorry, I Love You.

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:656.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Rubby Hania, Gadis cantik yatim piatu yang di asuh sang paman dan Bibi. Namun sayang sang Bibi begitu kejam memperlakukan nya.

Suatu malam tepat setelah sang paman di makamkan, Rubby di usir sang Bibi. Rubby bertemu seorang pria bule yang sedang melintas. Marco Tarance hampir saja menabarak nya. Marco sempat memakinya. Namun anak laki-laki Marco yang berusia 6 tahun Avalon Tarance, malah menolong dan membawa Rubby pulang.

Akhirnya Rubby menjadi pengasuh Avalon. Suatu malam Marco hampir memperkosa Rubby, dan Avlon yang memergoki sang Ayah yang hendak berbuat aib, maka ia memaksa Marco agar menikahi Rubby.

Bagaimana kisah selanjutnya Antara, Rubby, Marco dan Avalon. Sorry, I Love you.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Aku Ingin Pergi Dari Sini Tuan Val!

"Marc, ku mohon lepas!" pinta Rubby dengan segala permohonan dan tangisan yang makin deras. Rubby menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia merasa sakit, kecewa, marah, benci, menjadi satu terhadap orang yang ada di atas tubuhnya saat ini.

"Maafkan Baby, ku mohon, tolong aku! perempuan iblis itu memberikan ku obat perangsang," ucap Marco di sela-sela perburuan nya pada tubuh Rubby.

"Tidak dengan cara begini Marc. Ini berdosa, aku mohon," Rubby masih membujuk Marco dengan lirihnya, di sela-sela menahan antara hasrat dan Iman. Tidak dapat dipungkiri Rubby sedikit terbuai oleh gerakan-gerakan Marco yang lihai dan membuat nya melayang.

Di kamar Vallon, Iya baru saja bermimpi seorang bidadari menghampirinya dan memperingatkannya agar menolong Rubby dan ia melihat Rubby sedang ditarik seorang laki-laki menuju ke arah jurang.

"Rubby..No! jangan bawa dia! jangan please! Rubby tunggu! Hai Jangan kau celakai Rubyy. Rubyy.. Rubby Ku, tidaaaakkk," teriak Vallon di dalam mimpinya.

Vallon tersentak. Ia membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya dengan bringas, nafasnya terasa tersengal-sengal. Rasanya lelah sekali, dalam mimpinya Vallon, ia berlari untuk menyelamatkan Rubby atas perintah seorang bidadari yang ia lihat.

"Rubby," gumam Vallon! ia merasa khawatir. tanpa pikir panjang Vallon bergegas turun dari tempat tidur dan berlari keluar dari kamarnya menuju kamar Rubby.

Tubuhnya Vallon sudah penuh dengan keringat karena di dalam mimpinya ia berlari maka dari itu tubuhnya merespon dengan mengeluarkan keringat.

"Rubby di mana kau Rubby? Nona Rubby di mana kau?" teriak Vallon sedikit panik.

karena pintu kamar Rubby masih terbuka walaupun tidak lebar. Maka Rubby masih dapat mendengar samar-samar suara Vallon yang berteriak memanggil Namanya.

"Tuan Vallon, tolong Tuan! Val..Vallon..tolong! Ayah mu ingin mencelakai ku," teriak Rubby.

"Ssssttt, jangan teriak-teriak Baby," ucap Marco dengan suara yang parau.

"Tuan Vall, tolong!! to..epp..bb," mulut Rubby di blokir oleh mulut Marco agar ia berhenti berteriak.

Bersyukur Vallon masih mendengar teriakan Rubby, walaupun samar. Ia segera masuk ke kamar Rubby yang memang ia lihat pintunya terbuka karena tertahan oleh kemeja Marco.

Pintu kamar Rubby di dorong sekuat tenaga oleh Vallon, 'Brak!' suara pintu terbanting pada tembok kamar.

mata Vallon terbelalak lebar, karena lampu di kamar Rubby masih menyala dengan terang maka ia melihat dengan jeals apa yang sedang terjadi di kamar itu. Vallon melihat jelas sekali Ayahnya sedang berada di atas tubuh Rubby dengan hampir bugil.

