21+ "Hubungan ini terlarang, Bear!"
"Aku tidak tahu apa hubungan kita, yang aku tahu aku membutuhkan mu"
Alexander Agnoward ketika sebuah keputusan terberat akhirnya membawa nya kembali lagi ke negara nya atas ancaman orang tua nya.
Menjadi sangat rumit ketika dia kembali dan luka lama itu telah sembuh, Alexander jatuh di sebuah hubungan lain, di dalam sebuah ikatan pertunangan yang di buat orang tua nya.
Bukan tidak bisa menerima Tania tunangan nya itu karena setatus nya yang seorang ibu muda beranak satu, hanya saja Alexander sudah sudah lebih dalam terjatuh di hubungan lain bersama Aprilia seorang gadis kecil yang di tolong nya.
Dan bagi nya teramat berat untuk menerima Tania mengingat dia pernah menjadi kekasih adik nya dan mempunyai seorang anak dari adik nya tersebut
"Bukan kah kita sudah tahu ini resiko nya, Aku tidak masalah terluka, asal kau berjanji kau akan bahagia" -Aprilia Shakila-
Akan berakhir pada siapakan Alexander? atau malah akan berakhir dengan salah satu yang terluka ?
Sequel dari Novel berjudul ;
[Pernikahan luar biasa]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
With you
Bisa-bisa nya aku berada di sini, di rumah ini, April terus mengutuki diri nya, Angel benar-benar huh menggemaskan, salah! dia juga sediki menyebalkan sama seperti–
Arghh…
Terus mengucuri tangan nya bawah keran air, membasuh perlahan wajah nya mengusap-usap nya sangat lembut, menghapus sisa-sisa make up yang mulai luntur.
Mengingat ulang putaran moment sebelum nya bagaimana bisa dia berada di antara keluarga Alexander berada di antara orang-orang yang akan sangat membenci nya jika tahu hubungan nya dengan Alex.
Padahal aku hanya perlu mundur semua akan selesai,April kau lemah sekali.
Cklak.
“Angel?” panggil April menoleh pada suara derap langkah pintu yang di buka, lalu sepersekian detik terdengar di kunci.
"Angel kakak sikamar mandi!" ujar nya dengan tangan nya memutar mematikan keran dan perlahan melangkah keluar tanpa mengeringakan wajah nya.
“Damnn!”
Terperangah bukan main makhluk menyebalkan itu sudah berdiri di sana menatap nya kesal dan sangat intens.
"Sudah puas bermain-main hari ini!"ujar nya sangat datar dengan manik mengkilap nya.
“Bear kau sudah tidak waras,keluar sekarang!”April bersungut.
Melampirkan smirk menyebalkan nya, Alex pun melangkah ke ranjang dan menjatuhkan tubuh nya ke tempat tidur begitu saja.
April terperangah, mata nya terbelalak.
“Bear, sumpah ih kau sudah benar-benar tidak waras, Angel akan tidur di sini, Bear keluar kata ku,keluar!!!"
Alex tak mengidahakan memposisikan tubuh nya ke dashboard.
"Bear Angel, Bear!"
“Berikan ponsel mu!!”tatap nya sengit menatap manik April tajam.
“Tidak ada, pergi keluar sekarang!”
sahut nya tidak kalah sengit nya.
Menjadi nyalang Alex yang sudah di buat kesal dengan segala yang di buat April hari pun berbalik badan, meraih tas milik April, membuka dan menarik cepat rel sleting dan ya dia mendapatkan benda pipih keluaran terbaru yang di cari nya itu.
“Bear!!!! Kau mau apa!” melangkah cepat April untuk meraih ponsel nya. “Kesinikan ponsel ku!”
“Ssssst jangan berisik!”ingatkan Alex suara teriak April.
April pun seketika diam mengingat dia dimana sekarang, memasang wajah memelah April pun meminta lembut ponsel nya.
“Kembalikan bear!”
Tidak menggubris mulai merebahakan badan nya di ranjang sambil menggeser-geser layar benda pipih yang berpassword itu.
“Apa password nya!?”
Tiba-tiba April ingat “aha iya ngapain panik kan di password!”bathin nya.
“Katakan dulu kau mau apa,dengan ponsel ku?” selidik nya.
“Katakan, apa password nya!”
April pun menjatuhkan bokong nya di tepian ranjang deluxe itu, mengendikan bahu nya.
“Tidak tahu, dan kau tidak akan pernah tahu!”
“Aku banting!”ancam nya.
“Bear!, kau persis yang dikatakan Mike tidak ubah nya seperti anak kecil, untuk apa kau ingin tahu ponsel ku, aku saja tidak pernah peduli tentang ponsel mu!”
Merogoh saku celana nya dalam Alex mengeluarkan ponsel type yang sama dengan milik April.
“Nih ponsel ku, lihat saja jika kau mau, password nya tanggal lahir mu!”
April terbelalak ucapan Alex sukses membuat nya terperangah menggeser duduk nya.
“Bear sungguh kau–
“Apa aku tidak waras, kau sudah ribuan kali mengatakan nya!”
“Bear! ,kau akan jadi seorang suami seorang ayah untuk anak-anak mu, berhenti seperti ini Bear!”
“Iya jadi suami mu, dan ayah untuk anak-anak kita!”ujar nya seperti tak berdosa
Jedaaaaaaarrrrrrr!!!!
