NovelToon NovelToon
GLOW UP PADA WAKTUNYA

GLOW UP PADA WAKTUNYA

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Bullying dan Balas Dendam / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Savana Alifa

"Gak tahu malu! Lo gak ngaca? Lo itu jelek, gendut, item lagi! Bisa-bisanya mimpi mau jadi pacar Alder."

Suara sumbang itu terus terlontar dari banyaknya murid yang mengelilinginya, melemparnya dengan kertas bahkan dengan botol air mineral kosong.

Dimana letak kesalahannya? Gadis bernama Jasmine itu hanya mencoba menyatakan perasaannya pada pemuda bernama Alder, tapi ternyata di situ lah awal kehancurannya.

Mendapat perlakuan buruk dan bullying dari teman-teman sekolahnya, tak lantas membuat Jasmine menyerah. Meski nyaris tak waras, ia berhasil merubah dirinya. Dari seekor itik, menjadi angsa cantik!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAYANG ATAU BEBEB?

Tatapan mereka saling mengunci, menyampaikan kata yang tak bisa terucap oleh lisan.

"Kalau aku bilang aku cinta sama kamu, apa kamu akan percaya?" Tanya Alder.

Jasmine tentu terkejut, jantungnya semakin berdetak tak karuan. Apa Alder tengah menyatakan perasaannya?

"A-apa maksud kamu?"

Jasmine tergagap, ini benar-benar seperti mimpi.

"Jawab dulu, apa kamu akan percaya?"

Gadis itu menunduk sesaat, menghela nafas panjang lalu ia hembuskan perlahan, "Jujur enggak, kita baru kenal, mana mungkin kamu cinta sama aku."

"Aku sudah bisa menebaknya. Tapi Nara, aku merasa sudah mengenalmu sangat lama." Jeda, Alder tersenyum dan mengusap punggung tangan Jasmine dengan lembut, "Kamu pasti tahu, cinta gak membutuhkan waktu lama untuk hadir. Jika hati sudah yakin, untuk apa menunggu lama?"

Jasmine membenarkan ucapan pria itu, buktinya saja, ia mencintai Alder pada pandangan pertama. Memang semudah itu cinta hadir, berbeda dengan melupakan, waktu Lima tahun pun tak cukup bagi Jasmine untuk melupakan Alder.

"Kalau boleh tahu, kenapa kamu mencintaiku?"

"Apa cinta butuh alasan? Cinta itu magic, Nara. Siapa pun bisa tersihir, termasuk aku."

Jasmine menunduk kembali, satu sisi ia sedih, ternyata keindahan fisik memang penting untuk bisa mendapatkan perhatian dari Alder. Alder mencintai Nara, bukan Jasmine. Buktinya, saat ia sudah bermetamorfosis, Alder dengan mudah mencintainya. Berbeda dengan dulu, melihat Jasmine saja Alder enggan.

Memang satu berbanding seribu seseorang bisa menerima pasangannya apa adanya. Apalagi dengan fisik yang tak sempurna, sangat jarang orang yang mempunyai cinta setulus itu.

Apakah fisik memang selalu jadi acuan dalam mendapatkan cinta? Kenapa rata-rata orang melihat dari sisi fisiknya dahulu?

"Apa aku bisa mendapat kesempatan untuk membahagiakan mu? Mengganti saat-saat sulit kamu dulu dengan kebahagian yang akan aku perjuangkan untukmu, percayalah Nara, suatu saat nanti kamu akan tahu alasan cintaku yang sebenarnya."

"Katakan sekarang," pinta Jasmine.

Alder menggeleng, "Tidak sekarang, ada waktunya nanti. Kamu harus jadi pacar aku kalau kamu mau tahu. Nanti, tanpa aku beri tahu pun kamu akan tahu."

Jasmine mengerutkan dahinya, ucapan Alder penuh teka teki. Apa maksudnya?

"Gimana?" Tanya Alder lagi.

Jasmine mengatur nafasnya, jantungnya benar-benar berdetak tak karuan. Akal sehatnya menolak, tapi hati tak bisa di bohongi. Hatinya sangat menginginkan Alder.

"Kalau kamu gak bisa jawab sekarang, aku bisa nunggu. Kamu pikirkan saja dulu, jarang-jarang loh seorang Alder mau menunggu. Tapi demi kamu, aku bisa."

Jasmine membalas genggaman tangan Alder, membuat pria itu menatapnya seraya tersenyum.

"Apa genggaman tangan ini artinya YA?" Tanya Alder, senyumnya semakin mengembang saat Jasmine mengangguk. Ia bawa gadis itu ke dalam dekapannya.

"Terima kasih, aku sangat bahagia," kata Alder dengan lembut.

Jasmine mengangguk, melingkarkan tangannya di perut pria itu, ia membalas pelukan Alder dengan perasaan bahagia yang membuncah.

"Haccciiiih," sayangnya, apresiasi atas perasaan membuncah itu adalah bersin.