"Dad! What are you doing?" pertanyaan Vallon dengan suara teriakan yang begitu keras hingga memekikan telinga Marco.

"Membuat, Adik untuk mu, Baby," jawab Marco dengan suara berat nya. Marco masih setia di atas tubuh Rubby tak terusik dengan suara Vallon yang berteriak.

Vallon mencerna kata-kata Marco. Ia mencoba mengingatnya saat ia bertanya pada Rubby dan Muria suatu hari yang lalu.

"Bu Mur, Nona Rubyy!. Aku ingin memiliki Adik. Bisakah?" tanya Vallon pada mereka.

"Bisa saja Tuan Vallon! Tuan dapat mengambil adik angkat dari panti atau rumah-rumah sehingga," ucap Rubby.

"Tidak! Aku ingin Adik dari Ayah dan Ibu Seperti hal nya Aku," tukas Vallon.

"Kalau begitu, Ayah mu harus menikah dahulu dengan seorang perempuan, baru akan dapat memiliki Adik untukmu," ucap Rubby

"Jika Ayahku memiliki anak, sedangkan dengan Ibu dari Adik ku itu tidak menikah! apa yang akan terjadi?" tanya Vallon

Rubby dan Muria saling pandang. Karena untuk menjawab pertanyaan Vallon yang pintar dan serba ingin tahu dan harus detil dalam menjawab, maka mereka harus lebih pintar.

Beruntung Rubby pandai. "Oh..kalau Ayahmu memiliki Adik untukmu dan tidak menikah dengan perempuan itu, maka itu namanya Ayahmu sudah melakukan perzinahan, itu berdosa dan dibenci Allah dan hasilnya saat adikmu lahir dia akan mengalami buruk rupa, apakah Tuan Vallon mau, saat Adikmu lahir, wajahnya menghitam mirip arang untuk membakar ikan, karena Ayahmu menghamili Ibu sambung mu tanpa menikah," tutur Rubby.

Rubby tidak tahu bagaimana menjelaskan secara gamblang dari pertanyaan Vallon, maka hanya membuat nya bergidik saja membayangkan wajah dari Adiknya akan hitam seperti arang.

"Oh no! aku tidak ingin memiliki Adik berwajah gelap mirip arang," ucap Vallon.

"Maka dari itu, Ayahmu harus menikah dengan seorang perempuan baru Adikmu nanti akan tampan atau cantik saat lahir kedunia," ucap Rubby

Vallon teringat kata-kata mereka tempo hari itu dan langsung saja menghajar Ayahnya, dengan raket nyamuk yang tergeletak di dekat tempat tidur.

"Dad! lepaskan Rubby, Dad! please, memang betul Aku ingin memiliki Adik, namun Daddy harus menikah dahulu dengan Rubby," teriak Vallon.

"Baby, sakit.. Val sakit! aw aw," teriak Marco. saat Marco menarik tubuhnya agak naik maka Rubby pun dengan sigap menarik diri dari bawah Marco ke samping lalu menggelinding ke arah Vallon.

Rubby sedikit menarik piyamanya yang tadi tersingkap dan menunjukkan aset kembar nya agar turun ke arah perutnya. "Hikss..hikss," Rubby terjatuh dan duduk di sisi tempat tidur.

"Ayok Nona, cepat keluar dari sini." ajak Vallon. Rubby terlihat berantakan sekali.

matanya sembap karena ia tak berhenti menangis, tubuh nya bergetar takut dan seluruh tubuhnya terasa ringsek serta lemas.

Marco masih mengerang kesal di atas tempat tidur, dengan posisi tengkurap. Vallon menarik Rubby dengan paksa karena Rubby nampak begitu tak berdaya.

Setiap Marco hendak bangkit, Vallon mendaratkan satu gebukan dari raket nyamuk dan Marco Kembali terjerembab di atas kasur.

"Nona Rubby keluarlah, lari lah ke bawah! bangunkan Muria, cepat!" teriak Vallon.

