Demi sebuah kekayaan dan ketenaran, wanita yang sudah berusia 28 tahun itu dengan tega menjual jiwa-jiwa orang yang tidak berdosa.
Bukan tak berdosa, hanya saja Kinan ingin membalas dendam atas sakit hati nya kepada penduduk kampung yang selalu menghina keluarga nya. Bahkan, ayah Kinan meninggal secara tragis di tangan kepala desa hingga membuat Kinan semakin yakin untuk membalas dendam.
Sangat mulus, ketika Kinan menumbalkan satu nyawa, maka harta kekayaan nya akan semakin bertambah. Namun, seiring berjalan nya waktu sesuatu yang instan itu tidak akan bertahan lama.
Tanpa sengaja, seorang anak pemuka agama dari kota sebelah jatuh cinta pandangan pertama pada Kinan. Di mulai dari perkenalan itu lah yang membuat hidup Kinan perlahan menjadi hancur.
Jangan lupa baca karya aku ya😊😊
Jangan lupa juga Like Vote Rate and Coment terimakasih😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23.Pandu Melihat
Tidak ada yang di tutupi, Pak Haris menceritakan semua apa yang sudah terjadi di kampung nya. Ketika Pandu ingin bertemu dengan pak Yanto yang satu keluarga menderita gatal-gatal ternyata mereka sudah memutuskan untuk pindah.
Pak Haris kemudian mengajak Pandu dan Rizal untuk menemui Hana yang menderita gangguan jiwa. Pak Arman menyambut baik kedatangan Pandu dan Rizal.
Ketika Pandu masuk ke dalam rumah, laki-laki ini reflek menutup hidung nya namun tidak dengan Rizal dan pak Haris. "Ada apa nak Pandu?" tanya pak Arman bingung.
"Tidak apa-apa pak." ujar Pandu merasa tidak enak hati.
Pak Arman langsung mengajak mereka untuk melihat Hana. Pandu dan Rizal sangat syok ketika melihat Hana yang di pasung. "Kenapa di pasung pak?" tanya Rizal merasa kasihan.
"Begini lah nak, sejak ibu nya meninggal Hana menjadi seperti ini." ujar pak Arman sudah pasrah.
Pandu terdiam, menatap mata kosong milik Hana. Pria ini dapat merasakan jika jiwa Hana tidak ada di dalam tubuh nya. "Pak, apa anak bapak sudah pernah berobat?" tanya Pandu.
"Saya sudah mengajak nya ke Dokter dan orang pintar tapi mereka semua angkat tangan." jawab Pak Arman.
"Astagfirullah pak, saya melihat jiwa anak bapak tidak ada di dalam tubuh nya. Ada seseorang yang sengaja mempermainkan hidup anak bapak. Bahkan, dia bisa mengontrol anak bapak dari jauh." ujar Pandu memberitahu apa yang dia lihat.
Haris langsung memandang ke arah Arman, "Man, sudah ku bilang berapa kali, ini semua bukan masalah kematian susi."
"Jika seperti ini, biasa nya orang tersebut memiliki dendam." ujar Rizal membuat Arman termenung.
"Nak pandu, apa anak saya bisa sembuh?" tanya Arman penuh harap.
"Saya tidak bisa berjanji untuk bisa menyembuhkan anak bapak. Semua nya kita serahkan pada Allah. Saya akan mengajak bapak saya tinggal di sini untuk sementara waktu." ujar Pandu yang sebenarnya masih belajar untuk menjadi lebih baik lagi. "Satu pesan saya pak, perbanyak sholat dan bersholawat. Insyaallah anak bapak akan sembuh jika bapak memohon pada Allah."
Arman hanya bisa menghela nafas, selama ini diri nya tidak pernah melakukan ibadah apa pun karena hidup nya selalu sibuk mengejar dunia.
Pandu dan Rizal kemudian pamit, mereka berkeliling lagi untuk mengenal kampung ini. Dari beberapa rumah warga, Pandu dapat merasakan jika ada beberapa warga yang sengaja mengambil pesugihan salah satu contoh nya tuyul. Pandu dan Rizal kembali ke pos ronda, di sana sudah ada pak Haris dan pak Herman yang sudah menunggu mereka.
"Pak, rumah yang mewah di pinggir jalan raya itu apa masih termasuk kawasan kampung ya?" tanya Rizal penasaran. "Saya lihat rumah nya paling bagus di sini."
"Iya nak, mereka warga sini." jawab pak Haris.
"Mereka dulu hanya warga miskin, tiba-tiba aja menjadi kaya. Kata nya di bantu sama orang luar kota untuk membuka usaha, trus sukses deh." ujar pak Herman.
"Usaha apa ya pak kalau boleh tahu?" tanya Pandu penasaran.
"Itu loh restoran di kawasan perbatasan kota, itu tempat usaha nya. Nama pemilik Kinan, dia cantik namun sekarang menjadi sombong." tutur pak Haris membuat Pandu langsung teringat kejadian beberapa waktu yang lalu.
Dari awal melihat restoran tersebut, Pandu sebenarnya sudah merasa aneh. Maka nya laki-laki itu akan selalu mampir jika lewat. Tidak mau jadi Fitnah, Pandu menahan diri untuk memberitahu apa yang dia tahu termasuk pada Rizal.
..aku sukaaa 🥰