Menceritakan seorang gadis yang tidak di anggap oleh ayah nya karna sang ayah menganggap bahwa gadis itu tidaklah berguna, ayahnya menganggap dia adalah gadis yang bodoh dan tak tau apapun namun ayahnya salah. Gadis yang di anggap tak berguna, bodoh, dan tak tau apa apa ternyata lebih pintar dari yang dia kira dan lebih tau apapun dari yang di sangka selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cabang pertama 2
Masih berada di ruangan yang sama cassy masih dengan kegiatan awal yaitu memeriksa setiap sudut ruangan miliknya itu. Tak lama cassy pun menghampiri kursi dan meja yang akan dia gunakan nanti, dia pun mencoba kursi berwarna hitam itu.
"Hemm lumayan empuk, meja juga terlihat luas untuk tumpukan dokumen. Dan sesuai permintaan banyak ruang ruang di bawah meja untuk dokumen dokumen yang belum di kerjakan." Ujar dalam hati.
Melihat senyum yang di tampilkan oleh cassy mereka pun merasa senang.
"Do you like the design miss."
Ujar sang desainer interior pada cassy.
(Apakah anda suka dengan desainnya nona).
"Hemm I like it, for things that I don't like I will change it myself later."
Ujar cassy pada sang desainer.
(Hemm aku suka, untuk barang yang tidak kusuka nanti akan ku ubah sendiri).
"Alright ladies." Ujar sang desain interior penuh hormat pada cassy.
(Baiklah nona).
Tak lama mereka pun pindah ke ruangan yang akan menjadi ruangan asisten pribadi sang CEO. Tak ada yang tau siapa yang akan menempati ruangan bernuansa gelap, masculine dan elegan. Nuansanya masih sama dengan ruangan milik cassy namun berbeda warna. Jika di ruangan milik cassy ada ruangan khusus untuk istirahat. Jika di ruangan milik cassy berwarna hitam maka ruangan ini berwarna abu abu tua, yang di lengkapi pula dengan ruangan pribadi dan prabotan yang berwarna sama yaitu abu abu tua.
"And this is the same room nona." Ujar sang arsitek.
(Dan ini adalah ruangan yang sama nona).
Mendengar itu cassy pun mengangguk mengerti. Cassy pun memeriksa setiap sudut ruangan itu. Lama dia memeriksa, cassy pun kembali ketempat awal dan mulai berbicara dengan kenzo.
"Kau suka ruangan ini ken."
Tanya cassy pada kenzo. Kenzo yang di tanya pun langsung menjawab dengan lugas.
"Iya nona saya suka, apalagi ruangan ini ada di sebelah ruangan anda. Dan hanya di pisahkan dengan dinding kaca tebal di sana, itu akan lebih memudahkah anda untuk memanggil asisten anda jika memerlukan sesuatu." ujar kenzo.
"Apa yang kau ketahui tentang dinding kaca itu ken." Tanya cassy sembari duduk di atas sofa.
"Dinding kaca itu bisa menjadi cermin 1 arah ataupun 2 arah nona." Ujar kenzo menjelaskan. Mendengar itu cassy pun terlihat senang dengan jawaban kenzo.
"Bagus kalau kau suka, ruangan ini akan menjadi milik mu ken. Nanti kalau ada barang yang tidak sesuai dengan gayamu ubahlah dengan apa yang kau suka." Ujar cassy tegas. Kenzo yang mendengar penuturan dari cassy itupun terkejut. Apa katanya tadi, ruangan ini miliknya bukan kah ruangan ini milik asistennya.
Melihat raut wajah kenzo yang bingung, cassy pun menjelaskan maksud dari kata kata nya tadi.
"Kau ku angkat menjadi asisten ku kenzo, dan ruangan ini menjadi milikmu. Dan jangan kecewakan ku dengan tugas yang ku serahkan padamu. Satu lagi bayar mereka." Ujar cassy sembari memberikan kartu miliknya.
