NovelToon NovelToon
Hasrat Kakak Tiriku

Hasrat Kakak Tiriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Fantasi Wanita / Cintapertama / Saudara palsu
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sindi Oktaviani

Papa dari Velia Angela menikah dengan seorang janda yang memiliki anak kembar. Velia sama sekali tidak tahu kalau yang akan menjadi kakak tirinya adalah kekasihnya sendiri.
Dia sungguh tidak menyangka kalau hal ini terjadi padanya.
Sampai suatu saat dia melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan bersama kakak tirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit Hati

Keesokan harinya seperti biasa Velia berangkat dengan diantar oleh pak Didi, dia tidak mau memakai motor di hari ini.

"Pak, kita mampir dulu ya ke apotek" kata Velia memberi tahu pak Didi.

"Iya non" jawabnya tanpa menaruh curiga sama sekali kepada Velia. Pak Didi tidak mau berpikiran yang aneh-aneh mengenai majikannya itu.

Setelah mampir di apotek, Pak Didi langsung mengantar Velia untuk berangkat ke sekolah.

"Makasih ya pak didi, nanti sore jemput kayak biasanya ya" kata Velia yang setelahnya langsung turun dari mobil.

"Velia" panggil suara yang tidak asing di telinga Velia.

"Van?" Ucap Velia setelah melihat berjalan mendekat ke arahnya.

"Nanti sore jalan yuk" ajak Vanca.

Kening Velia mengernyit karena heran dengan Vanca yang tiba-tiba saja mengajaknya untuk pergi.

"Kemana?" tanya Velia penasaran.

"Ada deh, ya paling ke mall" ucap Vanca sedikit bingung yang membuat Velia semakin curiga saja.

"Tumben amat lo ngajak gue tiba-tiba gini. Lo kan orangnya super sibuk" ujar Velia, keduanya berjalan beriringan menuju ke kelas mereka.

Sesampainya mereka di kelas, terlihat Velia langsung duduk di bangkunya diikuti oleh Vanca.

Dari tempat duduknya yang dekat dengan jendela Velia tak sengaja melihat kekasihnya.

Kening Velia bekerut melihat kekasihnya bersama dengan wanita lain. Mungkin Velia sudah terlalu sering melihat hal itu mengingat Lucas memang memiliki banyak fans di sekolah.

Namun kali ini sedikit berbeda, dia tampak sangat merasa sakit melihat kekasihnya di gandeng oleh seorang wanita yang kemarin sempat bertemu dengannya.

"Kenapa kak Lucas nggak lihat ke arah sini? Kenapa juga dia mau di gandeng kayak gitu? Apa kak Lucas sengaja mau balas dendam sama gue? Tapi kan tadi malam gue udah minta maaf sama dia" Batin Velia yang hatinya sudah mulai terbakar api cemburu.

"Vel" panggil Vanca.

Velia tersentak karena dia memang awalnya begitu fokus melihat ke arah Lucas.

"Ada apa ,Van?" tanya Velia.

"Lo liatin apaan sih sampai gue panggil dari tadi nggak nyahut?" tanya Vanca.

"Gue nggak lihat apa-apa kok, tadi cuma mikir aja kayaknya ada yang kelupaan deh, tapi gue nggak tahu apa" ucap Velia berkilah. Dia tentu saja tidak ingin sahabatnya itu tahu mengenai hubungan terlarangnya dengan kakak tirinya sendiri.

"Hmt, emangnya apa yang kelupaan sih?" tanya Vanca penasaran.

"Kalau gue tahu gue nggak bakal mikir sampai ngelamun kayak yang lo bilang tadi, Van" jelas Velia dia bahkan rasanya ingin marah namun dia sadar bukan Vanca yang harus dia marahi.

Velia pun langsung mengambil ponsel yang ada di tasnya, dia langsung mengirim pesan pada kekasihnya itu. Dia tentu saja ingin tahu apa yang membuat sikap Lucas menjadi seperti itu.

Namun bukannya balasan yang dia dapat, justru dia hanya mendapati Lucas hanya membaca pesan dari dirinya saja tanpa membalasnya.

"Ada apa sih sama kak Lucas?" tanya Velia dalam batinnya yang kesal melihat pesan tanpa balasan itu.

Velia langsung saja kembali memasukkan ponselnya lagi ke dalam tas. Hatinya bergemuruh namun dia tidak bisa langsung mengungkapkannya.

"Van, kalau gitu gue mau ikut lo nanti pulang sekolah" ucap Velia tiba-tiba yang membuat Vanca merasa senang.

"Nah gitu dong, pokoknya gue jamin deh kalau lo ikut gue lo nggak bakal nyesel" kata Vanca dengan rasa senangnya.

