NovelToon NovelToon
BUTTERFLY EFFECT : The Glass

BUTTERFLY EFFECT : The Glass

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / TimeTravel / Pembunuhan / Eksplorasi-misteri dan gaib / Tamat
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Afrendo Edo A

Kisah keenam gadis remaja yang akan melangsungkan sekolah pertamanya disebuah sekolah ternama.

Entah itu adalah sebuah keberuntungan atau kesialan bagi keenam gadis itu. Sesuatu telah meraja lela didalam lubuk hati mereka hingga mereka saling membunuh satu sama lain hanya untuk tujuan yang tidak jelas.

Benda yang mereka temukan adalah sebuah sebab dari hancurnya persahabatan yang mereka bangun sejak lama. Selain itu, sebuah sosok gelap juga berusaha merusak persahabatan mereka.

Sebenarnya, benda apa yang membuat keenam gadis itu saling membunuh dan membuat mereka menghancurkan persahabatan nya sendiri? Siapa kegelapan yang membuat mereka terpaksa menerima nasib itu? Simak selengkapnya didalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afrendo Edo A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Started Happening

Setelah itu Yuna pun terbangun dari tidurnya sambil berteriak ketakutan. Ternyata semua kejadian buruk itu hanyalah mimpi yang Yuna alami saat tertidur. Sungguh mimpi yang sangat menyeramkan baginya, hingga keringat dingin yang asli pada dirinya pun ternyata memang bercucuran saat ia mulai terbangun. Selain itu, tak lama setelah terbangun Yuna merasa benar-benar syok karena juga menemukan beberapa bekas luka gigitan di bahunya.

Yuna yang masih merasa ketakutan akan mimpi buruk itupun akhirnya memutuskan untuk mengganti bajunya. Yuna membuka lemari kayu yang ada dikamarnya lalu segera membuka bajunya juga. Disaat punggung Yuna terbuka, dirinya pun tak sengaja melihat banyak bekas luka cakaran yang amat panjang. Luka itu menghiasi bagian yang tepat berada ditengah-tengah punggungnya.

Setelah keterkejutannya akan bekas luka gigitan dibahunya tadi, sekarang Yuna kembali kaget karena mengetahui luka cakaran itu. Yuna mengetahui luka itu setelah ia melihat pantulan permukaan punggungnya yang terlihat di sebuah cermin besar. Tangan-tangan Yuna mencoba meraba-raba luka yang jelas ada di punggungnya itu. Tetapi, di saat tangannya telah memegang bagian luka itu, Yuna tak merasakan adanya bekas luka.

Telapak tangannya hanya bisa merasakan permukaan kulit yang halus dan tidak merasakan bekas luka sedikit pun. Yuna yang mulai merasa ada yang tidak beres pun segera melihat bagian luka itu sendiri tanpa menggunakan cermin. Di saat Yuna melihat bagian yang ia maksud, matanya tak melihat bekas luka apapun.

Setelah melihat luka yang sebenarnya tidak ada dan tadi sempat ia kira memang ada punggungnya, Yuna pun kembali melihat luka yang ada dibahunya. Kali ini, luka yang terlihat ada dibahunya itu memang terlihat jelas. Di tambah lagi saat Yuna berusaha memegangnya, ia memang merasakan bekas luka itu. Tapi disaat Yuna berusaha melihatnya melalui cermin, luka yang ada di bahu Yuna itu tidak terlihat sama sekali.

"Kenapa luka yang benar-benar aku lihat ini tidak terlihat di cermin, sedangkan luka yang tidak aku lihat dengan mataku sendiri ada di permukaan cermin?" batin Yuna resah.

"Sebenarnya, ada apa dengan mataku sekarang?" batin Yuna semakin penasaran.

Tak lama, Yuna akhirnya memakai sebuah baju yang baru saja ia ambil dari dalam lemari didepannya. Setelah baju itu sepenuhnya melekat pada badan Yuna, Yuna sendiri pun teringat dengan rasa penasarannya yang lain. Rasa penasaran itu membuat Yuna ingin mengetahui sebenarnya apa yang membuat dirinya dan Erin bertengkar?.

Disamping itu, Yuna juga baru saja mengingat suatu perkara yang masih akan mereka selidiki tentang sebuah kotak kardus yang ditemukan Tiara kemarin. Dengan segera, Yuna pun keluar dari dalam kamarnya lalu berjalan menuju kamar Yewon dan Tiara. Sesampainya di depan kamar kedua temannya Yuna itu, terlihat beberapa kepingan pecahan kaca yang sudah tersusun rapi di depan pintu yang seakan-akan sudah di rancang untuk melukai seseorang.