Alder tertawa, ia justru sengaja mengurung Jasmine dalam dekapannya.

"Haaciiih," Jasmine berusaha melepaskan diri, tapi Alder semakin erat memeluknya.

"Pak, lepasin aku dulu. Haccciiiih.."

Alder melonggarkan dekapannya, "Kenapa masih panggil Pak? Aku sekarang pacar kamu loh, bukan bos kamu," katanya dengan tatapan memprotes.

"Terus panggil apa?" Tanya Jasmine seraya mengusap-usap hidungnya.

"Panggil sayang juga boleh, atau bebeb? Atau ayank?"

"Ish geli," Jasmine bergidik, menahan dada Alder saat pria itu hendak kembali mendekat, "Aku cape bersin terus," katanya.

"Kan itung-itung terapi, sayang," kata Alder penuh modus.

Jasmine tersipu, Alder memanggilnya sayang, "Haciiih," bersin yang mengganggu!

Alder mengusap puncak kepala Jasmine, tatapan pria itu begitu lembut, "Sini peluk," katanya.

"Gak mau, nanti bersin lagi," tolak Jasmine. "Lanjutin makan aja, aku masih lapar."

Alder terkekeh, lalu mengangguk. Mereka pun melanjutkan makan dengan perasaan bahagia.

Jasmine melupakan sesuatu, Dandelion!

***

Jasmine merebahkan tubuhnya dengan perasaan tak menentu. Apa ini buah dari kesulitan yang ia alami dulu, akhirnya ia bahagia karena mendapatkan cintanya.

Tapi, bukankah yang Alder cintai Jasmine sebagai Nara? bukan Jasmine yang dulu. Itu artinya, Alder mencintai kecantikan Nara, tak menerimanya sebagai Jasmine.

Suara ponsel berdering sedikit menyentaknya, dengan semangat ia mengambil benda pipih itu, ia kira Alder, tapi ternyata ...

"Dion?" Gumamnya, seperti di sadarkan pada statusnya dengan Dion, Jasmine dilema. Dion baik padanya, pria itu bahkan mengirimnya uang kemarin, untuk uang jajan katanya. Tapi sekarang Jasmine justru mengkhianatinya.

Di salah satu sudut hatinya ada nama Dion, tapi di sudut hatinya yang lain di kuasai oleh Alder. Bahkan mungkin seluruh hatinya di isi oleh nama Alder Lirio.

Jasmine mendadak gugup dan takut, seperti seorang maling yang kedapatan mengambil barang oleh pemiliknya.

Sampai dering ponselnya mati, Jasmine tak mengangkatnya. Namun ternyata Dion tak menyerah, pria itu kembali menghubunginya. Apa Jasmine harus memutuskan hubungan dengannya saja? Di teruskan pun percuma bukan? Jasmine hanya akan terus menyakiti Dion dan memberi harapan palsu pada pria itu.

Setelah berperang batin, akhirnya Jasmine memutuskan untuk mengangkat panggilan dari Dion.

"Halo, Dion," sapanya lebih dulu.

"Halo, Jasmine. Kamu sudah tidur? Apa aku ganggu?"

"Enggak, aku belum tidur kok. Kebetulan kamu nelpon, ada yang mau aku omongin sama kamu," kata Jasmine. Ia harus memberanikan diri untuk memutuskan hubungan mereka.

"Ada apa? Apa terjadi sesuatu sama kamu?" Nada bicara Dion terdengar cemas, apapun mengenai Jasmine selalu menjadi prioritasnya.

"Enggak, aku baik-baik saja. Ini tentang hubungan kita, Dion."

"Hubungan kita? Ada apa dengan hubungan kita?" Suara Dion melemah, sepertinya ia sudah tahu apa yang akan Jasmine sampaikan.

"Eeemm, tapi kamu jangan marah. Berjanjilah," pinta Jasmine.

"Ada apa sebenarnya, Jasmine? Mana bisa aku berjanji kalau aku gak tahu apa yang akan kamu omongin."

"Aku, aku mau kita temenan aja Dion. Seperti dulu. Aku gak mau terus-terusan ngasih kamu harapan, sedangkan aku gak bisa cinta sama kamu. Aku nyakitin kamu kalau kita terus lanjutin hubungan ini. Lebih baik kita jadi teman," ucap Jasmine. Hembusan nafas gusar terdengar dari seberang sana, Dion pasti marah dan kecewa padanya.

"Kenapa Jasmine? Apa di sana kamu punya pacar? Kenapa tiba-tiba bahas ini? Pagi tadi kamu gak ngomong apa-apa saat aku chat kamu, tapi sekarang mendadak minta putus."

Jasmine menggigit bibir bawahnya, apa ia harus jujur bahwa ia sudah punya Alder. Tapi hal itu pasti akan semakin menyakiti Dion, belum lagi predikat baru yang akan ia sandang nantinya, yaitu pengkhianat. Apa semuanya akan baik-baik saja?