April menyerngitkan dahi nya, rasa nya benar-benar ingin mengantam kepala manusia aneh di hadapan nya ini.
“Bear, tidak kah kau berfikir sebelum kau berbicara ” tatap April lirih “Bear aku susah payah biar tidak lagi terjatuh, ku mohon bear sadar lah!,jangan buat semua nya menjadi rumit!”
“Apa yang rumit?”
“Bear!!! Astaga– kau masih katakan apa?”
“Kau akan tahu pada waktu nya,sudahlah aku ingin tidur badan ku sakit semua, hari ini sangat menyebalkan!”
Prakkkkkkkkkkkkk
Lempar Alex begitu saja ponsel April ke lantai.
“BEAR!!! Sumpah mimpi apa bunda dulu membuat jalan bertemu manusia seperti mu!”
“Kau sungguh akan tidur disini!, Ya tuhan!”menggerutu April sambil memunguti ponsel nya di lantai, “Shit retak layar nya,Bear!”
“Bear keluar ku mohon keluarlah” lirih nya sambil mengusap lembut layar ponsel nya.
Tidak mengidahkan Alex malah kian meraih guling, memposisikan tempat dan benar-benar akan terpejam.
“Tidur lah, Angel tidak akan datang!”ujar nya tak membuka mata nya.
“Dari mana kau tau?”tatap nya sengit.
“Tania sudah meniduri nya, Angel masih sering terkencing di tempat tidur, Mami nya tidak akan mengizinkan nya tidur dengan mu!”
“Benarkah masih mengompol sebesar itu? Tanya nya.
“Hmmmm..” tidur lah sebelum pagi aku akan pergi, aku hanya ingin di sini bersama mu”
“Tapi aku tidak ingin...”jawab nya santai meraih bantal dan selimut untuk tidur di sisi lain.
“Terserah...”tarik Alex lagi selimut yang akan di bawa April.
April mulai merebahkan tubuhnya di jarak yang cukup jauh dari Alex, menatap langit-langit kamar, saat seperti ini adalah masa yang selalu di suka nya merenung apa yang harus di lalukan nya kedepan, berfikir tentang semua kesalahan.
Menelisik jauh, membawa fikiran nya terbang, saat ini aku tidak bisa apa-apa tanpa uluran tangan Alex dan Mike, mungkin aku harus benar-benar melakukan sesuatu hal untuk mampu berdiri sendiri, tanpa harus terus bergantung dan hidup di antara mereka yang selalu membuat ku susah untuk bergerak.
Alex melirik dengan ekor mata nya menelisik gadis kecil nya yang tampak menatap langit-langit namun sangat terlihat tengah bergelut dengan fikiran nya.
“Ada apa,kau memikirkan sesuatu?” selidik Alex.
“Tidak ada, selamat tidur!” jawab nya jengah berbalik badan membelakangi uncle bear nya.
“Jangan fikirkan apapun, biar aku saja yang memikirkan semua nya!”
Tidak mengidahakan lagi, April sudah lelah dengan ucapan Alex yang terdengar seperti omong kosong untuk nya.
Menatap punggung yang membelakangi nya, sungguh tidak tahan jika tidak memeluk nya dia yang sangat di inginkan sudah tepat di hadapan.
Perlahan bergeser, menyibak kasar selimut yang di tarik nya, Alex mendekat memangkas jarak kedua nya.
“Mau apa!”sarkas April seketika membalik badan nya menyadari Alex sudah tepat di belakang nya.
“Sssstttttt diam, berbalik lah seperti tadi!” perintah nya menyentuh kepala April untuk kembali ke posisi nya.
Mendekatkan wajah nya ke ceruk leher April dengan satu tangan sudah melingkari pinggang ramping nya.
“Tidur lah, aku hanya ingin memeluk mu saja!”ujar nya mulai meresapi aroma sulur rambut April di leher jenjang nya.
Di posisi tak berjarak, sentuhan kulit yang membuat desiran pada April di tambah helaan hangat nafas Alex di leher nya.
“Bear, lepaskan, aku tidak nyaman!”
Bohong, sudah jelas-jelas dia sangat nyaman seperti ini, ucapan yang tidak sinkron dengan hati nya
“Tidur lah, malam ini saja, aku ingin terpejam memeluk mu!” ujar Alex tidak mengidahkan sangkalan April.
April pun pasrah, menyingkirkan semua nya, semua setatus Alex sebenar nya. “Mudah nya aku pasrah, semudah itu aku luluh, ya aku lah si murahan itu! ” hati nya bergemuruh rasa nya ingin menangis rasa nya ingin berteriak,
kenapa aku menikmati ini semua. maafkan aku tuhan, maafkan aku Tania.
Bulir bening itu pun merembes di pelupuk mata nya mengalir deras begitu saja, perlahan satu tangan mencoba menghapus sebelum Alex melihat nya.
.
.
.
To be continue
#Yang minta up tuh 😂 kasih like, comment ya sedikit vote nya
gampang sebenarnya...
mau punya cucu kau Mike
udah kena skiiipppp😆😆😆😂
gak jadi terbang tu burung
gegara kamu leeekkkkk
akhirnya
berbahagialah Tan
Alex kabarmu
ngeneskah?
memang dia harus Ambil keputusan iniiii
sampai kapan menjalani hubungan tanpa status iniiiiiii
kenapa tidak tegas?!
kamu juga berhak bahagia