Yuna yang ingin menyingkirkan pecahan kaca itu agar tidak ada orang yang terluka pun segera mengambil sebuah sapu. Perlahan ia menyapu pecahan-pecahan kaca itu hingga menuju teras penginapan. Dan secara tak sadar, ternyata Yuna terus menyapu semua pecahan kaca itu hingga terjatuh dari teras menuju rerumputan pendek didepan penginapan.

Setelah semuanya kembali bersih sepeti semula, Yuna pun segera mengembalikan sapu yang ia pegang menuju tempat asalnya. Dan akhirnya Yuna pun kembali menuju kamar Tiara dan Yewon. Tapi, kali ini Yuna melihat yang tadinya pintu kamar kedua temannya itu tertutup ternyata sudah terbuka lebar. Di saat Yuna mulai memasuki kamar Tiara dan Yewon, ia melihat suasana kamar yang sungguh berantakan.

Di kamar itu terlihat sebuah vas bunga dan beberapa barang yang terbuat dari kaca lainnya sudah pecah berkeping-keping. Ada juga pecahan-pecahan kaca yang sangat mirip dengan pecahan kaca yang Yuna sapu tadi untuk dikeluarkan dari penginapan. Ternyata, sebenarnya pecahan-pecahan kaca yang Yuna sapu tadi memanglah pecahan yang sama dengan pecahan yang ia sendiri lihat sekarang di kamar Tiara dan Yewon.

Lagi-lagi Yuna di buat bingung dengan semua hal yang sebenarnya terjadi, di sisi lain ia tak mengerti kenapa banyak pecahan kaca di kamar kedua temannya itu, di sisi lainnya juga ia tak mengerti kemana Tiara dan Salsa pergi sekarang. Yuna yang akhirnya hanya bisa berjalan perlahan sambil melihat kesekeliling kamar Tiara dan Yewon pun merasa menyerah dengan berekpresi datar.

Yuna sudah merasa tak sanggup lagi untuk menyelesaikan semua masalah yang ia dan kelima temannya alami sekarang. Saat itu, Yuna pun terdiam sambil duduk disebuah kursi kecil yang terbuat dari anyaman rotan. Hingga tiba-tiba datanglah Tiara dan Yewon yang mulai memasuki kamar mereka sendiri sambil membawa minuman panas di gelas masing-masing. Tiara dan Yewon seketika kaget karena melihat Yuna yang sudah terduduk lemas di atas sebuah kursi rotan milik Tiara di ujung kamar.

Selain itu, Tiara dan Yewon juga merasa kaget karena melihat kamar yang mereka tempati sekarang sudah berantakkan tak berupa. Seperti sudah ditelan bencana, kamar mereka berdua memang sudah penuh dengan barang-barang yang hancur.

Tiara yang sepertinya merasa paling syok pun dengan tak sengaja menjatuhkan gelas minumannya hingga terlihat minuman berwarna kecokelatan sudah tumpah di atas lantai kayu. Yewon yang melihat kejadian itupun segera menenangkan Tiara agar Tiara tidak merasa semakin syok. Yewon segera mendudukkan Tiara di atas sebuah kursi sofa tipis di depannya.

Setelah mendudukkan Tiara di sofa, Yewon memberikan minumannya agar diminum oleh Tiara. Tiara pun perlahan merasa sedikit tenang, setelah itu Yewon menghampiri Yuna sambil bertanya tentang beberapa hal kenapa kamar mereka berdua bisa sehancur dan seberantakan itu?.

"Yuna, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Yewon sedikit marah.

Tiba-tiba, Yuna yang mendengar suara Yewon pun langsung berdiri dan memeluk tubuh Yewon secara erat. Tak lama, Yewon yang telah berada di dalam pelukan Yuna pun langsung mendorong Yuna dengan perasaan geram. Ia mendorong Yuna dengan keras hingga Yuna terdorong dan hampir terbentur dinding.

"Yuna, aku bertanya padamu. Apa yang terjadi pada kamarku sekaligus kamar Tiara, kenapa bisa sampai berantakan?" tanya Yewon marah.

"Jawab aku Yuna, cepat jawab!" teriak Yewon membara.

Yuna yang tak menyangka sifat Yewon bisa seperti itu padanya pun hanya terdiam membisu menahan air mata yang teringin untuk keluar dari kedua kelopak mata Yuna sendiri. Karena Yuna yang tak kunjung menjawab, tiba-tiba Tiara berdiri dari sofa lalu menyeret Yuna untuk keluar dari kamarnya.

