Biyanna Loralie Avacyn adalah gadis remaja yang tidak suka diatur. Anna, orang sering memangilnya itu. Anna memiliki satu orang sahabat yakni Ellerose Naselin Jasney yang sama sama suka kebebasan.
Namun tak disangka tak diduga tiba tiba orang tua kedua gadis itu menjodohkan mereka dengan anak sahabat mereka karena sudah tak sanggup lagi untuk menjaga kedua anaknya yang suka kabur kaburan.
Mereka adalah Xiaotian Charis Livian dan Albiru Sky Geovander yang ternyata musuh bebuyutan dua sahabat itu.
Gimana kehidupan mereka kedepannya?
kita saksikan kisah ceritanya di "Menikahi Musuhku".
Selamat membaca, , ,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
...~•Happy Reading•~...
......................
Anna, gadis yang mendapatkan pukulan di kepalanya duduk di depan meja rias dengan wajah cemberut.
CEKLEK
Pintu terbuka menampilkan Rose yang hanya memakai handuk kimono.
"Anna kenapa?". Tanya Rose bingung saat melihat wajah sahabatnya yang cemberut.
Albiru yang melihat tunangannya hanya memakai handuk kimono segera mendekat. "Pake baju dulu". Mendorong Rose ke dalam walk in closed.
"Ada apa?". tanya Rose lagi mencegah Albiru pergi.
"Ada insiden kecil, pake baju dulu".
Setelah Albiru keluar, rose dengan penuh pertanyaan segera mengambil salah satu pakaian untuk dia kenakan. Tanpa kembali ke kamar mandi, rose memakainya disana karena dibalik handuk dia sudah memakai tank top dan hot pen.
Gak lama rose keluar dengan pakaian simple tapi harganya tak SE simple yang dibayangkan.
"Maaf, aku gak tahu kalau pintu bakalan kamu buka". Bujuk Xiaotian ntah sudah berapa kali pemuda itu meminta maaf.
Albiru yang santai duduk di sofa tetap diam dengan handphone tersorot ke arah sahabatnya yang sedang membujuk tunangannya agar tidak marah.
"Buruan tata rambut gue".
Dengan wajah sedih tangan Xiaotian terus menata rambut tunangannya dengan lihai menggunakan catokan.
Rose yang melihat itu menggelengkan kepala saat mendapatkan bisikan jawaban dari Albiru. "Padahal Anna yang merencanakan". Batinnya yang teringat apa yang sahabatnya lakukan sebelum dirinya menghilang di balik pintu kamar mandi.
Setelah Anna selesai barulah Rose memulai memoles wajah nya dengan make up sederhana. sedangkan Anna berjalan ke arah walk in closed diikuti Xiaotian yang seperti anak ayam mengekori ibunya.
Langkah kaki Anna terhenti membuat Tian mau tidak mau ikut berhenti sebelum tubuhnya menabrak tubuh sang tunangan.
"Ngapain?". Tanya Anna dingin.
Bibir Xiaotian cemberut tanpa mengatakan apapun.
"Tunggu disini". Ucap Anna lagi membuat kepala Tian mengangguk patuh.
Albiru dan rose yang melihat itu menahan tawa. Xiaotian yang selalu cerewet jika berhubungan dengan Anna kini dibuat tak berkutik oleh perempuan itu.
Setelah semuanya selesai, dua pasangan yang dipaksa bertunangan itu berjalan menuju restoran tempat mereka dinner malam ini.
Para cewek berjalan lebih dulu saling bergandengan dengan cowok masing-masing mengikuti dari belakang.
"Udahlah na kasian tunangan Lo". Bisik Anna.
Anna menyentak tangan Rose. "Biarin aja, siapa suruh kepala gue maen getok aja".
"Itu kan ulah Lo juga, gue tahu apa isi otak Lo gimana".
Bibir Anna tersenyum. Dia sudah bisa menebak jika sahabatnya itu sudah mengerti tanpa harus dia jelaskan.
Tak mendapatkan respon membuat rose menggelengkan kepala.
Begitulah Anna, dia suka jahil kepada orang terdekatnya.
Pas di lobi apartemen kedua gadis itu dibuat kebingungan karena di hadapan mereka ada dua mobil sport yang menunggu.
Dua pemuda di belakang berjalan maju membukakan pintu mobil masing-masing. Dengan wajah bingung gandengan Anna dan Rose terlepas, mereka masuk dengan wajah bingung.
"Mau kemana?". Tanya Anna saat Xiaotian sudah masuk ke dalam mobil.
"Ketempat yang sudah disiapkan". Jawab Xiaotian menatap tunangannya dengan tatapan teduh.
Anna yang melihat sorot mata yang lembut itu seketika jantungnya berdetak kencang. Dengan cepat dia mengalihkan pandangannya ke depan menekan rasa gugup nya yang datang tiba tiba.
Xiaotian tersenyum mengelus kepala Anna. "Sorry for earlier, I really didn't mean to." Dengan suara lembut.
"It's okay, I was wrong too."
...~•Bersambung•~...