Jam pelajaran pun di mulai, hingga tidak terasa bel istirahat pun berbunyi. Velia saat ini rasanya malas untuk beranjak dari tempat duduknya, dia tengah merasa tidak bersemangat.

"Lo yakin nggak mau ke kantin sama gue" tanya Vanca.

"Nggak deh, Van. Gue nitip aja ya" ucap Velia dengan nada pelannya.

"Ya udah gue ke kantin dulu" kata Vanca yang setelahnya langsung berjalan meninggalkan Velia di kelas.

Kini hanya Velia sendiri saja yang berada di kelas, dia menutup matanya karena memang begitu malas untuk melakukan apapun.

"Ini buat lo" sebuah suara membuat Velia membuka matanya. Velia melihat ada banyak cemilan dan juga 2 kaleng minuman yang di berikan padanya.

Velia tahu siapa orang itu, dia adalah murid baru yang sempat berada di perpustakaan dengannya kemarin. Dan dia juga yang membuat Lucas merasa cemburu.

"Ini buat gue?" tanya Velia.

Jeremy hanya menjawabnya dengan anggukan, lalu kemudian setelahnya dia berjalan ke arah bangkunya sendiri.

"Lo nggak makan?" tanya Velia.

"Gue udah makan di kantin tadi, itu masih ada kembalian jadi gue beliin buat lo aja" kata Jeremy yang sesungguhnya hanya bohong belaka, dia bahkan hanya minum saja tadi di kantin.

"Yakin ini lo beli pake uang kembalian? Kenapa sebanyak ini?" tanya Velia yang tentu saja merasa heran pada Jeremy. Dia tentu tidak langsung percaya begitu saja.

"Udah nggak usah lo pikirin, mending lo makan aja nanti sama temen sebangku lo itu juga" ucapnya lagi yang setelahnya membuka buku pelajaran miliknya.

"Dasar aneh" lirih Velia yang tidak terdengar oleh Jeremy yang duduk di bangku paling belakang.

Velia membuka bungkusan yang Jeremy beli untuknya, dan membuka satu kaleng minuman yang ada di sana. Velia juga membuka satu snack yang ada di bungkusan itu juga.

Tak berapa lama kemudian datang Vanca dengan membawa minuman saja di tangannya.

"Loh, Vel? Lo dapat makanan dari mana? Lo kan nggak ke kantin? Gue aja nyerah buat ngantri, ini aja berebut tadi karena kantinnya banyak yang libur " ucap Vanca dengan rasa penyesalannya, dia menyesal karena tidak bisa membeli banyak makanan untuk Velia.

"Oh ini di kasih sama Jeremy, udah sini makan sama gue" ucap Velia mengajak Vanca untuk makan bersama dengannya.

Kening Vanca mengernyit, matanya langsung menatap ke arah Jeremy.

Yang di tatap pun hanya diam dan matanya bergerak seolah bertanya mengapa pada Vanca yang menatapnya seperti itu.

Sepersekian detik kemudian, "Aaaa makasih ya, Jer. Berkat lo gue bisa makan cemilan pas istirahat ini" ucap Vanca yang membuat Velia bingung sendiri. Velia bingung kenapa Vanca tiba-tiba saja berkata seperti itu.

"Oh iya makasih ya Jer atas cemilannya" ucap Velia yang bahkan dia sendiri Lucas mengucapkan terima kasih pada Jeremy.

"Iya sama-sama" jawab Jeremy sembari tersenyum ke arah keduanya.

Setelah itu keduanya pun memakan snack bersama di kelas tanpa ada yang mengganggu. Padahal biasanya bagi Vanca pasti ada saja penggangu di saat dia makan.

"Nah kalau gini kan enak nggak ada yang ganggu" ucap Vanca sembari memakan cemilan itu.

"Memangnya ada yang ganggu kita kalau lagi makan?" tanya Velia yang tidak mengerti.

"Loh kok lo nggak tau sih? Kan dia sering gangguin kita pas lagi di kantin" kata Vanca.

Velia berpikir sejenak untuk memikirkan siapa yang sering mengganggu mereka ketika berada di kantin.

"Oh maksud lo si Zidan" kata Velia ketika dia sudah teringat akan siapa yang tiba-tiba sering datang untuk ikut bergabung.

"Nah tuh tahu" Vanca membenarkan.

"Tapi kan cuma lo aja yang merasa terganggu, gue nggak tuh" ucap Velia.

Vanca hanya mendengus mendengar jawaban yang keluar dari mulut Velia, dia memilih untuk melanjutkan makan mereka. Tentu dengan Jeremy yang diam-diam juga mendengarkan obrolan mereka dari bangku belakang.

1
Viyandy
ean woo
Tasy@120
cantik amat sih neng
Tasy@120
bikin gak sabar pengen tahu kalau mereka itu bakal jadi saudara/Facepalm/
Azka
lanjut kk sin
Azka
lanjut ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!