Tiara terus memaksa Yuna untuk keluar dari kamarnya lalu menarik Yuna agar kembali ke kamar tempat Yuna sendiri. Setelah Yuna dan Tiara sampai di depan pintu kamar yang ditempati oleh Yuna untuk tidur sewaktu malam hari, Tiara langsung meninggalkan Yuna sendirian di sana. Yuna pun menumpahkan air matanya sendirian dan air mata itupun segera membasahi pipi Yuna.

Tapi, tak lama tiba-tiba muncul Linda dari balik badan Yuna. Linda langsung memegang kedua telapak tangan Yuna sambil bertanya kenapa Yuna menangis. Yuna yang masih merasa sedih pun menceritakan kejadian tadi yang membuat dirinya menangis. Linda terus mendengarkan Yuna hingga akhirnya Yuna sudah mengakhiri ceritanya pada Linda.

Seketika setelah mendengar semua itu, Linda langsung memeluk Yuna dengan erat agar Yuna tak merasa bersedih lagi. Dan benar saja, senyum tipis Yuna pun kembali di saat dirinya mencoba memeluk Linda balik. Sebenarnya Yuna ingin memberikan sebuah pertanyaan pada Linda tentang kemana perginya Linda kemarin malam. Tetapi dengan kondisi hati Yuna yang seperti itu saat ini, Yuna lebih memilih diam terlebih dahulu.

Kembali mendekati kamar Tiara dan Yewon, terlihat Salsa yang berjalan tergesa gesa untuk segera sampai menuju suatu tempat. Ternyata Salsa hendak melihat kondisi yang terjadi di kamar Yewon dan Tiara, karena tadi Salsa sempat mendengar sebuah teriakan penuh amarah dari kamar Tiara dan Yewon. Disaat Salsa sampai, ia merasa sangat kaget karena melihat suasana kamar Tiara dan Yewon yang sudah tidak berupa.

Salsa yang masih kaget pun bertanya pada Tiara, kenapa kamar Yewon dan Tiara sendiri bisa menjadi sekacau itu?. Tiara yang mendengar pertanyaan dari Salsa hanya terdiam membisu sambil melihat ke arah luar jendela kamar yang kebetulan sedikit pecah. Karena Tiara tidak segera menjawab pertanyaan yang Salsa berikan, Salsa pun beralih untuk bertanya pada Yewon.

"Yewon, sebenarnya ada apa ini?" tanya Salsa.

"Meskipun jika aku menceritakan semuanya padamu, kau pasti tidak akan menerima fakta itu." jawab Yewon dingin.

Karena jawaban dari Yewon, Salsa pun mulai mengerutkan dahinya sambil berfikir sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa Yewon berkata bila dirinya mengungkapkan cerita yang sebenarnya terjadi, Salsa tidak akan percaya begitu saja pada fakta dari Yewon. Salsa yang masih merasa belum di penuhi kepenasarannya itupun mulai mendekati Yewon yang berdiri sambil terdiam ditepi dinding yang terlihat retak.

Started Happening

Mulai Terjadi ... iya, inilah kisah awal mereka terjadinya masalah. Sebenarnya semua sudah terjadi di saat mereka mulai menemukan sebuah manik-manik kaca disekolahnya. Tetapi mulai terjadinya ini adalah permulaan sesuatu yang sebenarnya efek dari kefatalan mereka berenam. Mungkin mereka tak mengerti inilah awalnya.

1
ͷɪɴɗ⃞ɑ
semangat yaa
ͷɪɴɗ⃞ɑ
dibalik seorang perempuan yg mudah menangis dia tetap akan bisa menahan beratnya beban hidup.. karena setelah menangis mereka bangkit lagi..
ͷɪɴɗ⃞ɑ
tujuan ke sekolah adalah....
ͷɪɴɗ⃞ɑ
aku bacanya kok deg2an yaa.. efek judulnya nihh 🙊🙊
Yukity
salam kenal ya..
hadir bawa boom like...

mampir yuk ke sini
Si Oyen Pacarku bukan manusia.
miqaela_isqa
Semangat bos 💪🏿 mari tamatkan karya sampai akhir
Karin A
Yuna sakti juga ya bisa lawan si Lerra.
Karin A
Lanjut, semangat. Like
Darah Biru (Bangsawan)
mantap 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
semangat 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
kakak hadir lagi 👍🏻
Pembacabaru
Ceritanya makin seru thor, semangat up nya. Like untukmu
Pembacabaru
Likee
Pembacabaru
Like
Daratullaila🍒
like hadir kak, next🥰
Karin A
Lanjut thor, cepet upnya
Karin A
Like like
Karin A
mampir
Karin A
likee
Karin A
like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!