"Aku cuma berpikir kedepannya saja, hubungan kita gak akan baik jika kita terus memaksakannya. Kita hanya akan saling menyakiti, kamu ngerti kan?"

"Gak, aku gak ngerti! Kamu tuh kenapa sih? Kita pernah bahas ini sebelumnya, bahwa aku gak keberatan kalau kamu belum cinta sama aku. Ini hanya soal waktu, Jasmine. Kamu bukan gak cinta sama aku, tapi belum cinta. Aku yakin suatu saat nanti kamu bisa mencintai ku."

"Dion, mengertilah. Aku gak bisa," lirih Jasmine.

"Kenapa aku jadi ngerasa kamu sudah punya pacar di sana? Jujur, Jasmine! Kamu punya pacar selain aku?"

Jasmine terdiam, apa ia harus jujur?

"Ok, kamu diam berarti YA! apa alasan kamu melakukan ini? Apa uang yang aku kasih kurang? Atau laki-laki itu lebih kaya dari aku?"

"Dion, please! Kenapa pembahasan kamu melebar kemana-mana? Hargai keputusan aku dan jangan paksa aku! Aku gak bisa lanjutin hubungan kita, tolong mengerti. Aku juga udah pernah bilang kan, kalau tujuan hidup aku bukan cinta, tapi uang. Karena itu aku gak mungkin bisa cinta sama kamu, gak ada cinta dalam kamus hidupku," kata Jasmine lagi. Ia mulai tersulut emosi, kata-kata Dion menyinggungnya.

"Kamu mengakuinya? Tujuan hidup kamu uang, itu artinya laki-laki itu memang lebih kaya dari aku. Begitu kah?"

"Ya Tuhan, kenapa kamu gak ngerti juga? Intinya, aku gak akan bisa cinta sama kamu. Berteman lebih baik buat kita, aku harap kamu bisa terima keputusan aku. Aku tutup dulu," Jasmine menutup sambungan telpon tanpa menunggu jawaban dari Dion.

Makin lama perdebatan mereka akan semakin meruncing dan melebar. Lebih baik Jasmine mengakhiri panggilan telpon itu.

1
Cut Dini
boncap donk Thor 😢,tentang oryza seenggaknya sedikit kelanjutan dr Al dan Jasmine setelah nikah
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
lemah banget MC cewenya Thor aturan pas dion bertekuk lutut dia juga ikutan klo mmng gak mau dari pada blm move on
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ya salah jasmine juga aturan pemasaran aja sama² ada gaji yg di surabaya aja masih bisa hidup kok....
jadi ya gini dech
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
harusnya PD lagi karna dah langsung kan tandanya PD juga
Intan Marliah
Luar biasa
Elina Vilania
kasih MC cowoknya yang lain ya thor jangan sampe mc cowoknya alder
Sari Utami
Ceritanya terbilng seru, tapii aku masih di episod 1 next lnjut besok deh bacanya. Semangat thor
winda aulia
sumpah..baru kali ini baca novel berasa jadi pemeran utamanya..🤣
Cut Dini: iya sist 🤣
total 1 replies
Siti Chusnulhotimah
kurang greget karena ,TDK ada kisah Oriza terkait ayah biologis raga
Siti Chusnulhotimah
kurangajar jg Oriza kalo memang tulus cinta sama yasmin dan berniat menceraikan nya harusnya jangan di unboxing,, itu namanya habis manis sepah di buang
Citraleka Dhami
ketahuan o' oww🤣
Helen Nirawan
pusing baca ny , isi.dr cerita ini tuh pagi siang malam., tiap.detik menit , cuma sakit hati , kecewa , gk.jauh2 itu doank , bs gk seh kasi bahagia gt
Helen Nirawan
benci liat alder , bs ngancam doank trus bs apalagi nyakitin jasmine , merasa hebat lu , brani ny ama cewe , banci
Helen Nirawan
kan di blg jg apa , apain blk ke surabaya , ketauan kan , itu temen ny jg ember apain ngadu2 ke alder biarin aj dia frustasi , bodo amat , sukurin , bos tp mulut gk di sekolah in , malu2 in aj
Helen Nirawan
hrs ny jgn blk.ke surabaya , cari kota laen.lah ,
Helen Nirawan
amit2 dasar siluman curut ( lili ) kampret , lu jgn merasa cantik , klo ngaca tuh di jurang sono , najis ,gw sumpah in , lu yg jd burik , item , dekil,bau, gembrot , jerawatan , kaki gede sebelah 😈😈
슈가
Luar biasa
Abinaya Albab
pdhl Lily merasa dirinya cantik & Jasmine jelek ngapain juga takut bersaing mpe segitu mulut jahatnya...toh si cowo' juga gk nanggepi Jasmine juga kn,heran sama si lily
Dwi Nuryani
Luar biasa
Halimatussa'diyah 04
sebenernya muak bngt bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!