"Dad! kau keterlaluan! aku malu memiliki Ayah yang bejad seperti mu!" ucap Vallon.

"Maafkan Daddy Val, ini tidak seperti yang kau fikirkan Son! kembalikan Rubby padaku, Baby," ucap Marco.

"No!" teriak Vallon.

"Please Val," ucap Marco Kembali.

"Never!" teriak Vallon.

Rubby berhasil keluar kamar walaupun dengan langkah teseok-seok lalu ia duduk bersimpuh di hadapan tangga. Rubby tak sanggup lagi berjalan karena kakinya terasa bergetar dan lemas. Rubby masih menangis.

Dengan sigap Vallon berlari keluar kamar tak lupa ia kunci pintu kamar Rubby dari luar agar Marco tak dapat keluar.

"Val! kembalikan Rubby, Daddy akan menikahi nya besok Val, namun Daddy butuh Rubby untuk sekarang, please Val! kembalikan Rubby," teriak Marco saat ia sadar Rubby sudah keluar dan pintu Vallon kunci dari luar.

Vallon teringat hanya Nara yang mampu menjinakkan Marco. Maka dari itu sebelum mengurus Rubby ia segera menelpon Nara.

Saat telepon sudah tersambung.

"Uncle Nara, tolong datanglah ke rumah Daddy saat ini juga! Daddy berteriak dan menjadi tidak terkendali, dia hampir saja ingin membuat anak tanpa menikah dengan pengusuhku," / Vallon.

"Astaga! siap Tuan Val, Aku menuju kesitu sekarang," / Nara.

Sambungan telepon pun terputus, Nara sepertinya sudah faham apa yang terjadi dengan Marco ketika mendengar kata-kata ingin membuat anak tanpa menikah! ya Nara telah berasumsi bahwa Marco akan memperkosa pengasuh Vallon.

"Nona Rubby, ayo kita ke kamarku," ajak Vallon.

"Aku ingin pergi dari sini Tuan Val!" ujar Rubby masih dalam tangis.

Jetar..nyek! hati Vallon mendengar kata-kata 'Pergi' dari mulut Rubby.

Bersambung...

1
Princess El
bagus
Ran Aulia
👍👍
Djie Marwati Laissa
Masya Allah nikmat mana lagi yg kW dustakan..dpt suami Soleh bonus tajir melintir pless face wowww tentux hahahah
Djie Marwati Laissa
mantap Rubby 2 lelaki yg ingin melindungimu
RH 1225
menarik, + pnasaran ni dgn ceritanya
RH 1225
Aku mampir thor,
🌺awan's wife🌺
kirain Nara cewek Thor😅😅😅
Maryana Fiqa
itu darah vitamin Dady val 🤣🤣🤣
Depp Kazieh
kira, n nara cwe hihi
Depp Kazieh
kira, n nara cwe hihi
Warie Hawari
kasian emily klo papinya ruby kmbli sm kairis
Warie Hawari
q pkir nara itu cwek😂
Warie Hawari
visualnya mna thor..
Ardan Enggar
emily q gemes deh ma authorrrr
msak orang baik harus d madu
tpi gpp udah ending juga
Ardan Enggar
vallon terence ilove you
Ardan Enggar
emily tu baik to tadak sih
gemes q ma emily
pngen uwel uwel mak AUTHORRRRRRRRRR
Follow Author.IG: rosenoor_193: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kabooorr
total 1 replies
Ardan Enggar
pas part ini knPa q malu z
Ardan Enggar
dag dig dug derrrrrrr DAIA.....
Q GA HARUS nunggu up nya buat tahu kejutan krna pas q baca udah tamat
tpi tetep aja masih deg deg an
Ardan Enggar
tutur bhasa dan cara panggilan antar seseorang begitu merdu n membuat jiwa halu q meronta ronta
Ardan Enggar
ni novel bagus tpi paling masuk d hTi n kehaluan q itu cma aa"bro afnan
pa lagi yg part 1 walah 3kli baca ga bosen
ampe klo dngar bacaan Ar-Rahman q pasti inget ustad afnan
smangat bunda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!