Mendengar itu kenzo pun semakin terkejut namun sebisa mungkin dia menetralkan rasa terkejutan nya itu. Setelah merasa tenang dia pun mengambil kartu dari tangan cassy unyuk membayar semua untuk gedung ini. Dan sebaik mungkin dia akan menjalankan tugas dari cassy secara baik dan penuh tanggung jawab. Dia tidak akan menodai kepercayaan yang cassy berikan padanya.
Setelah selesai membayar mereka semua pun pergi keluar gedung untuk pulang ke rumah masing masing. Karna mereka telah menyelesaikan tugas mereka masing masing.
Sebelum benar benar pulang cassy pun memberi tugas untuk kenzo.
"Hubungi alan dan minta beberapa karyawan untuk pindah ke kantor cabang, usahakan mereka semua benar benar yang terbaik dan terpilih." Ujar cassy.
"Baik nona." Ujar kenzo.
"Bukalah lowongan pekerjaan untuk masyarakat dan selesi mereka dengan ketat. Saya tidak mau perusahaan saya menerima pekerja yang membangkang." Ujar cassy tegas.
"Baik nona, akan saya kerjakan nanti." Ujar kenzo.
"Untuk di luar kantor kita masih seperti biasa, namun saat sudah berada di lingkungan kantor bersikap lah seperti ini." Ujar cassy. Matanya melihat ke arah jalanan yang terlihat ramai. Namun tak lama saat di lampu merah cassy melihat seorang wanita berpakaian formal sedang membawa amplop coklat seperti sedang mencari pekerjaan. Saat lampu lalu lintas berwarna hijau Cassy pun meminta supir untuk mengejar wanita itu. Setelah sampai di samping wanita itu, cassy meminta kenzo untuk menghampiri wanita itu untuk dibawa masuk ke dalam mobil. Mendengar perintah dari cassy kenzo pun bergegas keluar mobil dan menghampiri wanita itu.
"Excuseme miss." Sapa kenzo dengan suara berat nya yang terkesan menakutkan ditambah raut wajah yang dingin dan tanpa ekspresi.
"Yes sir." Sahut wanita itu sedikit takut melihat kanzo.
"Are you looking for a job."
Tanya kenzo masih dengan wajah dinginnya.
(Apakah anda sedang mencari pekerjaan).
Cassy yang melihat interaksi antara kenzo dan wanita pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Ah, yes sir I'm looking for a job."
Ujar sang wanita itu menunduk merasa sedih karna dari 3 hari ini dia belum mendapatkan pekerjaan. Jangan kan mendapatkan baru bertanya saja dia sudah di usir oleh penjaga di tempat dia bertanya.
(Ah, iya tuan saya sedang mencati pekerjaan).
Mendengar itu cassy pun tersenyum simpul. Cassy bisa mendengar semua pembicaraan mereka karna mereka benar benar berdiri di sebelah kaca mobil dimana cassy duduk. Sedangkan kenzo, dia tadi duduk di sebelah supir.
"If so, are you willing to meet my boss in the car?." Tanya kenzo.
(Kalau begitu, apakah nona bersedia menemui bos saya di dalam mobil?).
"Can sir." Ujar wanita itu sedikit senang namun takut.
(Apakah boleh tuan).
"If you don't feel disturbed, come on in miss." Ujar kenzo masih dengan wajah datar dan tatapan dinginnya.
(Jika anda tidak merasa terganggu, mari silahkan masuk nona )
"All right sir, I'm going to meet your boss to collect my luck." Ujar sang wanita meski ada rasa takut di hatinya. Namun dia tidak mungkin membuang kesempatan itu, apalagi saat ini dia sangat butuh uang untuk bertahan hidup.
Setelah menerima ajakan dari kenzo wanita itu pun di persilahkan masuk di dalam mobil dan dia duduk persis di sebelah cassy. Saat melihat cassy wanita itu pun menyapa hormat. Cassy yang melihat itu pun hanya tersenyum simpul. Tak lama mobil
haish bisa sih kalo kamarnya ukuran 1/2x2meter yg bener aja jg Thor halu sih halu tapi harus bisa d pikir pake logika juga. kalahin tuh mafia yg punya 1000 rumah deh
next dan terima kasih 🤗🤗🤗